
AL tak menanggapi perkataan Kinara.
Kinara paham kalau AL pastilah marah karna kejadian tadi.
“ Aku datang kemari bukan untuk mengganggu kakak, Aku hanya ingin minta maaf atas kata kata ku yg tak sopan pada Kakak.” Tutur Kinara rendah hati.
AL mengambil nafas dalam sambil menatap wajah Kinara, apakah Kinara meminta maaf dengan tulus atau hanya untuk mencari kesempatan agar bisa bersama nya.
Jangan heran mengapa AL berfikir demikian, karna hampir setiap cewek yg ada di sekolah nya mengejar AL. Sebab AL tak hanya tampan, tetapi anak orang kaya juga, selain itu AL juga salah satu siswa yg berprestasi.
Karna tak ada tanggapan dari AL, Kinara mencoba untuk bicara lagi.
“ Aku ngerti kok kak, kalau Kakak gak bisa maafin gak apa apa kok, yg penting dari lubuk hatiku yg paling dalam aku merasa bersalah dan aku meminta maaf dengan setulus hatiku.” Usai berkata tanpa menunggu jawaban AL, Kinara beranjak pergi dari sana.
Namun belum lagi 5 langkah tiba tiba AL memanggilnya.
“ Tunggu dulu.” Panggil AL.
Kinara menoleh.
“ Aku kah yg kakak maksud?.” Kinara bertanya & menunjuk dirinya sendiri.
AL mengangguk. Kinara pun kembali menghampiri AL.
“ Aku juga minta maaf atas kata kata ku tadi.” Tutur AL saat Kinara telah berada di dekat nya, saat ini mereka berdua duduk diatas rerumputan yg ada di bawah pohon arkasia tersebut.
“ Tapi sumpah tadi aku benar benar merasa takut itulah sebab nya aku marah sama kamu.” Jelas AL jujur, entah mengapa AL berani berkata tentang kekurangan nya di depan Kinara.
“ Kakak takut sama hantu?.” Tanya Kinara sambil menyembunyikan senyumnya.
__ADS_1
“ Iya gitulah.” sahut AL terus terang.
“ Kakak masih percaya yg kek gituan?" Kinara berkata lagi.
“ Lah Kenapa emang nya.” Tanya AL
“ Kak, hantu itu gak ada, yg ada cuma setan & setan ada di dalam setiap diri manusia.” jelas Kinara.
“ Maksud nya?.” AL bertanya tak mengerti.
“ Maksud ku gak ada hantu, jadi kakak gak usah takut.” Kinara malas menjelaskan panjang lebar.
“Oh.” Sahut AL singkat.
Kinara menatap ke langit dimana bulan purnama sangat terang malam itu. AL pun ikut menatap ke langit dan mereka menatap rembulan.
“ Bulan nya indah ya kak.” Tutur Kinara sambil terus menatap rembulan.
“ Kenapa tadi kakak kek nya lagi gelisah & Bingung.” Kinara terus berkata sambil menatap rembulan. Hingga dia tak menyadari kalau saat ini AL tengah menikmati wajah cantik nya.
“ Aku hanya ke fikiran Bunda di rumah, biasanya dia gak akan tidur dengan tenang kalau aku tak ada di rumah.” sahut AL apa ada nya, Itulah yg sedang ia fikirkan tadi.
Meskipun terus bicara kedua orang itu tetap pada pandangan masing masing, mereka tak saling menatap.
“ Kakak sangat sayang pada Ibu nya ya.” goda Kinara.
“ Kan syurga ada di telapak kaki Ibu.” Sahut AL.
Saat itu Kinara tiba tiba menolehkan pandangan nya, Hingga membuat AL jadi malu sendiri karna ketahuan sejak tadi hanya menatap diri nya.
__ADS_1
Namun Kinara tak mengerti ekspresi AL yg tampak salting itu.
“ Kak sudah larut malam, aku mau ke tenda dulu mau tidur, makasih udah mau maafin aku.” Kinara lalu berdiri untuk meninggalkan AL sendiri disana.
Namun belum sempat ia melangkah tiba tiba AL meraih pergelangan tangan nya
“ Tunggu bentar.” Tutur AL.
Kinara langsung menarik tangan nya yg di pegang AL. Mata nya membulat menatap AL. karna dia sungguh kaget dengan tindakan AL yg seperti itu.
“ Sorry.” Ucap AL tak enak hati, Dia sendiri tak tau mengapa refleks saja dia meraih tangan Kinara.
Kinara hanya tersenyum tipis.
“ Ada apa kakak menghentikan ku?.” Kinara langsung bertanya to the point.
“ Siapa nama mu?.” Tanya AL terus terang, karna dia tak mengingat jelas nama Kinara.
“ Kinara kak.” usai berkata Kinara langsung pergi.
“ Kamu gak nanya nama ku siapa?.” AL berkata setengah berteriak agar Kinara bisa mendengar nya.
“ Gak perlu kak Alfi.” Kinara menyahuti juga dengan lantang, namun terus melanjutkan langkah nya.
AL yg mendengar itu, tanpa sadar tersenyum manis. mata nya terus menatap punggung Kinara yg kian menjauh.
Setelah Kinara hilang dari pandangan mata nya, AL pun kembali ke tenda nya.
Tapi sekejab pun dia tak bisa memejamkan mata, setiap kali ia menutup mata, bayangan wajah Kinara terus melintas seolah tercetak di pelupuk mata nya.
__ADS_1
AL bangun dan duduk sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.
“ Ada apa dengan ku, mengapa aku selalu ingat dia.” Gumam AL dalam hati.