
“ Baiklah ayo saya anter Tan.” Sahut Kinara tulus.
Kinara & wanita itu berjalan berdampingan menuju ruangan AL.
“ Kau disini menjenguk seseorang atau ada urusan lain?.” Wanita itu bertanya pada Kinara.
“ Aku pasien di rumah sakit ini.” Sahut Kinara seada nya.
“ Oh, sakit apa kamu nak?.” Tanya wanita itu lagi.
“ Leokimia, karna itulah saya tau persis ruangan Dokter AL karna saya pasien tetap nya.” Kinara menjelaskan apa ada nya, wajah nya kembali sendu menceritakan hal itu.
“ Maaf tante tak bermaksud membuat mu sedih, tante tau ini berat bagimu, akan tetapi percayalah, Allah itu maha besar, dan maha segala nya, Yakinlah bahwa tak ada penyakit yg tak ada obat, berdoa dan berusahalah.” Tutur wanita itu menatap iba Kinara.
“ Makasih tan.” Sahut Kinara mencoba tersenyum.
“ Iya sama sama nak.” sahut Wanita itu lagi.
“ Oh iya, apa kau tau, dari dulu tante ingin sekali punya anak perempuan, tapi sayang nya anak tante laki laki.” Tambah wanita itu.
“ Gak apa apa tan, toh nanti kalau anak tante menikah pasti kan dapet juga anak perempuan.” Kinara menanggapi setengah bercanda.
“ Iya, tante hanya bisa berharap semoga saja kelak menantu tante secantik dan sebaik dirimu.” Ucap wanita itu tulus.
“ Tante bisa aja.” sahut Kinara tertawa pelan.
“ Ya udah tan, ini kita sudah sampai di depan ruangan Dokter AL, silahkan Tante menemui nya, saya pamit pulang dulu.”
Wanita itu hanya mengangguk.
“ Hati hati dijalan.” pesan nya, Kinara mengangguk kan kepala nya.
Kinara tiba di parkiran, disana pak Mamat sopir AL telah menunggu nya, Kinara pun pulang diantar pak Mamat.
Setelah Kinara pulang, wanita itu melihat pintu ruangan AL masih tertutup.
“ Mungkin Alfi masih sibuk dengan pasien nya.” Usai berkata wanita itu memilih duduk dan menunggu AL.
5 menit kemudian AL tiba disana.
__ADS_1
“ Bunda.” Panggil AL kaget, iya wanita itu adalah Ibu nya AL.
Ibu nya AL langsung berdiri.
“ Sejak kapan Bunda disini?.” Tanya AL.
“ Dari 1 jam yg lalu, Bunda cape muter muter cari ruangan kamu, kamu di telpon tak pernah di jawab.” Oceh sang Bunda.
“ Aku tak mengaktifkan dering ponsel ku Bun, karna lagi menangani pasien darurat, maaf kan AL ya Bun.”
“Ayo masuk Bun.” AL mengajak sang Bunda masuk.
Ibu nya pun masuk bersama AL.
“ Tumben bunda dateng kemari, ada apa?.” Tanya AL heran karna tak biasa nya Ibunya datang.
“ Bunda habis dari pasar, jadi ya udah sekalian Bunda mampir.” Jelas Ibu nya.
“ Apa kau sudah makan Fi?.” Tanya Ibunya AL.
“ Sudah Bun.” Sahut AL seada nya.
“ Bunda kek cape banget.” Tutur AL.
“ Kan Bunda sudah bilang tadi Bunda muter-muter cari ruangan kamu.” Jelas Ibu nya.
“ Terus siapa yg memberitahu Bunda?.” Tanya AL.
“ Ada seorang gadis, dia juga lah yg mengantar Bunda.”
“ Oh syukurlah.” sahut AL singkat.
“ Coba kalau Bunda bilang dulu mau datang kemari pasti aku minta Kinara untuk disini dulu.” Tambah AL
“ Kinara pacar mu?. Eh salah lebih tepat nya gadis yg kau cintai.” Sang Ibu bicara setengah mengejek, karna dia tau sampai sekarang tak ada kejelasan dari hubungan AL & Kinara.
“ Bun, meskipun Kinara tak pernah bilang dia mencintaiku, tapi aku yakin dia juga punya perasaan yg sama pada ku.” AL membela diri.
“ Ya sudah terserah kau saja Fi, yg pasti Bunda ingin bertemu dengan Gadis itu secepat nya, Bunda ingin lihat seperti apa dia." Ujar sang Bunda.
__ADS_1
“ Iya Bun, tapi tidak untuk saat ini, kondisinya masih kurang baik.” Jelas AL.
“ Bunda mau, di malam anniversary Ayah dan Bunda nanti kau ajak dia, kali ini tak ada alasan Fi.” Tegas sang Bunda.
AL hanya mengangguk pasrah.
“ Kalau tidak, Bunda akan mengajak Gadis pilihan Bunda untuk bertemu dengan mu pada malam itu nanti.” Sang Bunda mulai mengancam.
“ Bun, berkali kali aku sudah bilang, aku tak ingin yg lain." Tegas AL.
“ Jadi jangan seperti kebanyakan Ibu yg di sinetron Indosiar ya Bun, dimana aku harus memilih antara Bunda atau Kinara, karna itu gak mungkin bisa aku lakukan, Aku sangat menyayangi Bunda, tetapi aku juga mencintai Kinara." Tambah AL.
“ Ya, ya, baiklah Bunda juga tak akan memaksa, Bunda cuma berharap semoga saja Kinara mu itu secantik dan sebaik gadis tadi.” Celetuk sang Bunda.
“ Gadis yg mana?.” AL bertanya heran.
“ Yg tadi mengantar Bunda kemari, kata nya dia juga pasien kamu Fi, gak mungkin kamu tak kenal dia.”
“ Pasien ku banyak Bun, jadi kalau tak tau nama nya bagaimana aku bisa tau siapa yg Bunda maksud.” Jelas AL.
“ Bunda lupa lagi nanya nama nya.” Tutur sang Bunda merasa bodoh.
“ Udahlah lupakan saja, toh itu juga tak penting.” Ketus AL.
“ Iya, ya sudah Fi, Bunda mau pulang dulu, syukurlah kalau kamu sudah makan, jaga kesehatan kamu juga.” pesan sang Bunda.
“ Iya Bun, Oh iya bunda pulang naik apa?.” Tanya AL.
“ Sopir lah Fi, kan bunda sama pak Jhon kepasar tadi.” Jawab sang Bunda seada nya.
“ Ya sudah, Bunda pulang ya.”
AL mengangguk.
“ Hati hati Bun.” pesan AL.
Sang Bunda pun mengangguk, dan perlahan meninggalkan putra nya yg masih menjalankan tugas mulia nya.
Dalam hati AL hanya bisa berdoa, semoga saja Kinara bisa datang saat Anniversary kedua orang tua nya nanti.
__ADS_1