
Bosan sekali rasa nya terus terusan berada di ruangan AL, hanya bermain ponsel, dan laptop, sementara AL masih sibuk dengan pasien nya.
Tapi apa yg bisa dia lakukan selain tetap menunggu AL hingga jam istirahat. Tak apa apa lah demi AL.
Sekitar jam 12:35 menit waktu setempat barulah AL muncul kembali di ruangan itu.
“ Cape ya nungguin.” Tanya AL pada Kinara.
“ Cape sich gak kak, tapi bosen.” Ujar Kinara seada nya.
“ Maaf ya.” Tutur AL lembut.
Lalu kemudian dia menghampiri Kinara dan memeluk nya erat.
Kinara hanya bisa terdiam.
“ Izin kan aku memeluk mu, sebentar saja.” Pinta AL.
Kinara merasa bingung dengan sikap AL yg tiba tiba aneh seperti itu.
“ Aku harap, apapun yg terjadi diantara kita kau akan tetap bersama ku.” Tambah AL sambil memperat pelukan nya. Seolah sudah bertahun tahun lama nya tak bertemu. dan seakan akan itu adalah pelukan terakhir nya.
Kinara membiarkan nya untuk beberapa saat, kemudian dengan pelan dia melepaskan diri dan mulai menatap AL.
“ Kau kenapa kak?. Tanya Kinara heran.
“ Gak, aku gak apa apa, emang nya kenapa?.” AL balik bertanya.
“ Sikap mu tiba tiba aneh.” Tutur Kinara apa ada nya.
“ Apakah aneh jika aku memeluk mu.” Ujar AL.
” Nggak sich, tapi cara kau memeluk ku seolah olah itu pelukan perpisahan saja.” Iya itulah yg Kinara rasakan.
“ Jangan pernah berfikir begitu, aku tak kan pernah membiarkan mu pergi dari ku, dan aku akan tetap bersama mu dalam keadaan apapun.” Tegas AL.
“ Baiklah, sekarang ayo kita makan, aku laper banget.” Begitu Kinara menanggapi.
Karna Kinara sudah mengatakan bahwa ia lapar tentu saja AL tak bisa menolak, oleh karna itu segera dia membereskan barang barang nya dan mengajak Kinara makan siang. Karna hari itu adalah hari Jum'at maka AL juga bekerja hanya setengah hari saja.
AL mengajak Kinara makan siang di sebuah rumah makan Padang, AL tau kalo Kinara sangat menyukai masakan Padang karna rasa pedas nya yg khas.
Tak banyak pembicaraan saat mereka makan, masing masing hanya fokus pada makanan.
__ADS_1
Kinara makan dengan lahap, akan tetapi AL hanya makan sedikit saja, Terus terang AL masih kefikiran masalah Ibu nya yg sama sekali tak menyukai Kinara.
“ Andai saja Bunda mau mengerti perasaan ku, maka tak akan sulit bagiku.” Gumam AL dalam hati, sambil terus menatap Kinara yg saat itu tengah asyik makan.
Selesai makan, Kinara langsung minta diantar pulang, jadi AL pun hanya bisa menurut.
Saat dalam perjalanan, tak seperti biasa nya AL banyak bercanda. Kali ini dia lebih banyak diam.
“ Kak, apa yg kau fikirkan aku ada disini.” Kinara mencoba untuk bercanda karna AL terlihat murung.
AL mencoba tersenyum mendengar perkataan Kinara.
Tangan membelai lembut pipi Kinara.
“ Tidak ada.” Sahut AL. Sambil menatap Kinara lekat.
“ Jangan bohong kak, ayo ceritalah.” Kinara mulai memancing AL, sebab dia tau apa yg mengganggu fikiran AL.
“ Aku harus bagaimana Ara, aku tak mungkin mengatakan pada mu, kalau Ibu memintaku menjauhi mu.” AL menyahuti dalam hati.
“ Nggak ada apa apa Ara, aku hanya sedikit lelah saja.” Jawab AL berdalih.
