Jalan Takdir Cinta

Jalan Takdir Cinta
Menikah


__ADS_3

Dirumah Kinaya.



Mereka sedang serapan bersama, hari ini hari ke 4 mereka libur semester.



"Nay.. Mamas mau ngomong penting" Kata Mas Bayu.



"Ngomong apa mas" Jawab Naya dengan memakan sarapannya.



"Pernikahan kamu akan segera di laksanakan" Ujar mas Bayu.



Ehekkk...Kinaya tersedak sarapannya.


Susan pun memberikan minum kepada Kinaya.



"Secepat itu kah mas??" Ujar Kinaya setelah menenangkan dirinya.



"Iya Nay, ini udah keputusan kedua belah pihak" Jawab Mas Bayu.



"Tapi Mas, Nay kan masih sekolah Mas, terus gemana sama sekolah Nay"



"Kamu akan tetap boleh sekolah Nay, bahkan kamu nanti boleh lanjut kuliah, kamu percaya kan sama mamas mamas kamu Nay, kami enggak mungkin menjerumuskan kamu" Kata Mas Bayu.



"Iya Mas, Nay nurut aja" Jawab Nay dengan sedih.



Bayu dan Susan pun merasa lega.


Selesai sarapan Kinaya pun bergegas ke kamarnya, ia menangis meratapi nasibnya yang tidak beruntung ini.



Ia membuka sebuah kotak yang berukuran sedang, yang didalemnya terdapat foto-foto Rafa, Kinaya selama ini diam-diam menyukai Rafa, sejak pertama masuk sekolah ia sudah menyukai Rafa, dan disaat Rafa pun menyukainya, bahkan Rafa sudah dengan serius melamarnya, tetapi sekarang justru Kinaya dijodohkan dengan orang, ia sangat sedih akan takdirnya ini.



Hiks hiks hiks....


"Kenapa ya Allah, kenapa hiks hiks" Kata Kinaya.


"Kenapa takdir aku begini, bunda pergi meninggalkan ku untuk selamanya disaat aku masih kecil. Ayah...?? Bahkan sampai detik ini aku tidak tahu siapa ayah ku!! Aku menyukai seorang pria sejak dulu, dan disaat pria itu juga menyukai ku bahkan melamarku,, tapi takdir lagi lagi mempermainkan ku hiks hiks hiks" Ujar Kinaya.



"Astaghfirullah, Nay kamu enggak boleh ngomong gitu, harusnya kamu bersyukur,, kamu masih diberi keluarga yang sangat menyayangimu, maafkan aku yang Allah" Lanjut Kinaya.



Ia pun bergegas mengambil wudhu dan mengaji untuk menenangkan hatinya.



Disaat Naya sedang mengaji tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya.



Tok tok



Kinaya pun membuka pintu kamarnya.



"Mba, ada apa?? "



"Ini gaun pengantin kamu Nay, dicoba dulu ya,, cocok apa enggak" Kata Susan.



"Ini dari mana mb??


"Calon mertuamu sudah menyiapkan segalanya Nay"..



Kinaya pun menerima gaun Pengantin Tersebut.



" Mba.... Pernikahan ini hanya keluarga aja kan yang tau, kinaya belum siap mba jika sampai orang-orang tau, Naya enggak mau mereka berfikiran yang tidak-tidak mba, karena kinaya menikah masih duduk dibangku SMA" Ujar kinaya.



"Kamu tenang aja Nay, semua sesuai dengan yang kamu inginkan" Kata Susan. "Yaudah jangan lupa dicoba ya, mba tinggal dulu" Kata Susan dan setelah itu berlalu.



Kinaya pun didalam kamar mencoba gaun pengantinnya.



"Cantik.. " Kata kinaya "tapi.... Hhhmmm, udah Nay kamu harus kuat, kamu pasti bisa menjalankan takdir ini, cayooo" Kata kinaya menyemangati dirinya sendiri.



Beberapa hari berlalu, tibalah hari pernikahan. Acara pernikahan dilaksankan di hotel, walau hanya keluarga yang datang tapi acara pernikahan ini didekorasi dengan indah.





Kinaya yang sedang berada di salah satu kamar hotel merasa gugup ia ditemani oleh Ana, Susan dan Santi. Ia terlihat sangat cantik sekali dengan gaun yang ia Pakai.






"Beruntung sekali kau bik, di jodohkan dengan pria kaya dengan mukamu yang standar begini" Kata Ana dengan mengejek.



"Huussssttt, Ana jangan berbicara seperti itu, usia kalian memang tak jauh beda, tetapi ia tetaplah bibik mu, jadi jagalah bicara mu" Kata Susan yang menegur Ana.



