Jalan Takdir Cinta

Jalan Takdir Cinta
bab 28 menuju Pertemuan


__ADS_3

Semua sudah Bunda siapkan dengan baik, Bunda ingin anaknya bahagia dan bisa kembali berjalan. Maka Bunda memiliki ide untuk membawa Yulvi bertemu Zain dan bisa merawatnya. Begitu tulus Bunda mengagumi Yulvi meskipun belum mengenalnya.


Yulvi bersiap diri dan menyiapkan barang-barang yang ia bawa. Rumah sudah dia bereskan dan ia akan menitip ke Bu Sodik untuk menjaga dan merawatnya. Dia hanya membawa beberapa baju,foto bersama kedua orang tuanya dan beberapa barang berharganya. Sebenarnya Yulvi masih begitu bimbang dengan apa yang akan dia jalani nanti. Ini pertamakalinya bagi Yulvi, dari dulu dia tidak pernah jauh dari kedua orangtuanya. Tetapi kini keduanya telah tiada, Yulvi memutuskan untuk melanjutkan hidupnya dan mencoba untuk meraih cita-citanya.


"Nak, semua sudah kamu siapkan. Tidak ada lagi yang ingin di bawa, hanya ini saja?" tanya Bu Sodik.


"Iya Bu,Semua sudah Yulvi siapkan. Ini sudah banyak Bu, Yulvi hanya membawa yang penting saja." jawab Yulvi


"Hati-hati ya Nak, jaga diri baik-baik. Di negara orang harus bisa membawa diri,buat bos mu puas atas pekerjaan mu. Mereka akan baik pada kita bila kita berbuat baik juga." Bu Sodik menasehati Yulvi seperti ke anaknya.


"Iya Bu, terimakasih atas segalanya. Maaf,kalau Yulvi selama ini merepotkan Ibu dan Bapak. Yulvi akan selalu mengingat nasehat Ibu." jawab Yulvi dengan suasana haru.


Yulvi menaiki mobil yang akan membawanya ke bandara, semua sudah di siapkan oleh Bunda Zain tanpa sepengetahuan Yulvi dan Zain. Ini pengalaman pertama Yulvi menaiki pesawat, Dia tidak sendiri ada seseorang yang di utus Bunda untuk mendampingi Yulvi.


''Maaf mba Yulvi, Tidak usah takut ya naik pesawat sama seperti naik mobil.'' Ucap Sri yang ditugaskan menemani Yulvi


''Iya mba Sri, saya hanya gerogi saja mba ini yang pertama buat saya. Dari dulu saya belum pernah pergi jauh." jelas Yulvi pada Sri, Dia bersyukur mendapatkan Bos yang baik mengirim orang untuk menemaninya.


Mereka menaiki pesawat yang jadwal pagi. Bunda Zain sengaja agar saat Yulvi tiba tidak langsung membawa kerumahnya tapi akan Sri bawa ke apartemen mereka yang ada di sana. Bunda akan membawa Yulvi saat dia akan pulang ke Indonesia.


"Mba, kita langsung ketempat bos kita tidak?" tanya Yulvi saat di pesawat


"Tidak, kita ke tempat Nyonya dulu. Nanti kamu belajar bagaimana mengurus putra Nyonya, setelah itu Nyonya akan membawamu ke Rumahnya.'' Sri menjelaskannya


"Putra nya Nyonya galak ga mba?" tanya Yulvi penasaran karena nanti dia pasti akan selalu bersamanya


"Aku ga tau, dia tidak pernah keluar dari kamarnya. Yang aku dengar dia kecelakaan dan lumpuh. Sekarang sedang menjalankan pengobatan dan terapi biasanya di temani Nyonya. Tetapi Nyonya harus menjalankan pekerjaannya di Indonesia jadi harus meninggalkan putranya.'' Sri kembali menjelaskan ke Yulvi.


"Semoga tidak galak ya mba, dan aku bisa bekerja dengan baik nanti." Yulvi mengutarakan harapannya


"Aamiin,,,'' hanya di aminkan oleh Sri

__ADS_1


Tidak lama mereka mengobrol,akhirnya pesawat mendarat di Bandara Changi Airport. Yulvi memandang begitu takjub dengan keindahan Bandara itu dan untuk pertama kalinya. Yulvi merasa ini mimpi, dia bisa naik pesawat dan menikmati yang belum pernah ia rasakan.


