Izinkan Aku Mencintaimu.

Izinkan Aku Mencintaimu.
BERTEMU RIO.


__ADS_3

3 hari kemudian, di saat AL sudah benar benar putus asa karna sampai sekarang belum bisa menemukan pendonor untuk Kinara.


Namun tiba tiba saja ada seorang lelaki muda, mungkin seumuran Kinara, datang kerumah sakit Pertamina, yakni Rumah sakit tempat AL bekerja.


Dan lelaki itu, meminta untuk bertemu AL.


Hingga seorang suster mengantarnya bertemu Dokter AL.


“ Silahkan.” Ucap Suster Sari, yg tadi mengantar pemuda itu.


Pemuda itu hanya mengangguk.


Tok tok tok.


Pemuda itu mengetuk pintu ruangan AL.


“ Masuk.” Tutur AL dari dalam sana.


Pemuda itupun masuk.


AL melihat siapa yg datang.


“ Silahkan duduk.” Ucap AL, pemuda itu langsung duduk.


“ Ada yg bisa saya bantu?.” Tanya AL.


“ Apa betul Dokter mencari donasi sumsum tulang belakang?.” Pemuda itu langsung bertanya ke inti nya.


“ Iya.” Sahut AL singkat.


“ Saya bersedia menjadi pendonor nya Dok.”


“ Apa kau serius?.”Tandas AL.


Pemuda itu mengangguk


“ Baiklah, kapan kau siap & berapa yg kamu butuhkan?.” Tanya AL dengan bersemangat.


“ Sekarang juga saya siap Dok, dan mengenai pembayaran, saya tak butuh uang.”


“ Lalu?.” AL menyela.


“ Saya cuma ingin Ibu saya bisa di operasi Dok.” sahut pemuda itu sedih.


“ Ibu mu sakit apa?.” Tanya AL.


“Usus buntu, tetapi saya tak punya uang untuk biaya operasi dan pengobatan Ibu saya, hingga saya melihat Iklan di surat kabar, dan akhir nya saya sampai disini sekarang.” Jelas Pemuda itu lagi dengan sedih nya.

__ADS_1


“ Baiklah, hari ini kita lakukan pemeriksaan apakah kau bisa menjadi pendonor atau tidak, dan mulai besok, bawalah Ibu mu kemari, saya yg akan menjamin kesembuhan nya.” Ujar AL.


“ Terimakasih banyak Dok,”


“ Saya yg harus nya berterimakasih karna kau telah bersedia menjadi pendonor.” Sahut AL.


“ Saya melakukan ini demi Ibu saya dan saya juga ingin bisa berguna untuk orang lain.” Tutur nya lembut.


“ Oke, siapa nama mu?.” AL mulai bertanya.


“ Rio Dok.”


Usai pembicaraan itu, AL langsung mengajak Rio ke ruang pemeriksaan, Lalu mulai memeriksa Rio.


Ternyata kecocokan nya dengan Kinara mencapai 89%, artinya dia bisa menjadi pendonor untuk Kinara.


AL berharap semoga saja tubuh Kinara juga bisa menerima dengan baik nanti nya.


Selama mempersiapkan semua keperluan operasi untuk Kinara, AL menepati janji nya yaitu mengoperasi Ibu nya Rio.


Sekarang operasi Ibu nya Rio telah selesai di lakukan, bahkan Ibu nya Rio telah siuman dan di ruang perawatan, semua biaya adalah tanggung jawab AL.


“ Terimakasih Dok, sekarang Ibu saya sudah lebih baik.” Ucap Rio yg saat itu tengah duduk di samping brankar Ibu nya, sedangkan AL sedang memeriksa keadaan Ibu nya Rio.


AL hanya mengangguk menanggapi Rio.


Kinara berdiri di ambang pintu. AL tersenyum menatap nya, sedangkan Rio kaget.


AL memang telah meminta Kinara untuk datang dan bertemu Rio, bahkan AL juga sudah menceritakan semua nya pada Kinara.


Karna itulah Kinara datang untuk bertemu Rio.


“ Boleh saya masuk.” Kinara berucap santay.


Rio hanya mengangguk, tatapan mata nya sama sekali tak beralih dari Kinara.


“ Kemarilah.” Sahut AL.


Kinara pun masuk.


“ Gimana keadaan nya kak?, Eh maksud ku Dok.” Kinara membenari cara dia memanggil AL. Karna ini di rumah sakit, khusus nya di depan pasien.


“ Gak apa apa Ara, kau boleh memanggil ku begitu.” Ujar AL.


Kinara pun tersenyum.


“ Dia sudah mulai pulih kok, 2 atau 3 hari lagi dia bisa pulang.” Jelas AL.

__ADS_1


“ Alhamdulillah.” Ucap Kinara.


Rio hanya diam mendengarkan percakapan mereka, dan curi curi pandang pada Kinara.


“ Dok, apakah dia adik mu?.” Ibu nya Rio bertanya pelan, apa lagi tadi ia mendengar Kinara memanggil AL kak.


“ Oh bukan, dia calon istriku.” Sahut AL, AL sengaja menekan kan kata calon istri, karna sejak tadi dia menyadari kalau Rio selalu curi curi pandang pada Kinara.


“ Cantik.” Sahut Ibu nya Rio.


“ Ara, kenalkan ini Rio, dia yg akan menjadi pendonor untuk mu, dan Rio ini Kinara calon istriku, dialah yg akan kau bantu dengan menjadi Pendonor.” AL memperkenalkan mereka


“ Hy. Aku Rio.” Ucap Rio sambil mengulurkan tangan nya.


“ Aku Kinara.” Kinara tersenyum, sambil menyambut uluran tangan Rio.


Rio menatap lekat wajah Kinara, hingga genggaman tangan nya makin erat memegang tangan Kinara.


Kinara telah berusaha sejak tadi untuk melepaskan nya, namun tak bisa.


“ Rio, maaf bisa kau lepaskan tangan nya.” Sambil berkata AL menjauhkan tangan Rio.


Rio tersadar dan langsung berkata.


“ Maaf saya tak sengaja.” Ucap nya.


“ Gak apa apa.” Sahut Kinara.


AL hanya menatap tajam Rio.


“ Sayang ayo kita makan.” AL berkata pada Kinara, karna memang dia sudah selesai memeriksa Ibu nya Rio.


Kinara mengangguk dan tersenyum saja.


“ Semoga lekas sembuh ya Bu, dan untuk Rio makasih sudah mau membantuku.” Kinara berkata sesaat sebelum ia meninggalkan ruangan itu dan makan bersama AL.


” Jika aku tau sejak awal yg membutuhkan sumsum tulang belakang adalah gadis secantik dia, sudah sejak lama aku berikan, jangan kan sumsum tulang belakang, nyawapun kalau bisa akan aku berikan.” Gumam Rio dalam hati, sambil terus menatap langkah Kinara yg kian menjauh hingga menghilang dari pandangan mata nya.


“ Yo, apa yg kau fikirkan nak, dia itu calon istri Dokter AL.” Ibu nya Rio berkata seolah tau apa yg ada dalam fikiran putra nya.


“ Rio tau kok Bu.”


Sahut Rio.


Kita vote yuk,, Pantesnya Kinara itu sama siapa? AL ataukah Rio?.


Berikan pendapat kalian di kolom kementar ya.

__ADS_1


__ADS_2