Izinkan Aku Mencintaimu.

Izinkan Aku Mencintaimu.
CINTA SEPIHAK


__ADS_3

Bel telah berbunyi artinya jam istirahat telah tiba, AL yg memang sudah tak ada pelajaran lagi segera menemui Kinara.


Tiba di depan kelas Kinara, AL langsung mencari Kinara, akan tetapi dia tak menemukan Kinara. Hingga AL bertanya pada Dita.


“ Dit, mana teman mu?.” Tanya AL pada Dita.


“ Ara maksud kakak?.” Begitu Dita menyahuti.


AL hanya mengangguk.


“ Dia gak masuk hari ini, karna dia sakit.” Jelas Dita apa ada nya, memang Kinara tak masuk sekolah hari ini karna kurang enak badan, tadi kakak nya Kinara yg mendatangi wali kelas dan meminta izin untuk Kinara.


“ Whatt? Kinara sakit, sakit apa dan dimana dia sekarang?.” Tanya AL kaget.


“ Di rumah nya, kalau masalah sakit apa aku juga gak tau kak.” sahut Dita lagi.


“ Oh ya udah, thanks ya Dit.” Usai berkata AL langsung pergi, Dia langsung tancap gas menuju rumah Kinara.


Butuh waktu 20 menitan dari sekolah menuju rumah Kinara.


Setelah menempuh perjalan selama 20 menit, akhirnya AL tiba di kediaman Kinara.


Ini akan jadi kesempatan yg baik baginya, bisa menyatakan perasaan langsung saat dia menjenguk Kinara nanti.


Hati nya sudah merasa senang membayangkan Kinara akan menjadi kekasih nya.

__ADS_1


Sambil tersenyum lembut AL turun dari Motor nya dan mulai melangkah memasuki pekarangan rumah Kinara.


Namun saat baru beberapa langkah saja kaki nya memasuki pekarangan rumah tersebut, mendadak senyum nya menghilang, tubuh nya mulai lemas, perasaan nya benar benar hancur.


Bagaimana tidak begitu, dari tempat nya berdiri AL bisa melihat Kinara tengah bermesraan dengan seorang pria, mereka memang tak melakukan hal yg bersifat intim, akan tetapi lelaki itu tengah membelai lembut rambut Kinara, karna saat itu Kinara tengah meletakan kepala nya di pundak lelaki itu.


Tanpa sadar, Bunga yg tadi di bawa oleh AL terjatuh di halaman rumah itu.


Kemudian dengan langkah yg lesu AL meninggalkan rumah tersebut.


Perasaan nya benar benar hancur, rasa sakit sekali melihat gadis yg ia cinta tengah bersama orang lain, namun yg lebih menyakitkan lagi adalah kenyataan bahwa Cinta nya hanya bertepuk sebelah tangan.


Ternyata Kinara telah mempunya orang lain yg mengisi hati nya saat ini, pantas saja Kinara begitu cuek dan dingin terhadap nya, selama ini AL terlalu banyak berharap.


AL langsung pulang kerumah setelah melihat adegan mesra tadi, dia tak berniat lagi untuk kembali ke sekolah.


Andai saja dia seorang wanita, pastilah dia telah menangis akan tetapi sulit bagi lelaki untuk meneteskan air mata, Hingga dia hanya bisa memendam rasa sakit hati nya atas cinta yg tak terbalas.


“ Tuhan mengapa kau lakukan ini, mengapa kau buat aku mencintai orang yg tak memiliki perasaan terhadap ku.” Keluh AL meratap.


Ia terus saja mengambil nafas dalam dan panjang kemudian menghembuskan perlahan, berharap hal itu bisa mengobati patah hati nya.


Akan tetapi percuma, hal itu tak akan bisa mengobati hati yg terluka.


Ibu nya yg melihat putra nya langsung masuk kamar tanpa menghiraukan perkataan nya tadi merasa heran dengan sikap AL.

__ADS_1


Oleh karna itu dia menyusul putranya ke kamar.


Dari ambang pintu Sang Ibu bisa melihat kalau putra nya sedang ada masalah, hanya saja dia tak tau masalah apa.


“ Fi, kamu kenapa nak?.” Tanya sang Ibu sambil melangkah menghampiri nya.


AL langsung bangkit dan duduk di sofa.


“ Aku gak apa apa kok Bun, emang nya kenapa tumben Bunda nanya kek gini.” AL balik bertanya.


“ Kamu terlihat sangat kusut, seperti orang yg baru putus cinta saja.” Ibu nya berkata setengah bercanda.


Deg. AL menelan ludah nya, karna tebakan Ibu nya nyaris benar, beda nya dia bukan putus cinta akan tetapi mencintai sepihak, namun kedua nya sama sama membuat patah hati bukan.


“ Putus cinta apaan Bun, Bunda kan tau Aku gak ada pacar, gimana mau putus cinta.” AL mencoba menutupi kebenaran nya.


“Lalu apa yg membuat mu uring uringan?.” Tanya sang Bunda menyelidik.


“ Aku hanya merasa lelah aja Bun, mungkin karna semalam aku kurang tidur lantaran nge game.” Dalih nya.


Usai berkata begitu AL mencoba tersenyum pada Ibu nya, agar Ibu nya tak bertanya lebih lagi.


“ Ya sudah kalau begitu kamu istirahat lah nak, Ibu mau lanjut masak dulu.”


AL mengangguk saja, sang Ibu kemudian berlalu.

__ADS_1


AL terus saja berfikir, apa yg harus ia lakukan agar rasa sakit nya hilang, atau setidak nya berkurang, dan bagaimana cara nya agar secepatnya dia bisa melupakan perasaan nya pada Kinara.


__ADS_2