Jalan Takdir Cinta

Jalan Takdir Cinta
salsa atau kinaya


__ADS_3

Hari camping pun tiba.


Mereka pun mengendarai bus untuk menuju tempat mereka akan mengadakan camping.



"Asikkk, akhirnya holliday" Kata Mica.



"Holliday apaan si Ca, kita ini mau Camping ya" Kata Cindy.



"Sama aja lah buat gue" Jawab Mica.



Kinaya hanya diam saja melihat obrolan Mica dan Cindy, ia duduk sendiri di bus, sedangkan Mica bersebelahan dengan cindy.



Mereka pun sampai tempat mereka akan mengadakan camping.



"Hhhhhmmm tempatnya sangat indah, sejuk lagi" Ujar kinaya.



"Iya bener banget" Jawab Cindy.



"Anak-anak kelompokkan sudah dibagi, jadi masing-masing kelompok membuat tenda ya" Ujar salah satu guru atau pembina dalam kegiatan camping.



Kinaya Mica dan Cindy satu kelompok, mereka pun mulai membuat tenda.



"Gua bantuin ya nay" Tiba-tiba Alvin datang menawarkan bantuan.



"Eehh Alvin, gk usah vin lo juga kan harus negakkin tenda" Jawab Kinaya.



"Gue kan panitia nay jadi udah ada yg ngerjain bagian panitia" Jawab Alvin.


Alvin adalah salah satu anggota osis dan dalam kegiatan ini osis menjadi panitia termasuk dengan Rafa Cs.



"Kalok gk ngerepotin boleh di vin" Jawab Cindy sebelum Naya berbicara.



Alvin pun langsung membantu kinaya Cs untuk membuat tenda, dan dari kejauhan ada sepasang mata yang memperhatikan mereka.



"Makasih ya vin" Kata Cindy dengan senyum termanis nya.



Alvin hanya membalas senyum ucapan Cindy.



"Gue kesana dulu ya Nay" Kata Alvin dibales anggukan oleh kinaya.



"Cin lu suka ya sama Alvin" Selidik Mica.



"Iihhh eng enggak kok" Jawab Cindy gugup.



"Jujur aja Cin sama kita" Kata Kinaya.



"Iya gue jujur, gue suka sama Alvin tapi Alvin nya suka sama kamu Nay" Jawab Cindy jujur dengan nada agak lesu.



"Ahh kata siapa Alvin suka aku, jangan ngawur deh Cin"



"Yaelah nay, semua orang juga tau kalik Alvin suka kamu dengan cara memperlakukan kamu aja di beda" Kata Mica.



" Eehh gk mungkin lah, lagian ni ya kalok dia suka aku kan aku nya gk suka dia Ca Cin, jadi Cin kalok kamu suka kamu harus berjuang, oke" Ujar Kinaya dengan memegang tangan Cindy.



"Tapi apa aku bisa Nay" Jawab Cindy.



"Kamu pasti bisa Cin, biar kira enggak jomblo semua gitu" Jawab kinaya dengan terkekeh.



"Iya Cin gue yakin lo pasti bisa, bener juga kata kinaya biar kita gk jomblo semua gitu, kita ini cantik cantik lho tapi kok ya jomblo semua ya" Ujar Mica dengan tawa.



"Lah yang bilang kita cantik siapa Ca" Tanya Naya.



"Gue barusan Nay 🤭" Jawab Mica.



Cindy dan Naya hanya tertawa menanggapi Mica.




Acara camping untuk malem hari hanya api unggun. Anak-anak mengelilingi api unggu dengan berduduk sila, dalam kegiatan ini salsa selalu di samping Rafa, dimana ada Rafa di situ pasti ada salsa, seperti acara api unggun ini. Rafa memainkan gitar sedangkan teman-temam Rafa, Diki, Rian, Jojo bernyanyi bersama dengan diiiri petikan gitar Rafa.



Rafa selalu memandang kearah kinaya, entah apa maksud pandangan Rafa.



"Nay" Sapa Alvin yang tiba-tiba datang. Alvin pun langsung duduk disebelah kinaya.



Cindy yang melihat itu langsung terbakar cemburu, kinaya gak menjaga jarak dengan Alvin karena ia takut cindy akan cemburu.



"Eh Alvin" Ujar kinaya.

__ADS_1



Cukup lama mereka bernyanyi nyanyi dan bergurau bersama, hingga kinaya permisi meninggalkan acara api unggun untuk bergegas ketenda karena merasa lelah akan hari ini, ditambah lelah melihat orang yang disayang bersama yang lain 😕.



"Ca Cin aku kebelakang dulu ya" Kata kinaya.



"Mau kemana Nay" Tanya Cindy.



"Mau ketenda duluan" Jawab kinaya.



"Mau ditemenin enggak" Tanya Mica.



"Enggak usah, kalian nikmatin aja dulu keseruan ini, aku berani kok" Jawab Naya yang diangguki oleh Mica dan Cindy.



" Mau kemana nay" Tanya Alvin menghentikan kinaya.



