Jalan Takdir Cinta

Jalan Takdir Cinta
bab 46. Kedatangan keluarga Zain


__ADS_3

Hari sudah mulai berganti, akhir Minggu akan tiba. Bunda Zain mengabari kalo Minggu ini ia akan berkunjung ke Singapura dan bersama saudaranya. Zain sudah mengira pasti bundanya datang denga Tante Vivian yang tidak disukai oleh setiap anggota keluarga lainnya. Vivian orang yang sosialita, dia juga selalu memandang orang dari kekayaannya. Zain sudah protes dengan bundanya kenapa harus membawanya ikut bersama, jawaban sang bunda hanya" kau kan sudah tau gimana tantemu Zain." itu yang bunda Zain katankan.


" Ana, akhir pekan Bunda akan datang bersama adik ayah. Nanti kamu jangan ambil kehati ya omongannya!' Zain mengatakan itu agar Yulvi tidak sakit hati dengan sikap tantenya.


Sabtu sore Bunda Zain akan datang, Yulvi membersihkan rumah dengan begitmu rapih. Dia menyiapkan segala sesuatu yang mungkin akan diperlukan saat keluarga Zain ada di sini. Pukul tiga sore Yulvi sudah berkutat di dapur untuk menyiapkan makan malam, dia memasak makanan sederhana tetapi terkesan menggugah selera. Zain tetap berada dikamarnya, dia tidak kekantor hari ini karena selain bundanya akan datang di hari Sabtu para pekerja hanya bekerja setengah hari.


" Kak, mau mandi sekarang?'' setelah selesai dengan memasak di dapur Yulvi menuju kamar Zain untung mengurus keperluan Zain. Karena hari sudah sore Yulvi menanyakan Zain apakah mau mandi.


'' Bentar ana, kerjaan ku sedikit lagi selesai." Zain menjawab tanpa melihat ke Yulvi tapi fokus pada layar laptopnya. Meski dirumah dia tetap mengerjakan pekerjaan kantor. Sedangkan Yulvi menyiapkan segala keperluan Zain untuk mandi dari airnya hingga pakaiannya. Sekedar info saja! Zain bisa mandi sendiri ya, karena ada tempat duduk yang di sediakan dikamarmandinya untuk memudahkan Zain untuk mandi. Mungkin kalo Yulvi suda sah jadi istrinya Zain akan memintanya untuk membantunya mandi.

__ADS_1


" Akhirnya, ternyata sudah sore." setelah menutup laptopnya Zain melihat jam di dinding kamarnya yang menunjukan hampir jam 5 sore. Dia harus bersiap diri karena bundanya akan segera sampai. Zain melihat Yulvi sedang menyiapkan pakaiannya, dia membayangkan seandainya Yulvi sudah menjadi istrinya. Pasti ia akan bahagia, tapi melihat kakinya dia merasa sedih karena dia akan merepotkan Yulvi.


'' Semua sudah siap kak, mau sekarang mandinya? Jam berapa Bunda kak Zain datang, Yulvi sudah masak untuk makan malam." Yulvi melihat Zain menatapnya dan menyimpan laptopnya pada nakas disebelah tempat tidurnya.


" Iya, sekarang aja mandinya. Mungkin pukul tujuh mereka sudah sampai." Zain akhirnya pergi mandi dengan dibantu Yulvi keksmar mandi." Ya udah, Yulvi tunggu diluar. kalau sudah, panggil ya!" Yulvi akan membereskan kamar Zain sambil menunggu Zain selesai mandi.


Di bandara


" Zain bunda sudah dimobil, sebentar lagi sampai. Jangan kaget dengan siapa bunda datang, kasih tau Yulvi saja untuk tidak sakit hati nantinya." Itu pesan bunda yang ditulis pada Zain lewat ponselnya.

__ADS_1


" iya bunda, Yulvi pasti bisa menghadapi mereka. Bunda tenang saja." itu isi jawaban Zain.


Akhirnya mereka sampai dikediaman Zain. Dwi membukakan pintu untuk Nyonyanya, Bunda masuk di ikuti Tante Zain dan anaknya.


" Assalamu'alaikum...,Zain gimana kabarmu?" Bunda Zain memasuki rumah dengan mengucapkan salam dan disambut Zain yang didorong oleh yulvi.


" Wa'alaikum salam bunda, Alhamdulillah Zain baik. Bunda gimana kabarnya, tetap dan slalu sehatkan?" jawaban Zain pada bundanya." Zain kau tidak menyapa tante?'' Vivian protes karena Zain belum juga menyapanya." Halo Tante, gimana kabar Tante? " dengan sedikit malas Zain menyapa tantenya dan melirik viba yang ada di sebelahnya.


" Tante baik, vina juga ikut Zain. Dia baru selesai pendidikannya, sedang pencari pekerjaan yang cocok untuknya. apa sikantormu ada pekerjaan yang pantas untuk vian,Zain?" baru saja tiba tapi sang Tante sudah menyebutkan tujuannya datang kesini, Zain belum mau menjawabnya karena dia tau sang bunda sudah cape dan ingin segera istirahat.'' Mari Bu, mau saya antar kekamar atau mau langsung makan malam saja.'' Yulvi mencoba untuk menetralkan obrolan mereka yang sedikit tegang." Kita kekamar sebentar Yul, nanti kita langsung makan malam. Ngga usah diantar,kamu urus aja Zain." Bunda Zain begitu ramah dengan Yulvi sedangkan Tante Vivian melirik Yulvi dengan ujung matanya. Memindai Yulvi dari ujung kaki sampai ujung kepalanya, dia menilai Yulvi dari sudut pandang seorang sosialita.

__ADS_1


" Dia siapa kak, kenapa harus dengan Zain terus?" saat berjalan menuju kamar Tante Vivian menanyakan Yulvi pada bunda Zain." Dia perawat Zain sekaligus calon mantuku," tidak ada keraguan bagi bunda untuk mengenalkan Yulvi sebagai calon mantunya. Dia yakin keluarga dari suaminya akan menentang kedekatan Zain dengan Yulvi, tapi dia tidak akan tinggal diam karena ini menyangkut kebahagiaan anaknya Zain.


" Orang seperti dia,mau jadi mantumu kak? Apa ngga salah, gimana respon keluarga besar nanti." Belum apa-apa Dia sudah komentar yang ngga enak. Semua sudah diprediksi oleh bunda Zain." Memang Yulvi kenapa? Dia perempuan,yang penting gadis masih lajang terus sayang sama Zain dan Zain mencintai Yulvi.Itu yang paling penting!" jawaban bunda Zain dengan tegas pada Vivian.


__ADS_2