Jalan Takdir Cinta

Jalan Takdir Cinta
Dijodohkan


__ADS_3

"Brengsekkk" Batin Kinaya. Ketika ia kan pergi tak sengaja ia menendang tempat sampah sehingga tempat sampah itu terjatuh.



Bruukkk...



Dua orang yang sedang berciuman itu pun kaget.



"Kinaya" Sambil mendorong Sang wanita lalu mengejar Kinaya.



Kinaya berlari entah dia berlari ke arah mana namun tiba-tiba pria yang mengejar Kinaya dapat dengan cepat memegang Kinaya.



"Nay aku bisa jelasin"



"Enggak ada yang perlu di jelasin" Kata Kinaya dengan memberontak dan mutiara bening yang sudah mengalir di matanya.



"Please Nay, dengerin penjelasan aku dulu, terserah deh abis itu gemana keputusan kamu" Lanjutnya. Kinaya pun akhirnya mendengarkan cerita.



Flashback On....



"Gue mau kita putus Sal" Kata Rafa.



"Maksud kamu apa Raf, jangan bercanda deh sayang" Jawab Salsa.



"Gue enggak ada prasaan apa-apa sama lo Sal" Lanjut Rafa.



"Enggak, aku enggak mau Raf, aku enggak peduli kamu punya prasaan atau enggak sama aku, yang penting kamu harus jadi pacar aku" Kata salsa memegang tangan Rafa.



"Maaf Sal, gue udah berusaha buat nyoba suka sama lo, tapi **** gue enggak Bisa, dihati gue udah ada Cwe lain" Kata Rafa.



"Aku enggak peduli Raf, kalok sampek kamu mutusin aku aku bakal pastiin aib cwe dalam masa lalu kamu bakal nyebar" Ancam salsa.



"Gue enggak peduli Sal, toh gue juga udah ngehapus semua rekaman yang lo buat ngancam gue" Kata Rafa.



"Apa kamu bilang, kamu enggak peduli juga, bukannya cwe itu yang kamu suka kan" Tanya salsa.



"Bukan urusan lo Sal gue suka sama siapa, yang jelas mulai sekarang kita putus" Kata Rafa dan akan pergi meninggal kan Salsa, namun sebelum salsa pergi Salsa menarik tangan Rafa dan ia langsung mencium Rafa dan di waktu bersamaan Kinaya melihat adegan itu dan ia syok lalu ingin pergi dan tak sengaja menumbur kotak sampah sehingga Rafa langsung spontan mendorong Salsa.



Flashback Off..



"Aku berani sumpah Nay, aku bukan aku yang nyium dan itu pun ciuman atas dasar sengaja aku" Kata Rafa yang memohon dengan Kinaya dengan menggenggam kedua tangan Kinaya.



"Please maafin aku Nay" Kata Rafa.


Naya pun akhirnya memaafkan Rafa lagian kalok dipikir kenapa dia harus marah toh Rafa bukan siapa-siapa dia. Naya tersenyum kecut memikirkan itu.



"Yaudah Raf, udah lah lupain" Aku mau kekelas dulu ya" Kata Kinaya.



"Tapi kamu enggak marah kan sama aku" Tanya Rafa.



"Iya iya enggak, nanti kalok aku marah, terus kangen sama kamu gemana" Kata Kinaya santai.



Rafa yang mendapatkan kata-kata itu dari mulut Kinaya merasa sangat senang ia merasa semakin gemes dengan Kinaya, ia pun tersenyum lalu ia mendekati Kinaya dan ia membisikkan sesuatu ke telinga Kinaya.



"Aku makin pingin cepat-cepat nikahin kamu Nay, kalok kamu gemesin terus kayak gini" Kata Rafa.



Blushhh pipi Kinaya memerah akan kata-kata Rafa, ia pun mulai menetralkan pikirannya.



"Kalok kamu mau nikah sama aku, kamu cuci dulu sampai bersih bekas ciuman tadi, aku enggak mau punya suami yang ada bekas ciuman dibibirnya sama cwe lain" Kata Kinaya yang berlalu meninggalkan Rafa, Rafa pun dibuat tertegun akan kata-kata Kinaya.



"Kamu tunggu aja Nay, kamu sebentar lagi akan jadi milik aku" Batin Rafa dengan tersenyum.



Kinaya pun tiba dikelas.



"Nay aku heran deh sama kamu nih, kerjaannya ngilang muluk" Kata Mica yang melihat Kinaya baru tiba.



