
"Kamu mau enggak jadi Istri aku" Kata Rafa lagi.
"Haaaaaaaaaaaaaa" Kinaya syok bukan main, sedangkan Rafa yang masih berada di atas tubuh Kinaya ia santai sambil tangannya merapihkan rambut-rambut kinaya yang menutupi muka kinaya.
"Kinaya Putri Kamu mau engga jadi Istri aku" Tanya Rafa lagi.
Kinaya pun mendorong tubuh Rafa dengan pelan, ia pun duduk sila di atas ranjang dan menghadap Rafa. Dia mengukur suhu tubuh Rafa menggunkan tangannya.
"Enggak panas kok, hahahahaa canda pasti dia ini" Kata kinaya dengan tawanya.
"Aku serius Nay" Kata Rafa dengan Wajah serius lalu memegang kedua tangan Kinaya.
Deg...
"Kamu lamar aku ini Raf, masa kamu lamarnya kayak gini sih engga sweet banget" Kata Naya seolah menyikapi dengan Santai.
"Ini hanya gladi Nay, kamu tunggu aja lamaran sesungguhnya" Kata Rafa sambil mencubit kedua pipi kinaya.
"iiihhh Rafa sakit tau" Kata Kinaya sedikit berteriak.
Tiba-tiba ada yang membuka pintu kamar kinaya.
Braakkkkk...
Kinaya dan Rafa pun kaget.
"Cindy, ada apa??" Kata Kinaya.
"Hehee enggak ada apa-apa Nay, aku denger kamu teriak sakit, jadi aku kira ada apa gitu" Kata Cindy malu.
"Oh kirain ada apa" Kata Naya.
"Yaudah kalian lanjutin aja ya, aku mau turun dulu, jangan lama-lama tapi udah ditunggu dibawah buat makan malem bersama" Kata Cindy dengan kikuk. Cindy pun bergegas turun ke bawah.
"Ayok Raf turun" Ajak Naya.
"Nanti aja si Nay, belum kelar tau temu Kangennya" Rengek Rafa.
"Udah cepet lagi, atau aku tinggal ya" Kata Naya sambil menarik tangan Rafa.
Akhirnya Kinaya dan Rafa pun turun kebawah, di bawah sudah ada anak-anak yang lain, termasuk Mica dan Diki. Naya yang melihat Mica pun tersenyum ia ingat atas kejadian tadi.
"Ca, lo sakit?? Kok pake syal gitu" Tanya Cindy yang khawatir.
"E eee enggak Cin, gue cuman ngerasa dingin aja" Jawab Mica gugup, sedangkan Rafa, Naya dan Diki hanya tersenyum.
"Ini semua gara-gara Diki kanvrett" Batin Mica.
Mereka pun makan malam bersama dengan obrolan, setelah makan malam bersama mereka duduk duduk di gazebo yang menghadap langsung ke pantai sambil bernyanyi-nyanyi, dengan Alvin yang memainkan gitar.
Hingga larut malam mereka memutuskan untuk mengistirahatkan Tubuh mereka.
Kamar Kinaya.
"Kenapa aku enggak bisa tidur si, aku kepikiran soal perjodohan terus lho, yaallah gemana ini aku suka sama Rafa tapi kenapa takdir aku kok enggak ada buat sama dia huhuhu" Kata kinaya.
"Apa aku ungkapin prasaan aku aja ya ke Rafa, sebelum aku jadi istri orang, setidaknya aku udah ngomong sama Rafa tentang perasaan aku selama ini" Lanjutnya.
"Tapiii,, apa enggak apa-apa cwe ngomong suka sama cwo" Pikir Naya.
"Baiklah, aku enggak peduli, yang penting aku ngomong sama Rafa aja dan setidaknya rafa tau prasaan aku" Lalu naya pun bergegas kekamar Rafa.
Tok tok..
"Siapa? "
"Aku Raf" Kata kinaya.
Rafa pun membukakan pintu kamar nya, Rafa gaket karena kinaya didepan pintu kamar, yang membuat kaget ia yaitu, pakaian yang kinaya kenakan. Kinaya memakai baju kaos putih tipis kebesaran dan celana hawai pendek sepaha, sehingga keliatan sekali kaki putih kinaya dan membuat kinaya terlihat sexy dan cantik wkwk.
Gleegg... Rafa tertegun.
"Raf, boleh aku masuk" Tanya kinaya.
"I iya masuk aja Nay" Naya pun masuk dan Rafa menutup pintu kamar.
