Jalan Takdir Cinta

Jalan Takdir Cinta
first kiss


__ADS_3

Kinaya di tenda senyum senyum sendiri hingga Mica dan Cindy merasa heran akan tingkah kinaya.



"Kamu kenapa Nay, kesambet tah" Tanya Cindy.



"Saha eta" Kata Mica sambil memegang kepala kinaya.



"Apa sih ca, emang aku kesurupan apa" Kata kinaya.



Cindy tertawa melihat mereka, "haha ya habisan kamu kayak orang kesambet, senyum-senyum sendiri, apa jangan jangan udah habis ya obatnya" Kata Mica.



"Haha obat apa lagi, ada ada aja kamu ini, aku lagi seneng aja" Jawab Naya dengan senyum.



Mica dan Cindy pun makin mendekati kinaya.



"Cerita geh seneng karena apa nay, dapet Doupres tah kamu" Kata Cindy



"Iya Doupres cwo ganteng, udah ah ayok tidur dh malem capek aku" Jawab Naya.



Mereka pun akhirnya tidur.



Pagi harinya anak-anak sudah berkumpul untuk kegiatan camping mereka, pada kegiatan pagi ini mereka akan melaksanakan kegiatan jejak alam dimana mereka akan berjalan menyusuri hutan.



Sebelum memulai kegiatan mereka berdoa bersama.


Mereka pun memulai kegiatan mereke.



"Nay hati-hati ya" Kata Alvin yang menghentikan kinaya ketika akan mulai perjalanannya. Cindy yang melihat Alvin perhatian terhadap kinaya merasa cemburu.



"Eh iya vin" Jawab kinaya sambil tersenyum.



Rafa cs dan salsa disini sebagai panitia, Rafa yang selalu diikuti oleh salsa merasa agak terganggu, hingga dia diam-diam meninggalkan salsa dengan teman-temannya untuk jalan duluan.



Anak-anak sudah berjalan menyusuri hutan, kinaya yang merasa lelah memutuskan untuk berhenti sebentar, disaat ia akan melanjutkan kembali ia sudah tertinggal oleh teman temannya, ia pun bingung jalan mana yang harus ia ambil, karena kinaya anak yang berani ia memutuskan mengambil jalan berdasarkan hati nurani tanpa ia sadari ia pun tersesat.



"Ca, kinaya mana" Tanya Cindy



"Di belakang cin, tadi kan dia bilang mau berhenti dulu"



"Oh iya deh" Kata Cindy.



Kinaya Pov



"Aku dimana ini"



"Apa aku nyasar ya, kok anak-anak gk ada yang keliatan prasaan mereka gk jaug-jauh amat tadi"



Kinaya pun tetap berjalan, hingga cuaca pun mulai mendung.



"Aduh mau hujan lagi"



"Aku harus cepet cari tempat buat berteduh ini"



Ia pun bergegas berjalan hingga ia menemukan gubuk.



" Itu ada gubuk, berpenghuni gk ya, mungkin itu salah satu gubuk penduduk yang berkebun disini, aku kesana aja deh"



"Assalamu'alaikum permisi apakah ada orang, boleh numpang berteduh ya sebentar saja" Ujar kinaya seolah olah ia berkata dengan seseorang karena menurutnya setiap tempat pasti berpenghuni maupun itu manusia atau bukan yang menghuni.



Didalam gubuk itu ada tempat duduk dan seperti dipan dari bambu, kinaya mengistirahatkan badannya di dipan ia merebahkan badannya dengan berbantalan jaket outer yang ia gunakan, ia mengeluarkan HP untuk mencoba menghubungi teman-temannya tetapi tidak ada jaringan.



"Hhhmm gk ada jaringan, terpaksa aku harus nunggu ujan reda ini baru bisa lanjut lagi"



Krreeeeekkkkkkkkkkk tiba-tiba suara pintu gubuk dibuka.



"Siapa itu" Teriak kinaya. Ia sudah mengambil ancang-ancang jika bahaya akan datang, ya kinaya lumayan bisa teknik bela diri, jadi wajar jika dia menjadi gadis yang cukup berani.



Tiba-tiba ketika pintu sudah terbuka sepenuhnya muncul sosok pria yang memakai topi dan jaket switer berwarna coklat dan tas ransel berwarna hitam.



"Ini gue Nay"



"Rafa" Kata kinaya dengan suara kaget.


"Kok lo bisa disini"


__ADS_1


Rafa pun bergegas masuk ia melepaskan tas dan topi yg ia gunakan, dan ia akan melepaskan switer yang ia gunakan karena basah terkena air hujan.



"Gue tadi mau balik ke posko duluan, terus tiba-tiba gue liat lo lari kearah gubuk ini, yaudah gue kesini juga lagian diluar hujan" Ujar Rafa.



"Ohh, jadi gue gk nyasar ya raf" Kata kinaya merasa senang.



"Gk tau deh Nay"



"Lah kok gk tau si raf, itu tadi katanya lo mau ke posko berarti lo tau jalan kan" Kata kinaya.



Rafa hanya mengangkat dua pundaknya seoalah-olah memberi jawaban tak tau.



"Ihhh Rafa, terus gemana dong kita nyasar nih" Sok takutnya kinaya, padahal geh tadi berani-berani aja.



"Udah tenang aja si, kan ada aku, nyasar bareng aku pasti seru" Kata Rafa yang sambil ingin membuka bajunya.



"Rafa lo mau ngapain, kok mau buka baju si" Kata kinaya sambil menutup matanya sedikit.



Rafa pun tetap membuka bajunya, dan terlihat lah roti-roti sobek Rafa.



"Wahh gila, Mata suci ku ternodai dengan yang kinclong begini, Rafa putih banget roti sobek di perutnya, MasyaAllah kinaya" Batin Naya.



