Jalan Takdir Cinta

Jalan Takdir Cinta
Mengungkapkan Prasaan??


__ADS_3

Harap bijak ya guys 18+




Kinaya masih syok akan kata-kata yang diucapkan mba Susan.



"Nay, Naya" Kata Susan.



"I-iya mba" Jawab Kinaya gugup.



"Kamu enggak apa-apa kan, minum dulu" Kata Susan sambil memberi Kinaya segala air.



"Mba becanda kan ini" Kata Kinaya.



"Mba serius Nay" Jawab Susan.



"Ah yang bener aja aku dijodohin mba" Ujar Kinaya yang mulai agak kesal.



"Nay, dengerin mba ya, ini amanah bunda, ini keinginan bunda masa kamu enggak mau nurutin keinginan bunda" Kata Susan sambil menggenggam tangan Naya.



"Tapi mba, Naya Naya enggak mau dijodohin" Kata Kinaya dengan mutiara bening yang sudah jatuh kepipi.



"Nay ini demi kebaikan kamu, almarhumah bunda enggak mungkin akan menjerumuskan anaknya ke jalan yang salah, calon suami kamu itu kaya, mungkin dengan cara ini kamu bisa kuliah Nay, kamu kan pingin kuliah kamu kan katanya pingin banggain almarhumah bunda dan mamas-mamas kamu Nay" ujar Susan.



"Tapi Kinaya enggak mencintai laki-laki itu mba, apa Kinaya bisa, Kinaya juga enggak tahu dia siapa, apa dia ganteng atau tua atau jangan-jangan dia udah kakek-kakek mba" Ujar Kinaya dengan ocehannya.



"Huuuusssttt enggak boleh ngomong gitu, kamu percaya omongan mba, kamu enggak akan pernah kecewa dan soal cinta, cinta akan datang dengan sendirinya Nay kayak apa itu pribahasa orang Jawa itu lho, entar mba mikir dulu" Kata Susan dan langsung pura-pura mikir.



"Iiiiiihhh mba, jangan becanda" Kata Kinaya yang sudah mulai mau tertawa.



"Udah kamu nurut, aja apa kata mamas mamas kamu ya, percaya deh sama mba, mereka sekarang adalah mamas mamas sekali gus orang tua kamu, mereka wali kamu, mereka yang udah ngerawat kamu sampai sekarang jadi enggak mungkin mereka akan menyakiti satu-satunya adik perempuan mereka" Kata Susan menasehati.



"Iya deh mba, bener apa kata mba" Ujar Kinaya, Susan pun tersenyum.



"Yaudah kamu istirahat sana" Suruh Susan.



"Iya mba, Naya kekamar dulu ya" Pamit Naya lalu menuju kamar.



Ketika Naya sudah pergi Susan pun langsung mengabari mamas mamas Naya dan istri-istrinya tentang Naya menyetujui perjodohannya.



"Kamu pasti akan bahagia Nay" Batin Susan. Iya menyayangi Naya seperti adik kandung sendiri walau disini ia hanya sebagai ipar, tetapi sangking deketnya Naya dan Susan orang-orang sampai mengatakan bahwa mereka mirip, seperti kakak beradik.



Dikamar Naya.



"Ya Allah aku masih enggak nyangka tentang perjodohan ini, terus kalok aku dijodohin berarti aku mulai sekarang harus jaga jarak sama Rafa, hhhmm pupus sudah pupus harapan aku sama Rafa, ya mungkin memang kami tidak di takdirkan bersama" Ujar Kinaya berbicara sendiri.



"Aku lelah akan hari ini, tidur aja lah" Kata Kinaya lalu ia pun terlelap.



Ketika Kinaya sudah tertidur tiba-tiba HP nya ada notif WA dari seseorang. Tetapi Kinaya yang sudah terlelap pun tidak mengetahuinya.



Drettt drettt alarm HP Kinaya berbunyi.


