Jalan Takdir Cinta

Jalan Takdir Cinta
bab 24


__ADS_3

Zain di temani oleh sang Bunda,sebenarnya Zain ingin menjalan kan pengobatan di Indonesia tapi sang bunda lebih memilih di Singapur agar mendapatkan yang terbaik.Bunda Zain selalu memperhatikan anaknya di Rumah itu di sediakan 3 pelayan untuk membantu mereka tapi untuk membantu keperluan Zain hanya sang Bunda yang melakukan.Zain tidak mau di layani orang lain,sebenarnya Zain juga tidak ingin merepotkan Bundanya tapi keadaannya masih belum bisa apa-apa.


Hari terus berganti,Bulan pun terus bergulir tak terasa tiga bulan sudah Zain menjalankan pengobatan di Singapur tapi belum ada hasil yang Signifikan.Zain masih tetap duduk di kursi Roda dan belum bisa berjalan,Setiap hari dia hanya menjalani harinya didalam rumah.Sang Bunda masih menetap menemani Zain dan selalu merawat Zain di Engan baik.


Di tempat lain Yulvi sedang di cemaskan dengan keadaan ayahnya yang Sakit belum kunjung sembuh.Sebulan terakhir ini ayah Yulvi kondisinya menurun,Yulvi selalu berusaha untuk membawa ayahnya untuk berobat agar cepat sembuh.Tetapi ayahnya menginginkan Berobat di rumah saja,karena dia merasa membebani putrinya jika harus dirawat di Rumahsakit.Yulvi masih mengajar les anak-anak,dan sekarang dia mencoba untuk menerima pekerjaan dari tetangga sekitarnya untuk sekedar mencuci baju atau membersihkan rumah mereka.


"Ayah,makan dulu ya nanti minum obat.''Ucap yulvi yang menghampiri ayahnya di tempat tidur


"Iya Nak,Sini biar ayah makan sendiri saja kamu bisa mengerjakan yang lain saja.''Ucap sang ayah


"Iya ayah sekarang Yulvi keluar ya,nanti Yulvi kedalam piring ini harus kossong!Yulvi mengingatkan sang ayah agar menghabiskan makanannya


"Siap bos!"Jawab sang ayah sambil mengangkat tangannya ke Yulvi sambil tersenyum.


Keluar dari kamar ayahnya Yulvi melanjutkan pekerjaannya menyetrika baju yang akan dia antar ke pemiliknya.Dia selalu bersyukur dengan apa yang dia dapat,Tapi dia sedih dengan keadaan sang ayah yang semakin menurun.Terkadang dia pun mengingat Zain karena dia tidak tau bagaimana keadaannya saat ini.


"Hufff...akhirnya selesai.Tingal di anterin ke yang punya.''Gumam yulvi sambil melakukan pekerjaannya


''Ayah sudah selesai makannya?''tanya Yulvi saat memasuki kamar ayahnya


"Sudah Nak,tuh lihat habis kan?Ayah juga sudah minum obatnya."


"Bagus Yah,semoga ayah cepet sehat lagi.Aamiin"Dia aminkan juga oleh sang ayah


"Yulvi mau mengantar baju dulu ya yah,Ayah hati-hati dirumah."pamit Yulvi pada ayahnya

__ADS_1


"Iya Nak,kamu juga hati-hati di jalannya ya!"


"Ok ya,Yulvi berangkat.Assalamu'alaikum...!"


"Wa'alaikumsalam...''


Di Singapur.


Zain duduk di kursi rodanya di dekat Jendela kaca kamarnya.Dia berdiam dengan memandang luar jendela,sudah begitu lama dia tidak menyatu dengan kehidupan luar.Dia menghabiskan waktunya hanya di dalam rumah,meski masih tetap membantu pekerjaan ayahnya dari sana.Ingin sekali Zain keluar dan kembali seperti dulu tapi dia belum memiliki keberanian dengan keadaannya saat ini.


