Izinkan Aku Mencintaimu.

Izinkan Aku Mencintaimu.
Apa yg terjadi?.


__ADS_3

Setiba nya di rumah Kinara langsung menuju kamar nya. kedua orang tua nya yg tadi bertanya tak ia tanggapi, dia mengatakan lelah dan ingin beristirahat.


Kinara langsung menaruh tas nya dan berbaring diatas tempat tidur. Dia merasa sangat lelah, bukan lantaran lama menunggu angkot, akan tetapi mungkin faktor penyakit yg di derita nya.


Makin hari daya tahan tubuh nya makin melemah, bukan sekali dua kali dia pernah pingsan saat di rumah.


Mata nya terpejam namun fikiran nya terus tertuju pada AL, Sungguh saat pertama kali dia melihat AL di ruangan Dokter Wahyudi tadi, dia benar-benar merasa kagum.


Di tambah lagi ia benar-benar penasaran dari mana AL tau nama Akrab nya.


“ Aku heran dari mana Kak AL tau tentang panggilan ku itu?.” Kinara bergumam sendiri.


“ Perasaan saat dulu masih sekolah gak pernah teman teman sekelas ku memanggilku dengan nama itu, lalu dari mana Kak AL tau, apakah Dokter Wahyudi yg memberitahu nya? ah entahlah, mengapa juga aku terus mikirin dia sich.” Kesal Kinara, karna dia terus saja teringat akan AL.


Agar tak memikirkan AL lagi, Kinara mencoba meraih ponsel nya, berniat untuk ber chatt dengan teman-teman socmed nya.


Namun saat dia membaca chatt salah satu teman dekat nya yg bertanya mengenai Dokter baru nya itu, Kinara kembali ingat akan tentang AL.


“ Ra, gimana dengan Dokter baru mu, apakah dia seramah Dokter Wahyudi?.” Itulah chatt dari Fella teman dekat Kinara.


“ Dokternya baik kok Fel.” Itu bales Kinara singkat.


“ Masih muda atau sudah tua?.” balas Fella.


“ Susah jelasin nya Fel.” balas Kinara lagi.


Balasan nya memang sudah terkirim, akan tetapi fikiran nya kembali kepada AL, dia terus teringat wajah tampan, senyum manis, sapaan ramah, semua nya seolah tercetak di pelupuk mata nya.


“ Duuh napa sich dari tadi aku selalu kefikiran dia.” lagi lagi Kinara kesal sendiri.


“ Siapa yg kamu fikirkan.?” Ibu nya menyela dengan pertanyaan itu. Rupanya perkataan Kinara barusan terdengar oleh sang Ibu.

__ADS_1


“ Gak ada Bu.” sahut Kinara merasa malu.


Sang Ibu mulai duduk di sisi putri nya.


“ Jangan bohong sama Ibu, Ibu bisa melihat jelas bahkan muka mu aja terlihat malu malu saat menjawab tadi.” tandas Ibu nya.


“ Jadi ayo siapa yg selalu ada dalam fikiran kamu?.”


Kinara tersenyum tak enak.


“ Itu Bu, Dia itu.”


“Itu itu aja dari tadi, siapa dia?.” Tanya sang Ibu menggoda nya.


“ Dokter AL Bu.” jawab nya malu malu, entah mengapa dia merasa malu saat membicarakan AL.


“ Siapa itu Dokter AL?.” Tanya Ibu nya lagi.


Ibu nya mengangguk angguk kan kepala nya


“ Apa dulu kamu dan AL pernah dekat?.” sang Ibu mulai menyelidik.


“ Gak Bu, aku sama dia bahkan jarang bicara.” sahut Kinara seadanya.


“Jarang, artinya pernah kan.”


“ Iya saat acara kemping di sekolah dulu, tapi hanya pembicaraan biasa itupun gak lama.” jelas Kinara lagi.


“ Yakin hanya itu saja?.” Tandas sang Ibu.


“Iya Bu hanya itu, setelah acara kemping berakhir kami tak pernah bicara, paling kalau kita bertemu di sekolah dia hanya senyum doank, hanya itu saja, tapi aneh nya napa aku kok selalu ingat dia Bu.”

__ADS_1


Pertanyaan Kinara membuat Ibu nya tersenyum tipis.


“ Kok Ibu malah senyum” Kinara makin bingung.


“ Tanyakan pada hati mu sayang, kau sudah dewasa, dan Ibu juga tau, kau pernah jatuh cinta, jadi kau tentu tau apa yg terjadi padamu.”


Kinara langsung terdiam mendengar penuturan sang Ibu.


Mungkinkah Dia jatuh cinta pada AL sejak melihat nya di Rumah sakit tadi.


Gak menutup kemungkinan, siapa yg gak akan jatuh hati sama seorang pria seperti AL, yg nyaris sempurna.


“ Ra, Ibu ingin memberi mu sebuah nasehat, Ibu harap kamu ngerti apa maksud Ibu nak.” Sang Ibu mulai berkata lagi.


“ Apa itu Bu.?” tanya Kinara.


“ Diatas sana jika kita lihat sekilas langit akan terlihat dekat, akan tetapi setinggi apapun kita memanjat kita gak akan pernah bisa menyentuh langit tersebut, namun sebalik nya jika kita melihat kebawah maka tanah yg akan kita lihat,bahkan kaki kita menapak disana.” itulah nasehat yg di berikan Ibu nya.


“ Ibu harap kamu mengerti apa maksud dari kata-kata Ibu barusan Ra,.” tutur Ibu nya lagi.


Usai berkata demikian dia lalu meninggalkan Kinara, yg masih mencerna apa maksud dari nasehat Ibu nya tadi.


Setelah ia berfikir dengan keras, akhirnya dia mengerti apa yg dimaksud Ibu nya.


Yaitu Ibu nya ingin agar dia tak bermimpi dan berangan terlalu tinggi.


Iya benar, Ibu nya tak ingin dia berharap terlalu jauh terhadap AL, dengan kata lain Ibu nya ingin agar Dirinya menyadari akan siapa dirinya dan siapa AL.


Dia tak pantas untuk AL itulah sebab nya Ibu nya tak ingin agar Kinara memelihara rasa itu, biar bagaimanapun tak ada seorang Ibu pun yg ingin melihat anak nya terluka.


Kinara pun mengerti hal itu, oleh sebab itulah dia akan berusaha untuk tidak membiarkan perasaan nya berkembang terhadap AL, dia harus sadar diri, apalagi saat dia sendiri tak tau apakah AL masih lajang atau justru sudah beristri.

__ADS_1


__ADS_2