"Iya iya baik lah bik, kau punya pembela" Kata Ana dengan berlalu pergi ke tempat acara dahulu.



"Nay, kamu sangat cantik dek" Kata Santi..


"Iya Nay bener yang dikatakan mb Santi, apakah kamu udah siap dek, acara akan segera dimulai ayok kita bergegas keruangan tempat akad dilaksanakan" Kata Susan.



Naya pun mengangguk, mereka bertiga pun bergegas ke tempat akad dilaksanakan.



Di tempat itu semua orang sudah berkumpul, hanya tinggal menunggu mempelai wanitanya.


Ketika Naya sampai di tempat akat dilaksanakan, ia terkejut akan yang ia lihat. Ia melihat sosok yang selama ini ada didalam hatinya.



Degg...



"Rafa" Batin Kinaya. "Kenapa dia disini, dari mana dia tau aku menikah" Lanjut batin Kinaya.



Rafa terlihat sangat Tampan, menggunakan Jaz berwarna hitam dengan dalaman kemeja putih dan dilengkapi dengan dasi kupu-kupu, serasi dengan gaun yang dipake oleh Kinaya..





Degg..



"Tu tunggu dulu, kenapa Rafa duduk di kursi tempat pengantin melaksanakan akad, dan dimana calon suami aku, apa pria tampan disebelah Rafa (Reza), tapi kenapa dia duduk disitu, terus siapa calon suami aku apa jangan - jangan... " Batin Kinaya.



"Nay, ayok.."Kata Susan membuat Naya tersadar dengan ocehan batinnya.



Naya pun duduk disebelah Rafa, Rafa yang melihat Kinaya tersenyum membuat hatinya bergetar.

__ADS_1



"Subhanallah, cantik ma'mum ku" Batin Rafa.



"Bagaimana semuanya, apakah sudah siap mempelai wanita dan mempelai pria" Tanya penghulu.



"Sudah pak" Jawab Rafa..



Naya sepontan langsung melihat kearah Rafa.



"Raf, ka ka kamu... " Kata Kinaya gugup.



"Diselesaikan dulu ya sayang ijab qabulnya, nanti kaget-kagetannya di lanjut di kamar pengantin aja" Kata Marya yang tiba tiba berada disebelah Sinta dan Santi (istri Bram dan Bima).



"Haaaa tante juga di sini" Batin Kinaya.



"Baiklah, siapa yang akan menjadi wali nikah mempelai Wanitanya" Tanya penghulu.



"Saya pak" Kata Mas Bram, selaku kakak tertua Kinaya.



"Baiklah mari kita mulai" Kata penghulu.



"Bismillahirahmannirahhim, Rafa Dwi Jaya, saya nikahkan engkau dengan anak saya yang bernama Kinaya Putri binti Sudirman dengan emas kawin cicin berlian dan seperangkat alat salat dibayar tunai" Ujar Mas Bram.



"Saya Terima nikahnya Kinaya Putri binti Sudirman, dengan emas kawin tersebut dibayar tunai" Jawab Rafa dengan lancar.



"Bagaimana para saksi, Sah" Tanya penghulu.



"SAH" jawab para saksi barengan.



"Alhamdulillah" Kata mereka berbarengan. Penghulupun membacakan do'a.



Setelah acara ijab kabul selesai, semua para sanak family mengucapkan selama kepada pengantin baru.



"Selamat ya adk mamas, kamu mendahului mamas mu ini" Kata bagas



Kinaya pun memeluk mamas bujangnya dengan air mati yang sudah menetes.



"Mas terimaksih" Kata kinaya sambil menangis..


"Jangan menangis di hari bahagia mu Nay" Kata bagas sambil mengelap air mata Naya, sesudah itu ia memeluk Rafa.



"Mamas titip Naya ya" Kata bagas.



"Iya mas, pasti.. Mamas cepet nyusul ya" Kata Rafa.



Mamas mamas Kinaya dan istri-istrnya sudah mengucapkan selamat kepada Kinaya dan Rafa. Kini tiba waktunya nyonya Marya, tuan Wijaya dan Reza.



"Sayang selamat ya untuk kalian, akhirnya kamu jadi anak mamah" Kata Marya sambil memeluk Kinaya.



"Makasih tante" Kata nay.




"Ii iya mah" Kata Naya gugup.



"Selamat ya Nak, Rafa sekarang kamu sudah menjadi suami, jadi tanggung jawab kamu semakin besar" Kata Wijaya.



"Siap papah Bos" Kata Rafa dengan tegas.