"Baju gue basah Nay, masuk angin nanti gue kalok di pake sampek kering"



"Eh he he iya iya" Kata kinaya dengan tawa malunya.



Untuk beberapa lama hening diantara mereka, kinaya bingung harus bicara apa.



"Raf" "Nay" Ucap mereka barengan


"Ehh lo duluan deh raf" Kata kinaya.



"Bisa gk si nay kira ngomongnya gk usah pake lo gue"



"Maksudnya raf"



"Kita kalok ngomong pake aku kamu aja, kayak kamu kalok ngomong sama Mica Cindy "




"Biar lebih akrab aja, boleh ya? "



"Eemm, iya deh" Kata kinaya dengan senyumnya.



"Nay"



Kinaya hanya membalas dengan menengok kearah Rafa.



"Nay"



"Iya raf, kenapa" Jawab Naya.



"Kamu suka Alvin? " Tanya Rafa.



"Enggak, aku enggak suka sama Alvin" Jawab kinaya spontan.



"Bener nay"



"Iya raf, kenapa sih kok nanya itu" Jawab kinaya.



"Aku seneng dengernya"


"Ha maksudnya"



"Ya aku seneng dengernya nay, kamu gk suka sama alvin" Kata Rafa.



"Iya kenapa kok gitu raf".



" Berarti aku punya harapan" Kata Rafa.



Deg...



"Hahaha harapan apa si raf, kayak apa aja lho kamu ini, lagian Alvin juga gk suka sama aku kok" Kata kinaya dengan gugup.



" Harapan buat dapetin kamu nay, tp Alvin itu keliatan suka sama kamu nay" Jawab Rafa.

__ADS_1



"Haaaa apa si raf" Jawab kinaya dengan kagetnya.



"Aku serius Nay" Kata Rafa.



"Udah lah raf gk usah bercanda deh, nanti kalok pacar kamu denger bisa salah paham lho" Jawab kinaya dengan sok tidak kaget.



Rafa pun tiba-tiba memegang tangan kinaya.



"Nay, dengerin aku, aku serius sama yang aku omongin barusan" Kata Rafa dengan mimik muka yang meyakinkan.



Kinaya melihat kearah mata Rafa ia mencoba mencari kebohongan dari dalam mata Rafa, tapi ia tidak dapat menemukan sedikitpun kebohongan dari pandangan Rafa.



"Raf, aku gk tau ya kamu ini beneran apa becanda tapi yang jelas kamu udah punya pacar lho gk seharusnya kamu ngomong kayak gitu sama cwe lain" Kata kinaya.



"Tapi kamu calon istri aku Nay, aku gk peduli cwe lain aku cuman peduli sama kamu" Ujar Rafa.



Deg...


Naya kaget akan kata-kata Rafa.


"Kamu kesambet raf, lagian Kamu gk boleh egois raf, pikirin prasaan salsa" Jawab kinaya sambil melepaskan genggaman tangannya dari Rafa.



"Aku serius nay, aku gk peduli sama salsa dia aja gk mikirin perasaan aku Nay"



"Maksud kamu Raf" Kata kinaya dengan penasaran akan omongan Rafa.



"Aku belum bisa cerita sekarang Nay, tapi yang jelas aku cuman berharap kamu masa depan kamu" Kata Rafa dan tiba-tiba mencium bibir kinaya dengan singkat.



Deg deg..


Jantung kinaya berdetak lebih cepat.


Pipi kinaya pun menjadi lebih kemerahan.



Kinaya masih dengan ekspresi kagetnya, sedangkan Rafa sudah bergegas mengambil baju nya untuk digunakan lagi karena diluar hujan sudah reda.



"Nay" Kata Rafa yang melihat Naya sedang bengong karena masih kaget akan ciuman kilat Rafa.



"Ihhh Rafa kamu tadi ngapain " Kata kinaya yang sudah sadar.



"Aku ngapain nay"



"Itu kamu tadi"



"Apa Nay"



"Ihhh itu lho, kamu tadi ngapa kok cium aku" Kata kinaya



Tiba-tiba Rafa mendaratkan bibirnya lagi ke bibir kinaya, kinaya pun kaget ia bener-bener seperti patung, cukup lama Rafa mencium kinaya, ciuman itu mulanya hanya tempel bibir biasa, tapi lama-lama Rafa mulai me*um*ut bibir Kinaya, kinaya yang baru pertama kali ciuman dan di cium oleh pria yang ia suka selama ini, ia hanya diam dengan ekspresi yang entah harus bagaimana, ia ingin mendorong rafa tapi tubuhnya tak menginginkan itu. Hingga akhrinya Rafa mengakhiri ciuman itu, dan mengecup kening kinaya cukup lama.



"Rafa kamu udah ambil ciuman pertama aku" Kata kinaya sambil memukul mukul lengan Rafa.


Rafa yang melihat tingkah kinaya merasa gemes terlebih ia melihat pipi kinaya yang memerah karena ulahnya.



"Jadi ini ciuman pertama kamu, mulai sekarang ciuman pertama dan terakhir cuman buat aku aja" Kata Rafa sambil mengacak-ngacak rambut kinaya.



"Iihh enak aja, ciuman aku buat calon imam aku kelak, males amat aku kasih ciuman sama cwo yang udah punya cwe" Kata kinaya.



"Yaudah kita liat aja nanti, ayok beres-beres ujan udah reda, kita kembali ke posko" Kata Rafa.



Merekan pun akhirnya beres-beres dan bergegas ke posko.


Sampainya di posko anak-anak yang lain sudah lebih dulu tiba.



"Sayang kamu dari mana aja si? "













__ADS_1


__ADS_2