Naya pun bangun dan bergegas kamar mandi untuk mengambil wudhu, lalu ia pun melaksanakan shalat subuh, selain salat Kinaya bergegas kedapur untuk membantu mba Susan memasak. Selesai dengan kegiatan memasak Kinaya siap-siap untuk ke sekolah, ketika ia sedang bersiap-siap ia mencari HP nya lalu membukanya.



Ada chat dari Rafa dan grub cabeku, Kinaya hanya membuka pesan dari Rafa karena ia sedang bad mood ia pikir nanti akan bertemu langsung saja dengan Mica dan cindy di sekolah.



"Selamat malam Nay, mimpi indah🥰💕" Isi pesan Wa dari "Rafa", Kinaya pun tersenyum, lalu ia bergegas keluar untuk berangkat sekolah.



Disekolah "didalam kelas"...


"Nay kamu kok enggak bales chat kita orang sih" Tanya Mica.



"Maaf guys, aku lagi bad mood, emang ada apa si akau enggak baca grub" Jawab Kinaya lesu.



"Kita liburan akhir semester ini diajakin Rafa Cs ke puncak ke Vilalnya Diki. Kata Mica.


" Oh" Jawab Kinaya tetap dengan muka lesunya.


"Kamu kenapa si Nay, kok lesu gitu lho" Tanya Cindy.



"Iya Nay, ada apa, cerita sama kita" Lanjut Mica.



"Hhhhhmmmm, aku dijodohin" Jawab Naya.



"Haaaaaaaaaa dijodohin?" Mica dan Cindy barengan.



"Hahahaha jangan becanda deh Nay, aku tau kamu jomblo dari lahir, tapi ya enggak juga kalik sampek dijodoh-jodohin gitu biar enggak jomblo lagi" Kata Mica tertawa dan di ikuti oleh Cindy.



"Aku serius Ca Cin, kalian aja syok kan apa lagi aku coba, pupus sudah harapan mau jadi pacar Rafa" Kata Naya lesu lalu menidurkan kepalanya di meja.



"Wahh kalok dah kayak gini, beneran berarti ini" Kata Cindy yang melihat Kinaya lesu.



"Kamu dijodohin sama siapa Nay, ganteng enggak, masih sekolah atau kuliah atau udah kerja atau jangan-jangan sama bapak-bapak atau lebih ngerinya lagi kakek-kakek" Tanya Mica dengan cerocosnya.



"Iiiihhh Mica apaan sih, jangan bikin Naya makin pusing " Kata Cindy.



"Aku enggak tau dijodohin sama siapa 😩" Jawab Kinaya.



"Lah gemana si Nay, emang keluarga kamu enggak ngasih tau" Tanya Cindy.



"Kata mb si dia juga engga tau, soalnya waktu pertemuan pas itu yang dateng cuman orang tuanya aja anaknya enggak datang, entah ah aku pusing" Kata Kinaya.



"Terus kalian mau langsung nikah gitu, atau gemana, yaAllah Nay yang sabar ya" Kata Cindy.



Cindy dan Mica pun memeluk Kinaya.



"Aku engga tau Ca Cin soal nikah atau tunangan dulu itu kapan, yang jelas katanya si secepatnya, hiks hiks pupus sudah harapan aku mau sama Rafa" Kata Kinaya sambil merengek.



"Sabar Nay, udah sekarang kamu enggak usah mikirin itu, gini aja deh kita kan bentar lagi libur semester kita ikut aja sama Rafa Cs liburan ke Vilanya Diki, anggap aja momen buat kamu sama Rafa sebelum kamu jadi istri orang nay" Kata Mica.



"Bener Nay kata Mica, mending kita liburan dan ngilangin setres sebelum naik ke kelas 12 juga" Lanjut Cindy.



"Hhhmm yaudah deh aku ikut" Jawab Kinaya.



Satu minggu kemudian.


Anak-anak SMA Wijaya sudah malaksanakan ujian akhir semester dan pada hari ini adalah hari terakhir mereka selesai melaksanakan UAS.



"Guys happy HolyDay" Kata Mica.



"Akhirnya libur telah tiba ya" Lanjut Cindy.

__ADS_1



"Kalian udah packing belum" Tanya Mica.



