Jalan Takdir Cinta

Jalan Takdir Cinta
bab 26


__ADS_3

Sudah tujuh hari kepergian Ayah yulvi,Dia masih diam di kamar ayah bundanya.Hidup dalam kesendirian terasa begitu sepi dan sunyi,Yulvi masih belum bisa melakukan apa-apa hanya berdiam diri.Tidak ada yang yulvi lakukan,mengajar anak-anak lesnya dia pun masih belum bisa fokus.Setiap saat ibu Sodik selalu menengok Yulvi,untuk melihat keadaannya,Dia mendapat tugas dari asistent Zain untuk memperhatikan Yulvi.


Dua hari kemudian,Yulvi merasa harus kembali menjalankan hidupnya seperti biasanya.Dia akan mencoba berdamai dengan keadaan dan melangkah ke depan.Mencoba kembali mengajar anak-anak lesnya dan dia pun mencoba menerima kembali orderan untuk mencuci baju pelanggannya.Yulvi mengayuh sepedanya untuk mengambil baju-baju kotor di tempat pelanggannya.


"Yulvi,ini Nak semua bajunya.Bisa dua hari lagi selesai dan diantar kembali.Soalnya ada yang akan ibu pakai!"ucap pelanggan Yulvi


"Iya Bu,saya usahakan akan cepat selesai dan langsung saya antar.Mari saya permisi Bu!"jawab yulvi


Dengan semangat yulvi menjalani kembali hari-harinya.Dengan mengajar anak-anak dia merasa terhibur dan tidak merasa kesepian lagi.Sekarang Yulvi bisa berdamai dengan keadaannya.


Dilain tempat Zain sudah sedikit lega dengan melihat Yulvi,kembali ceria dan melakukan aktifitasnya kembali.Zain semakin semangat untuk menjalani pengobatannya,dia ingin kembali sembuh.Zain ingin bertemu Yulvi dan mengungkapkan keinginan nya untuk bersama dengan Yulvi selamanya.


"Kaki ayo sembuh,kita jemput bidadari kita yang perlu sandaran hidup."(gumam Zain pada kakinya)Dengan semangat Zain mencoba menggerakkan kakinya walau hasilnya belum begitu terlihat.Zain akan tetap mencoba dan terus berusaha tekad nya kuat untuk bertemu Yulvi dan ingin menjaganya selamanya.


Di tempat Yulvi,dia sedang menyelesaikan pekerjaannya yang begitu banyak,dia selalu bersyukur untuk semua yang ia dapatkan.Yulvi melakukannya satu persatu sampai pekerjaan pun selesai ia kerjakan.Yulvi sekarang jarang sekali memasak untuk ia makan,karena dia sendiri dan juga bila ia memasak teringat akan kenangan bersama ayahnya yang selalu memakan masakannya.Yulvi sekarang hanya membeli apa yang ingin ia makan,dia tidak memasak.


''Akhirnya selesai juga,anterin ini dulu baru kita cari makan ya cacing-cacing.''Ucap Jingga sambil mengusap perutnya yang merasa lapar


"Nak,,,Jangan terlalu di forsir tenaganya.Kamu pelan-pelan saja ya,Semangat banget akhir-akhir ini.Ada apa?''Tanya Bunda pada Zain


"Iya Bunda,Zain hanya ingin cepat bisa berjalan lagi bunda!''jawab Zain


"Bagus itu,tapi jangan terlalu keras ya.Nanti tubuh kamu drop karena terlalu cape!"


"Iya bunda,terimakasih karena sudah menemani Zain terus."ucap Zain sambil menatap bundanya

__ADS_1


"Iya sayang,Tetapi bulan depan bunda ada acara di Indonesia apa kamu bisa di tinggal.Atau bunda Carikan Pelayan pribadi untukmu ya Nak?"


"Ada acara apa bunda?"


"Butik bunda ada masalah,dan akan ada penyelenggaraan pameran busana muslim tahun ini bunda turun tangan karena terlalu repot mereka.Bagaimana nak,Bunda Carikan Pelayan pribadi yang bisa urus kamu ya?'


"Ga usah bunda,sudah banyak pelayan disini.Ga apahapa Zain sudah terbiasa dengan keadaan ini dan sudah bisa sendiri."ucap Zain menenangkan bundanya


"Tapi bunda ga tenang Nak,buat ninggalin kamu disini.''


"Zain ga apa-apa bunda!" jawab Zain


"Tapi tetep aja bunda bakal cariin pelayan yang bisa bantu kamu,yang pasti kamu cocok dan nyaman nantinya.''Saran sang bunda agar Zain bisa melakukan aktifitasnya


"Pokoknya Nanti Bunda Carikan,dan pasti kamu cocok dengan pilihan bunda!Bunda tetap memaksa Zain


"Terserah bunda saja,"pasrah Zain karena malas untuk berdepat lagi


''Bunda keluar ya,kalo perlu sesuatu panggil bunda!"


''Iya...,"


Setelah selesai dengan pekerjaannya Yulvi membeli Nasi pecel lele untuk makan malamnya dia membeli beberapa bungkus.Karena dia suka memberi anak-anak di sekitar rumahnya yang orangtuanya kurang mampu.Meski hidup sendiri Yulvi tetap perduli dengan sekitarnya,meski pendapatan nya tidak bayak dia masih bisa berbagi.


"Adik-adik sini kakak punya sesuatu buat kalian!Yulvi berhenti di depan Masjid tempat anak-anak mengaji

__ADS_1


"Waaah,Kaka bawa apa?Ucap salah satu anak


"Ini ada sedikit makanan,berbagi yang sama yang lain.!Yulvi menyerahkan bungkusan itu


"Terimakasih kak Yulvi,semoga kakak selalu dalam lindungan Allah dan selalu bahagia."Doa yang di ucapkan salah satu anak di situ


''Aamiin...,"ucap mereka kompak


"Ya udah kakak pamit ya,,,Assalamu'alaikum!


"Wa'alaikumsalam,terimakasih kak Yulvi."


"Sama-sama,daaah!Yulvi kembali mengayuh sepedanya untuk kembali kerumah


Sesampainya di rumah Yulvi membersihkan diri dan langsung melaksanakan sholat Maghrib karena sudah memasuki waktunya.Setelah selesai dia pergi untuk makan malam seorang diri.


''Alhamdulillah ya Allah atas nikmatmu."ucap syukur Yulvi saat akan makan


"Sendiri lagi,sepi banget sampai kapan sendiri terus begini.''Gumam yulvi saat makan


Zain melihat vidio saat yulvi membagikan makanan,dia tersenyum.Zain merasa tenang karena Yulvi kembali seperti dulu,yang selalu ceria dan tidak pernah mengeluh.Zain menjadi lebih semangat untuk melanjutkan pengobatannya agar bisa berjalan kembali.


Sang bunda sedang memikirkan bagaimana cara agar Yulvi bisa datang merawat Zain tapi tanpa sepengetahuan mereka.Bunda saat ingin anaknya kembali berjalan dan bahagia dengan orang yang dia cintai.Orang suruhan bunda sudah menjelaskan semua tentang Yulvi,dan bunda pun tertarik dengan Yulvi serta tidak akan menghalangi cinta Zain.Hanya saja dia belum menceritakan pada suaminya,karena begitu sibuknya.


Bagaimana mereka bisa dipertemukan,dengan campur tangan sang bunda?

__ADS_1


__ADS_2