
Tiba-tiba tangan Rafa mengacak-ngacak rambut ku dan berkata "gemesin" Lalu tersenyum.
"Lagi nungguin jemputan ya Nay" Tanyanya.
"Iya Raf" Bales ku.
"Ayok bareng gue aja, udah sore ini mendung juga nanti keburu ujan" Katanya.
"Haaa Rafa ngajakin aku pulang bareng" Batinku senang. "Enggak usah Raf, bentar lagi pasti gue dijemput" Balas ku pura-pura menolak.
Tapi ia spontan menarik tangan ku dan membukakan pintu mobil untuk ku.
"Udah bareng gue aja, gue enggak mau denger penolakan, cepet masuk" Perintahnya.
Aku pun akhirnya mengikuti perintah nya, Rafa pun bergegas untuk mengendarai mobilnya, disepanjang perjalanan hanya ada keheningan diantara kami.
"Sangat canggung sekali, ngomong apa ya biar enggak hening gini" Batin ku. Akhirnya aku pun memutuskan untuk membuka suara.
"Tumben enggak pulang bareng Sasa Raf" Tanya ku.
Rafa langsung melihat kearah ku akan pertanyaan ku itu tadi.
"Eee enggak biasanya kan, lo bareng sama dia terus gitu, makanya gue nanya hehe" Kata ku dengan sedikit kikuk.
"Kok elo tau gue bareng dia terus, apa jangan-jangan lo mata-matain gue ya? Selidiknya.
" Eh engga, ya gue sering liat aja lho. Semua anak sekolah juga tau kalik lo sering bareng sama dia" Elak ku.
"Oh gitu, padahal gua tadi berharap lo mata-matain gue gitu" Jawabnya.
"Haa ya enggak lah, ngapain gue mata-matain lo" Jawabku dengan bohong.
"Ya sapa tau kan, karena lo suka gitu kan sama gue jadi lo keypo deh sama kehidupan gue" Jawabnya dengan sambil tersenyum dan mengedipkan mata sebelah.
Aku pun kaget akan omongan Rafa.
"Ya-ya enggak lah enggak mungkin itu mah Raf" Jawabku gugup dan bohong.
Rafa spontan langsung melihat kearah ku setelah mendengar omongan ku tersebut.
"Kenapa Nay, gue jelek ya kok lo enggak mungkin suka sama gue" Tanya nya. Sambil tetap mengendarai mobil perlahan.
Aku kaget akan pertanyaannya, "ya kali kamu jelek fa, kamu orang paling sempurna menurut diri ini" Batin ku.
"Bukan gitu Raf, maksud gue tu masa iya cwe kayak gue suka sama lu yang perfect nya sekolah" Jawabku.
"Kenapa enggak Nay, lo bilang gua perfect sekolah tapi kenapa lo enggak suka sama gue? Tanyanya dengan tegas.
"Gue suka kok sama lu Raf, lu baik, pinter, ramah, rajin menabung, tampan juga hehe semua orang juga suka sama lu hehe"
Rafa tersenyum akan kata-kata ku dan berkata "maksud gua bukan suka gitu lho Nay" Katanya.
"Eehhh" Aku bingung πβ
"Ee udah lupain, kata lo gue rajin nabung, tau dari mana lo gue rajin nabung?? Tanya nya.
" Hehehe asal nebak gue, lagi proses belajar jadi peramal" jawabku dengan cengengesan.
Kami pun tertawa bersama, tak terasa telah tiba dirumahku.
"Udah sampek, gue turun dulu ya, makasih ya Raf lo hati-hati ya" Cerocosku.
"Lo enggak mau nawarin gue mampir tah" Tanya nya.
"Eeehh bu-bukan gitu maksud gue, he mau mampir enggak" Jawabku langsung.
"Enggak usah, kapan-kapan aja, udah sana masuk pasti lu capek" Ungkapnya dengan mengelus rambut kepalaku.
Deg
Aku pun kaget akan perlakuan Rafa
"Jantung jangan berisik, jangan sampek kedengaran dag dig dug dag dig dug" Batinku.
Aku pun mengangguk dan akan membuka pintu mobil, namun tanganku tiba-tiba ditarik oleh nya.
"Selamat sore menjelang malam Nay" Katanya dengan senyuman manisnya.
"I-iya Raf" Jawabku dengan senyuman "Hati-hati ya" Lanjut ku, dibales anggukan dan senyum oleh nya. Aku pun masuk kerumah dan Rafa perlahan pergi meninggalkan Rumah ku.