"Haha apa sih orang aku masih di sekolah ini juga geh" Jawab Kinaya.



"Nay entar malem ikut minep kerumah ku ya" Ajak Cindy.



"Iya nay, udah lama lho kita enggak minep bareng, mau ya mau ya, kita juga harus ngerjain tugas kelompok bahasa Inggris lho" Kata Mica.



"Aduh gemana ya aku tuh entar malem ada acara keluarga masalahnya tempat mamas Bram" Kata Kinaya.



"Acara apa Nay, tumben" Kata Cindy.



"Entah deh katanya Pertemuan gitu lah tapi aku enggak tau pertemuan apa, lagian sebenernya aku males tempat mamas Bram tuh, males ketemu sama Ponakan aku yang sok itu" Kata Kinaya, Kinaya memunyai 3 keponakan dari mas Bram nya yaitu anak-anak Bram, ketiga keponakan itu cwe semua dan ponakan yang pertama itu sombong belagu terhadap Naya dia bernama Ana, entah lah apa yang membuat keponakan nya berprilaku begitu terhadap Naya.



"Yaudah coba ntar aku tanya mba dulu kalok boleh aku minep aja" Lanjut Kinaya.



Kinaya pun menghubungi Susan melalui chat WA. Tak berapa lama pun ia mendapat balasan.



"Boleh guys, lagian kayak enggak penting kok buat aku pertemuan entar malem, tapi kalian jemput aku dirumah ya" Kata Kinaya.



"Siap" Kata Mica dan Cindy.



Sekolah pun telah berakhir hari ini, Kinaya pun bergegas pulang. Ketika ia akan kearah parkiran tiba-tiba Rafa menarik tangannya.



"Ada apa Raf" Kata Kinaya kaget.



"Enggak apa-apa Nay, aku mau liat kamu aja sebelum pulang" Kata Rafa dan tangannya menyelipkan rambut-rambut Naya yang menutupi matanya ketelinganya.



"Kirain ada apa, udah ya aku buru-buru nihh" Pamit Kinaya.



"Iya, hati-hati ya" Kata Rafa.



Ketika Kinaya akan bergegas pergi Rafa memanggilnya lagi.



"Nay" Kinaya pun menoleh.



"See you entar malem" Kata Rafa



Kinaya pun menanggapi dengan senyuman ia tidak maksud dengan kata-kata Rafa tetapi ia tak ambil pusing, ia lalu bergegas mengambil kuda maticnya dan OTW pulang.



Dirumah Kinaya.



"Assalamualaikum" Kata Mica dan Cindy berbarengan.



"Waalaikumsalam, Mica Cindy masuk dek Nayanya masih siap-siap, samperin aja sana kekamarnya" Kata Susan.



"Iya mba" Kata Mica dan Cindy berbarengan lalu menuju kearah kamar Kinaya.



"Nay udah siap belum" Kata Mica.



"Udah sampek aja kalian berdua, sabar aku salin dulu" Kata Kinaya yang baru selesai mandi.



Kinaya pun sudah siap, mereka bertiga pun menghampiri Susan yang sedang berada diruang TV.


__ADS_1


"Mba kita orang berangkat dulu ya" Kata Kinaya sambil menyalimi tangan Susan yang diikuti Mica dan Cindy.



"Iya Hati-hati kalian ya" Kata Susan.



"Siap bu bos" Kata mereka barengan.



Merekapun bergegas kerumah Cindy menggunakan mobil Mica.




Dirumah Mica.



Mica Cindy dan Kinaya pun sudah menyelesaikan tugas sekolah mereka pun melanjutkan dengan nobar drakor.



"Ca Cin" Kata Kinaya tiba-tiba.



"Hhmm" Jawab mereka barengan.



"Kapan aku jadi pacar Rafa ya" Kata Kinaya yang tiduran sambil melihat kearah langit-langit kamar Cindy.



"Huahahahaha haaaaahaha" Mica dan Cindy tertawa terpingkal pingkal.



"Iiiiihhhhhh kok kalian ketawa sih" Kata Kinaya yang kesal karena mereka tertawa menanggapi omongan Kinaya.



"Entar aku minum dulu Nay baru aku jawab" Kata Mica.



Cindy pun masih mengatur dirinya agar tidak tertawa lagi.



Tiba tiba tangan Mica ditarok di jidat Kinaya seperti mengukur suhu tubuh, lalu ia pun menarik tangannya di bokongnya (Pura-pura ya guys).



