
Yulvi sedikit tersipu dengan perlakuan Zain yang begitu manis,dia diantar sampai rumah.Zain mengantarkan yulvi sampai rumah dan berpamitan dengan ayah Yulvi.Zain pria yg sangat perhatian kepada orang yang dia sayangi,tapi dia sangat dingin dengan orang lain.
"Pak,saya pamit dulu.Terimakasih sudah mengijinkan saya membawa anak bapak untuk keluar,saya permisi Pak!Pamit Zain sambil bersalaman dengan ayah yulvi.
"Aku pulang dulu,"Pamit Zain pada Yulvi.
"Iya,kak hati-hati di jalan,kalo lelah istirahat.''Pesan yulvi pada Zain karena khawatir
"iya,Assalamu'alaikum."Zain mengucapkan salam sambil jalan menuju mobilnya
"Wa'alaikumsalam,"jawab yulvi dan ayahnya.
Zain berjalan menuju mobilnya.Dia menuju penginpan yang di tempatnya dan juga Nicho.Sesampainya di sana mereka tukar posisi,Nicho mengambil pengemudi menggantikan Zain.Nicho melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena waktu sudah malam.Mereka mengobrol santai dalam mobil untuk menghilangkan kantuk.
"Bro...Ga nyangka gue,loe bisa nemuin tuh cewe gampang baget ga perlu loe cari dia udah muncul sendiri."Ucap Nicho membuka obrolan dalam perjalanan
''Itu namanya Jodoh kita ga perlu repot-repot udah Dateng sendiri."Jawab Zain dengan sedikit sombong
''Ckh...Sombong kau bro!Gue juga ga nyari cewe tuh mereka yang deketin tapi ga ada yang gue terima."Nicho ikut menyombongkan diri
''Ya Iyalah loe ga terima,yang deketin loe cabe cabean.Hahaha....''sambung Zain dengan tertawanya.Dengan orang terdekat yang dia kenal Zain bisa tertawa lepas,tapi kalo diluar dia akan cuek dan dingin
Diperjalanan mereka begitu sunyi karena memasuki tengah malam,mereka sudah memasuki kota J dan setengah jam lagi mereka akan sampai di apartemen mereka.Mobil mereka melaju dengan kecepatan normal,Tetapi dari arah berlawanan ada truk besar seperti kehilangan keseimbangan.
"Nichoo..."teriak Zain
''Iya Zain aku tau,sepertinya dia kehilangan keseimbangan.Kita harus bagaimana,,,?Jawab Nicho dengan rasa cemasnya
"Fokus Nic,Kalo sudah tidak ada pilihan kau banting stir aja ke kiri!"
"Itu sama aja Zain,kita pasti celaka!'
"Iya,yang penting kita tidak mengorbankan orang lain."Ucap Zain karena dia takut menjadi beruntun bila dia memastikan posisi sekarang.Karena di belakang mobil mereka masih ada pengendara yang lain.
''Ok,,,kalo begitu.Ya Allah lindungi kami!"Doa Nicho yang di aminkan Zain
__ADS_1
Truk itu melaju dengan tidak menentu,arahnya yang berbelok dengan kecepatan yang sangat tinggi.Saat akan dekat dengan mobil Zain,Nicho mulai waspada dia secara spontan membating stir ke kiri dan langsung menabrak trotoar dan pohon jalan yang sangat besar.Keadaan mobil bagian depan hancur.
"Aaaaahk...Tolong-tolong"Ucap Zain lemah karena dia sudah melihat Nicho tidak sadarkan diri dengan darah di kepalanya.Sedangkan Zain kakinya terjepit dan dia Sudah merasa tidak berdaya sampai dia merasa semua gelap dan Zain pun tidak sadarkan diri.
Semua orang berbondong-bondong datang karena melihat kecelakaan yang sangat hebat.Mobil ambulan mulai berdatangan,Zain dan Nicho di bawa ke Rumahsakit terdekat.
Dilain tempat,Yulvi merasa hatinya gelisah tapi dia tidak tau apa yang sedang terjadi.Dia mencoba menghubungi Nomer Zain,tapi masih tidak aktif.Yulvi menjadi cemas dan khawatir,dia memegang ponselnya dan menatap gelang yang dipakainya dari Zain.