"Gue udem dongs" Kata Cindy semangat.



"Aku belum, soalnya aku belum pamit juga sama mamas jadi belum tau ini mau ikut apa enggak" Kata kinaya.



"Iihh harus ikut pokoknya, kita ke aula dulu yuk Diki ngajakin ketemuan disana buat ngomongin liburan kita" Ajak Mica.


Mereka bertiga pun bergegas ke aula.



"Hi ayang Cindy" Sapa Rian yang melihat Mica Cs tiba.



"Haduh kecebong mulai deh" Kata Cindy dengan jengah.



Kinaya dan Mica hanya tertawa.



"Hi beb" Sapa Diki sambil merangkul Mica.



Mica pun tersenyum. "Ka kalian udah jadian" Tanya Kinaya.



Dibales anggukan senyum oleh Diki dan Mica.



"Kok lo enggak cerita cerita si Ca" Kata Cindy.



"Buat kejutan kalian dongs" Kata Mica.



"Huhhhhh, camats yeahh selingkuhan, akhirnya kamu punya pacar" Kata Mica dengan gayanya.



"Jadi sekarang selingkuhan kamu tinggal satu ya sayang" Kata Rafa yang tiba-tiba dateng dan merangkul pundak Kinaya.



"Cieeeelahhhh doi datang" Kata yang lainnya meledek. Naya pun merasa malu.



"Ada apa ya Dik kita ngumpul disini" Kata Raka.



"Kita mau ngomongin soal liburan kita besok, tapi kita tunggu temen yang belum datang ya" Jawab Diki, tak berapa lama datang Alvin, Salsa dan Alya (teman Salsa).



"Mereka juga ikut" Tanya Cindy yang dijawab anggukan oleh Diki.



"Guys jadi kita kan akan liburan keVila gue selama beberapa hari jadi gue mau kalian harus udah siap-siap barang kalian masing-masing, disana tempat wisata nya salah satunya pantai jadi lo orang siapin aja baju pantai, kita berangkat lusa berhubung kita ada 10 orang jadi kita mau bawa mobil berapa nih, yang jelas gua bawa mobil" Kata Diki.



"Gue bawa" Ujar Rafa.



"Gue juga bawa" Kata Rian.



"Yaudah, jadi yang bawa mobil 3 ya, kita lusa kumpul dirumah gue ya, jadi nanti OTW dari rumah gue" Kata Diki.



Mereka pun sudah sepakat, dan mereka bergegas pulang.



"Nay ayok aku anter, aku tidak menerima penolakan" Ujar Rafa berlalu sambil menggandeng tangan Naya.


Salsa dan Alvin yang melihat adegan itu pun merasa kesal.



"Ihh kamu maksa ini namanya Raf" Kata kinaya sambil berjalan dengan tangan digandeng Rafa.



"Aku enggak peduli" Kata Rafi sambil membukakan pintu mobil untuk kinaya, kinaya pun akhirnya masuk kedalam mobil Rafa.




"Aku enggak tau ikut atau enggak Raf, soalnya aku belum ngomong sama mamas" Kata Kinaya.



"Kamu harus ikut, nanti aku yang ngomong sama mamas kamu" Kata Rafa.



Kinaya pun hanya diam saja, tak lama mereka sampai dirumah kinaya.



"Kamu mau kemana Raf" Tanya kinaya.


"Ya mau masuk lah Nay, kan aku mau izin sama mamas biar kamu ikut" Kata Rafa yang sudah kearah pintu rumah Naya.



"Asslamualaikum mba" Kata Kinaya.



"Waalaikumsalam" Jawab susan "eee ada Rafa, masuk dek" Kata susan.



"Kok mba kenal Rafa" Tanya Naya.



"Eeee ya ya kenal lah Rafa kan anaknya pak Wijaya, siapa yang enggak kenal" Kata susan gugup, ia lupa jika kinaya tidak tau jika Rafa adalah pria yang dijodohkan dengannya.



"Mamas ada mb" Tanya Naya



"Ada diruang TV, duduk dek" Kata susan



"Iya mba" Jawab Rafa.



