Jalan Takdir Cinta

Jalan Takdir Cinta
Kerumah Rafa


__ADS_3

Rafa tidak menanggapi ucapan salsa, ia langsung bergegas ketenda karena merasa lelah, salsa yang dicuekin Rafa pun merasa kesal.


Mica dan Cindy menghampiri kinaya, mereka bertanya tanya kinaya dari mana dan kenapa bisa dengan Rafa.



"Nanti aku ceritain, aku mau bersih-bersih dulu, udah lelah badan ini selingkuhan - selingkuhan aku" Kata kinaya sambil berlalu pergi meninggalkan Mica dan Cindy dengan kebingungannya.



Kinaya pun sudah selesai bersih-bersih ia ditenda sedang beres-beres barang karena mereka esok akan menyelesaikan camping mereka.



"Nay kamu gk mau jelasin sama kita? " Tanya Cindy.



Kinaya pun akhirnya menceritakan semuanya kepada Mica dan Cindy kecuali soal ciuman hehe.



Malem terakhir mereka camping, mereka bebas ada yang sedang bernyanyi dengan mengelilingi api unggun dan ada yang memilih berada di tenda saja.



Kinaya memilih di tenda saja sedangkan Mica dan Cindy memilih bernyanyi - nyanyi dengan yang lainnya diluar.



"Hi Mica" Sapa Diki teman Rafa.



"Ciee elahh mepet dia" Kata rian salah satu gengs Rafa cs.



"Apa sih lo, iri aja" Ujar Diki.



"Haha siapa juga yang iri, orang gua geh punya ya gk Cin" Kata Rian yang menggoda Cindy.



"Apaan si lo" Kata Cindy sewot.



Rafa Diki dan yang lainnya hanya tertawa melihat Rian yang di sewotin Cindy.



"Sayang" Tiba-tiba Salsa nimbrung.



Mica Cindy dan Rafa cs melihat kearah Salsa.



"Haduh bucin deh" Kata Mica nyeplos.



Salsa cuek menyikapi kata-kata Mica.



"Ayang Cindy lo orang tumben cuman berdua, mana Naya" Tanya Rian.



"Ayang ayang palak lo" Kata Cindy sewot "dia lagi ditenda capek katany tadi" Lanjut Cindy.



Rafa diem saja mendengar omongan Cindy, dan tak lama ia pamit dengan yang lainnya permisi kebelakang.



"Mau kemana yank" Tanya salsa.



"Gue mau buang air kecil, kenapa lo mau ikut" Kata Rafa.



"Ehh enggak deh" Jawab Salsa malu.



Rafa pun pergi meninggalkan yang lain, ia permisi karena bergegas ingin pergi ketenda Kinaya. Namun tiba-tiba ia melihat Alvin dan Kinaya sedang mengobrol.



Namun tak lama Alvin pergi meninggalkan Kinaya, ketika Alvin sudah pergi Rafa menghampiri Kinaya.



"Rafa"



"Ini buat kamu, pasti kamu belum makan kan" Kata Rafa memberikan makanan untuk Naya.



"Makasih Cintah tau aja aku laper" Kata Naya yang asal ceplos.



Rafa tersenyum dengan kata-kata Kinaya, Kinaya emang gadis yang seru, ceplas ceplos, tapi selama ini ia tidak seperti itu jika berhadapan dengan Rafa, dan baru ini Rafa merasa Kinaya menjadi dirinya sendiri dihadapannya.



"Aku aja ya yang kamu bilang cintah sayang dan kata-kata apa pun buat orang terkasih jangan sama cwo lain juga"



"Ehhh" Kinaya baru tersadar dengan kata-katanya tadi.


Kinaya marasa malu tapi namanya Kinaya hhmm.



"Kamu kenapa kesini Raf" Tanya Naya sambil memakan makanan pemberian Rafa.



"Mau ketemu kamu" Jawab Rafa spontan.



"Kecuali itu Raf"



"Nganterin makan buat kamu Nay"



"Iihhh basing kamu deh" Kata Naya yang mulai kesal kesal gemesin.



Rafa tersenyum melihat tingkah Naya.


"Jadi ya minggu besok main kerumah mamah aku udah nanyain" Kata Rafa sambil mengelus rambut kinaya dengan lembut.



"Hmm iya jadi"



"Yaudah besok aku jemput dirumah ya jam 10"



"Siap bosku"



"Udah belum makannya, kamu mau ikut aku gabung sama anak-anak apa ditenda aja" Kata Rafa.



"Aku ditenda aja" Jawab kinaya.



"Yaudah aku gabung sama mereka dulu ya" Kata Rafa sambil mamegang pipi kinaya dengan lembut.



"Iya" Jawab kinaya dengan senyum.