"Ada apa Nay" Tanya Rafa.
"Raf ak aku mau ngomong sesuatu" Kata Kinaya gugup. Kinaya duduk di sofa kamar Rafa.
"Mau ngomong apa Nay"
"Aku suka sama kamu" Kata naya dengan berbicara cepat.
Rafa diam, tidak ada respon.
"Raf aku suka sama kamu, kamu denger enggak sih" Kata kinaya yang agak kesal karena tidak ada respon dari Rafa.
Tanpa menjawab Rafa langsung menarik kinaya dalam pelukannya.
"Aku tau" Kata Rafa.
"Tapi aku enggak bisa sama kamu" Lanjut Naya, Rafa pun melepaskan pelukannya.
"Kenapa" Kata Rafa
"Karena,,, karena aku udah dijodohin" Jawab kinaya pelan.
Rafa tersenyum tanpa sepengetahuan Naya.
"Dijodohin??? Kamu dijodohin sama siapa?? " Tanya Rafa sok terkejut.
Kinaya hanya menggeleng dan tak terasa mutiara bening sudah mengalir di pipi mulusnya. Rafa yang melihat itu pun langsung mengelap air mata Naya.
"Udah jangan nangis, nanti kita cari solusinya bareng-bareng ya" Kata Rafa.
Kinaya pun akirnya mulai lega, ia lega karena sudah mengungkapkan prasaannya selama ini.
"Yaudah aku mau balik ke kamar" Kata kinaya santai.
"Haaaaa, gitu aja Nay" Kata Rafa.
"Mau gemana lagi geh" Tanya kinaya.
"Kamu tidur disini sama aku" Kata Rafa.
"Haaaaaaaa, yang bener aja Raf, aku bilang suka sama kamu bukan berati aku itu ya" Kata kinaya.
__ADS_1
Tukkk jitakan dikepala kinaya.
"Apa yang kamu pikirin, mesum ya, orang aku cuman ngajak kamu tidur aja geh" Kata Rafa yang menarik kinaya untuk merebahkan tubuh ke kasur. Kinaya pun sudah merebahkan tubuhnya dikasur, dan Rafa juga sudah merebahkan dirinya di sebelah kinaya, ia membawa kinaya dalam dekapan nya. Ia memeluk kinaya dengan erat.
Deg deg deg
Jantung kinaya berdetak dengan cepat.
"Selamat malam sayang" Kata Rafa sambil mencium puncuk kepala Naya.
Akhirnya Naya pun terlelap dalam tidurnya di dekapan Rafa.
Pagi hari mereka sudah bersiap-siap untuk menuju wisata pertama mereka. Mereka akan pergi kepantai.
Mereka menggunakan baju-baju santai ala pantai. Kinaya terlihat sangat cantik dengan baju pantainya, ia menggunakan topi dan mengempang rambut panjangnya. Tak kalah cantik Salsa sang bunga sekolah pun sangat menawan, ya memang salsa gadis yang cantik. Begitu pula dengan Mica, Cindy dan Alya.
#Kinaya


#Mica


#Cindy


#Salsa

#Alya

Mereka pun menikmati pemandangan pantai, ada yang bermain air dan ada yang bermain pasir serta berjemur.
Sedangkan kinaya, ia lebih memilih berjalan-jalan dipantai. Ia berjalan-jalan sendiri menyusuri pantai ketika ia sedang asik berjalan jalan sambil memfoto menggunakan HP nya, tiba-tiba ada yang memanggilnya.
"Nay"
Kinaya pun menoleh.
"Alvin" Kata kinaya.
"Kenapa enggak ikut gabung sama yang lain?? " Tanya Alvin yang mendekati kinaya.
"Pingin jalan-jalan aja vin, lo kenapa disini" Tanya Naya.
"Gue liat lo jalan sendirian, jadi gue samperin aja" Kata Alvin dengan senyum.
Kinaya dan Alvin pun berjalan menikmati suasana pantai.
"Nay"
"Hhmm" Kata Naya yang sedang fokus dengan HP karena sedang menfoto-foto pemandangan.
"Gue suka sama lo"
"Gue suka sama lo, lo mau enggak jadi pacar gue"
Kinaya masih diam dengan keterkejutannya.
"Nay"..
"Ehhh aa apa kata lo Vin" Kinaya bertanya lagi apa bener yang dia dengar barusan.
"Gue suka sama lo Nay, lo mau enggak jadi pacar gue" Kata Alvin lagi sambil memegang tangan kinaya.
