
Awali pagi dengan sesuatu yang baik-baik, salah satunya dengan tersenyum. Tersenyum dipagi hari akan membuat seasana hati menjadi lebih baik, Sehingga harimu nantinya juga akan berjalan dengan baik pula. Mentari pagi pun tersenyum melihatmu.
Pagi-pagi Yulvi berkutat di dapur dengan Mba Dwi. Yulvi membuatkan bubur ayam untuk Zain. Dan memasak lainnya untuk di makan bersama teman-temannya. Yulvi suka memasak, dan teman-temannya menyukai masakan Yulvi. Selesai membuat bubur Yulvi membawanya ke kamar Zain, Di nampan ada teh manis hangat dan bubur ayam buatan Yulvi yang masih hangat dan harum aroma bawang goreng. Tidak lupa membawa obat Zain, Yulvi membawanya dengan senyum mengembang di bibir.
Disiang hari mereka menuju Rumah sakit yang ada di Singapura. Zain sudah membuat janji dengan Dokter spesialis yang menangani masalah kesehatannya. Zain dan Yulvi menggunakan supir keluarga, Yulvi menyediakan semua perlengkapan Zain. Semua berkas kesehatan Zain sudah dia bawa, agar saat pemeriksaan Dokter bisa langsung membacanya dan bisa langsung menangani Zain.
'' Jalanan di sini bagus dan rapi ya Kak? Ga macet, banyak tanaman hias juga di trotoarnya." ucap Yulvi sambil memandang luar jendela.
Zain tersenyum, menoleh ke arah Yulvi. Zain senang bisa melihat Yulvi bahagia di sisinya," Semua disini dijaga dengan baik, peraturannya juga sangat ketat. Jadi semua bersih dan indah." jelas Zain pada Yulvi. Yang di respon dengan anggukan oleh Yulvi tanpa mengalihkan pandangan keluar jendela mobil.
Sesampainya di rumah sakit, Yulvi mendorong kursi roda Zain menuju ruangan Dokter. Disana sudah ada beberapa orang yang mengantri, Zain menyerahkan bukti janji temunya ke suster yang berjaga. Sang suster mempersilahkan untuk menunggu, Yulvi duduk di kursi tunggu bersebelahan dengan kursiroda Zain.
" Ana, kamu pasti cape ya?" tanya Zain yang melihat peluh didahinya.
" Eh,,,enggak Kak. Dulu waktu di kampung Yulvi lebih cape, di sini Yulvi ga ngapa-ngapain cuma nemenin Kak Zain." jawaban Yulvi membuat Zain tenang.
Suster memanggil nama Zain, sekarang giliran dia untuk masuk.Yulvi berdiri dan bersiap mendorong kursi roda Zain. Meski mengunakan Bahasa Inggris Yulvi pun mengerti karena saat bersekolah itu salah satu mata pelajaran yang paling ia sukai. Ia juga bercita-cita ingin menjadi guru Bahasa Inggris yang profesional.
Di dalam ruangan sudah ada Dokter Lim Lee young yang ahli untuk menangani keluhan Zain. Dokter Lim masih muda umurnya sekitar 26, saat kedatangan pasiennya dia selalu ramah. Saat Zain dan Yulvi masuk, langsung di sambut dengan senyuman oleh Dr.Lim.
__ADS_1
" Silahkan Mr.Zain ada yang bisa saya bantu?" Dr.Lim bertanya memakai bahasa Inggris (tapi author pakai bahasa Indonesia aja ya,belum begitu mahir Bahasa Inggrisnya🤭)
'' Terimakasih Dok, Saya mengalami kelumpuhan di kaki kanan saya setelah kecelakaan yang pernah saya alami. Menurut Dokter saya dulu, masih bisa di sembuhkan. Saya dapat rekomendasi untuk melakukan pengobatan dengan Dr.Lim, semoga anda bisa membantu saya!" Zain menjelaskan semuanya, ia harap bisa kembali sembuh dengan pengobatan dari Dr.Lim, karena sudah banyak pasien yang membaik karena mendapat pengobatannya.
" Ok, boleh saya liat rekan medisnya. Nanti saya pelajari, sekarang mari kita periksa dulu. Sus, tolong bawa Mr.Zain untuk berbaring! Dr.Lim akan memeriksa Zain dan menitah suster untuk membawa Zain.
