Izinkan Aku Mencintaimu.

Izinkan Aku Mencintaimu.
DARURAT


__ADS_3

Kinara ingin sekali protes saat itu juga, dan mengatakan bahwa AL hanya mengarang, sebab diri nya bukan lah calon istri AL.


Akan tetapi Kinara tak melakukan itu, biarkan saja AL berkata dan bertindak sesuka hati nya, selama itu tak merugikan diri nya, Kinara tak masalah.


“ Wiih, jangan lupa undangan nya ya Dok nanti.” Celetuk Mbak Reni.


Kinara yg mendengar itu menatap AL jengah.


AL hanya menyembunyikan senyum nya melihat reaksi Kinara.


“ Iya pasti mbak.” sahut AL lalu kemudian dia mulai memberikan bakso nya untuk Kinara.


“ Selamat menikmati, Dok, mbak!.” Tutur mbak Reni.


Kinara & AL mengangguk bersamaan.


Usai kepergian mbak Reni mereka mulai makan.


Sambil makan Kinara terus menatap lekat AL, AL tau mengapa itu di lakukan Kinara yaitu karna perkataan nya tadi.


“ Kau mau protes karna aku bilang bahwa kau adalah calon istriku di depan mbak Reni.” Tutur AL sambil memasukan sesendok nasi kedalam mulut nya.


“ Tidak.” sahut Kinara singkat.


“ Kenapa? oh aku tau karna kau senang kan aku berkata begitu.” goda AL.


“ Tidak begitu, tapi kalau aku membantah nya, maka kau yg pasti malu kak, jadi lebih baik aku diam, toh aku juga tak merasa di rugikan, kau bebas bicara sesuka mu." Jelas Kinara.


“ Udah bilang aja kalau kamu memang merasa senang karna aku mengatakan hal itu.” Goda AL lagi.


Kinara mulai kesal dan menatap tajam AL. Baru saja dia ingin membuka mulut untuk berkata bahwa AL terlalu PD. Namun AL sudah bicara duluan.


“ Udah, makan lah bakso nya mumpung masih hangat.” Sambil berkata AL menunjuk mangkok bakso Kinara.

__ADS_1


Kinara hanya bisa mengambil nafas dalam. AL tersenyum senang melihat wajah kesal Kinara.


Sesaat hanya keheningan yg ada diantara kedua, keduanya hanya serius makan.


Namun belum lagi habis nasi yg ada di piring AL, ponsel nya sudah berdering, dan Suster Anggi yg menelpon mengatakan ada pasien darurat.


Mendengar hal itu, AL langsung menghentikan makan nya, mengambil tisue dan mengelap mulut nya , lalu meminum segelas air yg memang telah di sediakan.


Setelah itu AL langsung berdiri. Kinara hanya menatap AL penuh pertanyaan.


AL merogoh saku celana nya dan mengeluarkan dompet, kemudian dia mengambil uang sejumlah 100 ribu, di letakan nya diatas meja.


“ Sayang, kamu habiskan makan nya, ada keadaan darurat, maaf gak bisa menemani sampai selesai, ini uang berikan pada Mbak Reni nanti buat bayar makan ini.”


Lagi lagi Kinara hanya menatap kaget, dia kaget bukan karna AL yg terlohat buru buru, akan tetapi perkataan AL yg tiba tiba memanggil nya sayang.


Namun karna AL buru buru, AL tak menyadari kalau saat ini menatap nya penuh heran.


“ Aku pergi duluan, setelah makan kau bisa pulang, biar pak Mamat yg akan mengantar mu.” AL berkata sambil menyentuh kepala Kinara sekilas, persis seperti seorang Ayah yg pamit kerja kepada Putrinya.


Kinara bisa memahami, ternyata tugas seorang Dokter itu tidak lah mudah, bahkan di saat makan pun, terkadang tak bisa leluasa, karna sikap profesional harus diatas segalanya.


Setelah AL pergi, Kinara hanya melanjutkan makan nya.


Selesai makan dan membayar nya, Kinara pun bergegas untuk pulang, akan tetapi rasa nya ia benar benar kebelet, Hingga dia menuju toilet.


Usai dari toilet Kinara langsung menuju parkiran.


Sambil terus menelusuri koridor rumah sakit, Kinara merasa bingung sendiri, status hubungan dia dan AL tidak lah jelas, akan tetapi sikap mereka berdua seolah pasangan kekasih.


Namun baik AL maupun Kinara merasa nyaman satu sama lain.


Sebenar nya yg bikin gak jelas itu Kinara sendiri, kalau AL dia sudah terang terangan mengakui perasaan nya.

__ADS_1


Karna sibuk dengan pemikiran nya, tanpa sadar Kinara menubruk seseorang saat keluar dari rumah sakit tersebut.


“Maaf kan saya tante.” Ucap Kinara tak enak hati. Yg ia tubruk tadi seorang wanita paruh baya. Untung tak ada yg terjatuh.


“ Tidak apa apa, tante juga salah tak melihat jalanan, karna dari tadi tante terus melihat layar ponsel.” Sahut wanita itu rendah hati.


Kinara melihat kalau wanita itu tampak kebingungan seperti mencari cari sesuatu.


“ Tante kek orang bingung.” Tutur Kinara apa ada nya.


“ Apa tante mencari seseorang.” Tanya Kinara.


“ Eh iya, tante mencari ruangan Alfi, dari tadi tante menghubungi nya tapi dia tak mengangkat telpon nya.” jelas wanita itu.


“ Oh, ruangan Dokter AL ada di lantai 2 tante, tante naik aja, terus lurus setelah itu belok kanan, nah disana nanti ada tulisan di pintu Dr Alfi, itulah ruangan nya.” Jelas Kinara.


“Oh iya, terimakasih nak.” Sahut wanita itu tersenyum.


“ Sama sama tante, atau kalau mau sini biar saya anter tante keruangan Dokter AL.” tawar Kinara tulus.


“ Tidak terimakasih nak, kau juga pasti sudah mau pulang kan.” Tolak wanita itu.


Kinara hanya mengangguk saja sambil mengulas senyum disudut bibirnya.


Untuk kemudian Kinara langsung melanjutkan langkah nya, namun baru beberapa langkah saja, wanita tadi memanggil nya.


“ Nak, tante boleh minta tolong.”


Mendengar perkataan wanita itu, Kinara berbalik dan kembali menghampiri nya.


“ Tolong apa tan?.” Tanya Kinara.


“ Antar tante ke ruangan Alfi.”

__ADS_1


Kinara tersenyum dalam hati, kenapa tadi menolak kalau akhir nya minta dianter, pasti itulah yg di fikirkan Kinara


__ADS_2