"Hahahahahaaa lo becanda kan Vin, udah deh enggak lucu ya ngeprank-ngeprenk bilang suka" Kata kinaya yang berusaha santai dengan tawa nya menanggapi omongan Alvin.
"Gue serius Nay, gue udah lama suka sama lo, baru sekarang gue berani ngungkapin perasaan ini Nay.
" Raf, gue... Gue" Kata kinaya gugup.
"Lo enggak perlu jawab sekarang Nay, enggak perlu buru-buru buat jawab Nay" Kata Alvin.
"Vin maaf,, gue enggak bisa nerima lo" Kata Kinaya sambil melepaskan tangannya dari genggaman Alvin.
"Kenapa Nay, lo pikirin dulu, lo enggak perlu buru-buru Nay" Kata Alvin.
"Maaf Vin, gua enggak bisa sekarang ataupun nanti gue enggak bisa vin" Kata Kinaya.
"Kenapa Nay, kenapa,,, apa karena Rafa" Kata Alvin.
"Ini bukan karena Rafa vin, emang gue suka sama dia, tapi bukan karena Rafa juga vin, gue sebenernya,, sebenarnya udah dijodohin Vin" Kata Kinaya.
"Maksud lo Nay, lo dijidohin?? Dijodohin sama siapa??" Kata Alvin kaget dan penasaran.
"Gue juga enggak tau Vin gue dijodohin sama siapa, yang jelas gue bentar lagi bakal jadi istri orang, jadi maaf Vin, gue juga enggak bisa bales prasaan lo" Kata Kinaya sambil berlalu meninggalkan Alvin.
Alvin pun terkejut akan kata-kata Kinaya, tetapi ia masih tidak percaya dan tidak Terima kenyataan ini.
"Gue bakal tetep perjuangin lo Nay, bahkan jika lo udah jadi istri orang pun gue bakal nunggu janda lo" Batin Alvin, wihhh serem amat yeah (author).
Mereka pun akhinya mengakhiri kegiatan jalan-jalan mereka pada hari ini, mereka sudah berada di Vila.
Kamar Mica.
Pov Mica.
"Segernya mandi ni gue" Kata Mica berbicara Sendiri.
Mica pun menuju kamar mandi ia pun berendam dengan air hangat untuk menyegarkan badannya, ketika ia sedang berendam tiba-tiba pintu kamar mandi ada yang buka.
"Diki, kok lo bisa masuk sih" Kata Mica.
Diki tidak menjawab dia malah mendekati Kinaya.
"Lo mau apa haaa, enggak usah macem macem ya gue lagi berendam ini" Kata Mica gugup.
"Apa sih sayang, gue juga mau ikut gabung sama lo berendam dong" Diki pun tanpa malu lansung membuka bajunya.
Ia langsung mengikuti Mica berendam di tempat yang sama.
"Udah deh lo keluar sana, gue lagi males ya lo enggak usah aneh-aneh" Kata Mica.
Namun Diki tidak menggubris Mica, ia malah mengelus kaki mulus Mica perlahan.
"Bibir lo ngomong enggak, tapi tubuh lo berkata lain sayang" Kata Diki masih dengan tangan nya yang mengelus kaki Mica dan naik perlahan ke paha Mica, dan lama-lama ke barang te**arang Mica.
__ADS_1
"Ah hhmm" Desah Mica "Dik"..
" Apa sayang" Kata Diki yang langsung memainkan area te**arang Mica.
"Ah ahhh ahhh Diki" Kata Mica.
Diki memaju mundurkan tangan nya di dalam barang te**arang Mica.
Diki yang mendengar de**han Mica ia langsung mencium bibir Mica dengan Nafsu, ciuman yang mulanya di bibir lama-lama turun ke leher, Diki kecupi leher Mica tetapi ia tidak meninggalkan bekas karena ia takut Mica akan ngamuk seperti yang sudah-sudah, lama-lama ciuman Diki ke bagaian g**d***n k*m**r Mica, Diki ******* salah satu p*t*n* d*** Mica sambil tangannya memaju mundurkan barang terlarang Mica. Ah ahh ahhhh Mica pun akhirnya k**aks..
"Sayang, sekarang giliran kamu" Bisik Diki sambil membuat Mica mengambil alih.
Mica berada diatas Diki, mereka menyatukan diri mereka, Mica yang berada di atas membuat Diki ber*ai*ah, Diki akhirnya membopong tubuh Mica ke Ranjang, sebelumnya Diki membilas tumbuh mereka terlebih dahulu, dan akhirnya merekapun melanjutkan di ranjang, hingga akhirnya mereka kelelahan dan terlelap dengan ditutupi selimut tanpa menggunakan sehelai benangpun ditubuh mereka.
