Jalan Takdir Cinta

Jalan Takdir Cinta
bab 29 pertemuan


__ADS_3

Yulvi membersihkan diri di kamarnya yang dia tempati. Setelah waktu Maghrib tiba Yulvi akan menjalankan kewajiban nya, Dia ingin keluar untuk menanyakan arah kiblat tapi ragu-ragu. Setelah menimbang-nimbang ia pun keluar kamar, dia mencari seseorang yang bisa ia tanya tapi tidak menemukan siapapun.


Yulvi melihat sebelah kamarnya ada kamar yang pintunya terbuka sedikit. Karena tidak ada orang yang bisa ia temui, Yulvi berniat mengetuk pintu kamar itu dan menanyakan arah kiblat pada panghuni kamar itu.


Tok,


Tok,


Tok,


Yulvi mengetuk pintu kamar Zain, memasukan kepalanya ke dalam kamar untuk melihat apakah ada orang di dalam.


" Assalamu'alaikum, permisi!" ucap Yulvi


" Wa'alaikumsalam, Siapa kamu ? tanya Zain dengan tetap menatap luar jendela dengan duduk di kursi rodanya memunggungi arah Yulvi menatapnya.


'' Maaf Pak, saya pelayan baru disini. boleh saya tau kemana arah kiblat di sini?" tanya Yulvi hati-hati


" Kesana,..." jawab Zain sambil menunjukan dengan tangannya.


" Terimakasih Pak,,,!" Yulvi mengucapkannya sambil meninggalkan kamar Zain


Yulvi menjalankan ibadahnya dengan khusyu, setelah selesai berdoa Yulvi berfikir merasa pernah mendengar suara orang yang duduk di korsi roda tadi.


" Yulvi,,, Mari makan dulu. Nanti saya kenalkan dengan putra saya." ucap Bunda Zain


" Terimakasih Nyonya," ucap Yulvi sambil tersenyum


" Jangan panggil Nyonya, panggil Ibu aja ya!'' titah Bunda

__ADS_1


" Baik Bu,! " jawab Yulvi


Yulvi mengikuti Bunda Zain ke bawah menuju dapur, sudah ada 3 orang di sana yang siap untuk makan malam. Mereka para pelayan di Rumah Zain, Bunda selalu melakukan pelayan nya dengan baik.


" Sini Nak, kamu makan bareng mereka dulu ya. kenalkan ini Sri kamu sudah kenalkan, yang ini Dwi sama Joni. Nah untuk kalian, ini Yulvi tolong di bimbing ya. Dia yang akan menjadi pelayan pribadi Anak saya." jelas sang Bunda untuk para pelayannya


" Siap Ibu ...," jawab Mereka serempak


" Ya sudah, kamu makan dulu nanti Ibu kenalkan dengan anak saya.'' ucap Bunda sambil meninggalkan mereka.


Yulvi makan bersama para pelayan disana dengan rasa canggung karena belum terbiasa. Namun mereka bersikap baik pada Yulvi, tidak mengabaikan Yulvi yang notabennya orang baru disana.


'' Yulvi kamu berasal dari mana Indonesianya? tanya Dwi.


" Daerah Jawa Tengah mba Dwi, kalian semua dari Indonesia juga?" Yulvi balik bertanya.


" Iya kami dari Indonesia, Ibu tidak suka kalo pekerjanya bukan asal Indonesia." lanjut Joni menjawab.


" Yulvi....,!" panggil Bunda Zain


" Iya Ibu...,! jawab Yulvi


" Ayo Nak, saya kenalkan sama putra ku sambil kita antar makan malamnya dan obat untuk dia." ucap Bunda


" Iya Bu," jawab Yulvi sambil mengikuti Bunda Zain menuju kamar Zain


CKLeeek...,


Bunda langsung membuka kamar Zain tanpa mengetuk dahulu. Yulvi hanya mengikuti dari belakang dan melihat seseorang dengan posisi seperti tadi yang ia lihat saat menanyakan arah kiblat.

__ADS_1


" Sayang makan malam dulu Nak, ini ada yang mau Bunda kenalkan!" ucap sang Bunda saat memasuki kamar Zain. Zain membalikan kursi rodanya menuju arah Bundanya.


'' Iya Bunda,,," jawab Zain sambil mendongkapkan kepalanya dan DEG jantung Zain seakan berhenti sejenak. Yulvi belum menyadari karena dia masih menunduka. kepalanya belum berani menatap Tuan nya yang akan dia rawat


" Ini Nak, orang yang akan membantumu saat Bunda pulang nanti. Yulvi sini Nak, ini Zain anak Ibu yang akan kamu bantu segala keperluannya." Yulvi pun langsung mendongkapkan kepalanya saat nama Zain yang ia dengar. Hanya diam dan menatap Zain yang berada di kursi roda. Entah perasaan apa yang Yulvi rasakan antara Bahagia dan Sedih. Bahagia karena bisa bertemu Zain kembali, Sedih karena melihat keadaan Zain.


" Kalian kenapa seperti melihat hantu? Yulvi kamu harus sabar dengan anak Bunda ini, semoga kami bisa bekerja dengan baik ya supaya Bunda tenang saat di Indonesia." jelas sang Bunda


" Iya Ibu, saya akan berusaha sebaik mungkin dan tidak mengecewakan." jawab Yulvi dengan menatap Zain, Zain hanya diam tanpa kata


" Zain kamu jangan galak-galak ya sama Yulvi, semoga kamu cocok sama dia." ucap Bunda sama Zain. Zain hanya menganggukan kepalanya.


" Yulvi kamu kasih Zain makan malamnya ya, sama itu obatnya juga. Bunda turun kebawah dulu, ambil buah untuk Zain." Bunda memberikan kesempatan mereka untuk saling bicara dengan pergi meninggalkan mereka berdua


" Iya Ibu...!" jawab Yulvi


Bunda pergi meninggalkan mereka berdua dengan tetap membiarkan pintu kamar Zain terbuka. Zain dan Yulvi masih diam dan saling menatap, masih bingung dengan pertemuan mendadak ini dan dalam keadaan yang berbeda.


" Tuan ini makan malamnya, mau saya siapkan?" ucap Yulvi formal karena Zain tuannya.


" Kenapa bisa ada disini?" bukan jawaban yang Zain berikan tetapi pertanyaan yang ia lontarkan ke Yulvi.


" Saya kesini untuk bekerja Tuan," jawab Yulvi singkat


" Taruh saja disana, pergilah tinggalkan aku sendiri!" ucap Zain dengan nada dinginnya


" Tuan harus makan dan minum obatnya, saya akan menunggunya." Yulvi menjawab dengan tenangnya, karena dia tau Zain masih belum berdamai dengan keadaannya.


Maaf para reader, Mak Author telat up. Saya lagi mudik gaeees ke kampung mertua🤭 eh malah curhat😅. Ikutin terus ya,,,Zain dan Yulvi!!

__ADS_1


🤗🤗🤗


__ADS_2