"Mba, ini bagus banget.'' Yulvi berucap sambil mengedarkan pandangannya


''Iya Yulvi, ayo kita keluar pasti sudah ada yang menjemput kita." Sri mengajak Yulvi keluar mencari orang yang menjemput mereka.


Di depan Airport sudah ada orang yang siap membawa mereka. Yulvi hanya mengikuti kemana Sri membawanya.Bunda Zain sudah siap-siap untuk menemui Yulvi di apartemennya.


"Zain, Bunda pergi sebentar ya. Ga apa-apa kan Bunda tinggal sebentar?'' Bunda berpamitan pada Zain


''Ga apa-apa Bunda, Zain bisa sendiri. Bunda jangan khawatir,kalo bunda ingin jalan-jalan juga ga apa-apa.'' Zain berkata begitu karena Dia tau selama ini Bundanya juga tidak pernah kemana-mana.


"Tidak lama sayang, Bunda ga mau jalan-jalan cuma ada kepentingan yang harus Bunda kerjakan. Ya sudah Bunda pergi ya! Assalamu'alaikum...,!"


"Wa'alaikumsalam..."Zain membalas salam Bunda sambil membalikkan kursi rodanya ke dekat jendela.


'Kasihan Bunda, dia selalu merawat ku. Ayo kaki sembuh jangan repotkan banyak orang!!!" gumam Zain memotifasi kakinya.


"Halo Sri, sekarang kalian sudah dimana?'' Dalam perjalanan Bunda menghubungi Sri


"Kami sudah di apartemen Nyonya," jawab Sri


"Ok, saya sebentar lagi sampai.'' Bunda langsung menutup ponselnya


Yulvi dibawa ke apartemen Zain, saat masuk apartrmen Yulvi merasa pernah merasakan aroma parfum dari dalam apartemen itu. Dia masih melihat dan memandangi setiap penjuru dari tempatnya duduk, sambil menunggu Sri dalam sambungan telepon. Yulvi menoleh ke arah pintu, saat mendengar pintu terbuka. Yulvi merasa seperti akan di sidang tangannya dingin, karena ini baru pertama kalinya bekerja dengan orang lain.


''Nyonya,,," Sri memberi salam dengan menganggukan kepalanya.


"Iya,,,! Jadi ini yang nama nya Yulvi?" tanya sang Bunda, dan Yulvi langsung berdiri menyalami serta mencium punggung tangan Bunda.


"Iya,,, saya Yulvi Nyonya." jawab Yulvi dengan rasa gerogi nya

__ADS_1


"Ok ...kamu siap bekerja? ''


" Siap Nyonya."


"Saya mendapat rekomendasi dari Bu Sodik, semoga kamu tidak mengecewakan."


"Insya Allah, saya akan berusaha yang terbaik Nyonya.'' jawab Yulvi dengan tenang.


"Ok... ini kamu tanda tangan kontrak dulu. Setelah itu saya jelaskan semua pekerjaan mu!''


"Iya Nyonya,'' Yulvi mengambil lembar kertas itu dan membubuhi tanda tangan setelah membacanya


"Kamu nanti menjaga dan merawat putra ku, siapkan semua keperluannya dan kebutuhannya. Dia baru saja kecelakaan dan mengalami kelumpuhan sekarang sedang menjalankan pengobatan. Ini semua jadwal kegiatannya dan nama obat mana saja yang harus kamu berikan tepat waktu. Kamu pelajari dan Nanti saya jemput sore nanti. Saya pergi dulu." Setelah menjelaskan semuanya, Bunda langsung berdiri dan pergi.


"Baik Nyonya," ucap Yulvi


Di Sore hari, Bunda kembali lagi dan nenjemput Yulvi untuk di bawa kerumahnya. Tadi bunda pergi membeli semua keperluan untuk Zain sehari-hari.


"Kamu sudah siap, ayo kita berangkat!" ucap Bunda pada Yulvi


"Iya Nyonya,"


"Sri kamu bersih kan Apartemen ini dulu, nanti pak Karim menjemputmu."


''Siap Nyonya!" jawab Sri


Yulvi sudah di bawa menuju rumah Zain. Sampainya di sana Yulvi kembali kagum dengan Rumah itu.Dia mengikuti langkah Bunda memasuki Rumahnya.


"Ayo aku tunjukan kamar mu, bersihkan dulu dirimu nanti saya kenalkan dengan putraku." titah sang Bunda


"Iya Nyonya!"

__ADS_1


(Bagaimana reaksi mereka saat bertemu?)


__ADS_2