
Pagi itu, tak seperti biasa nya, AL sama sekali tak ada semangat untuk beraktivitas, andai saja dia tak memikirkan orang lain sudah pasti dia tak akan masuk kerja, akan tetapi banyak pasien yg menunggu nya. Jadi mau tak mau dia harus menunaikan tugasnya.
Pagi itu, saat akan berangkat kerja, AL bahkan tak sarapan pagi.
“ Fi, tumben sudah rapi, apa kamu tak sarapan dulu?.” Tanya sang Ayah yg melihat AL sudah siap berangkat.
“ Iya Yah, aku sarapan di rumah sakit aja nanti, saat ini aku buru buru, ada keadaan darurat.” AL berkilah.
“ Oh begitu.” Sahut sang Ayah merasa heran.
“ Yah, aku berangkat dulu, Assalamualaikum.” Usai berkata demikian AL langsung melangkah keluar rumah dan berangkat kerja.
Ibu nya yg sejak tadi berada disana merasa khawatir karna AL tak mau sarapan.
“Bun, ada apa dengan anak itu, dia tak mau sarapan, bahkan pamit pada Bunda pun tidak.” Ayah nya AL mulai bertanya pada sang Istri.
“ Sarapan dulu Yah, nanti Bunda jelaskan.” Sahut sang istri.
Kedua nya pun ke dapur untuk sarapan bersama.
“Sebenar nya Bunda melarang Alfi untuk mengajak Kinara datang saat perayaan anniversary kita nanti.” Ibu nya AL mulai menjelaskan.
“ Loh kenapa?.” Tanya Ayah nya AL bingung.
“ Karna bunda yg sudah meminta nya untuk datang, tapi Bunda tak mengatakan itu pada Alfi, bunda mau ingin lihat seberapa keras Alfi bisa memperjuangkan cinta nya.”
“ Jadi Bunda mengatakan itu hanya untuk menguji Alfi.” Tanya sang Ayah lagi.
“ Iya selain itu, Bunda juga mau memberikan pelajaran pada nya, masa sama orang tua sendiri saja dia tak percaya.” Jelas Ibu nya AL lagi
“ Emang nya apa yg di lakukan Alfi?.” Tanya sang Ayah tak mengerti.
Sang istri pun menjelaskan apa yg terjadi kemaren, dan termasuk rencana nya yg melibat Kinara.
“ Berarti Ayah harus berada pihak Alfi nih.” Ujar sang Ayah.
__ADS_1
“ Gimana Kinara menurut Bunda, apakah dia cocok sama Alfi?.” Sang Ayah menanyai istri nya.
“ Ia, dia gadis yg baik, dan juga tegar, dia juga cantik dan sopan, jadi tak ada alasan buat Bunda tak menyukainya, bahkan Bunda sudah menyukai nya saat kami tak sengaja bertemu di rumah sakit, walaupun saat itu Bunda belum tau bahwa dia adalah Kinara.” Tutur sang Bunda terus terang.
“ Syukurlah jika demikian.”
Usai berbicara begitu, karna sudah selesai sarapan, Ibu nya AL langsung menghubungi Kinara, dan meminta nya untuk menemui AL di Rumah sakit, Ibu nya AL juga sudah menjelas kan bahwa tadi pagi AL tak mau sarapan, dia berharap dengan kedatangan Kinara ke rumah sakit, AL akan sedikit terhibur, dan Kinara bisa membujuk nya untuk makan.
Kinara pun tak menolak, karna itu permintaan Ibu nya AL, maka segera dia bersiap siap untuk menemui AL, hitung hitung sekalian buat ngasih kejutan.
Sebelum berangkat, Kinara telah mempersiapkan beberapa potong kue untuk ia berikan pada AL.
Kali itupun Kinara pergi juga dengan kendaraan umum, sebenar nya sepeda motor nya ada sich nganggur, akan tetapi dia lebih suka naik kendaraan umum, karna lebih aman untuk kondisi nya yg sekarang. Untung kali itu tak butuh waktu lama bagi nya untuk menunggu, bus datang dan Kinara pun pergi.
