Izinkan Aku Mencintaimu.

Izinkan Aku Mencintaimu.
MENGAJAK PERGI.


__ADS_3

“ Eem apa?.” Tanya Kinara sedikit grogi.


“ Siapa yg bodoh Ara?.” Tanya AL terus terang.


“ Ng itu teman teman ku.” Kinara mencari alasan.


“ Teman mu yg mana?.” AL bertanya lagi.


“ Biasa.” Jawab Kinara tak menyebutkan nama teman nya, karna siapa yg akan dia sebutkan, orang yg bodoh itu diri nya sendiri.


Usai berkata, Kinara kembali fokus pada layar ponsel nya, AL pun kembali mencuri curi pandang.


Kinara menyadari itu dan dia mulai merasa risih di perhatikan seperti itu.


“ Kak liat jalanan.” Kinara berkata tanpa menatap AL.


AL yg merasa malu hanya bisa diam dan mulai fokus pada jalanan.


Tiba di rumah sakit mereka langsung menuju ruang kemoterapi.


Alhamdulillah kemoterapi nya berjalan dengan sangat baik, AL sungguh merasa tenang.


Kinara pun kini telah terbiasa dengan efek dari kemoterapi hingga dia bisa mengatasi nya dengan baik. Apalagi AL selalu ada menjaga nya.


2 Minggu setelah kemoterapi kedua Kinara, Hari minggu itu AL sengaja mendatangi Kinara di rumah nya, sebab sudah 2 minggu ia tak bertemu Kinara nya, rasa nya dia benar benar merindukan gadis itu, meski setiap hari mereka komunikasi akan tetapi jika tak bertemu rasa nya gak akan puas.


Sekitar jam 10 waktu setempat AL tiba di kediaman Kinara.


Karna pintu rumah mereka tak tertutup AL tak perlu mengetuk nya, hanya mengucap sallam.


“ Assalamualaikum.” ucap AL.

__ADS_1


“ Waalaikum sallam.” Ibu nya Kinara yg menjawab, sambil melihat ke arah pintu untuk mencari tahu siapa yg datang.


“ Eh Dokter, ayo silahkan masuk.” ujar Ibunya Kinara.


AL pun masuk dan duduk di ruang tamu.


“ Ara nya ada Bu?.” Tanya AL setelah duduk.


“ Ada, bentar Ibu panggilkan.” usai berkata Sang Ibu langsung menuju kamar putri nya.


Kinara tengah duduk santay sambil bermain game di ponsel nya


“ Ara.” panggil sang Ibu dari ambang pintu.


“ Iya Bu ada apa?.” Kinara bertanya tanpa menghentikan game nya.


“ Ada Dokter AL menunggu mu.” Tangan Kinara langsung terhenti memainkan ponsel nya. Dan langsung menatap sang Ibu.


Tak biasa nya AL mencari nya langsung, terakhir kali AL datang tanpa ada keperluan yaitu malam dimana mereka bercerita mengenai masa masa SMA dulu.


“ Ibu juga tak tau nak, kau temui saja dia.” sahut sang Ibu apa ada nya.


Kinara meletakan ponsel nya diatas kasur. Untuk kemudian langsung menemui AL.


Ia menemui AL dengan pakaian santay nya, yaitu baju kaos oblong, celana levis di atas lutut, rambut pendek yg hanya ia gerai. meskipun begitu dia sangatlah cantik.


“ Kak AL udah lama?.” Kinara berbasa basi begitu berada di dekat AL.


“ Gak kok, belum juga 5 menit.” sahut AL seada nya.


Kinara duduk berhadapan dengan AL.

__ADS_1


“ Mo minum apa kak?.” Tanya Kinara lagi.


“ Nggak usah Ara.” sahut AL.


“ Kau bersiap lah, aku mau mengajak mu pergi.” perkataan AL itu bukan lah sebuah ajakan melain kan seperti perintah.


Kinara menatap AL heran, bisa bisa nya dia mau ngajak Kinara pergi tanpa tanya dulu apakah dia setuju atau tidak nya.


Melihat Kinara yg hanya terdiam menatap nya, AL mulai berkata lagi.


“ Ayolah Ara, mumpung belum terlalu panas di luar.” Itu kata nya.


Yg membuat Kinara hanya bisa mengambil nafas dalam untuk menahan jengkel nya.


Akan tetapi Kinara juga sebenarnya tak keberatan pergi dengan AL, hanya saja cara AL yg tak kompromi dulu itu yg membuat nya jengkel.


Namun meskipun sedikit jengkel Kinara tetap menurut, Dia bangkit dari duduk nya dan kembali ke kamar untuk berganti pakaian.


AL tersenyum puas melihat tingkah Kinara yg jengkel terhadap dirinya yg seenak nya saja memerintah.


AL sengaja berbuat begitu, sebab dia tahu kalau menunggu persetujuan Kinara, maka sudah pasti Kinara tak akan mau.


20 menit kemudian Kinara telah siap. AL pun izin sekalian pamit kepada kedua orang tua Kinara, mereka pun memberikan izin.


Mereka tak ragu menyuruh Kinara pergi meskipun kondisi nya tidak begitu baik untuk bepergian, namun karna itu keputusan AL mereka percaya AL tahu yg terbaik untuk Kinara.


Kali itu AL mengajak Kinara pergi menggunakan sepeda motor nya yakni Motor R 15 warna hitam.


Kinara pun tak pernah protes mau pakai kendaraan apa tak ada masalah bagi nya.


Setelah berpamitan AL & Kinara mulai berangkat.

__ADS_1


__ADS_2