"Selamat datang dikeluarga Wijaya adik ipar" Kata Reza yang ingin memeluk Naya tapi langsung dicegah oleh Rafa.



"No no no, kakak jangan peluk-peluk istri aku ya" Kata Rafa.



Kinaya tersenyum melihat kelakuan kakak beradik di hadapannya ini.



"Haha pelit sekali kau ini, sekali lagi selamat untuk kalian, kalian melangkahi ku, kalian harus segera memberiku keponakan " Lanjut Reza.



Blushh pipi Kinaya memerah, ia malu akan kata-kata Reza.



"Tenang kak, segera ku kabulkan keinginan mu" Kata Rafa dan mendapat injakan dikaki oleh Kinaya.



Selesai acara, keluarga Kinaya dan kekuarga Rafa tidak langsung pulang, mereka menginap terlebih dahulu di hotel.



Kamar pengantin baru.



Kinaya dan Rafa memasuki kamar yang sudah dihiasi dengan lilin dan bunga mawar.





"Wahh, sweet sekali" Kata Kinaya, sambil mendudukan diri di atas sofa, ia melepas hils yang ia kenakan.



"Sini biar aku" Kata Rafa yang mengambil kaki Kinaya, dan ia melepaskan hils Kinaya.



"Eeehh enggak usah Raf" Kata Kinaya.



Tapi Rafa tidak menggubris kata-kata Kinaya, setelah ia melepaskan hils Kinaya, ia mengangkat kaki Kinaya ke pangkuannya.



"Kamu pasti kelelahan" Katanya sambil memijat kaki Kinaya.



"Raf kamu ngapain, aku enggak apa-apa kok" Kata Kinaya.



"Udah diem, biar kaki kamu aku pijat sebentar" Kata Rafa..



Naya pun tersenyum


"Raf, kamu belum jelasin semua ini sama aku" Kata Kinaya.



"Nanti aku jelasin sayang, tapi kamu mandi dulu ya, aku mau pesan makanan dulu buat kita makan malam, pasti kamu lapar kan" Ujar Rafa dengan mengelus Rambut kinaya.



Kinaya pun mengangguk menanggapi omongan Rafa, ia pun akhirnya bergegas ke kamar mandi.

__ADS_1


Kinaya masuk kedalam kamar mandi, ia sudah menyiapkan air hangat, ia akan berendam untuk menyegarkan tubuhnya yang lelah.



"Mimpi apa aku semalem ya Allah, engkau bener-bener membolak balikkan takdirku,," Kata kinaya dengan raut wajah bahagia.



Kinaya sudah selesai dengan ritual mandinya, ia lupa jika ia tidak ada baju ganti dan ia bingung harus memakai apa, hanya ada anduk yang bisa ia pakai.


Akhirnya ia pun memakai anduk yang hanya menutupi bagian tubuhnya sampai dengan paha. Kinaya keluar dari kamar mandi.



Rafa yang sedang fokus memainkan HP nya diatas sofa tiba-tiba perhatiannya teralihkan kearah pintu kamar mandi yang membuka, kinaya yang keluar dengan hanya menggunakan handuk yang menutupi tubuhnya sampai paha membuat Rafa menelan ludahnya.


Glekkk...



"Raf, a aku enggak ada baju ganti" Kata Kinaya gugup



"Oh iya aku lupa Nay, kata mamah udah disiapin didalem lemari, yaudah sana salin, aku mau mandi dulu" Kata Rafa yang cepet-cepet bergegas ke masuk kamar mandi.



Didalam kamar mandi Rafa mengatur Nafasnya, "sabar Raf, sabar" Katanya, lalu bergegas mandi.



Kinaya pun bergegas membuka lemari untuk mencari salin



"Kok bajunya begini semua sih, ya kali aku pake baju kurang bahan dan tipis gini" Kata Kinaya yang kaget karena didalam lemari hanya ada baju baju lingerie dan kemeja Rafa.



"Aku pake kemeja Rafa aja lah" Katanya lalu menggunakan kemeja putih Rafa yang kebesaran untuknya (jadi daster deh kemeja Rafa), selesai salin Naya menyiapkan kan salin untuk Rafa.



Rafa yang sudah selesai dengan Ritual mandinya pun keluar dari kamar mandi, ia menggunakan anduk yang hanya menutupi bagian bawahnya.



"Wahhhhhh Roti sobek nya Rafa" Batin Naya tertegun melihat badan Rafa.



Rafa tersenyum melihat pakaian gantinya sudah disiapkan oleh Naya, ia pun segera salin.



