Jalan Takdir Cinta

Jalan Takdir Cinta
bab 27


__ADS_3

Hari berganti hari menghampiri Minggu ke Minggu dan bulan pun datang.Yulvi melaluinya dengan riang di kesendiriannya.Pada Senin lagi ibu Sodik mendatangi Yulvi,Dia menawarkan pekerjaan untuk Yulvi.Ibu Sodik si perintah oleh orang suruhan Bunda nya Zain,dia sendiri saja bingung Ibu dan Anak begitu memperhatikan Yulvi.Tetapi Bu Sodik hanya melaksanakan perintah,tanpa bertanya alasannya karena dia tau keluarga Zain orang yang terpandang di kotanya.


"Assalamu'alaikum,...!"Bu Sodik mengunjungi yulvi


"Wa'alaikumsalam,mari Bu masuk aja."Yulvi membukakan pintu dan mempersilahkan untuk masuk


''Saya buatkan minum ya Bu!"


"Air putih aja Nak,.."


"Iya Bu," Yulvi mengambil dua gelas air dan membawa kembali ke ruan tamu.


''Nak,ada yang ingin ibu bicarakan kamu ga sibuk kan?"


"Tidak Bu,pekerjaan Yulvi sudah selesai.Ada apa Bu?"


"Begini Nak,ada yang nawarin ibu bekerja lagi di LuarNegri tapi ibu ga bisa tau sendiri ibu sudah tua terus bapak juga ga mau di tinggal.Apa kamu mau gantiin ibu Nak,orang itu sedang butuh seorang pekerja Nak?"Tawar Bu Sodik ke yulvi dengan sedikit berbohong,karena memang dulunya Bu Sodik bekerja sebagai TKW


''Pekerjaan apa ya Bu,jauh sekali kalo harus keluar negri?"jawab yulvi ragu


"Menjaga orang yang sakit nak,kasihan baru mengalami kecelakaan dan sekaran dia lumpuh ibunya mau pulang kesini dan ga ada yang menjaganya disana Karena harus menjalankan pengobatan di sana."Bu Sodik menjelaskan ke yulvi


"Gimana ya Bu?Boleh Yulvi pikirkan dulu,karena yulvi belum pernah pergi jauh."jawab yulvi halus


''Iya,pikirkan saja dulu kalo sudah ada jawabannya kasih tau ibu.Mungkin kamu mau cari pengalaman dan itung-itung membantu orang yang sedang membutuhkan bantuan kita."


"Iya Bu,Yulvi pikirkan dulu."


"Ya sudah ibu pamit ya,kamu baik-baik di rumah.Kasih tau ibu kalo ada apa-apa.''


"Iya Bu,terimakasih selalu perhatikan Yulvi.''

__ADS_1


"Sama-sama Nak,ibu pamit y


a.Assalamu'alaikum


"Wa'alaikumsalam...


Yulvi pergi kekamarnya setelah menutup pintu,Dia duduk di meja belajarnya dulu.Mengambil foto keluarga dimana ada Ayah Bundanya,dia menatap foto itu dan airmata pun mengalir dengan sendirinya.Gelang yang ada di tangannya dia pandang dan mengusapnya dengan perlahan.Yulvi juga mengingat Zain,dia hanya bisa mendoakan dan bertanya dalam hatinya dimana Zain berada.


"Kakak dimana?katanya mau nemuin Ana lagi,kakak suka panggil aku Ana.Yulvi pingin ketemu kak Zain."Ucap nya pada gelang yang dia pandangi


Dua hari berlalu,Yulvi sudah bertekad menerima tawaran Bu Sodik.Dia sudah memikirkan semuanya,tidak ada yang dia harapkan juga bila berdiam diri terus,mungkin dengan menerima pekerjaan ini Yulvi bisa mengumpulkan uang untuk melanjutkan pendidikannya dan mengejar cita-citanya.Yulvi pergi kerumah Bu Sodik untuk memberi jawaban dan bertanya bagaimana pekerjaannya dan kapan dia akan bisa bekerja.


"Assalamu'alaikum ...''


"Tok. tok. tok. Ibu ini Yulvi!!Yulvi mengetok pintu karena tak kunjung di bukakan.


