
“ Kak aku mau pulang.” Kinara mulai mengatakan keinginannya.
“ Ya sudah ayo aku antar kau pulang.” Sahut AL.
“ Tapi bukan kah ini masih jam kerja nya kakak.” Kinara menolak halus.
“ Biar aku fending semua nya.” Tutur AL seadanya.
“ Tapi kan, kakak harus memikirkan pasien kakak yg lain nya juga.” Bantah Kinara.
“ Ara, bisa gak sekali saja hilangkan sikap keras kepala mu itu, kalau aku bilang aku akan mengantar mu apa susah nya bilang iya.” Ejek AL.
Kinara langsung terdiam mendengar perkataan AL barusan.
“ Ayo kita pulang.” AL berkata sambil meraih tangan Kinara dan mengajak nya pulang.
AL & Kinara berjalan menuju parkiran.
Disana Pak Mamat telah menunggu mereka.
Pak Mamat langsung membuka kan pintu bagian depan mobil, tepat nya di samping kemudi, sebab Pak Mamat fikir hanya Kinara saja yg harus diantar pulang.
Kinara pun tanpa bertanya dan berkata apapun akan melangkah masuk kedalam mobil.
Namun saat baru saja dia akan duduk AL mulai bicara.
“ Yg memintamu duduk disana siapa?.” Itu kata AL.
Kinara pun mengurungkan niat nya. dan menatap AL tak mengerti.
AL menutup pintu mobil tersebut sebagai ganti nya dia membuka pintu mobil bagian belakang.
“ Masuklah.” Titah AL pada Kinara. Kali itu tak ada perlawanan atau pun pertanyaan dari Kinara, dia hanya menurut.
Setelah Kinara duduk, tak lama kemudian AL pun menyusul duduk di samping Kinara.
“ Jalan Pak.” Suruh nya pada Pak Mamat.
Pak Mamat pun dengan pelan tapi pasti mulai menjalankan mobil nya meninggalkan parkiran dan menuju rumah Kinara.
Kinara menatap AL tak mengerti, mengapa tadi AL melarang nya duduk di depan sana, toh AL juga milih duduk di belakang.
AL mengerti arti dari tatapan Kinara yg menatap nya penuh pertanyaan.
__ADS_1
“ Mau tau alasan nya?." Tutur AL tiba tiba.
Kinara kaget, Karna AL tau saja apa yg ia fikirkan.
“ Gak usah menatap ku dengan pandangan terkejut seperti itu, aku paham apa yg kau fikirkan, kau saja yg tak pernah mengerti apa yg aku fikirkan.” Tambah AL, yg membuat Kinara hanya memutar mutar bibir nya.
“ Aku tak akan mengizinkan kau duduk dengan orang lain sementara aku ada disini, kalau aku tak melihat nya, Ok tak jadi masalah.” Jelas AL. Yg membuat Kinara kaget bukan main.
Apakah AL seposesif itu?.
“ Emang nya kenapa?.” Malah begitu Kinara menanggapi.
“ Aduh Ara, kapan kau akan mengerti perasaan ku, alasan ku melarang mu tentu saja karna aku tak suka kau dekat dekat pria lain.”
“ Eh, pak Mamat kan udah punya istri.” Sahut Kinara.
“ Dari mana kau tau itu?.” AL bertanya heran.
“ Saya pernah cerita pada Mbak Kinara, saat Mas AL menyuruh saya menjemput nya beberapa minggu yg lalu.” Jelas pak Mamat yg mendengar pembicaraan mereka.
“ Pak Mamat diem aja, Fokus sama jalanan.” Tegas AL.
“ Seram amat si kak muka nya, jelek tau.” Ejek Kinara yg melihat wajah AL begitu serius meminta pak Mamat diam.
“ Ahahaha, mbak Kinara bisa saja nih.” Tutur pak Mamat sambil tertawa.
AL sedikit kesal karna di tertawakan, akan tetapi dia juga merasa senang, setidak nya Kinara bisa tersenyum bercanda dengan pak Mamat.
“ Pak, kita pulang kerumah dulu.” AL mulai bicara pada pak Mamat lagi.
“ Baik Mas AL.” sahut nya patuh
Kinara menatap AL tak mengerti, mengapa harus kerumah nya dulu.
“ Aku janji sama Ibu buat makan siang di rumah hari ini.” AL menjelaskan pada Kinara.
Kinara hanya menanggapi dengan mengangguk saja.
Saat itu ponsel AL juga berdering, ternyata Ibu nya yg menelpon, AL mengatakan bahwa dia sudah dalam perjalanan pulang.
“ Gak apa apakan ke rumah dulu?.” AL bertanya pada Kinara.
“ Eem.” Kinara bergumam sambil terus bermain ponsel.
__ADS_1
“ Ara, aku gak suka ya saat aku bicara tapi perhatian mu justru ke tempat lain.” AL menggerutu.
Kinara mengambil nafas dalam sambil memasukan kembali ponsel nya ke dalam tas.
“ Kau begitu banyak keluhan ya kak, masa iya aku harus melihat terus saat kau bicara.” Kesal Kinara.
Kali itu dia bicara sambil menatap wajah AL.
“ Gak gitu maksud ku, hanya saja aku mau saat kita lagi bicara fokus nya jangan sama yg lain, kek tadi aja kamu hanya menjawab Emm doank, karna sibuk dengan hp mu, itu yg aku gk suka.”
“ Ya sudah, sekarangkan aku sudah memasukan ponsel ku, aku juga menatap muka mu, jadi bicaralah." Tutur Kinara jengah.
“ Gitu donk.” Sambil berkata AL memencet hidung pesek Kinara, sampai memerah.
“ Apaan sich kak, sakit tau.” Kinara mulai merengut.
AL tertawa pelan melihat nya.
“Ow sakit ya, kasihan kesayangan aku, maaf ya.” AL berkata sambil mengusap usap lembut pipi Kinara.
Kinara hanya tersenyum. Pak Mamat yg mendengar percakapan mereka pun diam diam tersenyum sendiri.
“ Oh iya sayang, kau mau kan ketemu Ibu nanti?.” Tanya AL.
Kinara menatap tajam AL, karna AL memanggil nya Sayang.
AL tersenyum saja.
“ Ara kak, Ara.” Kinara menegaskan.
“ Apa masalah nya, Ara ataupun sayang, sama aja kan, Ara sayang.” AL malah makin menggoda nya.
Kinara hanya bisa tertawa pelan.
“ Suka suka mu aja lah kak.” Akhirnya Kinara yg mengalah.
“ Nah gitu donk.” Sahut AL senang.
“ Iya, susah bicara sama orang yg keras kepala.” Olok Kinara.
AL lagi lagi hanya tertawa.
Pembicaraan mereka terhenti karna sudah sampai di rumah AL.
__ADS_1