
Sang Bunda menunggu Zain dengan air mata yang mengalir di pipinya.Dia tidak menyangka anaknya akan mengalami kecelakaan.Bunda melihat pintu terbuka sang suami memasuki ruangan.
"Yah,Bagaimana kata Dokter?"Bunda langsung menanyakan keadaan anaknya yang diberitahu oleh dokter
''Nanti ayah jelaskan diluar bund,sekarang Ayah ingin bertemu anak kita.''Jawab sang ayah
Ayahpun berjalan mendekat ke Zain dan sang bunda berdiri membiarkan suaminya untuk duduk dan dia berdiri disisi suaminya.
"Apa kabar Nak,kenapa bisa seperti ini.Kamu harus kuat,kita akan berusaha semaksimal mungkin.Kamu milik kami satu-satunya jadi bertahan untuk kami!"Air mata sang bunda mengalir begitu saja mendengar ucapan sang suami pada putranya.Dia berfikir pasti keadaan putranya tidak baik-baik saja.
"Yah,bunda keluar dulu buat beli sarapan untuk kita."ijin bunda
"Tidak usah bund,kita makan di kantin bersama saja.Zain sebentar lagi akan melakukan pemeriksaan kembali."jawab sang ayah
Sang bunda hanya menganggukkan kepalanya dan menatap Zain yang terbaring lemah.Ayahpun bingung harus bagaimana memberitahu keadaan Zain kepada bunda karena Zain dikatakan akan lumpuh.Setelah dokter dan perawat datang,ayah dan bunda pun keluar.
"Bund,kita kekantin sarapan dulu.Nanti kita kembali lagi."ajak sang ayah
"Iya Yah,"jawab bunda
Mereka berdua berjalan menuju kantin rumah sakit yang sudah mulai ramai,karena sudah memasuki waktu untuk sarapan.Ayah memesankan makanan untuk bunda dan dirinya,sambil menunggu pesanan mereka membicarakan keadaan Zain.
"Yah,bagaimana keadaan Zain?"tanya bunda karena belum mendapat jawaban dari tadi
"Nanti setelah makan kita bicarakan bund,kita berusaha yang terbaik untuk pengobatan Zain kalo perlu kita bawa Zain keluar Negri."Ucap ayah
''Apa begitu serius yah yang terjadi pada anak kita?"tanya bunda dengan raut wajah begitu sedih
"Itu pesanan kita sudah datang,kita makan dulu bund.Kita juga harus menjaga kesehatan untuk merawat anak kita."Sang ayah bisa bicara seperti itu padahal dalam hatinya dia begitu sedih dengan keaadaan anaknya tapi dia harus kuat.
Mereka melanjutkan makan dengan tidak berselera tetapi harus makan karena untuk kesehatan mereka juga.Makanan tidak ada yang dihabiskan,karena tidak menginginkan untuk makan lagi.
"Yah,tolong jelaskan keadaan Zain sama Nicho?"sang bunda sudah tau tidak sabar untuk mengetahuinya
"Untuk Nicho tidak apa-apa bunda cuma harus melalui oprasi untuk bahuny.Kalau untuk anak kita Zain,ada masalah dengan kakinya bund."
__ADS_1
"Maksudnya bagaimana yah,kaki Zain kenapa?"tanya bunda dengan cemasnya
"Zain akan mengalami kelumpuhan bund!"ucap ayah dengan nada lirih
"Astagfirullah,,,begitu berat cobaa untuk anak kita yah.Apa bisa disembuhkan yah?"tanya bunda lagi
"Dokter belum tau bund,harus dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan sekarang sedang dilakukan pemeriksaan.Sekarang kita tunggu saja hasilnya,semoga Zain bisa kembali sembuh!"
"Aamiin...,Ayo yah kita kembali ke dalam.Siapa tau sudah selesai pemeriksaannya!"ajak sang bunda
Sang ayah pun bangkit dari kursinya,dan menuju meja kasir terlebih dahulu.Mereka berdua kembali ke dalam Rumahsakit.Mereka menuju ruang IGD dan melihat dokter keluar dari ruangan itu.
