
"Rafa Kinaya, Kalian" Kata orang itu.
"Kalian ngapain disini" Ujar Rafa santai.
"Ya mingguan lah, emang pasangan bucin aja apa yang boleh mingguan" Jawab Diki.
Rafa dan Kinaya bertemu dengan Diki Rian dan Raka gengs Rafa Cs. Kinaya malu karena kepergok oleh mereka kinaya merasa seolah-olah sedang kegep maling.
"Lo orang berdua aja, kita orang gabung ya" Kata Rian.
"Enggak boleh, orang kita orang dua lagi nge bucin lo orang nanti jadi pengganggu" Jawab Rafa spontan.
"Yaelah iya iya paham gue paham" Jawab Rian.
"Kita gabung aja kenapa si Raf, biar seru juga Rame-rame" Kata Kinaya.
"Tapi Nay" Jawab Rafa.
"Enggak ada tapi-tapian"
"Iya deh iya" Kata Rafa pasrah.
Sahabat - sahabat Rafa tertawa melihat Rafa seolah ditindas oleh Kinaya, karena biasnya Rafa jika berkata tidak ya tidak tapi kali ini ia sangat menurut dengan Kinaya.
Mereka pun akhirnya nongkrong di sebuah kafe di salah satu mall itu. Mereka asik mengobrol cukup lama, hingga akhirnya Rafa memutuskan untuk mengajak Kinaya pulang.
"Nay ayok pulang, udah mau malem nih" Ajak Rafa.
Kinaya pun mengiyakan, Rafa dan Kinaya pun akhirnya Pulang tak lupa mereka berpamitan dengan Diki, Rian, dan Raka.
"Gua masih bertanya-tanya ya, Rafa itu jelas-jelas sukanya sama Naya, tapi kenapa dia jadiannya sama Salsa ya" Kata Raka yang terheran.
"Udah nanti lu pasti bakal tau akan pertanyaan lo itu" Kata Diki menjawab.
Rian hanya tertawa menanggapi obrolan mereka, Diki dan Rian mengetahui mengapa Rafa pacaran dengan Salsa sedangkan Rafa jelas-jelas menyukai Kinaya, tetapi Raka disini tidak tahu karena waktu Rafa cerita Raka sedang tidak ada.
"Yaelah makin dibuat penasaran gue" Ujar Raka.
Dilain tempat Rafa dan Kinaya yang sedang mengendarai mobil kearah rumah kinaya.
__ADS_1
"Raf"
"Iya sayang" Jawab Rafa dengan tetap fokus menyetir.
"Ihhh Rafa, sayang sayang apa sih"
"Kenapa si, emang enggak boleh tah aku panggil kamu sayang" Kata Rafa.
"Enggak boleh, aku enggak suka dipanggil sayang sama pacar orang" Kata kinaya dengan bibir manyunnya.
Rafa yang melihat kinaya seperti itu pun merasa gemas, ia pun tiba-tiba menghentikan mobilnya.
"Lah kok berhenti, ada apa Raf" Ujar Kinaya.
"Nay, boleh enggak" Tanya Rafa.
"Haaaa boleh apa" Kata Kinaya heran akan pertanyaan Rafa.
"Boleh enggak aku cium kamu" Tanya Rafa.
Belum kinaya menjawab, Rafa langsung mencium Kinaya, kinaya kaget, ia membuka matanya lebar-lebar. Rafa me*um*at bibir Kinaya perlahan, kinaya tersadar ia mencoba mendorong Rafa tetapi kekuatan Rafa lebih kuat menahannya, ciuman Rafa yang mulanya hanya me*um*t lama-lama seperti ciuman yang menuntut, Rafa menekan kepala bagian belakang kinaya untuk memperdalam ciuman mereka, ia men*gi*it bibir bawah Kinaya agar kinaya membuka mulutnya, kinaya pun membuka mulutnya hingga Rafa leluasa mengabsen setiap isi mulut Kinaya, entah terbawa suasana atau keinginannya kinaya pun menikmati ciuman Rafa dengan mata tertutup walau ia tak membalas, karena kinaya pun belum berpengalam dalam berciuman.
Cukup lama mereka berciuman, Rafa pun mengakhiri ciumannya, ia menempelkan hidungnya dengan hidung Kinaya tak lama ia pun mencium kening kinaya cukup lama.
Kinaya merasa canggung ketika mereka sudah selesai berciuman. Hingga tiba-tiba Rafa berkata.
"Manis"
"Haaaa a apa yang manis" Jawab Kinaya gugup.
"Bibir kamu" Jawab Rafa menggoda.
"Iiiiihhh dasar mesummm"kata kinaya yang memukul lengan Rafa.
Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka.
"Raf"
__ADS_1
"Hhmm"
"Kamu sering ya ciuman" Tanya kinaya ceplos tanpa malu"
"Enggak kalok sering, tapi pernah" Jawab Rafa jujur dengan senyum.
Kinaya pun terdiam ia merasa sakit akan jawaban Rafa "dia pernah ciuman sama cwe lain berarti, apa sama Salsa dia pernah" Batin Kinaya, "maafkan aku Sal" Lanjut batin Kinaya.
Tak berapa lama mereka pun tiba di rumah Kinaya, Kinaya bergegas masuk kedalam Rumah dan Rafa langsung pulang Karena hari sudah Mulai malam.
Kinaya memasuki kamarnya ia bersih-bersih ketika sudah selesai ia merebahkan tubuhnya, ia mengingat kejadian tadi dimobil bersama Rafa.
"Kedua kalinya dia cium aku, sebenernya prasaan dia itu ke aku apa si, dia mesum kesemua cwe apa ya?? Sama aku aja kayak gitu apa lagi sama Salsa yang pacarnya!! Kinaya kinaya bodoh banget kamu, kenapa kamu enggak berusaha buat nolak sih, pasti suatu saat tetep bakal kamu yang sakit hati??? Kata Kinaya berbicara sendiri tak lama ia pun terlelap karena lelah akan hari ini.
Tok tok tok pintu kamar Kinaya di ketok.
"Nay bangun, kamu enggak sekolah apa" Teriak Susan.
Kinaya pun terbangun, ia mengucap matanya lalu melihat kearah Jam dikamarnya.
"Ya Allah aku kesiangan" Katanya lalu bergegas mandi.
Kinaya pun sudah siap dengan seragamnya, ia pun bergegas keruang makan.
"Morning Semua" Sapa kinaya lalu mencium ponakan terkecilnya dirumah.
"Iihh embik (bibik)" Kata Billi belita berumur 2 tahun kurang yang berbicara masih belum benar.
"Nay nanti pulangnya jangan sore-sore ya, kita mau tempat mamas Bram (kakak kinaya pertama)" Ujar Susan.
"Mau ngapain mba kesana" Tanya Naya.
"Nanti malem katanya ada acara Nay, acara pertemuan gitu lah tadi mba Ririn (istri Bram) abis nelfon dan nyuruh kita kesana" Jawab Susan.
"Oh, mungkin pertemuan orang-orang penting, buat apa coba kita disuruh kesana mba" Kata Kinaya, mamas pertama Naya adalah seorang anggota dewan, dan pengusaha jadi memang biasanya dirumahnya selalu ada pertemuan-pertemuan namun kali ini Adik-adik atau seluruh keluarga disuruh berkumpul, entah ada apa.
"entah lah Nay, udah Sarapan nanti kesiangan Kamu" kata Susan lalu Naya pun bergegas sarapan.
__ADS_1