"Ketenda vin"


"Gue temenin ya"


"Enggak usah vin, gue berani kok, udah lo disini aja dulu" Kata kinaya dan Alvin hanya mengikuti omongan kinaya.



Kinaya pun bergegas ketenda, ketika ia kan masuk tenda tiba-tiba ada yang menarik tangannya.



"Eeeeeehhhhhh" Kata kinaya "elo ngapain" Lanjutnya.



"Ikut gue dulu bentar" Jawab orang itu sambil menarik kinaya.



"Ada apa raf" Tanya kinaya, ya Rafa lah yang menarik Kinaya.



"Lo kenapa kemarin enggak angkat telfon gue" Tanya Rafa.



"Kapan lo nelfon" Tanya balik naya.



"Kemarin, no ujung 1886"



"Oh itu lho, gue gk tau kalok itu no lo. Emang a ada apa raf" Jawab kinaya gugup.



"Gue kangen sama lo" Ujar Rafa.



Deg...




"Gue kangen Nay sama lo, gue kangen sama teman gua kinaya" Kata Rafa.



"Oh kangen gua sebagai temen toh" Batin Naya.



"Yaelah raf kayak apa aja lo ini" Kata kinaya dengan ketawa sambil memukul lengan kinaya.



"Lo kayak ngehindar dari gue Nay, kenapa" Tanya Rafa.



"Eee enggak ah, siapa yang ngehindar si raf" Jawab naya.



"Jangan bohong lo ngehindar dari gue kan"



"Enggak Rafa gue enggak ngehindar dari lo" Kata kinaya sambil memegang tangan Rafa dengan reflek.



"Iya deh, gue percaya tapi awas ya kalok lo kayak ngehindar dari gue lagi" Kata Rafa sambil menggenggam tangan Naya.



"Iya iya bos Rafa" Kata kinaya "oiya, selamat ya lo dah jadian sama salsa"



Rafa kaget akan ucapan kinaya, ia sepontan langsung menggenggam tangan kinaya.



"Lo marah sama gue nay"



"Marah kenapa raf"



"Karena gue jadian sama salsa"



Kinaya kaget dengan omongan Rafa.



"Ya enggak lah raf, kenapa gue harus marah" Kata kinaya.


Wajah Rafa sepontan langsung berubah dengan wajah yang terlihat kecewa.



"Ya sapa tau kan lo cemburu" Goda Rafa.



"Ya ya enggak lah raf" Jawab kinaya gugup dengan melepaskan genggaman Rafa.

__ADS_1



Rafa hanya diam menanggapi jawaban kinaya.



Mereka pun duduk diatas batang pohon yang sudah tumbang yang tidak jauh dari tenda kinaya.



"Nay"



"Hhmm" Jawab kinaya.



"Minggu besok ada acara enggak"



"Eemmm enggak ada kayaknya Raf, kenapa? "



"Gue jemput maen kerumah gue mau enggak??" Tanya Rafa sambil melihat kearah kinaya.



Kinaya yang diajak Rafa untuk main ke rumahnya pun kaget.



"Ada acara apa raf, kok lo ngajak gue maen ke rumah lo?" Tanya Naya.



"Enggak ada acara apa-apa si, gue pingin ngajak maen lu aja, sekalian gue kenalin sama orang tua gue"



Deg..



"Haa gila si Rafa ini, dah kayak mau dijadiin istri aja aku pake mau dikenalin ke ortunya" Batin kinaya.



"Nay"



"Eehhh emang enggak apa-apa gitu gue maen tempat lu" Tanya Naya.



"Emang kenapa"



"Ya emang salsa enggak marah apa"



"Ya enggak lah nay, kenapa harus marah"



"Yaudah deh" Jawab kinaya dengan senyum.



"Manis" Ujar Rafa dengan lirih



"Apa raf"



"Eehh enggak, yaudah minggu gue jemput kerumah ya" Kata Rafa.



"Siap Bos"



"Yaudah ayok gue anter ketenda, udah malem" Kata Rafa sambil menggenggam tangan kinaya



"Iya" Kata kinaya lalu tersenyum.



"Tidur ya, enggak usah mikirin gue terus" Kata rafa sambil memegang pipi kinaya dan mengelus kepala kinaya dengan lembur.



Blush...



Merah pipi kinaya, kinaya pun hanya mengangguk dengan senyum malunya.



"Gemana aku enggak makin sayang coba, dia aja manis banget" Batin kinaya.



"Gemes banget si dia kalok lagi malu malu gini, pipinya merah, manis kamu Nay" Batin Rafa.



Kinaya pun bergegas pergi ketenda meninggalkan Rafa.



Rafa pun tersenyum melihat tingkah kinaya.



"Raf, kamu dari mana aja si aku cariin dari tadi" Kata salsa yang tiba-tiba langsung menggandeng tangan Rafa.



" Dari buang air kecil" Kata Rafa yang pergi meninggal kan salsa.



"Raf tungguin aku" Salsa pun mengikuti Rafa.







__ADS_1




__ADS_2