Izinkan Aku Mencintaimu.

Izinkan Aku Mencintaimu.
KEMOTERAPI YG GAGAL.


__ADS_3

Hari begitu cepat berlalu, sekarang sudah waktu nya Kinara untuk menjalankan kemoterapi nya yg ke 3.


Seperti biasa saat ini Kinara tengah bersiap siap untuk pergi, Kali ini pun Kinara di temani oleh kedua orang tua nya lagi.


Kali ini juga AL lagi yg menjemput mereka, setelah semua kejadian waktu itu, AL dan Kinara memang tak pernah bertemu, akan tetapi komunikasi tetap terjalin baik.


“ Ara, belum siap ya Bu?.” Tanya AL yg sudah tak sabar rasa nya untuk bertemu Kinara.


“ Belum, masih bersiap, biasalah Ara kalau bersiap butuh waktu lama.” sahut sang Ibu ramah.


“ Aku udah siap kok.” Kinara menyela langsung.


AL pun mulai menatap lekat Kinara, rasanya begitu sulit bagi AL untuk mengalihkan pandangan mata nya.


“ Ayo kita berangkat.” perkataan Kinara membuat AL tersadar.


“ Mari.” Ajak AL.


Mereka pun menuju mobil AL dan setelah semua masuk mobil, AL mulai menjalan kan mobil nya menuju Rumah sakit.


Tak ada pembicaraan sepanjang perjalanan.


Tiba di rumah sakit, seperti biasa mereka langsung menuju ruangan kemoterapi.


Suster Anggi telah menunggu disana, tak lama setelah nya mereka mulai melakukan proses kemoterapi.


Namun sayang sekali kali ini tubuh Kinara tak merespon baik obat nya.


AL begitu terkejut, menyadari tubuh Kinara menolak untuk obat yg ia berikan.


“ Coba sekali lagi Dok.” Tutur Suster Anggi yg menyadari AL mulai khawatir.


Mereka pun mencoba sekali lagi, akan tetapi hasil nya tetap nihil.


“ Hentikan.” Titah AL pada Suster Anggi, yg masih bergelut dengan semua peralatan untuk memasukan cairan kimia kedalam tubuh Kinara.

__ADS_1


Kedua orang tua Kinara hanya saling bertukar pandang, mereka tak mengerti apapun.


Mendengar perkataan Dokter AL, segera Suster Anggi menghentikan aktifitas nya.


AL merasa sangat kecewa menyadari hal itu.


Andai saja dia tak ingat kedua orang tua Kinara membutuhkan penjelasan nya dia pasti sudah langsung pergi dari ruangan itu.


“ Ada apa Dok?.” Tanya Ayah nya Kinara.


“Kemoterapi nya tak bisa di teruskan Pak, karna tubuh Kinara menolak nya, jika di paksakan maka dampak nya tidak akan baik bagi Kinara.” Jelas AL.


“ Terus apa yg harus kami lakukan Dok?." Giliran Ibu nya Kinara yg bertanya.


“ Tunggu Kinara bangun, baru kita akan periksa lebih detail nya lagi dan memutuskan tindakan apa yg harus kita ambil.” Jelas AL.


Kedua orang tua Kinara hanya bisa mengangguk pasrah.


“ Saya titip pasien." Ujar AL pada Suster Anggi.


AL berlalu meninggalkan ruangan itu, dan pergi keruangan pribadi nya.


AL membuka pintu ruangan nya, lalu menutup nya kembali dan bersandar di pintu tersebut, perlahan tubuh nya mulai merosot, semua tenaga nya seolah lenyap begitu saja, digantikan rasa sakit, putus asa dan juga merasa gagal.


Mata nya mulai menghangat, membayangkan hal hal buruk terjadi pada Kinara.


Entah berapa lama AL hanya terduduk di sana dia sendiri tak menyadari nya.


Ketukan di pintu lah yg membuat nya tersadar. AL segera bangkit, kemudian membuka pintu. Suster Anggi berdiri disana.


“ Ada apa Suster Anggi?." Tanya AL dengan suara yg lesu.


Suster Anggi menyadari kondisi AL tidak lah baik baik saja, ia bisa melihat kalau AL begitu terpukul.


“ Dokter AL baik baik saja?.” Anggi malah bertanya.

__ADS_1


“ Kenapa?." AL juga sama bertanya.


“ Dokter terlihat sangat lusuh dan tak bersemangat.” Jelas Suster Anggi.


“ Aku merasa tak berguna sebagai seorang Dokter." Tutur AL pelan.


“ Jangan berkata demikian Dok, masih ada jalan lain untuk bisa menolong Kinara." Anggi paham pasti karna Kinara lah AL berkata demikian, tapi dia tak menyangka kalau AL mencintai Kinara, dia menganggap hal itu AL rasakan karna tugas nya adalah menolong dan menyalamat kan pasien.


“ Maksud nya?.” Tanya AL belum paham.


“ Kita bisa melakukan tindakan operasi untuk Kinara.”


AL tercekat, itu memang jalan nya, akan tetapi resiko nya juga berat.


“ Ku rasa kau tahu, apa saja resiko dari tindakan ini Suster Anggi, nyawa Kinara yg jadi taruhan.” Tegas AL.


“ Lalu jika tidak di operasi bukan kah itu akan tetap sama, hidup nya tak akan bertahan lama, jadi menurutku tak ada salah nya mencoba, hingga apapun kehendak Allah nanti nya, yg pasti kita tidak akan menyesal karna telah mencoba segala cara.” Suster Anggi menjelaskan lagi.


Apa yg di katakan Suster Anggi sangatlah benar.


“ Sekarang bagaimana keadaan Kinara? apakah dia sudah bangun?.” AL tak menanggapi perkataan Suster Anggi tadi, tapi malah bertanya hal lain.


“ Iya, karna itulah saya kemari.”


“ Baiklah ikut dengan ku.”


AL & Suster Anggi kembali ke ruangan kemo.


Disana AL menjelaskan semua nya kepada orang tua Kinara, termasuk Kinara sendiri ikut mendengarkan.


AL menjelaskan hanya operasi satu satu nya jalan untuk menyelamatkan Kinara.


Kedua orang tua Kinara hanya bisa menurut saja, Akan tetapi mereka butuh waktu karna kendala biaya nya yg tak sedikit.


AL menjelaskan dia akan memberikan waktu, akan tetapi sebelum operasi di lakukan maka Kinara harus rutin minum obat.

__ADS_1


Kinara dan kedua orang tua nya tak bisa berkata apapun selain menerima dan menuruti perintah Dokter.


__ADS_2