"Assalamualaikum" Kataku
"Waalaikumsalam" Jawab kakak ipar ku.
"Barung pulang Nay, mamasnya tadi enggak bisa jemput tadi mba udah ngehubungin kamu tapi no kamu engak aktif, mba pikir pasti kamu pulang sama Mica" Katanya.
"Iya mb, HP aku low mb, iya tadi pulang bareng temen" Jawabku.
"Yaudah bersih-bersih, terus makan abis itu istirahat" Kata Susan.
"Iya mb" Jawabku dan aku bergegas pergi ke kamar ku. Sesudah aku bersih-bersih aku merebahkan diriku di kasur kamarku, aku tersenyum-senyum memingat apa yang dilakukan Rafa tadi padaku hingga aku pun akhirnya tertidur.
Beberapa hari berlalu, aku dan Rafa pun sudah lumayan dekat, dan hari ini tiba hari dimana perayaan ulang tahun sekolah, dan aku akan menampilkan penampilan ku sebagai perwakilan Kelas.
__ADS_1
"Ca Cin aku gugup" Kata ku.
"Udah kamu bawa santai dulu, tarik napas, tahan, hembuskan" Kata Cindy. Aku pun mengikuti omongan cindy.
"Udah Nay, aku yakin kamu bisa" Kata Mica.
"Aku gugup, kalok salah bacanya gemana malu nanti aku" Ujar ku.
" Yaelah Nay, kamu sejak kapan si enggak malu-maluin" Jawab Mica.
"Iihh lho, tapi iya juga ya" Jawab ku dengan terkekeh karena jika diingat Kinaya selalu bikin malu akan tingkahnya, ia hanya akan jaga imej didepan Rafa.
Tiba-tiba suara MC di atas panggung menjadi pusat untuk tiga orang sahabat yang sedang mengobrol itu.
" Oke guys, untuk peserta selanjutnya perwakilan Kelas IPS 4, Kinaya dan Alvin"
"Waw Alvin ganteng banget" Sorak-sorak para cwi cwi.
Kinaya dan Alvin pun mulai melakukan pertujukan mereka. Alvin bermain gitar dan kinaya menyanyikan lagu yang berjudul "Glass Bridge"
Howling moon
It has been so while
In the silence πΆ
And if you believe
In my little world
Tomorrow will
Have a wonder πΆ
Donβt know where to go πΆ
Tell me for sure
That you wonβt leave me here alone
I need to know πΆ
You will, I believe
When I do need someone to hold
Youβll be here πΆ
Little voice I hear
Yeah maybe
Maybe no
Whoβs to say πΆ
Slowly drowning in
After wave
After wave
Then I cross a bridge for
Over million reasons to hold on
Hide away with me
Walk away with me πΆ
Then we cross a bridge for
Over million troubles to meet
Nothing is easy
Nothing is easy πΆ
Oh how well you see?
How will you try, How?
However I mean to you now, try πΆ
Then I cross a bridge for
Over million reasons to hold on
Hide away with me
Walk away with me πΆ
Then we cross a bridge for
Over million troubles to meet
Nothing is easy
Nothing is easy πΆ
Ketika Kinaya dan Alvin selesai, mereka disambut dengan tepuk tangan meriah para penonton ππ
Kinaya dan Alvin pun turun dari panggung, kinaya langsung bergabung dengan teman-temannya.
"Gila kalian keren banget" Ujar salah satu temen kelas Naya dan Alvin.
"Makasih" jawab Naya.
Setelah Naya dan Alvin ternyata peserta berikutnya yaitu Rafa dan Sasa.
Penampilan Mereka juga sangat menawan tak kalah jauh bagusnya dengan Alvin dan Naya, hanya ya lebih banyak antusias penonton kepada mereka, bagaimana tidak mereka adalah idola sekolah.
"Hhhhhmmm mereka serasi sekali" Batin Naya.
Cindy dan Mica pun melihat ekspresi kinaya mereka pun langsung memegang tangan kinaya.
"Udah Nay selow aja, cantikan kamu kok dari pa dayang itu" Hibur Mica.
"Iya nay, bagusan kamu juga kok nyanyinya dari pada burung berkicau itu" Lanjut Cindy.
aku terkekeh mendengar ocehan sabat-sahabatku "Tenang guys, I'm okey" Jawab Naya.
__ADS_1
Singkat cerita...