"Makasih sayang" Kata Diki sambil mencium kening Mica dalam dekapannya.
Dikamar Cindy.
Hiks hiks hiks...
Cindy menangis didalam kamarnya.
"Sakit hati aku, sakit sekali rasanya, aku udah lama suka sama kamu Vin, tapi kenapa kenapa kamu enggak pernah mau sadar akan itu hiks hiks hiks.. Sakit hati aku vin liat kamu nembak Kinaya, walaupun Kinaya tidak menerima, tapi...aku merasa sangat sakit sekali" Kata Cindy berbicara sendiri sambil menangis.
"Kenapa gini amat sih kisah percintaan aku huhuhu" Lanjutnya lagi..
Tiba tiba ada yang mengetok pintu kamar Cindy.
Tok tok tok...
"Iya sebentar" Kata Cindy, ia menghapus air matanya dan bergegas membuka pintu kamar.
"Rafa!!!"
Pov Kinaya.
"Aku lelah pikiran hari ini, hhhmmm... Rafa mana ya, aku kangen dia, kami jarang bersama hari ini" Kata Kinaya.
"Bosen lho dikamar aja, aku keluar dehh coba tempat Mica dan Cindy deh" Kata Kinaya dan bergegas keluar.
Ketika ia mengetuk pintu kamar Mica ia tak mendapatkan jawabannya begitu pula dengan pintu kamar Cindy, ia juga tidak mendapat jawaban.
"Mereka pada kemana ya, apa mereka tidur ya, aku chat grub juga engga ada yang bales lagi, hhm.. Aku jalan-jalan aja lah" Kata Kinaya.
Ketika Kinaya sedang asik berjalan-jalan ia melihat suasana yang sangat romantis, ia melihat ada meja dan dua kursi yang dihiasi dengan bunga mawar disekeliling nya dihiasi lilin.
Silahkan dipilih khayalannya



Tetapi disitu ia melihat dua sosok yang tak asing buatnya.
"Cindy, Rafa" Batinnya.
"Maukah kamu menikah denganku" Kata Rafa sambil berjongkok didepan kinaya dengan membuka kotak cincin.
Cindy pun mengangguk, dan Rafa pun akan memakaikan cincin ke jari Cindy.
Deg....
Hati kinaya terasa perih...
Tekkkk
"Aaauuu" Kata kinaya yang akan pergi meninggalkan rafa tapi malah tersandung.
"Naya" Kata Rafa dan Cindy barengan.
Naya pun bergegas lari dengan kaki sakitnya.
"Nay tunggu" Kata Rafa.
"Haduh pasti kinaya salah paham ini Raf" Kata Cindy.
"Udah lo tenang aja, biar gue yang ngejar dia" Kata Rafa yang berlalu untuk mengejar kinaya.
Kinaya pun berlari, ia berlari dan berlari entah kemana...
Hiks hiks hikss..
"Jahat jahat jahat... Mereka jahat" Kata kinaya sambil menangis.
Rafa yang mencari Kinaya terapi belum menemukannya.
"Nay... Kamu kenapa nangis" Kata Alvin yang tiba-tiba datang entah dari mana.
"Alvin... Hiks hiks hiks" Kata kinaya.
Alvin yang melihat kinaya menangis pun langsung memeluknya. Ia menepuk nepuk pundak Kinaya, ia tak tahu kenapa kinaya menangis tapi ia berusaha menenangkan Kinaya.
Tiba-tiba ada Rafa yang melihat Kinaya dipeluk Alvin. "Brengsek" Kata Rafa...
"Nay.. " Kata Rafa.
Kinaya pun melepaskan pelukan Alvin.
"Aku mau ngomong sama kamu"
"Enggak ada yang perlu diomongin" Kata kinaya jutek.
"Please Nay, sebentar aja"
"Kamu selesain dulu Nay, aku pergi dulu ya, diomongin baik-baik. Kata Alvin dan berlalu meninggalkan Kinaya dan Rafa.
" Nay.. Kamu salah paham" Kata Rafa.
"Aku enggak peduli" Kata kinaya dengan masih jutek.
Rafa pun memegang tangan kinaya "Nay please dengerin aku, apa yang kamu lihat tadi enggak sesuai dengan yang kamu pikirin" Kata Rafa..
__ADS_1