Tiba di rumah sakit, Kinara langsung menuju ruangan pribadi AL, ternyata AL memang ada di tempat, sibuk berkutat dengan laptop nya.
Meskipun pintu ruangan nya terbuka, Kinara memilih mengetuk nya dulu.
“ Silahkan masuk.” Sahut AL,tanpa melihat siapa yg datang.
Kinara pun masuk.
Kinara tak menanggapi pertanyaan AL barusan.
“ Suster Anggi, apakah ada yg serius?.” Tanya AL, fikir nya yg datang adalah Suster Anggi.
Lagi lagi Kinara hanya diam, dia tersenyum menyadari AL yg salah menduga.
“Mengapa kau hanya diam sejak tadi sus...” AL menghentikan bicara nya, saat melihat yg datang adalah Kinara, sebab kali itu AL bicara sambil melihat siapa yg ada disana.
Kinara hanya menatap nya dengan senyum.
“ Ara maaf, aku fikir tadi Suster Anggi yg datang.” AL menjelaskan seada nya.
“ Gak apa apa kok kak, aku ngerti, ya udah di lanjutin aja dulu kerjaan.” Sahut Kinara santay.
__ADS_1
Bukan nya melanjutkan kerjaan nya, AL malah menutup laptop nya.
Kinara hanya menatap heran saja, dan masih dengan posisi nya yg berdiri di samping kiri meja AL.
“ Kenapa gak ngasih tau dulu kalo mau datang, kalo ngasih tau kan aku bisa suruh pak Mamat buat jemput kamu.” AL mulai bicara lagi.
“ Kalo aku ngasih tau dulu, nama nya bukan kejutan.” Kinara menyahuti dengan tersenyum.
AL juga tersenyum sambil mendekati Kinara.
“ Kangen nya, maka nya datang kemari.” Jiwa julit AL mulai bangkit. Dia berkata demikian sambil menatap lekat Kinara dan duduk di atas meja yg kini ada di hadapan Kinara. Mata nya lurus menatap Kinara.
Kinara menjadi salting di buat nya, dengan jarak mereka yg hanya beberapa centimeter saja, tentu itu membuat Kinara merasa gugup dan deg degan.
“ Mana adalah.” Sahut Kinara jutek, sambil melempar pandangan mata nya kearah lain.
“ Udah gak usah boong, keliatan kok dari muka kamu, kalo kamu itu emang kangen kan sama aku.” AL mulai menggoda Kinara lagi, bahkan kali itu tangan nya ikut bicara, tangan nya mulai meraih kedua telapak tangan Kinara.
“ Tangan mu dingin banget.” Tutur AL, saat dia menggenggam tangan Kinara, dia bisa merasakan kalau tangan Kinara begitu dingin.
AL mulai berdiri di hadapan Kinara.
“ Kau baik baik saja kan?.” Tanya AL, sambil melihat dengan teliti wajah Kinara, apakah dia terlihat baik baik saja.
“ Iya kak, aku baik baik saja kok.” Sahut Kinara, dengan yakin nya.
“ Lalu kenapa tangan mu begitu dingin.” Tanya AL mengulang kata kata nya tadi.
“ Mungkin karna kena angin saat dalam perjalanan tadi.” Sahut Kinara apa ada nya.
“ Sudah lupakan itu, aku kesini bawain kakak sesuatu, aku harap kakak mau nyobain nya.” Ujar Kinara santai.
” Oh iya apa itu.” Sahut AL bersemangat.
“ Tadi aku bikin kue, jadi aku mau kakak yg nyobain nya.” Kinara berkata sambil mengeluarkan Tupperware dari dalam tas nya.
__ADS_1
Setelah itu ia memberikan nya dan meminta AL untuk memakan nya, syukurlah AL mau memakan nya, bahkan sampai habis.
Kali itu, AL meminta Kinara menunggu nya hingga jam istirahat.