"Aku kekamar dulu ya" Pamit Naya yang dianggurin oleh Rafa, ketika kinaya keluar dari kamar nya setelah bersalin ia melihat di ruang tamu Rafa sedang asik mengobrol dengan Mas dan mba nya.



"Nay, aku udah ijinin kamu, dan boleh sama mamas" Kata Rafa.



"Bener boleh mas"



"Iya Nay, kalian hati-hati aja"



"Oke siap bos" Kata kinaya.



Selang berapa lama Rafa pamit pulang, dan kinaya pun mulai packing.



Hari berangkat liburan



Mereka semua sudah berkumpul di rumah Diki dan sudah bersiap-siap berangkat. Diki, Mica, Alya dan Raka satu mobil, Rian Cindy Salsa dan Alvin satu mobil, Rafa dan Kinaya satu mobil hanya berdua karena mereka tadi telat dan mereka otw nya ketemuan dijalan (sengajanya Rafa telat biar berduan aja wkwk).



"Kenapa jadi kita cuman berdua si Raf" Tanya kinaya.



"Emang kenapa si Nay, orang aku pingin berduan sama kamu geh" Jawab Rafa sambil fokus menyetir.



"hhhhmmm, basing kamu aja deh" Jawab kinaya.



"Udah kamu tidur aja, perjalan kita masih jauh lho" Kata Rafa.



"Enggak mau ah, aku mau nemenin kamu" Kata kinaya.


__ADS_1


"Makasih sayang udah mau nemenin aku" Kata Rafa sambil tangan kirinya mengelus pipi kinaya dengan lembut.



Blushhhh, pipi kinaya memerah...



"Udah kamu fokus nyetir aja ah" Kata kinaya dengan gugup.



Cukup lama perjalan mereka menuju ke Vila Diki, mereka berangkat pagi dan tiba Menjelang sore Hari. Mereka tiba Di Vila yang sangat besar dan mewah dan di depan Vila di suguhkan pemandangan laut luas yang sangat indah.



"Gila ini Vila apa hotel sih" Kata Alya kagum begitu pula dengan yang lainnya.



"Cwo kamu tajir juga ya Ca, enggak salah pilih juga kamu" Kata kinaya berbisik kepada Mica.



"Siapa dulu, Mica" Balasnya dengan agak sombong. "Tapi Diki itu belum seberapa kaya sama suami kamu itu Nay" Lanjutnya sambil menunjuk Rafa dengan suara yang agak berbisik.



"Kata siapa dia suami aku, calon suami aku itu belum tau yang mana batang hidungnya" Jawab kinaya.



"Hahah tapi kamu berharap andai calon suami kamu itu dia, ya kan?? " Ledek Mica.



Kinaya pun membalas dengan raut wajah yang sok kesal gitu, sedangkan yang lainnya hanya heran apa yang di bicarakan Mica dan kinaya.



"Guys Vila ini ada banyak kamar dilantai Satu ada lima, tapi dua kamar sudah diisi oleh penjaga Vila, dan dilantai atas ada 5. Jadi berhubung tinggal 8 kamar lagi ada yang satu kamar berdua ya" Kata Diki.



"Biar gue sama Alya aja dik, gue enggak berani kalok ditempat baru buat tidur sendiri" Kata Salsa.



"Gue biar sama Rian aja Dik" Kata Raka.



Akhirnya mereka pun mengambil posisi kamar mereka masing masing, 5 kamar di atas diisi oleh Mica, Cindy, Kinaya, Diki dan Rafa, sedangkan tiga kamar kosong dibawah diisi oleh Salsa dan Alya satu kamar, Rian dan Raka satu kamar lalu Alvin kamar sendiri.


Kamar Kinaya disebelah kanan kamar Rafa, sedangkan kamar Mica di depan kamar Diki dan kamar Cindy disamping kiri kamar Rafa.



Didalam kamar Kinaya.


"Mandi ah biar seger" Kata kinaya.


