Izinkan Aku Mencintaimu.

Izinkan Aku Mencintaimu.
KINARA, TAHU.


__ADS_3

Setelah berfikir semalam, serta berdiskusi dengan sang Istri akhirnya Pak Usman memutuskan akan terima bantuan AL, tetapi itu sebagai bentuk pinjaman, kelak kalau dia punya uang dia akan mengembalikan nya.


Oleh karna itu, pagi pagi sekali Pak Usman ayah nya Kinara menelpon AL untuk mengatakan keputusan.


“ Hallo Assalamualaikum Dok.” Kata Ayah nya Kinara setelah tersambung.


“ Waalaikum sallam.”


“ Begini Dok, saya terima penawaran Dokter, tetapi itu sebagai pinjaman, setelah saya punya uang, saya akan mengembalikan nya.” Ayah nya Kinara langsung bicara to the point.


Kinara yg baru saja bangun dari tidur nya dan pergi kekamar mandi tanpa sengaja mendengar percakapan sang Ayah dengan AL, padahal Ayah nya Kinara telah memilih ke belakang rumah untuk bicara, akan tetapi Kinara kebetulan berada di dekat sana.


“ Baiklah Pak jika demikian, secepat nya saya akan mengurus berbagai keperluan yg di butuhkan untuk mempersiapkan operasi nya Kinara.” Sahut AL, Kinara memang tak mendengar apa tanggapan lawan bicara Ayah nya.


“ Iya Dok, sekali lagi terimakasih, maaf mengganggu waktu mu.” Ucap Ayah nya Kinara tulus.


“ Sama sama Pak.” Sahut AL seada nya.


“ Ya sudah Bapak tutup dulu ya, Assalamualaikum.”


“Waalaikum sallam.”

__ADS_1


Ayah nya Kinara langsung menutup telpon nya setelah mendengar jawaban AL.


Setelah itu baru lah ia masuk kembali kedalam rumah.


Kinara yg sejak tadi ingin bicara pada Ayah nya hanya menunggu di ruang keluarga.


“ Bapak dari mana?.” Tanya Kinara memancing sang Ayah, Kinara ingin tahu apakah Ayah nya akan berkata jujur.


“ Dari belakang, menelpon.” jawab Ayah nya terus terang.


“ Oh, pagi pagi gini, Bapak telpon siapa?.” Kinara bertanya lagi.


“ Dokter AL.” Kali ini ia pun menjawab jujur.


“ Ara, kau bertanya atau introgasi, Bapak mu hanya bicara pada Dokter AL tapi pertanyaan mu kok gak ada habis nya.” Sang Ibu menyela dengan membawa secangkir teh buat sang suami.


“ Hanya bicara tentang operasi mu kelak Nak.” Sang Ayah masih menjawab pertanyaan Kinara.


“ Bapak pinjem uang pada kak AL?.”


Deg, Ayah nya Kinara menelan ludah nya kasar,dia tau Kinara pasti tidak akan menyukai hal itu.

__ADS_1


“ Mengapa Bapak lakukan ini, Aku tau kalian semua sayang pada ku, akan tetapi aku juga gak mau Bapak sampai berhutang, dan itupun pada Dokter AL.” Keluh Kinara.


“ Bukan Bapak yg meminta nya Ara, tetapi Dokter AL sendiri yg menawarkan bantuan nya.” Sang Ayah menjelaskan, memang demikian ada nya.


“ Tak peduli siapa yg meminta dan siapa yg menawarkan, harus nya Bapak tak perlu menerima bantuan apapun khusus nya dari orang lain.” Kinara merasa kesal, dan malu karna Ayah nya menerima bantuan AL.


“ Ara, Bapak gak mau terjadi hal tak diinginkan pada mu nak, oleh karna itulah Bapak terima bantuan Dokter AL, dan itupun Bapak akan mengembalikan nya, Bapak tidak terima cuma cuma.” Tutur sang Ayah yg membuat Kinara merasa hancur, cuma demi dirinya Ayah nya rella berhutang pada orang yg sama sekali bukan siapa siapa bagi mereka.


“ Kau tau Pak kalian sayang pada ku, akan tetapi kalian tak perlu sampai segitu nya, menerima bantuan orang lain hanya demi diriku.”


Kedua orang tua Kinara hanya saling bertukar pandang.


“ Aku gak akan mau di operasi jika itu dengan uang kak AL.” Tegas Kinara kemudian dia berlalu pergi.


Entah mengapa Kinara kekeh tak mau terima bantuan AL.


Kinara masuk kedalam kamar nya.


“ Maaf kan Ara Pak, maaf kan Ara.”Gumam Kinara sambil menangis di atas tempat tidur nya.


“ Ara gak mau terima bantuan kak AL, karna Ara gak mau berhutang banyak pada nya, sudah cukup kebaikan nya selama ini, Ara gak akan pernah bisa membayar nya.” Lanjut nya lagi.

__ADS_1


Ternyata Itulah alasan Kinara menolak nya, AL sudah terlalu banyak membantu nya, Kinara tak ingin berhutang lebih lagi, karna memang benar bagaimana dia akan membayar nya.


Sementara Kinara tau, mengapa AL melakukan semua itu, hanya karna dia mencintai Kinara, akan tetapi Kinara tak bisa membalas nya, karna Kinara merasa tak pantas untuk AL.


__ADS_2