"Semoga kau baik-baik saja Ana,aku merindukanmu apa kita bisa bertemu lagi?''gumam Zain dalam hatinya sambil menatap foto Yulvi dalam ponselnya


Dengan mengayuh sepeda Yulvi sangat ceria mengantarkan satu persatu baju langganannya.Dia mematok harga yang murah karena dia tidak mau memberatkan langganannya yang ada di desanya.Mau memasuki waktu siang hari Yulvi kembali pulang sambil membawa baju yang akan di cuci lagi dari langganannya.Dia bersyukur dengan apa yang dia dapatkan.


Saat sampai depan Rumahnya,Yulvi melihat begitu banyak orang dihalaman rumahnya.Dia menjadi khawatir dengan keadaan ayahnya,Yulvi berjalan dengan cepat dan memasuki halaman Rumahnya.


"Maaf Bu,ada apa ini kenapa ramai di rumah saya?'tanya yulvi pada salah satu ibu-ibu Yang ada di situ


''Nak Yulvi,yang sabar ya.Ayah kamu tadi terjatuh dan ditemukan kang Sodik sekarang tidak sadarkan diri.Tadi sudah memanggil ambulance tapi belum datang."Setelah mendengarkan itu Yulvi langsung berlari ke dalam rumahnya


"Ayah,ayah,ayah ...teriak yulvi sambil memasuki rumah


''Ayah kenapa?Pak ayo cepat tolong bantu ayah saya ke Rumahsakit!''ucap yulvi pada tetangganya yang ada di situ


'Sabar Nak,ambulance sebentar lagi datang!

__ADS_1


"Kenapa ayah saya bisa seperti ini pak?'


"Tidak tau tadi bapak melihat ayahmu seperti akan pingsan di teras terus terjatuh dan kami membawanya kemari.''Jelas pak Sodik


"Terimakasih pak."


Setelah beberapa menit,ambulace pun datang membawa ayah yulvi ke Rumahsakit terdekat.Yulvi selalau mendapingi ayahnya dengan air mata yang berderai.Dia begitu sedih dengan keadaan ayahnya,dia hanya sendiri tidak ada saudara dan teman.


"Dokter bagaimana keadaan ayah saya?"tanya yulvi saat dokter keluar


"Maaf Nak,kami tidak bisa menolong lagi.''Ucap sang dokter.Mendengar itu tubuh yulvi seakan lemas tak bertulang dia meluruhkan badannya ke lantai dan menangis.


''Innalillahi wainailaihi ro'jiun,ucap Yulvi lirih.


''Sabar Nak,yang tabah ya!"Istri pak Sodik yang menemani yulvi mengusap punggung yulvi untuk menguatkan


Yulvi menangis dan terus menangis,melihat tubuh ayahnya di ranjang Rumahsakit.Sudah Tiada lagi yang menemaninya di dunia ini,sang bunda sudah pergi lebih dulu dan sekarang ayahnya pun menyusul bundanya.Di hati yulvi bertanya kenapa dia tidak dibawa bersama mereka,kenapa dia sendirian di dunia.Hancur hati yulvi tiada saudara tiada teman yang bisa menenangkan.


''Aaayaaah...''


"Yulvi ikut yah,sama siapa lagi yulvi disini?Kenapa ayah pergi,ayah janji mau jagain yulvi sampai yulvi menikah dan ada yang gantiin ayah.Kenapa ayah,kenapa?''di depan jasad ayahnya yulvi menangis tanpa henti


Di tempat lain,Zain melihat keadaan Yulvi yang dikirimkan oleh anak buahnya.Hatinya sakit,melihat orang yang dia cintai begitu rapuh tiada yang menemaninya.Dia ingin memeluk yulvi,menenangkan hatinya tapi apalah daya dia pun masih tidak berdaya.Zain menetes kan air matanya,melihat yulvi menangisi mendiang ayahnya.


(maaf ya gaiiis,baru up tapi kasih kalian bawang.Pantau terus yang jalan Takdir cinta mereka)

__ADS_1


__ADS_2