
Karna dia tak mau menerima bantuan AL, Kinara berniat menemui AL, Oleh karna itulah dia pergi kerumah sakit tempat AL bekerja.
Kedua orang tua nya tau, akan tetapi mereka tak bisa mencegah, mereka tau betapa keras kepala putri nya itu. Dan dalam kondisi seperti ini tidaklah baik jika membuat Kinara merasa tertekan, itulah mengapa mereka membiarkan saja Kinara pergi.
Tadi juga Ayah nya Kinara telah bicara pada AL perkara ini, dan AL mengatakan, dia akan mengatasi situasi ini, masalah Kinara dia yg akan meyakin nya.
Ayah nya Kinara percaya betul, bahwa AL pasti bisa membujuk Kinara.
Kinara pergi menggunakan angkutan umum, sebenar nya motor nya ada sich, akan tetapi orang tua nya pasti tak akan mengizinkan jika dia berkendara sendiri, Oleh sebab itulah Kinara memilih naik angkutan umum.
Tepat jam istirahat siang, Kinara tiba di rumah sakit dan langsung bergegas menuju ruangan AL.
Tiba di depan ruangan pribadi AL, Kinara mendapati pintu ruangan nya setengah terbuka, tadi nya ia ingin mengetuk pintu tersebut, akan tetapi pemandangan yg ia saksikan saat ini membuat nya mengurungkan niat nya.
Ada rasa yg teramat sakit di hati nya, tubuh nya juga terasa begitu lemas seolah tak bertenaga, bahkan untuk sekedar berjalan dan berkata pun ia tak bisa.
Hanya deraian air mata yg mengalir membasahi pipi nya saat ini, betapa tidak di ruang itu, Kinara mendapati AL tengah memeluk mesra seorang gadis, bukan hanya berpelukan bahkan wanita itu mencium bibir AL sekilas, Yg membuat nya lebih hancur lagi setelah adegan mesra mereka, Kinara mendengar pembicaraan mereka.
“ Tania aku memang menyukaimu...” Itu perkataan AL sesaat setelah mereka melepas pelukan.
Kinara tak ingin mendengar selebih nya lagi, perasaan nya sudah benar benar hancur, oleh karna itu dengan sekuat tenaga nya yg masih tersisa tanpa berkata apapun dia langsung pergi untuk meninggalkan tempat itu.
Namun karna terburu dan juga tak memperhatikan jalan, tanpa sengaja Kinara menabrak Suster Anggi yg saat itu menuju ruangan Dokter AL.
__ADS_1
“ Maaf, maaf Sus.” Kinara berkata pada Suster Anggi.
Suster Anggi menyadari kalau Kinara menangis, tetapi apa penyebab nya ia tak tau.
“ Tidak apa apa.” Sahut Suster Anggi. Sambil menatap lekat wajah Kinara.
“ Ara, Apa kau baik baik saja?.” Tanya Suster Anggi yg memang sudah akrab dengan Kinara.
Kinara hanya mengangguk dan berlalu pergi.
Suster Anggi melanjutkan tujuan nya untuk menemui AL.
Begitu Suster Anggi tiba di depan ruangan Dokter AL, di lihat nya seorang wanita keluar dari ruangan AL.
Wanita cantik dan sexy, umur nya mungkin sebaya dengan AL.
Suster Anggi bingung, belum lama ini dia juga bertemu Kinara dan dia juga menangis.
Siapa yg tak penasaran bukan.
AL yg baru saja menoleh kearah pintu menyadari kalau ada Suster Anggi disana, Yg masih terbengong menatap langkah Tania yg kian menjauh.
“ Suster Anggi.” Panggil AL.
__ADS_1
Suster Anggi kaget dan langsung menoleh, dan menatap AL penuh pertanyaan.
“ Dia adalah salah satu teman Kuliahku dulu.” AL menjelaskan pada Suster Anggi, meskipun Anggi tak menanyakan nya akan tetapi AL mengerti pasti itulah yg ada dalam benak Suster Anggi.
“ Oh, sepertinya dia habis menangis, apakah dia dalam masalah?.” Tanya Anggi.
“ Lupakan tentang itu Suster Anggi, apa yg membawa mu kemari?.” AL memilih tak membahas nya, dan mengalihkan topik pembicaraan.
“ Setengah jam lagi Dokter ada jadwal pertemuan dengan pasien Dokter Imron yg ia rujuk ke Dokter AL kemaren.” Anggi hanya mengingatkan.
“ Oh ya ampun, saya lupa, cancel dulu Sus, saya ada janji dengan Kinara.” Sahut AL yg sejak tadi menunggu Kinara, karna ia sudah menerima telpon dari Ayah Kinara bahwa Kinara akan menemui nya.
“ Loh, belum lama ini Kinara pergi, saya fikir sudah bertemu Dokter.” Tutur Anggi merasa heran.
“ Apa? Kinara sudah disini?.” AL bertanya kaget.
“ Iya, tapi dia terlihat buru buru, sampai menabrak saya, selain itu tampak nya Dia juga...” Suster Anggi menggantung perkataan nya, tak berani meneruskan.
“ Dia juga apa?.”AL bertanya tak sabar.
“Menangis sama seperti wanita tadi.” Jelas Suster Anggi takut takut.
” Astaga.” AL berkata frustasi.
__ADS_1
Ia sadar jika Kinara sudah datang sejak tadi, maka sudah dapat di pastikan bahwa Kinara melihat Tania, dan sudah tentu dia salah paham.
Menyadari hal itu, AL langsung berlarian kecil untuk menyusul Kinara, dia berharap Kinara belum dapat angkutan umum dan pulang.