
Kini Jenazah ayah Yulvi sudah tiba di kediaman Yulvi,Saudara ayah yang jauh belum ada yang datang,Yulvi di bantu oleh para tetangga untuk mengurus semuanya.Istri Pak Sodik selalu menenangkan Yulvi,dan membantu semua keperluan yang di butuh kan.Diam-diam Zain mengutus anak buahnya untuk membantu semuanya dengan mengutus keluarga pak Sodik untuk menjaga Yulvi dan menyiapkan pemakaman ayah Yulvi.Semua Zain yang membiayainya tanpa pengetahuan Yulvi,dengan keadaan seperti ini Yulvi hanya menangis.Saat kehilangan ibunya yulvi lebih tegar,Tapi saat ini Yulvi begitu Rapuh.
''Nak yang sabar ya,sudah jangan seperti ini lagi nanti ayahmu sedih melihatnya.Jangan merasa sendiri ada bapak sama ibu yang bisa bersama Nak Yulvi.''Ucap istri pak Sodik menenangkan Yulvi
"Terimakasih Bu,Yulvi ingin ikut ke pemakaman boleh?"
"Boleh Nak,Nanti ibu temenin ya.Kamu istirahat dulu di sini nanti kalo jenazah mau di makamkan ibu kasih tau.''Ibu Sodik membawa yulvi kekamarnya karena terlihat sangat pucat dan lemas karena terus menangis.
''Iya Bu..."
Setelah Jenazah siap untuk diantar ketempat peristirahatan,Bu Sodik memangil yulvi ke kamarnya.
''Ayo Nak,kita keluar.Hati-hati nak,ayo sama ibu jalannya!''Yulvi hanya mengangguk dan memegang tangan ibu Sodik,karena dia merasa badannya begitu lemas tapi ingin mengantarkan ayahnya ke peristirahatan terakhirnya.
Saat berjalan,Tiada hentinya airmata yulvi terus mengalir.Seakan tidak ada lagi kekuatan untuk Yulvi,dia begitu rapuh.Melihat Ayahnya dimasukan ke liang lahat,Yulvi menjerit dan tumbuhnya limbung tidak sadarkan diri.
''Nak,bangun yang kuat Nak!''Ibu Sodik pun menangis melihat keadaan Yulvi yang saat ini jadi Yatimpiatu.Dia begitu terenyuh melihat anak itu,dia akan membantu sebisanya.
Yulvi membuka matanya pelan-pelan,Dia melihat sekeliling masih di tempat pemakaman.
''Ibu,,,Ayah mana?
"Sabar Nak,ikhlas kan Nak.InsyaAllah tempat terbaik untuk ayahmu.''
"Yulvi hanya menangis lagi dengan mendengar kata-kata Bu Sodik.Dia berdiri dan menuju gundukan tanah yang masih basah.
__ADS_1
"Ayah,,,hiks hiks hiks.Yulvi kuat yah,ayah sudah ketemu Bunda pasti kalian sudah bahagia disana kan.Selalu jaga Yulvi dari sana,Yulvi baik-baik saja yulvi akan terus jadi perempuan yang kuat dan selalu berpegang pada agama kita.Yulvi sayang Ayah,hiks hiks hiks titip salam yulvi untuk bunda Yah.Yulvi kangen kalian...,Ayaaah Bundaaa!HikHikHikkks,,,,
Setelah selesai berbicara di depan Nisan sang ayah Yulvi berdiri memutuskan untuk pulang dan bertekad akan kuat untuk menjalani ini semua meskipun sangat berat.
