Izinkan Aku Mencintaimu.

Izinkan Aku Mencintaimu.
KONYOL


__ADS_3

Di tempat yg berbeda AL tengah duduk menyendiri di dekat kolam renang halaman belakang rumah nya.


Dia duduk sambil menikmati secangkir kopi hangat.


Dia terus saja tersenyum mengingat pertemuan nya dengan Kinara beberapa waktu yg lalu.


“ Ara, kamu tak pernah berubah, masih cantik, imut, dan kamu sangat manis kalau tersenyum, tetapi sayang nya kamu terlalu dingin terhadap ku, kapan aku bisa seperti teman teman mu, yg selalu mendapat sikap hangat dari mu.” Gumam AL dalam hati.


Dari kejauhan sang Ayah melihat tingkah aneh putra nya.


Bagaimana tak aneh, dia memegang cangkir kopi, namun dia tak meminum nya, hanya terus mengaduknya sambil tersenyum.


“ Fi.” panggilan sang Ayah membuat nya terjingkat kaget, hampir saja gelas nya terjatuh.


Sang ayah tertawa melihat ketekejutan putra nya itu.


“ Ayah bikin Aku kaget saja.” tutur AL.


“Siapa suruh melamun, eh salah tepat nya menghayal atau justru memikirkan.” goda sang ayah.


“ Gak ada yg seperti itu Yah.” AL menyangkal nya.


“ Sepertinya ada yg lagi jatuh cinta nih.” Goda sang ayah lagi.


Belum sempat AL menjawab nya, sang Ibu sudah menyela.


“ Siapa yg lagi kasmaran Yah?.” sela Ibu nya.


“Ini loh Bun, putra mu.”


“ Yg benar Fi.” Sang Bunda bertanya antusias.


“ Gak kok Bun, ayah cuma ngarang.” sarkas AL.

__ADS_1


“ Oh iya, lalu ngapain kamu senyam senyum sendiri dari tadi, perasaan gak ada yg lucu di kolam renang ini.” Sang Ayah tak henti hentinya menggoda.


“ Aku hanya ingat kejadian lucu saja.” sangkal AL lagi.


“Kejadian lucu dimana dan kapan?.” kali ini giliran sang Bunda yg mulai keppo.


“ Aku setiap harinya dimana?.” AL malah bertanya demikian.


“ Tentu saja di Rumah sakit, kan kamu Dokter.” sahut sang ayah & bunda bersamaan.


“ Kalau gitu tentu saja hal yg berkaitan dengan rumah sakit yg menurut ku lucu.” usai berkata begitu, AL meninggalkan kedua orang tua nya yg masih penasaran itu.


AL menuju kamar nya, dia duduk di sofa yg ada disana, pandangan nya mengarah keluar jendela, menikmati indah nya taman bunga yg ada di pekarangan rumah nya.


Seketika dia seolah melihat kalau Kinara tengah tersenyum manis memetik setangkai bunga mawar merah, kemudian menghirup aroma wangi nya.


Tanpa sadar lagi AL tersenyum kembali. Namun sesaat kemudian apa yg dia lihat itu menghilang, tak ada Kinara disana, artinya dia hanya berhalusinasi aja.


AL penepuk dahi nya.


“ Siapa yg gila Fi.” Tanya sang Bunda yg mendengar perkataan nya tadi.


AL hanya menggeleng kan kepala nya.


“ Bunda, Bunda disini ada apa?.” AL langsung mengubah topik pembicaraan tampak nya dia belum siap untuk bercerita pada sang Bunda.


“ Bunda cuma mau ngasih ini.” sambil berkata sang Bunda memberikan ponsel AL yg tadi tertinggal di meja dekat kolam renang.


“ Oh ya ampun, aku lupa, untung ada Bunda, makasih ya Bun.” sahut AL sambil mengambil ponsel yg diberikan Ibu nya.


“ Ini nih kalau orang lagi jatuh cinta, dia pasti akan lupa segalanya.” Goda sang Bunda.


“ Ayolah Bun, Alfi gak lagi jatuh cinta kok, bunda jangan ngomong gitulah.” Keluh AL.

__ADS_1


“ Ya sudah kalau itu kata kamu, tetapi bolehkah bunda bertanya satu hal?.”


“ Tanya saja Bun.” Sahut AL dengan enteng nya.


“ Fi, apakah kamu normal?.” tanya sang Bunda.


AL langsung menatap sang Bunda kaget mendengar pertanyaan sang Bunda.


“ Tentu saja Bun, kalau AL gak normal tentu AL gak akan lulus pas tes mau masuk kedokteran dulu.” sahut AL dengan sedikit kesal.


Sang Ibu nyengir kuda, betul juga ya, kalau AL tidak normal tentu gak akan bisa dia jadi seorang Dokter.


“ Pertanyaan Bunda aneh, dan gak masuk akal.” Tegas AL.


Ibu nya hanya terdiam.


“Mengapa tiba tiba bunda menanyakan pertanyaan konyol itu.” AL mulai bertanya dengan tenang.


“ Karna dari dulu sampai sekarang kamu gak pernah bawa pacar kerumah, bahkan dengar kamu punya pacar aja Bunda gak pernah.” Sahut sang Bunda.


“ Dulu saat masih sekolah, Ok bunda ngerti kamu mau fokus belajar, lalu saat masih kuliah Bunda juga maklum kamu mau meraih cita cita mu, lalu sekarang kamu sudah mapan nak, usia mu juga udah cukup untuk menikah, tapi sampai sekarang kamu hanya sibuk dengan kerja dan kerja.” tambah sang Bunda lagi.


“ Mau gimana lagi Bun, itulah propesi ku.” Jawab AL berkilah.


“ Bunda paham Fi, kalau kamu sibuk, tetapi apakah kamu tak ingin menikah,? Ayah sama Bunda sudah tak muda lagi loh, kami juga ingin punya menantu dan memiliki cucu.” Tutur Ibu nya lagi.


AL terdiam dengan mulut yg terkatub rapat, perkataan ibu nya sangat lah benar, saat ini dia bukan lah seorang remaja lagi, kedua orang tua nya juga sudah tak muda lagi.


Dia sendiri juga ingin menikah seperti orang pada umum nya, namun yg jadi masalah adalah dia tak mempunyai kekasih, rasa nya kalau di jodohkan itu sama sekali gak masuk akal.


Sedangkan perasaan nya hanya tertuju pada satu wanita, yg tak lain adalah Kinara.


“ Fi, kalau kamu tak punya waktu buat cari pacar, biar nanti Bunda yg akan memperkenalkan kamu dengan anak dari teman teman Bunda.”

__ADS_1


Perkataan sang Ibu membuat AL tercengang.


Kira-kira akan bagaimanakah AL menanggapi nya?


__ADS_2