"Kamu kenapa memperlakukan aku dengan manis banget si Raf, aku takut aku kebawa prasaan" Batin kinaya.



Hari Minggu


__ADS_1


Kinaya sudah selesai siap siap untuk pergi ke rumah Rafa, ia menggunakan kaos setengah tiang berwarna putih dipadukan dengan celana jins boyfriend berwarna Navy, dengan tas sling bag yang terbuat dari rotan yang berasal dari bali, yang ia beli ketika study tour. Ia menggerai rambutnya dan tak lupa menggunkan make up tipis yang membuat ia makin terlihat cantik.



"Mau kemana dek" Tanya mamas bayu kakak Kinaya yang ketiga.



"Naya mau keluar main mas sama temen" Jawab Kinaya.



"Sama temen apa sama pacar" Ledek susan.



"Temen mba" Jawab Kinaya.



"Pacar juga enggak apa-apa si Nay" Goda Susan.



"Iihhh mb ini" Kata Kinaya yang malu.



Tin tin.. Bunyi telakson mobil Rafa.



"Jemputan aku udah dateng, aku pergi dulu ya mba mas, assalamualaikum" Pamit Kinaya tak lupa menyalami mamas dan mba nya.



"Waalaikumsalam, Hati-hati Nay" Kata Susan.



Kinaya pun menghampiri Rafa yang sudah menunggu diluar.



"Hi Raf" Sapa kinaya.



Rafa yang melihat Kinaya merasa kagum, menurutnya Kinaya sangat cantik hari ini.



"Udah siap Nay, aku pamit dulu sama keluarga kamu ya" Kata Rafa.



"Enggak usah, tadi aku udah pamit, udah ayok kita berangkat" Ujar Kinaya.



Mereka pun mengendarai mobil menuju rumah Rafa, Kinaya merasa gugup akan bertemu orang tua Rafa.



"Aduh kenapa gugup si, orang cuman main tempat temen aja kenapa udah kayak mau main tempat calon camer sih" Batin Kinaya.



Rafa yang melihat Kinaya seperti orang gugup tiba-tiba memegang tangan Kinaya.



"Kamu enggak usah gugup Nay, mamah aku orangnya baik kok, bahkan dia yang nyuruh aku ngajak kamu kerumah" Kata Rafa.



"Si siapa yang gugup Raf hehe orang aku biasa aja geh" Jawab Kinaya dengan nyengir kikuk.



Rafa tersenyum menanggapi Kinaya cukup lama berjalan mereka dan akhirnya mereka sampai dirumah Rafa, Rumah yang sangat mewah, rumah yang besarnya 10 kali lipat dari rumah Naya, rumah yang halamannya sangat luas bahkan dari gerbang untuk menuju kerumah itu cukup jauh sangking luasnya halaman rumah itu.



Bayangan rumah keluarga Wijaya, author bingung dongs.










"Nay ayok masuk" Ajak Rafa.



Naya pun mengikuti Rafa dari belakang.



"Assalamualaikum mah" Kata Rafa.



"Waalaikumsalam den" Jawab bi Imah.


"Mana mamah Bi'



" Ditaman den" Jawab bi Imah.



Rafa pun menghampiri mamahnya ditaman.



"Mah" Panggil Rafa.



Marya mamah Rafa pun menengok kearah suara yang memanggilnya.


Marya pun tersenyum kearah Rafa dan Kinaya.



Rafa dan Kinaya pun menghampiri mamah Marya.



"Assalamualaikum tante" Sapa Kinaya sambil menyalimi tangan mamah Marya.



"Walaikumsalam sayang, ini pasti Kinaya" Jawab Marya dengan senyum Ramahnya.



"Iya tante" Kata Kinaya tersenyum.



"Kamu cantik sekali sayang, ayok kita masuk tante tadi abis liat-liat taman bunga tante, ayok kita ngobrol didalem" Kata Marya sambil menggandeng tangan Kinaya.



"Iihh mamah kok aku dicuekin sih, yang anaknya yang mana sih" Kata Rafa kesel yang merasa dicuekin oleh mamahnya.



"Ihh udah gede juga masih cemburuan, udah sini ikut masuk" Kata Marya dengan tersenyum, Kinaya pun hanya tersenyum melihat keakraban mamah dan anak itu.



Mamah Marya dan Kinaya pun mengobrol di ruang keluarga sedangkan Rafa memilih ke kamar karena ingin berganti pakaian.



Mamah Kinaya pun asik mengobrol, mereka sangat terlihat akrab bahkan mereka baru bertemu tetapi seolah mereka seperti anak dan ibu.



"Dimana Om tante" Tanya Kinaya.



"Om Wijaya kalok jam segini masih kerja sayang, kalok abang Reza nya masih kuliah" Jawab Marya.