"Oke guys saya akan umumkan siapa pemenang dalam lomba song Inggris" Ujar MC
"Pemenangnya adalah perwakilan dari kelas IPS... "
Dag dig dug
"satuuuu....selamat kepada Rafa dan Sasa" Ujar MC dan di sambut dengan tepuk tangan meriah.
" No problem Nay, this is not the end" Ujar Cindy.
"Ya Nay, untuk kami kamu lah pemenangnya, ya kan guys" Ujar Mica dan diangguki oleh kawan-kawan kelasnya.
Kinaya pun tersenyum, beruntung nya dia memiliki teman-teman seperti mereka.
"I'm okey guys" Jawab kinaya dengan senyuman.
"Wahhh bukan lagi, ada hikmahnya ya kamu ikut lomba ini, bahasa Inggris kamu meningkat nay" Kata Mica.
Mereka pun tertawa bersama.
"Lo yang terbaik buat gue Nay" Ujar seseorang tiba-tiba.
"Iya vin, kita yang terbaik" Jawab kinaya dengan Pd nya dengan senyum mengembang.
Alvin tersenyum melihat kinaya.
"Lo bener-bener Manis Nay" Batin Alvin.
Acara pun selesai, kinaya pun sedang berada diruang OSIS untuk mengambil barang-barangnya, katika diruang OSIS ia bertemu dengan Rafa.
"Eee Rafa, selamat ya" Ujar kinaya.
Rafa tersenyum menghampiri kinaya lalu mengelus rambut kepala kinaya dengan lembut sambil berkata "lo tetap yang menang buat gue Nay" Jawab Rafa.
Deg deg
Pipi kinaya langsung berubah kemerahan karena prilaku Rafa terhadapnya. Ya, Rafa sangat manis akhir-akhir ini, mungkin karena mereka semakin dekat.
"Makasih Raf, gua juga tau kok sebenernya gue tu cuman ngalah aja sama lo orang, biar lo orang yang menang wkwk π" Jawab kinaya dengan gaya pd nya.
Rafa tersenyum lalu mengacak-ngacak Rambut Kinaya dengan gemas..
"Rafa ihh, rambut gue berantakan" Ujar kinaya kesel.
"Habisnya lu gemesin" Jawab Rafa "mau ngapain lo kesini Nay" Lanjutnya.
"Mau temu kangen sama lo" Jawab Naya spontan.
Rafa kaget akan jawaban kinaya, tiba tiba Rafa mengakat badan kinaya untuk di dudukan di atas Meja di belakangnya. Kinaya kaget atas perlakuan Rafa, lalu Rafa mengunci kaki kinaya dengan pahanya.
"Eh Ra ra fa mau ngapain" Ujar kinaya gugup.
"Katanya lu mau temu kangen sama gue" Jawab Rafa.
"Hehe candak gue tuh, kan udah ketemu juga sama lo" Jawab kinaya dengan cengengesan.
"Kalok cuman ketemu doang enggak ngapa-ngapain nanti cepet kangen lagi Nay" Kata Rafa menggoda kinaya.
Blush...pipi Naya memerah mungkin karena malu. Rafa semakin ingin menggoda Kinaya ia pun perlahan mendekati wajah kinaya.
Deg deg deg
"Aduh jantung gede banget si bunyi nya, Rafa denger enggak ya" Batin Naya.
Rafa melihat bibir kecil pink kinaya yang entah kenapa niat ia hanya ingin menggoda kinaya justru menariknya agar semakin mendekat.
Rafa perlahan mendekat, mendekat dan mendekat, hanya tinggal 5 cm jarak mereka.
"Haahh Rafa mau ngapain ini, apa jangan-jangan dia mau cium aku" Batin Kinaya. Dan entah ada dorongan dari mana kinaya menutup matanya spontan.
Rafa tersenyum melihat tingkah kinaya lalu dia mendaratkan bibirnya ke kening kinaya.
Cup....
Cukup lama Rafa mencium kening Kinaya.
Kinaya kaget dan langsung membuka matanya.
"Disini dulu, (sambil menunjuk kening) yang lainnya nanti" Kata Rafa lalu mengelus Rambut kinaya dengan lembut.
Kinaya yang mendapatkan perlakuan romantis seperti itu langsung mendorong Rafa dan lari kabur πββ secepat mungkin dengan wajah merah tomat nya.
Rafa tersenyum melihat tingkah Kinaya.
"Haduh kinaya kinaya apa si yang kamu harapin, bikin malu aja lho" Oceh kinaya dalem hati.
"Doooorrrrrrrrrr"
Jangan lupa dukungannya ya guys like & comment nya π
__ADS_1