
“ Apa saja yg Bunda bicarakan dengan mu tadi?.” Tanya AL saat mereka dalam perjalanan pulang menuju rumah Kinara.
“ Hanya pembicaraan biasa aja Kak, emang nya kenapa?.” Kinara balik bertanya
“ Bunda, gak bicara yg menyinggung perasaan mu kan.” Tanya AL lagi.
“ Gak kok kak.” Sahut Kinara singkat.
Keadaan hening sejenak.
“ Kak, mengapa kau mencintai ku, padahal jika di lihat lihat kita berdua sungguh bertolak belakang, kau punya segalanya, kau tampan, mapan, sehat dan berasal dari keluarga yg berada, sementara aku kebalikan nya, bahkan di luaran sana banyak wanita yg lebih segala nya dari ku dan mereka juga mencintai mu.” Kinara mulai bertanya terus terang.
“Ara, kau tau kan yg nama nya perasaan itu gak bisa diarahkan ataupun di paksakan.” Jawab seada nya.
“ Iya, tetapi bukan kah cinta bisa tumbuh pelan pelan.” Ujar Kinara lagi.
“ Memang, tapi gak segampang itu, jika memang mudah maka sudah sejak lama aku pasti sudah melupakan mu.” Tambah AL.
“ Iya sich, tapi kau tidak merasa kasihan pada kedua orang tuamu, khusus nya Ibu mu, tidak kah menurut mu, dia pasti menginginkan seorang menantu yg sempurna, ya setidak nya yg sehat, cantik, baik, berpendidikan dan tentu nya yg sepadan dengan mu.”
“ Ara, aku yg akan menjalani hidup ku, bukan kedua orang tua ku, jadi aku hanya akan bersama wanita yg aku cintai, pahamilah itu.” Tegas AL.
“ Baiklah, tapi apa yg akan kau lakukan kak, Jika keluarga mu tak menyetujui jika kita bersama?.” Tanya Kinara mulai memancing untuk mengerjai AL.
“ Aku akan minta pengertian mereka, namun jika mereka tetap gak mengerti terpaksa aku menentang mereka, yg pasti aku tak akan menuruti kemauan mereka jika itu tentang pasangan hidup ku.”
__ADS_1
Kinara menggeleng geleng kan kepala nya mendengar perkataan AL.
Ternyata AL bisa egois dan sangat keras kepala.
“ Jangan seperti itu kak, orang tua tak pernah salah, mereka hanya ingin yg terbaik buat anak nya.” Jelas Kinara.
“ Tapi tidak untuk pasangan hidup Ara.” Sergah AL.
“ Emang nya ada apa sich, kenapa dari tadi kamu bicara seperti ini, apakah Bunda mengatakan sesuatu?.” AL kembali bertanya.
“ Gak kok kak, aku hanya memberimu nasehat yg menurut aku perlu di lakukan saja.” Kilah Kinara berdalih.
“ Oh iya kak, boleh aku minta sesuatu gak?.” Lanjut Kinara dengan pertanyaan.
“ Boleh, selama aku bisa gak akan aku tolak.” Ucap AL santai.
AL terdiam mendengar nya, pemikiran nya menerawang entah kemana, yg pasti ia membayangkan hal hal yg tak ia ingin kan terjadi pada Kinara.
“ Aku mohon berjanjilah kak.” Pinta Kinara penuh harap, bahkan dengan wajah yg memelas.
Tentu saja AL tak tega menolak nya.
“ Iya aku janji.” Tutur AL kemudian.
Pembicaraan mereka hanya sampai disitu karna telah tiba di depan rumah Kinara.
__ADS_1
Kinara langsung turun setelah mengucapkan terima kasih dan ber basa-basi-basi menawari AL mampir.
AL langsung pulang setelah Kinara masuk rumah nya.
Tiba di rumah nya AL langsung di ajak bicara oleh Ibu nya, yg sejak tadi menunggu di ruang keluarga.
“ Fi, Bunda ingin membahas sesuatu dengan mu.” Ujar Ibu nya saat AL telah duduk bersama mereka.
“ Soal apa Bun?.” Tanya AL dengan dahi berkerut dalam.
“ 2 hari lagi perayaan anniversary Ayah & Bunda, Bunda sudah mengatur perayaan nya, Bunda harap kamu tak mengajak Kinara pada saat perayaan nanti.” Sang Bunda langsung bicara to the point.
“ Kenapa Bun?.” AL bertanya demikian karna mungkin saja Ibu nya peduli pada Kondisi Kinara.
“ Bunda tak mau keluarga kita menjadi bahan cemoohan, hanya karna kau membawa seorang gadis sakit...”
” Kok bisa Bunda bicara begini, Kinara juga pasti gak ingin sakit Bun.” AL langsung menyela bicara Ibu nya kesal.
“ Iya Bunda tau, tapi apapun itu, inti nya Bunda gak mau kamu mengajak nya pada perayaan nanti, dan satu hal lagi jauhi dia.” Ibu nya AL mulai beraksi nih.
“ Gak bisa Bun, Aku sangat menyayangi gak mungkin aku ninggalin dia.” Bantah AL tegas.
“ Sejak kapan kau bisa membantah saat Bunda meminta kepada mu, kau bahkan bicara keras pada Bunda.”
“ Itu semua karna Bunda tak mau ngertiin aku, Bunda hanya peduli diri Bunda sendiri, yg bunda fikirin hanya kebahagiaan Bunda & reputasi keluarga ini.” AL terus mendebat Ibu nya.
__ADS_1
“ Cukup Fi, Bunda tak ingin pembenaran apapun dari mu, pastikan saja kau tidak mengajak kemari pada saat perayaan nanti, karna Bunda telah mengundang wanita pilihan Bunda.” Usai berkata sang Ibu pergi meninggalkan AL,dengan menyembunyikan senyuman jahil nya.
Tinggal lah AL yg frustasi.