Di lain tempat,Zain hanya menatap layar ponselnya dengan diam dan mengeluarkan air matanya.Dia ingin memeluk orang yang sangat dicintainya dalam keadaan yang sangat rapuh.Tapi itu pun tidak bisa,dia sangat kecewa dengan keadaannya sekarang yang sangat sulit untuk melakukan apa yang ia inginkan.Sang bunda memasuki Kamar Zain,dia begitu bingung mendapati Zain yang begitu lama diam di dekat jendela
"Nak...,kamu sedang apa?"tanya sang bunda
Zain hanya diam saja karena masih fokus pada ponsel nya menatap orang yang dia cintai.Sang bunda berdiri di sebelah Zain dan melihat apa yang ada didalam ponsel itu,tapi sang bunda tidak akan menanyakan apapun pada Zain.Karena dia tau sang anak sangat Sulit untuk bercerita.Bunda melihat seorang gadis yang ditatap Zain dalam ponsel itu,bunda pun ikut meneteskan air matanya.Dia melihat wajah gadis itu sudah menyukainya,menurut Sang bunda pasti gadis itu yang ada di hati anaknya.Bunda memegang pundak Zain untuk menyadarkan bahwa ada Bunda .
"Nak...!"pangil bunda
"Zain langsung menoleh kesamping dan langsung memasukan ponselnya di saku celananya.Iya bunda...!"
"Kamu sedang apa,kenapa makanan di piring masih utuh?Apa ada yang sakit?''tanya sang bunda
"Ga bisa Nak harus makan sekarang,kamu harus minum obat."
"Nih sama bunda suapin ya,"
"Ga usah bunda,Zain makan sendiri."
Zain mengambil makanan yang ditangan bundanya.Dia hanya mengaduk makanan itu dan tidak memasukan dalam mulutnya.Sang ibu langsung merebut sendok dan piring itu.
"Kapan itu makanan masuk mulutmu kalo hanya diaduk-aduk.Buka mulut mu Nak!"Zain hanya menurutinya saja karena dia Juga tidak mau merepotkan Bundanya lagi kalo dia drop.
__ADS_1
"Ada apa dengan mu Nak,bunda lihat akhir-akhir ini selalu murung?Mau keluar untuk mendapat angin agar segar nanti kamu.
"Ga usah bunda,Zain tidak apa-apa.Sudah bunda,Zain sudah kenyang.''Baru setengah makanan yang dia makan.
"Ya sudah,kalo ada apa-apa ceritakan ke bunda.Apa kamu ingin ke taman nanti bunda antar.
"Tidak bunda,terimakasih Zain mau disini saja melanjutkan pekerjaan Zain."
"Ya sudah bunda keluar ya!"
Yulvi kekamar dan mengambil tabungannya untuk dia serahkan pada Bu Sodik untuk menyiapkan acara Tahlilan dirumahnya.
"Ibu ini ada sedikit,untuk keperluan nanti semuanya.Terimakasih sudah membantu Yulvi,maaf karena sedah merepotkan semuanya."Yulvi menyerahkan uang itu
"Tidak Nak,kami semua sayang nak yulvi begitu baik.Ini simpan saja untuk Nak Yulvi kedepannya.Semua sudah ada yang menanggungnya Nak,kita hanya membantu tenaga kita saja dan sebisa kita.
"Maksud ibu,siapa yang menanggungnya Bu?tanya yulvi heran
''Hamba Allah,kata bapak.Sudah tidak usah dipikirkan dia orang baik kita doakan saja semoga dia di beri kesehatan.''
"Aamiin,,,yulvi hanya mengaminkan tidak terlalu memikirkannya lagi.Karena tubuh,hati,dan pikirannya sudah terlalu letih.
"Terimakasih Bu,...!
"Iya Nak,kamu istirahat saja ya!"
__ADS_1
Yulvi kembali kekamarnya,dan meletakan uang itu dilaci mejanya.Dia duduk di tepi ranjang sambil air mata yang kembali menetes.Dia bahagia karena ayah nya sudah bersama bundanya di sana tetapi dia masih tidak tau apa yang akan dilakukannya nanti dengan hidup sendiri di dunia.
Bagaimana yang akan terjadi denga. Yulvi dan Zain kedepannya dengan yulvi kehilangan sang ayah.Apa mereka akan bertemu dengan cepat apa susah untuk bertemu kembali.