Izinkan Aku Mencintaimu.

Izinkan Aku Mencintaimu.
SOLUSI DARI AYAH


__ADS_3

Hari terus berlalu, semakin hari, AL semakin menyadari bahwa tubuh Kinara kian lemah, tindakan operasi nya harus di lakukan secepat mungkin, akan tetapi belum ada keputusan dari pihak keluarga Kinara lantaran belum punya cukup biaya.


AL benar benar bingung dengan keadaan tersebut, apa yg harus dia lakukan, dia sama sekali tak mau terjadi sesuatu yg buruk pada Kinara.


Malam itu, AL hanya berdiam diri di dalam kamar nya, dia tak punya semangat untuk melakukan aktivitas apapun.


Ibu nya yg sejak tadi memanggilnya untuk makan, selalu mendapat penolakan dari AL.


“ Mana Alfi Bun?." Tanya Ayah nya saat mereka hanya makan berdua saja.


“ Dia masih kenyang kata nya Yah.” Sahut Sang Bunda.


“ Apakah dia lagi ada masalah? tak biasanya Alfi menolak untuk makan.” Tanya sang Ayah bingung.


“ Bunda juga kurang tau Yah, memang sejak pulang tadi raut wajah nya terlihat lesu.” Jelas Sang bunda.


“ Ya sudah setelah ini biar Ayah temui dia.” ujar sang Ayah.


Selesai makan, pasutri itu langsung menuju kamar putra nya.


“ Fi, apa kah kau sudah tidur.” Panggil sang Bunda dari balik pintu.


“ Belum Bun.” Sahut AL.


“ Boleh kami masuk.” Tanya sang Ayah.


“ Masuk aja.” Jawab AL singkat.


Kedua orang tuanya pun masuk, dan mendekati AL yg kini tengah berbaring tengkurap diatas tempat tidur nya.

__ADS_1


“ Fi, ada masalah apa?.” Tanya sang Ayah, yg menyadari raut wajah AL tak seperti biasa nya.


“ Gak ada Yah, aku hanya sedikit lelah.” Kilah AL.


“ Lelah berfikir?.” sambung sang Ayah.


AL langsung bangkit dari tidurnya dan duduk bersama kedua orang tua nya.


“ Apa yg mengganggu fikiran mu?.” Sanga Ayah bertanya lagi.


“ Yah, saat ini kondisi Kinara kian melemah, harus nya dia sudah di operasi secepat mungkin, akan tetapi karna kendala biaya kedua orang tua nya belum bisa memberikan persetujuan.” AL bicara terus terang.


Kedua orang tua nya saling bertukar pandang. Ternyata putra mereka begitu mencintai Kinara, sedikit pun tak ada hal lain yg ia fikirkan kecuali tentang gadis itu.


“ Lalu apa rencana mu?.” Tanya sang Bunda.


“ Aku, apa yg bisa aku lakukan Bun, aku merasa benar benar tak berguna di saat seperti ini, aku tak bisa berbuat apapun.” Tutur AL putus asa.


“ Atau haruskah Ayah yg menanggung biaya nya.” Tambah sang Ayah.


AL mengambil nafas dalam.


“ Kalo masalah uang iya aku bisa membantu, tetapi yg jadi persoalan adalah Kinara tak akan mau menerima bantuan kita Yah.” Jelas AL yg memahami cara berfikir Kinara.


“ Kinara bisa menolak, akan tetapi kau bisa membujuk orang tua nya, jika mereka tak mau di bantu cuma cuma, tawarkan bantuan sebagai hutang piutang, Ayah yakin orang tua nya akan mempertimbang kan hal itu.”


Nasehat sang Ayah, membuat AL merasa lega, mengapa dia tak berfikir demikian.


“ Ide brilian.” Sahut AL mulai tersenyum.

__ADS_1


“ Terimakasih, Ayah memang yg terbaik.” Ucap AL antusias.


Kedua orang tua nya merasa senang melihat AL sudah bisa ceria lagi.


“ Ya sudah sekarang kau istirahat lah.” Tutur sang Ayah.


Kemudian kedua orang tua AL berlalu meninggalkan putra semata wayangnya nya sendirian.


Sesuai rencana nya, hari ini AL akan menghubungi Ayah Kinara untuk membicarakan perihal biaya tersebut.


Begitu mendapat telpon dari AL dan AL meminta agar dia datang kerumah sakit, Ayah nya Kinara pun hanya bisa menuruti, AL juga berpesan agar dia saja yg datang, tak perlu mengajak Kinara.


Oleh karna itulah Ayah nya Kinara hanya pergi sendiri menemui AL.


Begitu jam istirahat tiba, bergegas AL menuju ruangan nya, dia tau Ayah nya Kinara pasti sudah menunggu.


Dan benar saja, Ayah nya Kinara memang tengah duduk menunggu AL di depan ruangan nya.


“ Maaf pak tadi saya lagi ada urusan.” Jelas AL kepada Ayah nya Kinara.


Ayah nya Kinara hanya mengangguk saja.


AL pun kemudian mengajak Ayah nya Kinara masuk kedalam ruangan pribadi nya.


“ Silahkan duduk.” Titah AL begitu mereka telah memasuki ruangan tersebut.


Ayah nya Kinara pun duduk. Di susul oleh AL yg kini telah duduk di hadapan Ayah nya Kinara.


“ Ada masalah apa sehingga Dokter meminta saya kemari?.” Tanya Pak Usman Ayah nya Kinara.

__ADS_1


Sampai disini dulu... tunggu di nex episode bagaimana cara AL membujuk sang calon mertua nya.😀😀


__ADS_2