"Maaf dok bagaimana keadaan anak kami?"bunda langsung menanyakan begitu berpapasan dengan dokter
"Mari saya jelaskan diruangan saya,pasien masih stabil tapi ada hal yang serius yang harus kita tangani.Mari keruangan saya!''ajak sang dokter
Mereka menuju ruangan dokter yang memeriksa Zain,sekarang bunda mengikutinya karena ingin tau keadaan sang Anak.
Ditempat lain seorang gadis sedang gelisah dengan segala pemikirannya.Yulvi yang tidak bisa menghubungi Zain dia jadi kerasa khawatir,karena dari semalam dia tidak bisa menghubunginya.
Mereka bertiga sudah berada di rungan dokter itu,sang dokter mempersilahkan mereka duduk.
"Silahkan duduk Pak,Bu!''
''Terimakasih dok.''jawab sang bunda
"Jadi bagaimana keadaan putra kami dok?"bunda langsung menanyakan kembali
"Sebenarnya pasien stabil,tapi ada masalah dengan kaki kanannya.Syaraf nya ada yang bermasalah dan harus melakukan oprasi,kalo saya boleh sarankan bapak dan ibu bisa membawa Zain ke Singapur disana ada dokter terbaik untuk menanganinya.Disini juga ada tapi alat yang kami punya belum ada sebagus yang mereka punya!"jelas sang dokter
"Apakah anak saya akan mengalami kelumpuhan dok?"bunda kembali bertanya
"Kemungkinan besar iya Bu,tapi pengobatan di Singapore bisa dengan terapi juga insyaallah bisa disembuhkan tapi tidak tau berapa lama."dokter kembali menjelaskan
"Yah,kita bawa Zain ke Singapore saja ya!''pinta sang bunda
__ADS_1
"Iya bund,kita lakukan yang terbaik untuk Zain."
"Baik dok lakukan yang terbaik untuk anak kami bila perlu beri surat kepindahan perawatan anak kami ke Singapore."
"Baik pak kami akan mengurusnya dan melakukan yang terbaik.Bapak dan Ibu yang sabar dan semoga bisa menjelaskan pada Nak Zain dengan baik dan pelan-pelan agar tidak terganggu psikisnya."
Karena dokter tau apabila pasien mengetahui keadaannya lumpuh pasti akan Drop dan mungkin psikologinya tidak stabil.Jadi dokter menyarankan untuk menyampaikan secara perlahan.
"Baik dok kami akan memberitahu secara perlahan pada anak kami."jawab sang ayah
"Kalau begitu kami permisi dok!
"Silahkan pak,pasien Nicho dan Zain sudah kami pindahkan ke kamar rawat VVIP sesuai keinginan anda."
"Iya dok,Terimakasih.Kami permisi."
Yulvi ingin mencari tau keadaan Zain tapi dia bingung bagaimana caranya,ingin menceritakan kecemasannya pada sang ayah tapi dia merasa malu.Karena dia bukan siapa-siapa Zain,dia baru dua kali bertemu tapi merasakan kekhawatiran yang begitu dalam.Yulvi merasa terjadi sesuatu pada Zain sehingga susah untuk dihubungi.
Disaat makan siang yulvi berniat untuk menanyakan kepada sang ayah,tetapi dia masih memikirkannya.
"Yah,boleh yulvi menanyakan sesuatu?"tanya yulvi saat sudah selesai makan
"Ada apa Nak?"
"Apa ayah memiliki no hp pak Nicho,Yulvi cemas yah karena dari semalam kak Zain tidak bisa dihubungi!"Jelas yulvi
"Ayah ga punya,nanti coba ayah tanyakan kepada pak mandor di pembangunan ya!"
"Iya yah,terimakasih."
Yulvi melanjutkan membereskan meja makan dan kembali ke kamarnya karena hati dan pikirannya tidak tenang.Dia selalu menatap gelang yang dipakaikan oleh Zain ke pergelangan tangannya.
"Yah bagaimana dengan Nicho?Kalo kita bawa Zain ke luarnegri siapa yang menjaganya?''
"Tenang Bund ayah sudah menghubungi orangtuanya dan mereka segera datang sebelum kita membawa Zain mereka pasti sudah tiba disini."Jelas sang ayah dengan kekhawatiran sang istri pada Nicho karena mereka sudah menganggapnya anak juga
__ADS_1
(Zain akhirnya dibawa ke Singapur lalu bagaimana dengan yulvi)