Ia pun bergegas mandi. Tak berapa lama kinaya sudah selesai mandi ia salin menggunakan baju santai kaos dan celana levis pendek diatas lutut sedikit. Ia merasa haus dan ia pun bergegas keluar untuk mengambil minum, ketika ia sudah mengambil air, kinaya akan menuju kamar Mica namun sebelum ia mengetuk pintu kamar Mica langkah nya terhenti, karena ia mendengar suara yang sangat aneh dari dalam kamar Mica.



"Hhmmm ah ah, dik hhmm ah" Seperti itu lah suaranya.



Kinaya yang polos pun mencoba akan membuka pintu kamar Mica, namun tangannya di hentikan oleh Rafa.



"Hussttt" Kata Rafa sambil menarik kinaya menjauh dari kamar Mica.



"Raf kenapa si kok narik aku, aku mau kekamar Mica aku denger suara aneh dikamar Mica" Kata Naya.



Rafa pun menarik tangannya kinaya dan masuk kedalam kamar Kinaya.



"Raf"



"Apa sih Nay, kamu ngapain mau masuk kamar Mica, nanti kamu ganggu lho" Kata Rafa.



"Haaaa ganggu gemana maksudnya" Kata kinaya bingung.



"Ya nanti kamu ganggu Diki sama Mica yang lagi temu kangen"



"Haa temu kangen??? Lah bukannya mereka tadi barengan terus ya!! Kok kangen?? " Jawab kinaya dengan polosnya.



"Haduhh masa kamu enggak maksud si Nay, kalok pria dan wanita satu kamar dan udah ada suara-suara seperti itu apa yang terjadi" Kata Rafa menjelaskan.



"HaaaaAaaaaasas" Kata kinaya sambil menutup mulutnya seperti orang kaget "maksud kamu mereka sedang kikuk kikuk" Kata kinaya dengan polos.



"Hahahhaaaaaa" Rafa tertawa terpingkal pingkal. "Kenapa harus kikuk kikuk si Nay" Lanjut Rafa




"Ya apa geh Raf masa aku mau ngomong lagu me*a*u cinta" Kata kinaya dengan santai.



"Haduhhhh 🤦‍♂"



"Raf, tapi mereka masa sampek kayak gitu sih, mereka apa enggak takut ya" Kata kinaya.



"Namanya juga cinta dan nafsu Nay, emang takut kenapa nay" Kata Rafa sambil duduk di sofa kamar kinaya.



"Ya takut lah, kalok hamil gemana" Kata kinaya dengan polosnya.



"Ya enggak lah, Diki pengalaman jadi pasti aman" Kata Rafa.



"Haaa pengalaman, jangan-jangan" Kata kinaya.



"Jangan jangan apa" Kata Rafa.



"Hehe enggak" Kata kinaya,



"Apa... Aku juga mau kayak gitu Nay" Kata Rafa sambil berjalan mendekati kinaya yang sedang duduk di atas ranjang.



"Ka kamu mau apa Raf, enggak usah aneh-aneh ya" Kata kinaya gugup.



"Aku juga mau temu kangen Nay" Kata Rafa yang semakin mendekat dan menggoda kinaya.



"Ra Raf jangan macem-macem ya, aku teriak nih" Kata kinaya.



Tapi Rafa semakin mendekat dan sudah tidak ada jarak lagi di antara mereka, kinaya pun sudah terdorong Tertimpah tubuh Rafa di atas kasur. Tak lama Rafa mencium bibir kinaya dengan lembut tak ada tuntutan lebih dalam ciuman ini, kinaya yang mendapatkan kelembutan dari rafa pun terbuai hingga menikmati ciuman Rafa, Rafa me*u*a*t habis bibir kinaya, ia mengabsen semua isi mulut kinaya. Cukup lama mereka berciuman hingga akhirnya Rafa mengakhiri ciuman tersebut.



Deg deg deg



Entah jantung Naya atau Rafa bergetak dengan cepat.



"Nay, aku suka sama kamu" Kata Rafa.



"Haaaaaaaaa" Kinaya kaget akan kata-kata Rafa.











__ADS_1



__ADS_2