Jalan Takdir Cinta

Jalan Takdir Cinta
bab 43 Pengacau


__ADS_3

Sebenarnya Wilona masih ingin bersama Zain, namun dia diusir dengan tegas oleh Zain. Tanpa malu Wilona duduk kembali di ruang tamu dan menunggu mereka. Dengan angkuhnya Wilona menyuruh Dwi pelayan di rumah Zain untuk menyiapkan minum dan makanan ringan.


Ayah Zain yang sudah bangun dan akan kembali ke Indonesia melihat tingkah Wilona dengan jelas. Ia hanya mengamatinya tidak menghampiri Wilona, sekarang ia tau kenapa anaknya Zain tidak menyukai Wilona.


" Hmmm, pantas anakku tidak menyukainya." gumam ayah Zain.


Ayah Zain terus melihat gerak gerik Wilona yang sangat tidak tau malu. Seolah olah ia berada rumahnya sendiri, memerintah dengan sesuka hati pada pelayan rumah Zain. Duduk dengan tenangnya dan memakan apa yang disajikan oleh Dwi pelayan rumah Zain. Ayah Zain pergi menuju kamar Zain dan ingin berbicara pada anaknya. Ia akan membicarakan perihal pekerjaan dan jodoh yang dipilih oleh Zain.


Didalam kamar Zain dan Nicho sedang mengobrol santai karena perihal pekerjaan telah selesai. Zain sedang menanyakan orang spesial yang sedang dekat dengan Nicho.


" Nich, Napa loe bawa tuh Wilona? Bawa aja cewe yang lagi loe deketin!" Zain tau Nicho sedang dekat dengan seseorang.


" Ah loe tau sendiri Wilona kaya apa kalo di larang tambah nekad dia, Cewe yang mana?" Nicho balik tanya karena dia merasa tidak dekat dengan perempuan manapun.


" Itu yang kita ketemu di desa, loe kan udah minta nomernya gimana lanjutannya?" Zain masih saja ingin tau soal sahabatnya itu.


" Oh itu,,,Gimana mau lanjut Ponsel gue kan rusak waktu kecelakaan nanti kalo gue ketemu dia langsung gue lamar. Hahaha,,," setelah menjawab Nicho tertawa karena omongannya sendiri sedangkan Zain hanya menggelengkan kepalanya karena dia tidak percaya sahabatnya akan melakukan itu.


" Ngomong aja loe, gue tunggu nanti!" tantang Zain.


" Siap, gue ga bercanda ko." Nicho sekarang menjawab dengan serius.


"Kalian sedang membahas apa?" tiba-tiba ayah Zain masuk melihat mereka sedang mengobrol.


" Eh,,,,Om ini Zain ingin cepat-cepat nikahin Yulvi katanya." Gurau Nicho pada Zain.


" Sembuh dulu, nanti kita urus bersama!" jawab ayah

__ADS_1


" Siap Ayah, makasih dukungannya. Nicho juga udah punya calon Yah nanti barengin aja kita,hahaha." Zain melanjutkan dengan meledek Nicho.


" Calon darimana?" saut Nicho dengan wajah sedikit kesal.


" Udah udah, gimana soal pekerjaan Zain? Kamu jadi untuk mengurus perusahaan ayah yang disini kan? Ayah sudah lelah Nak." Ayah Zain ingin anaknya melakukan pekerjaannya meski dalam keadaan terbatas.


" Insya Allah yah, dibantu Nicho disini Zain siap." jawab Zain dengan tenang


" Alhamdulillah, Nicho kamu bawa Wilona kesini jadi bawa dia keluar juga ayah tidak suka dengannya." ayah memerintah Nicho untuk membawa Wilona pergi, dia tidak suka dengan atitude anak itu. Meski dari kalangan yang berkelas tapi tidak memiliki sopansantun ayah tetap tidak menyukainya.


" Siap ayah, nanti Nicho buang dia dijalan. Hahahaha..." jawaban Nicho dengan gurauan yang membuat mereka tertawa.