"Sama kok" Kata Mica.



"Iihh apaan si Ca aku enggak demam kok" Kata Naya.



"Kamu itu kenapa lho Nay kok tiba-tiba pingin jadi pacar Rafa" Kata Cindy.



"Ya kan aku hanya berharap lho" Jawab Kinaya lesu.



"Udah udah jangan ditekuk gitu mukanya, kalok emang kamu suka sama Rafa yaudah kamu ungkapin aja prasaan duluan" Kata Mica.



"Nah benur tuh kata Mica" Ujar Cindy.



"Boleh tuh" Jawab Kinaya dengan semangat.



"Emang gila kita tiga nih ya, jangan jangan Nay, harga diri coy masa cwe nembak duluan" Ujar Mica.



Cindy pun tertawa menanggapi kata kata Mica.



"Ya gemana lagi geh, dari kelas 10 aku tuh Suka sama dia, ini udah mau naik kelas 12 terus enggak kerasa bentar lagi lulus, haduhhh agaknya mimpi aja terus bisa sama Rafa" Kata Kinaya sambil menutup mukanya dengan bantal boneka.



"Udah udah, mungkin kita tiga ditakdirkan jomblo Nay" Kata Cindy yang ternyata ia juga merasakan hal yang sama Cintanya tak di balas-balas oleh Alvin.



"Enggak boleh, kita enggak boleh ditakdirkan jomblo guys, kata orang orang ni ya masa SMA itu kan lebih berkesan jika ditambah bumbu-bumbu cinta, jadi jangan sampek masa SMA kita kayak sayur kurang garam" Ujar Mica.



"Haduhhhhhhhhhh" Jawab Cindy dan Naya akan kata-kata Mica.



"Lah kalian ini, semangat dongs" Ujar Mica.



"Enak kamu ca, cintanya enggak bertepuk sebalah tangan" Kata Cindy.




"Diki" Jawab Cindy dan Naya berbarengan.



"Ee enggak, siapa yang bilang aku suka sama Diki" Elak Mica.



"Halah udah lagi lah, kita itu berkawan dari SMP jadi udah saling tau satu sama lain, udah enggak usah bohong Ca" Kata Kinaya.



"Hehee iya deh iya jujur aku suka Diki" Kata Mica malu.



"Huuuu uuuu""" Kata Naya dan Cindy barengan sambil melempar bantal ke Mica.



Merekapun tak lama akhirnya terlelap.



Pagi hari...


Mica, Cindy dan Kinaya sudah siap dengan seragam mereka dan merekapun bergegas ke bawah untuk sarapan.



"Selamat pagi tante om" Sapa Kinaya dan Mica.



"Selamat pagi mah pah" Sapa Cindy.



"Pagi anak-anak, ayok pada sarapan nanti kesiangan" Jawab mamah dan papah Cindy.



Merekapun sarapan bersama ketika sedang sarapan Kinaya mendapatkan pesan WA.



Dreeettttttt



"Nay, kamu langsung pulang ya Nanti abis sekolah, ada kabar penting yang mau mba kasih tau" Isi pesan Mb Susan.



"Ada apa ya" Batin Kinaya.



Cindy, Kinaya dan Mica pun OTW kesekolah.


Merekapun melakukan kegiatan belajar mengajar seperti biasanya, tetapi jam terkahir mereka Free karena semua guru sedang rapat untuk menjelang UAS.



"Free guys, kuy kantin" Ajak Mica.



"Gue heran deh lo semangat amat kalok mau ke kantin, karena mau COD ya sama Diki" Tanya Cindy.



"COD?? dikira gue mau jualan apa, enggak ah gua mau makan ya sekalian sihh mau ngelirik ngelirik dia gitu" Kata Mica dengan cengengesan.



"Hahaha udah ah kuy kantin" Kata Kinaya menengahi.



Mereka pun ke kantin, Kinaya memesan jus mangga, Cindy Mica memesan bakso dan es teh, ketika mereka sedang menikmati makanan mereka, tiba-tiba Rafa Cs datang dongs.



"Hai girls, terutama ayang Cindy" Sapa Rian.



Cindy pun sudah jengah dengan Rian yang selalu begitu ketika ketemu ia.



"Hi Diki" Kata Mica dengan sok manisnya.



"Hallo beb" Sapa balik Diki dan duduk di samping Mica.



Rian pun ikut duduk disamping Cindy, sedangkan Raka duduk disebelah Rian dan Rafa duduk disamping Diki pas di depan Kinaya.