"Kok kamu pake kemeja aku Nay" Tanya Rafa.



"Iya soalnya bajunya kayak gitu semua Raf, jadi aku pake baju kamu aja hehehee" Kata Kinaya.



"Kayak mana Nay" Tanya Rafa menggoda.



"Ya gitu lah Raf, kurang bahan gitu hehe.. Udah ah ayok makan, aku laper dan kamu harus jelasin semuanya sama aku" Kata kinaya yang berlalu duduk di sofa.



Mereka pun makan malam bersama, Rafa selalu memandang kinaya, sampai-sampai kinaya salah tingkah karena di pandangi terus oleh Rafa.



"Ada apa sih Raf, kok liatin aku terus" Kata kinaya.



"Aku bahagia Nay, aku bahagia udah milikin kamu sekarang" Kata Rafa.



"Kamu belum jelasin semua ini lho Raf" Kata Kinaya yang masih dengan rasa penasarannya.



Akhirnya Rafa pun menceritakan semuanya kepada Kinaya.



"Jadi kamu sengaja bohongin aku" Kata Kinaya yang pura-pura marah.



"Maaf Nay, aku mau buat kejutan sama kamu, jangan Marah ya" Kata Rafa merayu Kinaya.



"Enggak mau, aku kesel sama kamu" Kata Kinaya.



Namun tiba-tiba Rafa membopong Kinaya ketempat tidur, ia menjatuhkan Kinaya ditempat tidur lalu mengngelitik nya.



"Bener kamu enggak mau maafin aku" Kata Rafa yang mengngelitik perut kinaya.


"Raf,, ampun, ampun... I iya aku maafin" Kata Kinaya sudah tidak bisa menahan geli.


Rafa pun berhenti menggelitik Kinaya, ia memandang wajah Kinaya, ia tersenyum memandangi wajah Kinaya. Ia merapihkan rambut Kinaya yang menutupi wajah.



"Raf,, aku seneng orang itu kamu" Ujar Kinaya.



"Aku tau" Kata rafa masih dengan tangannya mengelus kepala Kinaya.



"Raf,, kamu enggak nyesel kan nikah sama aku" Kata Kinaya.



"Kenapa aku harus nyesel Nay, aku mencintai mu, aku beruntung bisa memiliki mu" Kata Rafa.



Rafa pen mencium kening Kinaya, lalu ia mencium bibir pink Kinaya, ia m**um** bibir Kinaya dengan lembut, Kinaya dan Rafa saling berciuman dengan cinta.



Ciuman mereka lama-lama menjadi ciuman yang menuntut. Bibir Rafa yang tadinya mencium bibir Kinaya, lama-lama turun ke leher Kinaya, ia men**la* dan menggigit leher Kinaya, ia meninggalkan bekas kepemilikan di leher Kinaya, tangan Rafa membuka kancing kemeja yang Kinaya kenakan, perlahan ia membuka hingga sampai terlihat *** berwarna hitam yang menutupi G**dukan k***ar Kinaya, ia membuka pengait *** kinaya ia bisa merakan g****kan kembar kinaya, ia m***mas gundukan kinaya yang pas ditangannya, ia mainkan p***ng d*** kinaya, sehingga membuat kinaya menggelinjat kegelian, Rafa sudah tidak Tahan lagi, ia langsung mel**mat d*** kinaya.



"Ahhhhhh" Erang kinaya.



Rafa Mel**mat d*** kinaya sebelahnya, ia Mel**mat dengan Rakus..



"Ahhhh Raf" Kata kinaya yang mendapatkan sensasi yang berbeda.



Rafa sudah terbawa gairah yang membara..



"Nay, boleh ya??? Tanya Rafa.


"Tu tunggu Raf... Aku"



"Kita sudah halal Nay, masa kamu menolak" Kata Rafa.



"Bukan gitu Raf, tapi aku masih datang bulan" Kata kinaya.



"Haahhhhhhhhhhh,,,,,, kenapa kamu enggak bilang dari tadi Nay" Kata Rafa yang langsung mendudukkan tubuhnya.



"Maaf Raf" Kata kinaya yang merapihkan pakaiannya.



Rafa pun bergegas ke kamar mandi, terpaksa ia harus mandi air dingin untuk meredakan belalai di tubuhnya. (Hahaha sabar Raf🤭).



"Rafa kenapa masuk kamar mandi, apa dia marah ya... Ya gemana geh orang aku lagi datang bulan" Batin kinaya. Ia pun tampa berdosa malah merebahkan tubuhnya di kasur, dan tak lama terlelap karena lelah.






__ADS_1



__ADS_2