Yulvi tetap dalam kamarnya, dia belum keluar karena Zain yang memintanyaa untuk istirahat namun dia tidak bisa memejamkan matanya. Dia mengingat perkataan Zain yang akan memperjuangkannya dan ingin hidup bersamanya. Apakah Yulvi sanggup menghadapi keluarga besar Zain nanti? semua itu yang Yulvi pikirkan, dia mencemaskan dirinya yang seorang yatim piatu & hanya seorang pelayan Zain.


Saat menikmati lamunannya Yulvi dikagetka. dengan pintu kamarnya ada yang mengetuk dari luar.


Tok


Tok,


"Yulvi di panggil Tuan Zain." panggil Dwi dari depan pintu kamar Yulvi.


"Cklek..." Yulvi membuka pintu kamarnya


" Ada apa Wi?"


" Dipanggil Tuan Zain kamu di suruh ke kamarnya!" jelas Dwi saat melihat Yulvi

__ADS_1


" Ya udah aku kesana, maaf ya Dwi jadi ngrepotin kamu."


" Santai aja Yul, kan emang kerjaan aku." jawab Dwi sambil tersenyum pada Yulvi.


Yulvi berjalan menuju kamar Zain sambil melihat apakah Wilona masih berada di ruang tamu atau di kamar Zain. Dia juga bingung di kamar Zain kan ada temannya kenapa harus memanggilnya. Sesampainya di depan kamar Zain, Yulvi mendengar suara tawa dari tiga suara. Yulvi yakin itu suara ayah Zain,Zain dan asistennya. Dia ragu-ragu untuk memasuki kamar Zain karena banyak orang.


Dengan ragu Yulvi mengetuk pintu kamar Zain. Dan langsung dibukakan oleh Nicho dari dalam.


" Eh Yulvi, ada yang kangen tuh di tinggal kamu sebentar aja." gurau Nicho saat melihat Yulvi yang datang dan membuat Yulvi menunduk malu.


" jangan dengerin dia Ana, sini masuk ga apa-apa ada ayah juga!" Zain tau Yulvi merasa tidak enak dengan suasana dikamarnya yang ada Nicho dan ayahnya. Yulvipun melangkahkan kakinya kedalam kamar Zain dan menganggukkan kepala serta tersenyum untuk menyapa ayah Zain. Di balas dengan senyuman datar oleh ayah Zain.


" Jangan tegang gitu Yulvi, ayah ga bakal makan kamu.Iya kan yah? "Nicho melihat Yulvi yang begitu tegang seakan mau ujian.


" Hmmmm..." suara yang dikeluarkan ayah Zain. karena dia tidak suka basa basi.


" Ana,.."panggil Zain


Yulvi mengangkat kepalanya dan menatap Zain yang memanggilnya


" Aku serius dengan mu, Nicho dan ayah jadi saksinya. Kita berjuang bersama, jadi jangan merasa kamu ga pantas untuk ku. Ayah ingin bicara dengan mu." Zain tau Yulvi sedang gundah dengan hatinya.Mendengar itu Yulvi langsung menatap ayah Zain yang siap mendengarkan apa yang akan dikatakan ayahnya Zain.


" Kamu tau keadaan anak saya, saya harap kamu bisa mengerti dan bisa membuatnya melewati ini semua dengan bahagia." ayah berhenti sejenak, dan melanjutkan lagi ucapannya.


" Saya tidak pernah melarang anak saya dengan siapapun asal itu terbaik untuknya dan bisa membuatnya bahagia, saya harap kamu bisa membahagiakannya. Untuk menghadapi keluarga besar Zain nanti ayah akan bantu tapi kalian juga harus berusaha memantaskan diri kalian masing-masing." Sungguh bijak ayah Zain untuk menyikapi kebahagiaan anaknya, Yulvi merasa lega dengan semua perkataan ayah Zain barusan.


Dia juga akan menjawab pertanyaan ayah Zain atas kesanggupannya bersama Zain, meski masih ragu tapi Yulvi meyakinkan dirinya ini yang terbaik untuknya.

__ADS_1


Maaf gaeees baru up๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™ begitu sibuk di dunia nyata๐Ÿคญ


__ADS_2