'Kenapa aku jadi tidak tenang ya,Semoga kak Zain tidak kenapa-kenapa.Aamiin''Ucap yulvi dalam hati
Di Rumah sakit tempat Zain di bawa,banyak korban yang di tangani di sana termasuk Zain dan Nicho.Mereka berdua masih belum sadarkan diri,Mereka di tangani Di IGD Zain dan Nicho sama-sama memiliki keadaan yang kritis.Belum ada keluarga yang datang,pihak Polisi masih mendata korban dan akan menghubungi keluarga mereka masing-masing.
Setelah mendapat kabar dari Rumah Sakit,kedua orang tua Zain langsung menuju Rumah Sakit itu.Mereka langsung mencari dimana anaknya,Setelah menanyakan ke pusat informasi mereka menuju dimana anaknya di rawat.IGD yang mereka tuju karena Zain dan Nicho berada disana,keduanya termasuk korban yang parah dalam kecelakaan tersebut.
"Ya Allah,ayah gimana keadaan anak kita?"Tanya Aina pada suaminya dengan khawatir
"InsyaAllah mereka akan baik-baik saja Bund.''Jawab Zoe Abraham ayah dari Zain
"Ayo kita lihat mereka,setelah itu kita pikirkan bagaimana selanjutnya.'lanjut ucap ayah Zain
"Permisi boleh kami masuk Dok?"Tanya ayah Zain
"Silahkan pak kami sudah melakukan pemeriksaan,keduanya sudah melewati masa kritisnya tinggal menunggu stabil.Saya perlu berbicara dengan orangtua dari kedua korban! ucap dokter dengan jelas
"Saya ayah dari mereka Dok,boleh bicarakan dengan saya."Jawab ayah Zain karena Nicho pun sudah dia anggap anaknya orangtua Nicho masih di luar kota.
"Kalo begitu ikut saya keruang saya Pak"Ajak dokter itu
"Baik,Bund ayah tinggal dulu.Bunda jaga mereka."
''Iya yah,''
Ayah Zain mengikuti langkah Dokter itu keruangannya.Ayah Zain masuk keruangan dokter itu,dan dipersilahkan duduk.
"Silahkan pak!"Dokter mempersilahkan untuk duduk
__ADS_1
"Terimakasih Dok,"jawab ayah Zain sambil duduk di kursi
"Mohon maaf keadaan kedua anak Bapak tidak baik-baik saja.Mereka memiliki cidera yang cukup parah dan harus dilakukan pemeriksaan dan oprasi."
"Tolong jelaskan bagaimana keadaan mereka Dok dan lakukan yang terbaik untuk mereka.''
"Kami selalu berusaha melakukan yang terbaik pak.InsyaAllah kami usahakan untuk keselamatan pasien."
"Untuk Pasien Nicho mengalami benturan pada kepalanya tapi kita bersyukur tidak ada yang fatal pada kepalanya hanya tulang punggungnya harus kita oprasi agar bisa kembali membaik."
''Lakukan yang terbaik dok,sebenarnya dia bukan anak saya tapi saya sudah menganggapnya putra saya.Orangtuanya sedang di luar kota jadi lakukan yang terbaik untuknya.
''Baik pak,kami akan berusaha semaksimal mungkin."
"Bagaimana dengan anak saya Zain Dok?Sang ayah bertanya karena dokter belum menjelaskannya
"Untuk Pasien Zain,ada yang serius dengan kaki kanannya.Karena terjepit diwaktu kecelakaan syaraf kakinya bermasalah dan akan mengalami kelumpuhan."
"Astagfirullah."Ucap ayah dengan kagetnya karena mendengar penjelasan dokter tentang keadaan Zain.
"Lalu apa yang harus kita lakukan Dok?Apakah bisa di sembuhkan atau kelumpuhan pada anak saya akan selamanya.''Ayah Zain bertanya dengan raut wajah yang sangat sedih,dia bingung nanti untuk menjelaskan pada istri dan putranya.
"Kami harus cek keseluruhan dulu pak dan hasilnya akan kami beritahu."Jelas dokter
"Baik dok,semoga kabar baik yang kami dengar selanjutnya
"Kalo begitu saya permisi untuk melihat anak saya."
"Baik silahkan pak,"
Ayah Zain keluar dari ruangan dokter dan menuju IGD dimana anaknya berada.
Di tempat lain,Yulvi sangat gelisah karena tidak bisa menghubungi Zain dan tidak mengetahui kabar Zain.Sampai subuh tiba,dia tidak bisa tenang hanya bisa memjamkan matanya sebentar saja.
'Huurff,Ya Allah lindungilah kak Zain dimanapun dia."Doa yang Yulvi panjatkan
__ADS_1