Izinkan Aku Mencintaimu.

Izinkan Aku Mencintaimu.
SURPRISE.


__ADS_3

Dengan langkah gontai dan lesu, AL berjalan menuruni anak tangga dengan perasaan kecewa, tak ada senyum sekilas pun yg ia tampak kan.


Jika saja bukan karna ancaman Ibu nya, tak mungkin AL mau ikut perayaan itu, hati nya benar benar hancur saat ini.


AL tiba di dekat kedua orang tua nya. Beberapa orang memandang takjub pada AL khususnya para gadis yg hadir pada malam itu, gadis gadis tersebut adalah anak anak dari teman Ayah & Ibu nya AL.


“ Fi, bersikap lah sewajarnya jangan sampai orang orang menyadari bahwa dirimu tak berniat untuk mengikuti acara malam ini.” Bisik Ibu nya pelan.


AL tak menghiraukan nya.


Tamu tamu mulai berdatangan satu persatu dan mengucapkan selamat kepada kedua orang tua AL.


Mau tak mau AL pura pura bahagia di depan semua orang.


Hingga tibalah saat nya acara pemotongan kue.


Para tamu undangan sudah tak sabar menunggu karna memang itulah yg mereka tunggu tunggu.


“ Sabar ya semua nya, saya masih menunggu tamu special saya.” Ucap Ibu nya AL di atas podium.


AL benar benar muak dengan semua itu, akan tetapi dia tak punya pilihan selain tetap berada disana.


5 menit kemudian, Ibu nya AL mulai bicara lagi.


“ Baiklah acara potong kue akan segera kita mulai, akan tetapi saya akan membuat sebuah pengumuman.” Tutur Ibu nya AL. Yg membuat orang menjadi penasaran.


“ Saya akan mengumumkan tentang pertunangan putra saya Alfi.”

__ADS_1


AL langsung menatap Ibu nya dengan sangat marah, ia ingin membantah, akan tetapi di hentikan oleh Ayah nya.


“Fikirkan reputasi keluarga kita Fi.” Pesan sang Ayah yg membuat AL mengurungkan niat nya.


“Ini lah dia calon menantu saya.” Ucap Ibu nya AL, bersamaan dengan itu, lampu yg ada di ruangan tersebut, sontak padam, hal itu memang telah di setting.


Hanya suara langkah kaki seorang wanita yg terdengar, semua orang melihat ke sumber suara karna penasaran seperti apa sich calon istri nya AL.


Namun berbeda dengan AL, dia bahkan tak tertarik sama sekali, malahan dia berniat pergi dari tempat itu, namun lagi lagi di cegah oleh Ibu nya.


“ Selangkah saja kau bergerak pergi dari tempat ini, maka Bunda pastikan kau akan menyesal.” Ibu nya berbisik pada AL lagi.


Sama seperti tadi AL tak punya pilihan. Hingga dia tetap berdiri namun dia memandang kearah lain.


Langkah kaki seorang wanita kian mendekat kearah kedua orang tua AL dan juga AL. Namun AL tak peduli hal itu, karna lampu nya masih belum nyala, belum ada yg melihat seperti apa wajah gadis itu, yg kini berjalan dengan anggun nya, sinar senter dari ponsel orang orang yg ada disana membuat wajah nya mulai terlihat meski samar samar.


Mungkin kalau AL melihat kearah gadis itu dia pasti akan menyadari bahwa itu adalah orang yg ia tunggu tunggu, sayang nya AL tak melihat, karna pandangan nya hanya terarah ke tempat lain itupun dengan menerawang.


Kinara pun mengerti isyarat Ibu nya AL.


Dengan pelan Kinara menyentuh bahu AL, yg saat itu sedang menatap kearah lain.


AL merasa sangat kesal akan tindakan gadis itu, Fikirnya orang lain lah yg menyentuh bahu nya.


AL menyentak tangan yg kini ada di bahu nya. kemudian dia langsung bicara.


“ Berani nya kau.....” Lampu menyala saat itu, AL pun sudah tak bisa meneruskan kata kata nya lagi.

__ADS_1


Karna sekarang dia bisa melihat dengan jelas kalau gadis yg ada di hadapan nya kini adalah Kinara.


Dalam sekejab raut wajah nya langsung berubah. Yg tadi nya terlihat kesal sekarang malah menampilkan senyum terbaik. Meski masih ada keterkejutan.


“Kau mau bicara apa Fi, tadi?.” Goda sang Ayah.


AL langsung menggelengkan kepala nya.


“ Gimana Fi, apa kau suka kejutan nya.” Sang Ibu bicara sambil tersenyum jahil.


AL langsung memeluk Ibu nya.


“ Happy anniversary Bun, Ayah.” Ucap AL kemudian.


“ Happy anniversary Tante, Om, maaf aku telat datang nya.”


“ Tidak, justru kau datang di saat yg tepat.” Ujar Ayah nya AL.


“ Fi, kau tidak suka kan saat tadi Bunda mengatakan tentang rencana pertunangan kalian, jadi haruskah sekarang Bunda umum kan untuk membatalkan nya.” Goda sang bunda. Kinara tersenyum mendengar nya.


“ Eh jangan Bun” Sahut AL juga dengan tersenyum.


Acara potong kue pun dimulai, sesaat sebelum potong kue, Ibu nya AL telah memperkenalkan Kinara sebagai calon menantunya. Tentu saja hal itu membuat AL sangat bahagia.


Di tambah lagi dengan kedatangan kedua orang tua Kinara, yg memang di minta oleh Ibu nya AL.


Sedetik pun AL tak mau mengalihkan pandangan dari Kinara, menurut nya malam ini Kinara tampil sangat sempurna, dengan gaun yg senada dengan baju yg di kenakan AL dan kedua orang tua nya.

__ADS_1


Melihat itu, AL sudah menyadari bahwa ini pastilah sudah diatur oleh Ibu nya.


Dia sangat bersyukur memiliki kedua orang tua seperti Ayah dan Ibu nya, yg selalu memikirkan kebahagiaan anak nya.


__ADS_2