Kinaya dan Rafa saling pandang dengan senyum.


"Yaelah bucin si bucin tapi gk pandang-pandangan sambil senyum-senyuman juga kalik" Kata Mica menyindir.


__ADS_1


Rafa dan Mica pun tersadar.



"Enggak makan Nay" Tanya Rafa.



"Engga Raf, aku masih kenyang" Jawab Kinaya.



"Bener, aku pesenin ya" Kata Rafa lagi.



"Enggak usah aku beneran masih kenyang" Jawab Kinaya.



"Yaudah, pulang nanti aku anter ya" Kata Rafa.



"Eeh enggak usah Raf aku pulang di anter Mica" Tolak Naya dengan penyesalan.



"Siapa yang mau nganterin kamu Nay, orang aku mau jalan sama Diki, ya kan Dik" Kata Mica sambil memojokan Diki.



"Eeehh i iya kita orang berdua mau jalan" Jawab Diki gugup.



"Jadi pulang sama aku ya, aku enggak nerima penolakan" Kata Rafa.



"Iya deh" Jawab Kinaya dengan pura-pura biasa saja.



Pulang sekolah..



Naya sudah bersama Rafa didalam mobil Rafa, mereka sudah menuju ke arah rumah Kinaya.



"Nay, entar malem jalan yuk" Ajak Rafa.



"Mau kemana Raf"



"Kemana aja yang penting sama kamu Nay" Jawab Rafa menggoda.



"Iih gombal, liat nanti deh ya, soalnya aku semalem abis minep tempat Cindy, enggak enak juga sama mamas dan mba kalok keluar terus" Kata Kinaya.



"Yaudah oke, udah sampek sana masuk" Kata Rafa.



"Yaudah aku masuk dulu ya, kamu hati-hati ya" Kata Kinaya.



"Iya cintah" Kata Rafa sambil mencium tangan Kinaya.



Kinaya yang mendapatkan perlakuan seperti itu pun merasa malu, lalu ia bergegas keluar mobil dan masuk kedalam rumah.



"Assalamualaikum" Kata Kinaya.



"Waalaikumsalam, baru pulang Nay" Kata Susan.



"Iya mba" Jawab Kinaya sambil mencium tangan Susan. "Mana mamas dan anak-anak mb" Lanjutnya.



"Mamas belum pulang, billi dan Zahra Tidur abang billalnya main, udah sana bersih-bersih terus makan, ada yang mau mba kasih tau ke kamu penting" Jawab Susan.



Naya pun bergegas ke kamarnya untuk bersih-bersih, lalu ia keluar kamar dan menuju meja makan.



"Ada hal penting apa ya mba" Tanya Naya sambil memakan makanannya.



"Kamu dijodohin Nay, semalem kumpulan tempat mas Bram itu ngomongin soal perjodohan kamu" Kata Susan.



Ehekkk Kinaya tersedak makanannya.


Susan memberikan minum kepada Kinaya.


"Maksudnya mba" Tanya Kinaya bingung.


Susan pun menceritakan semuanya tetapi ia tidak memberi tahu Kinaya dengan siapa ia dijodohkan.



Flashback On..



Malem Hari dirumah Bram.



Suasana dirumah mas Bram pada malam ini sangat Ramai. Mamas mamas Kinaya yang lainnya pun juga sudah berkumpul rumah mas Bram kecuali Kinaya, sebenernya Kinaya disuruh hadir tapi karena dikhawatirkan akan mengacaukan pertemuan ini maka kata mas Bram bagaimanapun caranya Kinaya tidak boleh dateng malem ini, entah karena apa Kinaya tidak boleh hadir entah kenapa juga mas Bram khawatir Kinaya akan mengacaukan pertemuan ini.



"Selamat malem semuanya terimakasih untuk adik-adik saya yang pada malam ini bisa berkumpul, sebenernya pada malam ini saya akan menyampaikan sesuatu yang sangat penting. Sebelumnya saya perkenalkan kepada adik adik semuanya, beliau di sebelah saya adalah pak Wijaya dan disebelahnya adalah istri dan juga anak-anak pak Wijaya, kedatangan mereka disini adalah selain untuk bersilaturahmi yaitu untuk meminang adk termuda kita untuk dijadikan Istri oleh Anak pak Wijaya" Kata mas Bram, semua orang disana terkejut akan kata-kata mas Bram.



