Jalan Takdir Cinta

Jalan Takdir Cinta
bab 23


__ADS_3

Keesokan harinya keluarga Zain sepakat membawa Zain ke Singapur untuk pengobatan.Sang ayah sudah menyiapkan segalanya yang mereka perlukan nanti,bahkan dia langsung membeli rumah yang dekat dengan Rumahsakit tempat Zain dirawat.Karena ayah Zain tau mereka membutuh kan waktu lama untuk penyembuhan Zain.Pasti sang bunda membutuhkan tempat tinggal,karena sang ayang akan sibuk dengan perusahaan dan usaha yang sedang dijalankan Zain.


"Bunda semua sudah siap,tidak ada yang tertinggal?"


''Sudah yah,semua sudah siap.semoga nanti pengobatan anak kita di sana dilancarkan."


''Aamiin...,"balas sang ayah


Zain dibawa dengan pesawat pribadi milik keluarga Abraham,mereka termasuk pembisnis sukses dan berjaya.Nicho tetap di rawat di Indonesia karena kondisinya mulai membaik dan sudah dijaga oleh keluarganya.


Dilain tempat,Yulvi masih memikirkan Zain karena sudah dua hari dia belum mendapatkan kabar tentang Zain.Nomer ponsel Zain masih tetap tidak aktif membuat Yulvi semakin cemas.


"Ayah apa sudah dapat nomer kak Zain yang bisa dihubungi."tanya yulvi saat sang ayah baru pulang dari tempat kerjanya


"Kata pak mandor,Bos kita mengalami kecelakaan Nak dan dia tidak tau lagi keadaannya.Karena hanya keluarga bos yang memberitahu itu saja dan pembangunan harus tetap berjalan."jelas sang ayah pada yulvi


"Innalillahi,Ya Allah.Apa kak Zain baik-baik saja yah?Yulvi sangat khawatir,waktu itu Yulvi sudah mengingatkan kak Zain untuk pulang di pagi hari tapi kak Zain menolak karena banyak kerjaan."jelas yulvi dengan nada lirihnya


"Maafkan ayah Nak,ayah ga tau informasi yang lain tentang keadaan Nak Zain.Pak mandor pun tidak mengetahuinya,kami hanya di suruh fokus untuk bekerja.Kamu doakan saja ya Nak semoga Nak Zain tidak apa-apa.''jawab sang ayah


''Iya yah,Yulvi sudah terimakasih karena Aya sudah kasih tau Yulvi.InsyaAllah yulvi akan slalu mendoakan kak Zain.Yulvi kekamar dulu ya yah,yulvi sudah masak buat makan malam kalo ayah lapar makan dulu saja."pamit Yulvi kekamar karena hatinya merasa gelisah mendengarkan Zain mengalami kecelakaan dan dia tidak bisa mengetahui keadaannya.

__ADS_1


''Iya Nak,kamu istirahat dulu saja.ayah mau bersih-bersih lalu makan."


Yulvi berjalan menuju kamarnya dengan keadaan hatinya yang sangat tidak baik-baik saja.Dia sangat mengkhawatirkan Zain,seandainya dia bisa memaksa Zain untuk pulang di pagi harinya mungkin keadaannya tidak seperti sekarang dia masih bisa menghubungi Zain.Yulvi duduk di meja riasnya dan memandangi pergelangan tangannya yang dipasang gelang dari Zain.


"Kak,semoga kamu baik-baik saja dimanapun kak Zain berada Yulvi harap Kakak selalu mengingat yulvi."Ucap yulvi pada gelang itu,seakan gelang itu menyampaikan apa yang yulvi rasakan pada Zain


Zain yang sudah menempati Rumahsakit terbaik di Singapur dan mendapatkan perawatan yang sangat baik.Zain sudah sadarkan diri,dia masih diam dengan segala pemikirannya.Dia mengingat gadis yang baru saja ia temui Zain ingin menghubungi gadis itu tetapi dengan keadaannya saat ini dia tidak ingin melakukannya.Selain tidak ingin membuat yulvi khawatir,dia juga Mali dengan keadaannya saat ini yang lumpuh tidak bisa berjalan.


"Assalamu'alaikum Nak,"sang bunda menghampiri Zain dikamar perawatan


"Wa'alaikumsalam bunda,"


"Kamu sedang melamun Nak,lagi mikirin apa.Mau berbagi dengan bunda."Ucap bunda Zain karena dia tau setelah Zain mengalami kecelakaan Zain menjadi semakin pendiam


"Iya Bund,"


"Ayo sekarang kamu makan,mau Bunda siapin ga?"


"Zain sendiri saja bund."


Zain memakan makanan yang di bawakan oleh bundanya,karena dia tidak mau memakan masakan Rumahsakit.Zain memasukan makanannya dengan mata yang fokus pada satu titik seperti tatapan kosong,seperti sedang Memikirkan sesuatu.Bunda memperhatikan Zain makan seperti tidak benar.Zain sangat ingin menghubungi Yulvi tapi dia tidak bisa.

__ADS_1


"Kamu kenapa nak?'tanya bunda sambil mengusap lengan Zain


''Ga apa-apa bund,Zain sedang tidak berselera."


"Ya sudah,sedikit lagi saja tidak usah dihabiskan"ucap bunda dan hanya dijawab dengan anggukan oleh Zain


Setelah selesai makan Zain menghubungi seseorang dan memerintahkan untuk melakukan pekerjaan untuk dia.Zain ingin orang itu mencari tau keadaan yulvi dan menjaga Yulvi.


Di tempat lain Yulvi sekarang sudah mulai sibuk karena anak murid nya semakin bertambah.Dia masih mengingat Zain dan ingin sekali mengetahui keadaannya tapi dia bisa apa dia hanya seorang gadis desa.


Orang yang diperintahkan Zain sudah mulai memantau keadaan yulvi dan selalu melapor keadaan yulvi.Zain merasa tenang karena yulvi baik-baik saja tetapi dia melihat wajah yulvi yang sering murung dan sedih.Zain melihat wajah yulvi dari vidioh-vidio yang dikirimkan anak buahnya.Setiap hari Zain mendapatkan laporan tentang yulvi,dia merasa lega.


''Nak,bagaimana keadaan mu?Mungkin besok kamu boleh pulang tadi dokter bilang kamu lebih baik kita lanjutkan perawatan dari rumah saja ya."ucap sang ayah


"Iya yah,kita pulang ke Indonesia?'


"Tidak Nak,kamu sama bunda akan tinggal disini sementara selama pengobatan kamu.Biar ayah yang pulang ke Indonesia untuk mengurus pekerjaan kita.'


"Maafkan Zain yah,tidak bisa membantu ayah.''


"Tidak apa,sekarang kamu fokus dengan kesembuhanmu.Nanti kamu harus menggantikan semua pekerjaan ayah."jelas sang ayah.

__ADS_1


Zain diijinkan pulang dan menempati rumah yang ayahnya beli di Singapur.Zain juga membantu ayahnya untuk bekerja dari rumah dia membantu semampu dia.Zain merupakan laki-laki yang pekerja keras dan tanggungjawab.


__ADS_2