“ Kau bohong kak, aku tau kau tak akan pernah mengeluh hanya untuk rasa lelah, akan tetapi ada yg mengganggu fikiran mu, dan aku tau apa itu.” Kinara juga bergumam dalam hati, sambil tersenyum menatap AL.
“ Benar?.” Tandas Kinara.
AL mengangguk-angguk kepala nya.
Setelah itu tak ada percakapan lagi diantara mereka, masing masing larut dalam fikiran nya sendiri sendiri.
Hingga tiba di depan rumah Kinara baru ia mulai bicara.
“ Terimakasih ya untuk waktu mu hari ini, dan untuk kuenya serta telah mau menemaniku makan siang.” Tutur AL saat itu Kinara baru saja akan membuka pintu mobil untuk turun.
“ Iya kak sama sama.” Sahut Kinara seada nya, seulas senyuman manis ia tampil kan untuk AL.
AL menatap nya lekat untuk beberapa saat.
Yg membuat Kinara, menatap nya dengan dahi berkerut dalam, dia tak tau apa yg AL fikirkan saat itu.
“ Pak Mamat bisa belikan air putih sebentar.” tiba tiba AL malah berkata pada Pak Mamat sopir nya.
“Baik Mas.” Sahut pak Mamat.
__ADS_1
“ Kalo cuma mau minum ngapain beli kak, kerumah aja, ayo mampir.” Sambil berkata Kinara bergerak untuk membuka pintu mobil dan mau turun.
Akan tetapi AL menghentikan nya. dengan meraih tangan nya yg saat itu baru ingin membuka pintu.
“ Kadang kadang kau harus peka Ara.” Ucap AL, yg membuat Kinara tak mengerti apa maksud nya.
“ Maksud nya?.” Tanya Kinara terus terang.
Namun AL sama sekali tak menjawab pertanyaan Kinara, dia menatap lekat Kinara, dan mulai mendekatkan wajah nya ke wajah Kinara, untuk kemudian mencium bibir Kinara.
Karna tak menyangka AL akan melakukan itu tentu saja Kinara sangat terkejut, Hingga dia tak bisa menolak ataupun menghindar.
Jantung nya seolah mau copot, dan terus saja bedegup dengan kencang.
Telapak tangan nya mulai berkeringat dingin, menerima perbuatan AL, tapi dia juga tak bisa memberontak, bukan karna ia tak berani akan tetapi karna dalam hati nya sama sekali tak ada rasa keberatan.
AL menghentikan aksi nya karna menyadari pak Mamat sudah berjalan kearah mobil. Jadi lekas lekas ia menyudahi nya.
Kinara hanya tertunduk malu malu, muka nya udah kek tomat aja, saking merah nya.
Sambil menggigit kecil bibir nya sendiri yg masih basah dan terasa hangat, Kinara mencoba mengambil nafas dalam, Untuk menormalkan detak jantung nya.
AL pun mencoba mengambil nafas dalam untuk mengatasi gejolak perasaan yg saat itu telah menguasai diri nya. Dan karna pak Mamat sudah ada disana dia mencoba bersikap seolah tak terjadi apapun.
“ Ini Mas air nya.” Pak Mamat memberikan sebotol air minum pada AL.
“ Makasih pak Mamat.”
“ Ya sudah kak, aku pulang dulu.” Kinara berkata tanpa berani menatap muka AL.
Usai berkata dia pun langsung turun tanpa menunggu tanggapan AL.
Kemudian Kinara langsung masuk kedalam rumah nya.
AL pun meminta Pak Mamat untuk segera menuju rumah nya.
AL mengambil ponsel dan mengirim pesan chatt pada Kinara.
“Aku sayang kamu Ara, terimakasih untuk barusan tadi.”
Kinara hanya membaca nya dia tak berniat membalas nya. Kejadian tadi seolah masih bisa dia rasakan.
“ Dan iya 1 lagi, bibir mu sangat manis.” 1 pesan chatt lagi yg AL kirim, sengaja untuk menggoda Kinara.
__ADS_1
“ Iishh apaan sich kak.” Langsung Kinara membalasnya begitu dengan emot jengkel.