''Wa'alaikumsalam...iya Nak sebentar."Bu Sodik menjawab dari dalam rumah sambil berjalan untuk membukakan pintu


''Sini Nak masuk,Dari mana ini kamu Nak kaya cape sekali?"Bu Sodik menanyakan karena melihat Yulvi begitu letih


"Habis nganterin baju langsung kesini Bu."Jawab Jingga


''Sini Nak minum dulu!"Ajak Bu Sodik pada Yulvi


''Makasih Bu minumnya,Yulvi mau bicara sama ibu.''ucap yulvi


"Bagaimana Nak,udah ambil keputusan?Ibu tidak memaksa Nak Yulvi."


"Iya Bu Yulvi ingin mengambil pekerjaan itu Bu.Pekerjaan apa yang nanti Yulvi kerjakan Bu?''


''Syukur lah,disana kamu khusus merawat anak majikan yang sedang mengalami kelumpuhan dan menjalani pengobatan di sana Nak.Apa kamu sanggup?"

__ADS_1


"InsyaAllah Yulvi sanggup Bu.Lalu kapan Yulvi harus brangkat dan memulai bekerja?''


"Kalau Yulvi sudah setuju,Ibu hubungi dulu Majikan Ibu dulu ya nanti semuanya akan di urus.Nak Yulvi siapin berkas-berkasnya aja untuk pembuatan paspor dan visa nanti.''


''Iya Bu Yulvi siapin dulu,makasih Bu sudah selalu dampingi yulvi dan bantu yulvi."


''Iya Nak,sama-sama.Ibu doa kan semoga kamu selalu bahagia dan dalam lindunganNya.''


"Aamiin,terimakasih Bu doanya.Yulvi pamit dulu ya Bu besok kesini lagi."


"Assalamu'alaikum...!''pamit yulvi


"Wa'alaikumsalam...hati-hati Nak."


Sesampainya dirumah Yulvi langsung membersihkan tubuhnya,dan menjalankan kewajibannya.Yulvi hanya menggoreng telor dadar untuk makan malamnya karena dia terlalu cape untuk membeli makanan apalagi untuk memasaknya.Dia begitu lelah dengan aktifitasnya,dan merasa tidak ada kemajuan yang ia dapatkan.Hingga memutuskan untuk menerima tawaran dari Bu Sodik.Yulvi ingin mengejar cita-citanya,untuk menjadi pengajar Bahasa Ingris yang handal.


Di tempat lain Zain tetap berjuang untuk kesembuhan kakinya meski hanya mendapatkan sedikit kemajuan Zain tidak pernah berputus asa.Sang bunda masih mendampinginya,dua Minggu lagi sang bunda akan kembali ke Indonesia.Bunda sudah menyiapkan untuk kedatangan Yulvi,dia menyiapkan segalanya karena Bu Sodik sudah menghubunginya bahwa Yulvi setuju untuk bekerja dengannya.Rencana yang dijalankan Bunda sudah berhasil tahap awal,Bunda akan meneruskan rencananya setelah Yulvi datang.


Bunda menyiapkan kamar untuk Yulvi dekat dekat dengan Zain agar bisa melakukan pekerjaannya dengan mudah.Zain menanyakan pada Bundanya kenapa menyiapkan kamar di sebelah kamar Zain, karena dia kira akan ada tamu yang mengunjungi mereka.


"Bunda nyiapin kamar untuk siapa?"Apa ada saudara yang datang?"Tanya Zain pada Bundanya


"Bukan Sayang,ini buat Asisten pribadi kamu nanti!''jawab santai bunda


''Kan Zain bilang ga usah bunda!''Zain masih menolaknya


"Udah kamu nurut aja,nanti juga cocok sama orangnya.Bunda sudah cariin yang terbaik buat kamu,Nanti bunda ga tau di Indonesia sampai kapan."terang sang bunda


"Terserah Bunda saja!"Akhirny Zain pun pasrah dengan apa yang dilakukan Bundanya.


Di tempat Yulvi,dia sudah selesai dengan persyaratannya untuk berangkat ke Singapur.Semua dilakukan oleh anak buah Bunda Zain,Yulvi hanya tingga menyiapkan diri untuk berangkat.Dia hanya berdoa semoga hari-harinya saat bekerja nanti bisa ia lalui dengan baik.Ini pengalaman pertama Yulvi untuk meninggalkan Negaranya selama ini dia tidak pernah berpergian jauh.

__ADS_1


Bagaimana ya,pertemuan Yulvi dan Zain Nanti apa Zain senang akan kedatangan orang yang dia cintai?Maaf gaiiis Mak Author telat up🙏🙏🙏Semoga kita semua dalam keadaan sehat🤲.Ikutin terus Ceritanya ya🤗🤗🤗


__ADS_2