
Yulvi kaget dengan ucapan Zain yang menyuruhnya tidur di kasur empuk nya, Yulvi tidak mungkin melakukan itu. Di kamar Zain berdua saja, Sudah membuatnya tidak enak perasaannya. Sedangkan Zain juga baru sadar kalo yang dia ucapkan itu salah, tidak mungkin perempuan seperti Yulvi mau tidur berdua dengan yang bukan muhrimnya.
" Maaf, maksud Kakak.Kamu bisa tidur di sofa berbaring tidak membungkuk seperti ini pasti badan mu sakit.'' Zain kembali berbicara agar Yulvi tidak salah paham
'' Yulvi ga apa-apa Kak, Yulvi khawatir mau ninggalin Kakak sendirian jadi maaf Yulvi malah tertidur disini. Apa sudah lebih baik Kak?"
" Sudah enakan, besok siang aku ada janji dokter besok ikut Kakak ya!"
'' Pasti Kak, Yulvi selalu nemenin Kak Zain. Jam berapa berangkatnya?''
" Jam 2 saja, janji temu nya jam 2.30 ."
" Ok, sehabis makan siang ya. Sekarang Yulvi keluar ya Kak.'' Yulvi berdiri membawa bekas yang buat kompres Zain, dia langsung keluar tanpa menunggu Zain menjawab. Merasa sedikit aneh dengan kata-kata Zain jadi Yulvi kencoba untuk menghindar.
" Apa dia takut, langsung pergi saja?'' Gumam Zain saat melihat Yulvi keluar kamarnya.
Yulvi ke dapur dan melanjutkan kekamarnya, waktunya masih pukul 2 pagi dia melaksanakan sholat malam. Zain dikamarnya merasa resah dengan sikap Yulvi yang aneh saat keluar dari kamarnya. Ingin keluarpun dia sulit karena masih terasa lemas karena demam.
' Untuk bergerak pun aku sangat lemah, kenapa Ana seperti itu? Apa karena ucapan ku?'gumam Zain.
Setelah adzan subuh Yulvi kembali ke kamar Zain untuk melihat keadaannya. Kalo biasanya habis subuh Zain selalu mengaji, tapi sekarang Zain masih dalam selimut. Yulvi memasuki kamar Zain yang tidak pernah dikunci. Yulvi berjalan mendekati Zain, Dia berhenti di dekat ranjang Zain. Melihat Muka Zain saat tidur yang begitu teduh dan damai seperti anak kecil. Yulvi tidak tega untuk membangunkannya , namun kalo tidak dibangunkan waktu subuh akan terlewat.
Dengan mencondongkan badannya dan meletakan punggung tangannya didahi Zain, Yulvi merasakan Zain sudah tidak demam lagi. Sebelum tangan Yulvi diangkat sudah terlebih dulu diganggam Zain. Sontak membuat Yulvi kaget sehingga terduduk di ujung ranjan Zain. Pelan-pelan Zain membuka matanya, dia tersenyum melihat Yulvi didepannya. Yulvi berusaha melepas genggaman tangan Zain tapi begitu sulit.
" Kenapa?'' tanya Zain
" Gimana keadaan Kakak, udah baikan? Panas nya sudah turun kok." justru pertanyaan yang di keluarkan Yulvi bukan jawaban untuk Zain. Dia mengalihkannya karena jantungnya sudah berdendang🤭(Berdendang Kaya dangdut aja author 🤦♀️)
'' Udah sembuh kok dari semalam."
__ADS_1
" Sholat dulu kak nanti ketinggalan, waktunya mau habis.'' ucap Yulvi sambil melepaskan tangannya dari Zain
" Iya, bantu ke kamar mandi dulu, pake tongkat aja ga usah kursi roda."
Yulvi mengambil tongkat Zain dan membantunya ke kamar mandi, sekarang Yulvi Sudah sedikit terbiasa untuk begitu berdekatan karena dia harus membantu Zain untuk aktifitasnya. Zain sebenarnya sudah terbiasa kalo untuk kekamar mandi sendiri, dia biasa menggunakan tongkatnya meski sering terjatuh karena kaki kirinya juga belum kuat untuk menopang tubuhnya.
