
Saat berbincang masalah bisnis yang mereka hadapi, Yulvi datang membawa minum dan makanan kecil buatannya. Mereka berhenti sejenak dan melihat Yulvi menyajikannya, Ayah Zain masih menatap Yulvi penuh selidik. Karena dia merasa aneh dengan putranya yang begitu menyukai gadis ini. Sebenarnya dia sudah mengetahui semua tentang Yulvi dari Istrinya namun ia masih mencoba pura-pura pada putranya.
" Silahkan Tuan." setelah menyajikannya Yulvi pun beranjak meninggalkan mereka.
Zain menatap Yulvi yang pergi menuju dapur tanpa ia sadari Ayahnya memperhatikannya. Zain belum menyadarinya, sampai Yulvi sudah tidak terlihat lagi dia akan kembali membahas pekerjaannya namun mendapat tatapan yang penuh tanya dadi sang ayah.
" Ada apa Yah?" tanya Zain heran karena menatapnya penuh selidik.
" Harusnya Ayah yang bertanya, Ada hubungan apa kamu sama pelayan pribadimu?" tanya Ayah to the point' tanpa bertele-tela karena sifat mereka sama.
" Maksudnya Yah?" Kaget dengan pertanyaan Ayahnya
" Kamu bisa langsung dekat sama orang baru, punya hubungan apa kamu sama pelayan itu?" sang ayah menanyakan kembali
" Ya hubungan pelayan dan atasannya, lalu apa lagi?" Memang benar yang Zain katakan, belum ada hubungan apa-apa saat ini. Meski ia mengharap hubungan yang lebih pada Yulvi.
" Yakin?" nada suara Ayah lebih tinggi untuk menegaskan.
" Hmmm, untuk saat ini." jawab Zain dengan sedikit mengangkat sudut bibirnya. Karena dia tidak bisa berbohong pada Ayahnya.
__ADS_1
" Ok, jadikan ia pantas untukmu. Baru Ayah setuju." dengan demikian Ayah Zain memberi lampu hijau, meski ada syarat yang ia ajukan.
" Justru Dia sudah sempurna Yah, Zain yang merasa tidak pantas untuknya." dengan lirih Zain menjawabnya.
" Sempurna untukmu, tapi untuk keluarga besar kita belum tentu. Dia harus bekerja keras untuk memasuki keluarga besar kita." Karena keluarga besar Zain begitu menjujung bebet bibit bobot untuk masalah jodoh, namun untuk orang tua Zain tidak mempermasalahkan itu.
" Hmmm, Iya Yah. Zain tau, akan ku buat ia pantas bergabung dengan keluarga besar kita." tegas Zain.
" Ok,,, Ayah mau istirahat dulu. Nanti sore Ayah pulang ke Indonesia." Ayah pun beranjak pergi menuju kamarnya dirumah itu.
Dengan semua perbincangan yang ia lakukan bersama Ayahnya, Zain merasa lega. Dia tau ayahnya tidak pernah menghalangi apa yang ia lakukan, selama itu baik untuknya dan tidak merugikan orang lain, orang tuanya selalu mendukung Zain. Ia sangat beruntung memiliki orang tua seperti mereka, lebih beruntung lagi jika ia bersanding dengan Yulvi untuk selamanya.
" Ana, kamu mau masak apa untuk makan siang?" tanya Zain
" Kakak mau di masakin apa nanti aku buatkan?" Yulvi bertanya kembali mungkin Zain ingin dimasakin sesuatu, karena ada ayahnya.
" Kamu bisa buat opor ayam, Ayah suka dengan sambal dan krupuk juga." Zain menyarankan memasak kesukaan Ayahnya karena sang ayah pasti akan makan siang bersamanya.
" Bisa kak, tapi tidak tau nanti enak apa ga?" Yulvi bisa memasaknya karena sedang terbiasa saat dulu masih ada bundanya.
__ADS_1
" Buatkan saja , masakanmu selalu enak di lidahku." Zain berucap jujur sambil melihat Yulvi.
" Kak Zain bisa aja," Yulvi tersipu lalu.
" Ya sudah Yulvi mulai siapin bahannya ya, nanti langsung masak. Mau Yulvi anter dulu kekamar atau mau kemana dulu?" sebelum memasak Yulvi menawarkan diri mengantar Zain kekamarnya.
" Mau nungguin kamu masak aja, sambil Natal kamu aja." Gurau Zain yang membuat pipi Yulvi bersemu merah.
" Nanti ga bakalan selesai Kak, Rasanya juga pasti aneh nanti kalo Kak Zain disini."
" Emang kenapa?" goda Zain
" Udah ah ayo kekamar Yulvi antar," tanpa meminta persetujuan Zain, Yulvi memutar kursiroda Zain dan menuju kamarnya.
" Eh,,,kamu mau apa ngebet banget ngajak Kak Zain kekamar." Goda Zain lagi, dengan sedikit tertawa
" iiiiH kak, nyebelin. Ya udah diem di sini jangan ganggu aku masak.
Yulvi akhirnya menyerah membiarkan Zain melihatnya memasak dengan serius Zain memperhatikan Yulvi. Sedangkan Yulvi tidak fokus karena seperti di lihat oleh juri saat mengikuti lomba masak.
__ADS_1
Maaf gaeees,telat up author nya baru sembuh sakit gigiðŸ¤. Jangan tinggalin Zain dan Yulvi ya ikutin terus.🤗🤗🤗