" Boleh pasangan saya saja yang melakukannya!" Zain hanya ingin Yulvi melakukannya, tidak ingin oleh suster. Yulvi hanya tersenyum pada Dr.Lim, dan menoleh pada Zain kenapa dia bilang kalo Yulvi pasangannya.
Dr.Lim melihat senyum Yulvi terasa terpancar dengan wajah yang bercahaya, Dia baru melihat wanita tersenyum indah dengan wajah yang menawan tidak dengan ber-make up pun sangat cantik. Sang Dokter terpaku dengan senyum Yulvi, dan tidak fokus dengan pertanyaan Zain.
" Apa boleh Dok? " Zain kembali bertanya karena Sang Dokter hanya menatap Yulvi lekat dan tidak menjawabnya.
Yulvi membawa Zain, dan membantu Zain berbaring. Zain menatap Yulvi dengan lekat, Dia tau Yulvi sangat Cantik dengan kealamiannya. Dia sudah cantik dari sananya, Zain melihat Dokter itu menatap Yulvi dengan tatapan memuja. Zain pun geram, tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Karena sekarang dia membutuhkan Dokter Lim untuk pengobatannya.
Yulvi yang ditatap Zain seperti itu, merasa heran karena Zain menatapnya seakan dia memiliki kesalahan.
" Ada apa Kak? Posisinya nya belum nyaman,biar Yulvi bantu." Tanya Yulvi karena merasa heran
" Aku selalu nyaman di dekatmu Ana." ucap Zain lirih, yang masih terdengar oleh Yulvi
__ADS_1
Yulvi bertambah heran dengan apa yang di ucapkan Zain. "Eh, apa Kak? "
" Ga apa-apa, sudah kamu duduk saja ya tunggu Kakak."
" Biarin Yulvi disini saja.'' Mendengar itu Zain tersenyum pada Yulvi.
Dokter Lim memulai memeriksa Zain, dia juga mengecek kaki Zain dengan memijit dan mengetuk ketuk kecil kaki Zain. Dokter Lim sudah tau, apa masalah yang terjadi pada kaki Zain. Dia menyarankan agar Zain rutin kontrol dan meminum obatnya serta Zain diminta untuk mengikuti terapi. Saat menjelas kan itu semua Zain dan Yulvi sudah kembali duduk, Sang Dokter sekali-kali menatap Yulvi dan tersenyum pada Yulvi.
Melihat itu hati Zain bergemuruh dan terasa Panas, apa iya Dokter Lim bisa menjadi saingannya nanti. Zain melihat Yulvi yang terlihat tidak suka saat Dokter itu menatapnya, Yulvi langsung menundukan kepalannya.
" Apa kaki saya bisa berjalan kembali Dok, setelah semua yang dokter sarankan saya jalankan?"
'' Kita berusaha saja, dan jangan lupa berdoa. Untuk hasilnya kita serahkan pada Tuhan." Dokter Lim tidak bisa menjanjikan kesembuhan kepada setiap pasiennya karena Ia tau dia hanya seorang yang membantu saja, semua kembali pada usaha dan doa yang dikabulkan atau tidak oleh Tuhan.
Saat sudah selesai, Zain berpamitan dan menjabat tangan Dokter Lim sambil mengucapkan terimakasih. Dan di sambut oleh Dokter Lim, Sebenarnya Dokter Lim memberikan tangannya yang akan berjabatan dengab Yulvi. Tapi disambut Yulvi dengan mengatupkan kedua tangannya di dada, Dokter pun tersenyum dan mengikuti apa yang dilakukan Yulvi. Dia sunggu kagum dengan Yulvi yang Makai pasmina Merah muda itu terlihat manis oleh Dokter Lim.
" Mari Dokter Kami permisi, Ayo ana!" Zain ingin segera membawa Ana nya keluar dan tidak ditatap lagi oleh Dokter itu. Begitu cemburu Zain melihat itu, padahal Yulvi tidak melakukan apa-apa.
( Gitu aja udah panas Yo,,,duh ini Zain buruan sembuh terus Nikahin Yulvi🤭 biar ga ada yang nglirik )
__ADS_1
Maaf ya gaesss, author baru up🙏