"Maksudnya gemana ini mas, maksudnya adk kita Kinaya dilamar??" Kata Mas Bima (mamas kedua Kinaya).



"Maaf sebelum nya pak Bram Pak Bima dan yang lainnya, benar sekali yang dikatakan oleh pak Bram bahwa kedatangan saya disini selain silaturahmi yaitu untuk meminang adik termuda dalam keluarga ini, saya meminang Kinaya lantaran ini adalah salah satu amanah dari Almarhumah ibunda kalian dengan Ayah saya (Sebastian Wijaya), mereka bersahabat dan mereka sepakat akan menjodohkan keturunan mereka kelak, tetapi berhubung anak-anak Bunda Ajeng laki-laki semua sedangkan Kinaya perempuan sendiri tetapi tidak sesuai usia dengan Saya dan ayah saya pun hanya mempunyai dua anak yaitu saya dan adik saya seorang perempuan, maka mereka sepakat akan menjodohkan Kinaya dengan anak saya. Jadi maksud saya disini saya ingin menjalankan amanah kedua orang tua kita yang sudah tiada, mudah-mudahan keluarga ini bisa menerima dengan senang hati" Kata pak Wijaya panjang kali lebar berbicara.



Akhirnya mamas-mamas Kinaya pun bermusyawarah, mereka pun sepakat menyetujui perjodohan ini, terlebih lagi mereka tau bahwa pak Wijaya orang terkaya di daerah nya mereka yakin masa depan Kinaya terjamin, masalah Kinaya cinta atau tidak dengan pasangannya nanti, mereka pun yakin cinta akan datang dengan sendirinya.



"Maaf sebelumnya jika saya lancang pak Wijaya, Kinaya akan dijodohkan dengan putra bapak yang mana?? " Kata mas Bagas (kakak bujang Kinaya).



"Oiya saya lupa, Kinaya akan saja jodohkan dengan anak saya yang kedua, karena mungkin Kinaya sudah mengenalnya jadi semakin mudah untuk mereka bersama" Jawab pak Wijaya.



Rafa Dwk Jaya, anak kedua Wijaya pria yang selama ini di idola-idolakan oleh Kinaya, Pria yang tampan dan menjadi idola sekolah, dan pria inilah yang akan menjadi suami Kinaya. (Bagaimana prasaan Kinaya ya, jingkrak jingkrak dia kalok tau wkwk" kata author).



Rafa yang sudah mengetahui tentang perjodohan ini tentu sangat senang, dia justru sudah tak sabar akan mempersunting Kinaya.



"Kira-kira kapan Kinaya dan Rafa akan bertunangan dengan Resmi pak Wijaya?? Tanya mas Bram.



"Lebih cepat Lebih baik" Kata pak Wijaya.



"Maaf sebelumnya yah, dan Mas eh Pak" Kata Rafa gugup ia bingung harus memanggil mamas mamas Kinaya apa karena memang mamas mamas Kinaya lebih cocok menjadi ayah Kinaya wkwk.



Merekapun tertawa bersama akan kata-kata Rafa.



"Maaf sebelumnya, Rafa ingin meminta sesuatu, Rafa ingin Kinaya jangan dulu dikasih tau jika ia dijodohkan dengan Rafa, Rafa ingin ia tau jika ia di jodohkan tapi tidak tau dijodohkan dengan siapa, karena biar ini jadi kejutan buat Kinaya, dan sebelum Rafa dan Kinaya bertunangan Rafa ingin lebih dekat dengan Kinaya karena usaha Rafa bukan karena kami dijodohkan" Ujar Rafa.



Mereka pun sepakat akan keinginan Rafa, pertemuan itu pun berlanjut dengan makan Malam bersama.



Singkat cerita keluarga Wijaya sudah pulang.



"Bibik Naya beruntung sekali dijodohkan dengan pria tampan seperti kak Rafa" Kata Ana (anak pertama Mas Bram) berbicara dengan ibunya (Santi) dan tantenya Susan dan Sinta (istri Bima).



"Kenapa?? Kamu juga pingin apa dijodohkan" Tanya Santi.



"Mau bu, asal sama orang tampan dan kaya seperti kak Rafa" Kata Ana.



"Husss udah enggak usah ngomong ngawur" Kata Sinta



"Kita orang Pamit pulang dulu ya mba" Lanjut Sinta diikuti oleh Susan.



Akhirnya mereka pun pulang kerumah masing-masing.



Flashback Off.






__ADS_1


__ADS_2