
AL membukakan 1 bungkus permen yg ia miliki dan memberikan nya untuk Kinara.
“ Nih makan lah.” Tutur AL memberikan permen yg tadi ia buka bungkus nya.
Kinara mengambil permen tersebut dengan dahi berkerut dalam, ia benar-benar bingung dengan sikap AL.
“ Kamu tau napa aku larang kamu makan permen yg aku kasih ini?.” Tanya AL sambil menunjuk permen yg masih dalam genggaman tangan Kinara.
“ Gak.” sahut Kinara sambil menggelengkan kepala nya.
“ Lihat tulisan di balik bungkus permen tersebut.” Pinta AL.
Kinara pun melihat nya.
“ Bisa bacakan untuk ku.” Pinta AL lagi.
“ I love you.” Kinara menuruti nya.
Deg.
Kinara menelan ludah, ia baru sadar apa arti dari kata yg baru saja ia ucap kan tersebut.
“ I love you to.” Bales AL sambil meraih telapak tangan Kinara.
Kinara hanya menatap tak mengerti.
__ADS_1
“ Iya Ara, aku cinta kamu.” Tutur AL lagi dengan lembut, selembut tatapan mata nya yg menatap dalam wajah Kinara.
Jantung Kinara langsung terlonjak keras, entah karna ia bahagia atau karna terkejut mengetahui bahwa AL mencintai nya.
Dengan pelan Kinara mulai menarik tangan nya dari genggaman AL.
“ Ehehe, bercanda nya lucu kak.” Kinara menanggapi demikian, sebab ia tak tau apakah AL serius atau sengaja bercanda dengan nya, meski hati nya senang, akan tetapi rasa nya sangat tidak mungkin jika AL mencintai nya, seorang gadis yg tengah sakit parah, bahkan nyawapun bisa di bilang sudah di ujung tanduk.
“ Aku gak lagi bercanda Ara.” Tegas AL.
Yg membuat tangan Kinara jadi berkeringat dingin karna gugup.
“ Kamu salah besar jika mengira aku bercanda dengan kata kata seperti itu.” Jelas AL lagi.
“ Iya, tapi kan kakak hanya menjawab kata dari yg aku ucapkan tadi, dan aku hanya membaca.” Kinara berucap sesantay mungkin.
Kinara makin salah tingkah dibuat nya, dia tak tau harus bereaksi dan merespon bagaimana, kalau menuruti kata hati nya, maka dia ingin sekali melompat dan menari nari saking senang nya.
Melihat Kinara yg hanya terdiam tanpa berkata ataupun bereaksi, AL mulai berkata lagi.
“ Apa kau masih tak percaya kata kata ku.?.” Itu Tanya AL.
“ Gak, bukan begitu.” Sahut Kinara pelan.
“ Lalu mengapa kau hanya diam saja.” Tanya AL lagi.
__ADS_1
“ Kak, terimakasih untuk semua nya, maaf aku mengatakan ini, menurutku apa yg kakak katakan itu tidaklah benar.” perkataan Kinara membuat AL spontan melepaskan tangan Kinara yg tadi ia genggam erat.
“ Aku gak ngerti apa maksud nya, apakah salah kalau aku mencintai mu?.” AL bertanya heran.
“ Perasaan gak pernah salah kak, hanya saja kakak yg salah mengartikan perasaan kakak sendiri.” Jelas Kinara, entah dari mana dia bisa menilai demikian.
“ Ara, aku bukan anak kecil atau pun remaja yg tak tau perasaan ku sendiri.” Bantah AL, karna dia tau betul kalau dia sangat mencintai Kinara.
“ Aku juga gak bilang kalau kakak anak kecil ataupun remaja yg tak bisa mengerti perasaan sendiri, tapi menurutku kakak keliru.” Kinara juga tak mau mengerti.
“ Keliru dimananya?.” Tanya AL pelan.
“ Coba kakak renungi sejenak tentang perasaan kakak yg sebenarnya, maka aku yakin kakak akan sadar, bahwa yg kakak rasakan padaku bukan lah cinta atau hal semacam itu, akan tetapi rasa kasihan, kakak kasihan melihat kondisi ku yg saat itu, hingga kakak merasa tak tega bahkan bisa jadi kakak merasa sedih melihat ku yg seperti ini, dan kakak fikir itu adalah rasa sayang, padahal itu hanya empaty kakak.” Jelas Kinara panjang lebar, entah mengapa Kinara bisa berfikir dan berkata demikian.
“ Omong kosong.” Jawab AL lantang. Yg membuat Kinara sedikit merasa gentar, sebab baru kali ini AL bicara setegas itu, apa lagi raut wajahnya tampak begitu mengeras.
AL menggenggam kedua lengan Kinara.
“ Tatap mata ku.” Pinta AL tapi suara nya bukan seperti orang meminta akan tetapi lebih ke sebuah perintah.
Kinara tak bergeming, dia masih menunduk, sungguh dia tak tahan menatap mata AL saat itu yg bersorot tajam.
Karna Kinara seolah tak mendengar, AL bicara sekali lagi.
“ Ara jangan sampai aku hilang kendali dan melakukan hal yg sama sekali tak kita inginkan, jadi ku harap kamu bisa diajak kompromi.” Tegas AL.
__ADS_1
Kinara makin kelimpungan di buat nya, dia harus bagaimana coba, apa yg di maksud AL, hilang kendali bagaimana, apakah dia akan ngamuk ngamuk, atau memukul nya.
Membayangkan saja Kinara sudah bergedik ngeri.