Zain menjalankan ibadahnya dengan khusyu, sedangkan Yulvi membereskan ranjang Zain dan merapihkan kamarnya. Begitu indah Yulvi bisa memandang Zain yang sedang beribadah walau dengan posisi duduk di kursi rodanya. Yulvi menyarankan untuk Sholat sambil berbaring tapi Zain tidak mau, Dia bilang Allah masih membiarkannya bisa duduk maka menjalankan ibadahnya dengan duduk.
Masih pukul 5 pagi, untuk keluar jalan pagi juga masih terlalu pagi Yulvi menawarkan sesuatu pada Zain.
" Kakak mau dibuatin apa? Biar Yulvi buatin, semalam Kakak makan sedikit." Yulvi bertanya setelah Zain selesai
" Tolong ambilin Al-Qur'an Ana, Aku belum ingin makan apa-apa." titah Zain sambil menjawab pertanyaan Yulvi.
" Yulvi buatin susu hangat ya," tawar Yulvi sambil memberikan Al-Qur'an pada Zain.
" Boleh, " jawab Zain dan melnjutkannya dengan membaca Al- Qur'an. Sedangkan Yulvi langsung keluar untuk membuatkan Zain susu hangat.
" Yul, gimana keadaan Tuan Zain. Katanya Dia sakit?" tanya Sri karena dia yang bertugas melaporkan keaadaan rumah pada sang Bunda.
" Sudah baikan Mba, semalam demamnya tinggi tapi Alhamdulillah sekarang sudah ga demam lagi." Yulvi menjawab Sri
" Syukurlah, semalam Ibu menelfon Mba. Dia tanya keadaan Tuan Zain. Apa Ibu tidak menyimpan nomer ponselmu Yulvi?"
" Belum mba, "
" Ya sudah, aku mau lanjut jemur baju." Sri berlalu meninggalkan Yulvi karena mau melanjutkan pekerjaannya. Yulvi sudah selesai membuat susu, dia pergi ke kamar Zain. Zain masih mengaji dengan duduk di kursi rodanya. Yulvi meletakan susunya di nakas meja kamar Zain. Melihat Yulvi datang Zain mengakhiri bacaannya, lalu melihat kearah Yulvi.
" Sudah selsai Kak?"
__ADS_1
" Hmmm, Kamu bawa apa?''
" Susu sama Roti selai coklat kesukaan Kakak, Nih diminum ya." sambil menyerahkan susu ke Zain, Yulvi menjawabnya.
" Sini,,," Zain menerimanya dan meminum susu itu sampai habis.
" Kakak mau Rotinya, "Yulvi mengarahkan rotinya ke Zain tapi buka di terimanya hanya Zain membuka mulutnya. Yulvi mengerti, Zain ingin disuapi.
" Aaaaa...." Zain membuka mulut lalu mengunyah setelah roti itu meluncur kemulutnya dari tangan Zain.
" Gimana enak ga?"
" Hmmm,,,Zain mengambil satu lapis roti utuh yang masih di piring dia mengarahkan kemulut Yulvi. Itu membuat Yulvi salah tingkah, dan gugup.
" Ga mau Kak, ini kan Yulvi buat untuk Kakak."
" Itu yang ditanganmu aja udah cukup. Tadi sudah minum susu satu gelas. Ayo Aaa buka mulutnya!" perintah Zain
Akhirnya Zain berhasil menyupi Yulvi, dan itu membuat pipi Yulvi bersemu merah karena malu. Zain hanya tersenyum, saat Yulvi menunduk setelah menerima suapan roti darinya.
Setelah selesai saling suap, Mereka menjadi canggung terutama Yulvi. Zain masih biasa saja, Dia melirik ke arah Yulvi yang terkesan malu.
" Kakak mau ke taman ga?" tanya Yulvi sedikit menunduk
" Pagi ini saya ingin istirahat saja Ana, Nanti siang kalo sudah fit antar saya ke Dokter ya."
" Iya Kak, ayo Yulvi banti tiduran aja."
Yulvi membantu Zain merebahkan badannya di ranjang, setelah selesai ia pun keluar kamar Zain dengan tersenyum-senyum sendiri karena mengingat saat Zain menyuapinya.
__ADS_1
(Ati-ati jangan senyum-senyum sendiri Yulvi 🤭)