Ketika mamah Marya dan Kinaya sedang asik mengobrol tiba-tiba Rafa yang sudah berganti pakaian santai menghampiri mereka.



"Sayang tante tinggal dulu ya, barusan teman arisan tante ngabarin ada perlu mendadak" Kata Mamah Marya.


__ADS_1


"Iya tante" Jawab Kinaya.



"Kalian ngobrol aja dulu, Rafa jangan ganggu anak Gadis mamah ya" Kata Marya



"Iihhh mamah, yang anaknya siapa sih sebenarnya" Kata Rafa.



Mamah Marya tersenyum dan pergi meninggalkan Kinaya dan Rafa.



"Mamah tuh ya kalok udah suka sama orang gitu tu" Kata Rafa sambil memakan cemilan.



Kinaya tertawa melihat tingkah Rafa.


"Raf, Salsa udah pernah main ke sini belum" Tanya Kinaya.



"Belum" Jawab Rafa sambil memakan cemilan dan menonton TV.



"Kok belum pernah Raf, emang enggak pernah kamu aja main kesini"



"Enggak, ngapain aku ngajak dia main kerumah" Kata Rafa.



"Kok kenapa si Raf, dia kan pacar kamu ya kamu kenalin sama tante lah" Kata Kinaya.



Rafa pun langsung melihat kearah Kinaya.


"Tapi kan calon istriku itu kamu Nay" Jawab Rafa dengan enteng.



Deg...



"Hahahahahahaa jadi maksud kamu aku selingkuhan tapi yang bakal dijadiin istri gitu" Kata Kinaya dengan tawa nya.



"Ihhh Kinaya" Kata Rafa yang agak kesal karena Kinaya mengira omongannya hanya sekedar candaan.



"Udah ah Raf, sakit perut aku ketawa terus" Kata Kinaya.



"Yang nyuruh kamu ketawa siapa coba, udah lah ayok kita makan dulu abis itu kita jalan-jalan" Kata Rafa yang menarik tangan Kinaya kearah ruang makan.



"Kita mau kemana Raf" Tanya Kinaya.



"Udah makan aja dulu bibik udah masakin"



"Silahkan dimakan non den" Kata bi Imah.



"Makasih bi, ayok kita makan bareng bi" Kata Kinaya.



"Enggak usah non, bibik udah makan bibik juga mau kebelakang" Kata bi Imah.



"Oh iya bi" Kata Kinaya dengan senyumnya.



"Kamu mau makan sama apa Raf, sini aku ambilin" Kata Kinaya yang mengambilkan Rafa nasi dan akan mengambilkan lauk.



"Apa aja Nay, aku enggak pemilih" Jawab Rafa dengan senyumnya sambil melihat Kinaya yang sedang mengambilkan ia makan.



"Jadi pingin cepat-cepat nikah aku Nay, biar di urus terus sama kamu kayak gini" Kata Rafa.



"Huuuuu omongannya udah kayak siap aja kamu" Kata Kinaya sambil memberikan nasi kepada Rafa.



"Aku siap Nay, siap Lahir batin malahan" Kata Rafa dengan yakin.



"Yaudah nikahan tuh Salsa"



"Kok Salsa si Nay, kan aku maunya kamu" Kata Rafa.



Kinaya pun mengambil sendok nasi Rafa dan menyuapi Rafa "udah makan jangan ngomong muluk" Kata Kinaya lalu ia pun memakan makanannya.



Selesai mereka makan Rafa berganti pakaian untuk pergi jalan dengan Kinaya dan Kinaya mencuci piring bekas mereka makan.



"Udah biarin bibik aja non" Kata bi Imah yang tiba-tiba muncul.



"Enggak apa-apa bik biar Nay aja"



Rafa pun sudah siap dan menghampiri Kinaya ia terlihat sangat Tampang


"Ayok Nay" Kata Rafa.



"Gila Rafa ganteng banget" Batin Kinaya.



"Otw" Jawab Kinaya.



Merekapun bergegas pergi, mereka pergi ke sebuah mall terbesar di kota mereka.


Mereka berjalan-jalan, sambil mengobrol dan Rafa pun selalu menggandeng Tangan Kinaya seolah olah Kinaya adalah kekasihnya.



"Maafin aku Sal, udah kayak gini sama Rafa, aku jahat sama kamu tapi gemana geh dia manis banget memperlakukan aku ya walau status kami hanya sekedar teman atau sahabat" Batin Kinaya.



Ketika mereka sedang asik berjalan bersama tiba-tiba ada yang memanggil mereka, dan merekapun kaget dan spontan Kinaya melepaskan genggaman tangannya dan Rafa.



"Rafa Kinaya, kalian" Kata orang itu.








Jangan lupa dukungannya ya kakak kakak🙏🙏






__ADS_1


__ADS_2