
Mereka berjalan dilorong rumah sakit dan menuju tempat parkir. Zain masih dengan wajah kesalnya, membuat Yulvi heran dengan sikap Zain.
Selama perjalanan menuju pulang mereka masih masih dengan kebisuan. Yulvi tidak berani untuk memulai bicara, melihat raut wajah Zain yang begitu dingin sudah membuatnya takut.
Sampai dalam kamar pun Mereka belum membuka pembicaraan, Yulvi binggung sedangkan Zain mulai menghela nafasnya dan menetralkan suasana hatinya.
" Ana...."
" Iya Kak,"
'' Menurut mu Dokter Lim gimana?"
Yulvi bingung dengan pertanyaan Zain, kenapa dia menanyakan Dokter Lim padanya.
" Untuk cara menangani pasien Yulvi suka Kak, mungkin dia Dokter yang cocok untuk Kak Zain." hanya itu yang Yulvi jawab
" Bukan itu, menurut mu dia laki-laki sempurna kan?" Zain kembali bertanya karena dia takut Yulvi meninggalkannya
" Kaya siapa? Ga ada yang sempurna Kak, hanya Allah yang maha sempurna." ucapan Yulvi menenangkan Zain
" Seandainya kamu bertemu laki-laki seperti Dokter itu dan mengajakmu untuk hidup selamanya dengannya apa jawabanmu?" Zain kembali bertanya yang membuat Yulvi semakin bingung
" Kakak kenapa? Kok ngomongnya ngawur gitu?" bukan jawaban tapi Yulvi malah Melempar pertanyaan ke Zain.
" Jika kamu harus memilih antara aku dan dia siapa yang kamu pilih?" Zain ingin tau apa jawaban Yulvi
" Kak Zain ngomong apa sih, dah sini istirahat nanti Yulvi mau siapin makan malam. Kak Zain mau dimasakin apa?" Yulvi bukan tak bisa menjawab tapi dia masih ragu dan malu kalau harus menjawab Zain pilihannya.
Zain sedikit kecewa dengan jawaban Yulvi tapi dia juga tidak bisa memaksa. Yulvi membaringkan Zain untuk istirahat, kemudian diapun ijin keluar untuk memasak.
Zain menatap punggung Yulvi, dia ingin mengungkapkan perasaannya tapi dia masih bimbang dengan keadaannya sekarang. Merasa tidak pantas dan tidak bisa menjaga Yulvi bila ia bersatu dengan Yulvi. Namun ia tidak rela jika Yulvi bersama dengan orang lain, maka Zain akan berusaha untuk sembuh.
Matahari menenggelamkan dirinya, semilir angin malam datang mendinginkan setiap insan. Begitu dingin malam ini, tetapi Zain masih duduk di kursi rodanya di balkon kamarnya sambil menikmati indahnya malam. Dia ingin Yulvi mengantar makan malamnya, dia tidak ingin makan di meja makan. Sebenarnya sudah beberapa hari Zain makan tidak di kamarnya.
" CKLeeek ...Yulvi membuka pintu kamar Zain sambil membawa nampan berisi makan malam untuk Zain. Zain masih diam di balkon kamarnya menikmati malam, sehingga Yulvi mencari-cari Zain dan melihatnya. Yulvi menghampiri Zain.
" Kak, makan dulu!'' Panggilan Yulvi mengagetkan Zain karena dia sedang melamun. Hanya senyum dan anggukan yang Zain berikan.
'' Yulvi suapin lagi ya, mau di sini apa mau kedalam?''
'' Sini saja,...!'' Yulvi membawa Zain ke tempat duduk yg ada di balkon bersiap menyuapi Zain.
'' Kak, mau pindah duduk disini ga?'' Yulvi mengajak Zain duduk bersebelahan dengannya, biar Zain tidak dingin lagi.
'' Ga usah, Di sini saja." Zain tidak mau Yulvi cape memindahkannya.
Yulvi memulai menyuapi Zain dengan keheningan karena Zain tidak mengajaknya bicara pandangannya lurus keluar. Yulvi memandang wajah Zain yang begitu tampan menurutnya, meskipun kakinya bermasalah tidak mengurangi kegagahannya. Yulvi sudah mengagumi Zain saat mereka pertama bertemu.
Tak terasa makanannya sudah habis, Yulvi membereskan sisa makanan dan piring kotor. Saat Yulvi akan beranjak berdiri, Zain menahannya. Dia ingin bersama Yulvi saat ini.
__ADS_1
" Ada apa Kak?" Yulvi berhenti sambil menatap Zain yang memegang pergelangan tangannya.
" Disini dulu, ambilkan Gitar ku disitu.'' Zain meminta Yulvi untuk tetap bersama nya dan mengambil gitar, Dia ingin bernostalgia menyanyikan sebuah lagu untuk Yulvi.
Yulvi berjalan mengambil Gitar yang Zain inginkan, Dan menyerahkan pada Zain.
Zain mendekatkan kursi rodanya pada Yulvi, lalu memegang gitarnya dan siap menyanyikan lagu untuk Yulvi.
'' Kita bernyanyi bersama ya!" Zain mengajak Yulvi bernyanyi bersama yang di tanggapi dengan gelengan kepala, Yulvi merasa malu bila bernyanyi di depan Zain." Kak Zain saja, Yulvi dengerin aja." lanjut Yulvi menjawab.
Jrreeng Jreeeng " Zain mencoba memetik gitarnya.
#Seperti Kisah dari Rizky Febian# lagu yang akan Zain nyanyikan.
***Seperti kisah
Yang pernah ada
Kau lah bidadari hati
Kita bersama buat cerita
Cinta antara kita
Ku pernah terluka
Kadang tak berdaya
Kau slalu ada buatku tertawa
O....
Tak tau bagaimana
Aku tanpa dirimu
Tak pernah terbayangkan
Sepi merinduuu...
Kumohon padamu tetaplah disampingku
hilangkan ragu semua yang kan mengganggu
Ku cinta padamu Kasih ku***....
Sesekali Zain memandang Wajah Yulvi yang terlihat merah, karena dia merasa Zain menyanyi untuknya. Dan mengingat saat waktu perkemahan.
Zain kembali bernyanyi.
__ADS_1
***Kita bersama buat cerita
Cinta antara kita
Ku pernah terluka Kadang tak berdaya
Kau slalu ada buatku tertawa
Dan lupaaa kan lara....
Tak tau bagaimana aku tanpa dirimu
Kumohon padamu tetaplah disampingku
Hilangkan ragu semua yang kan mengganggu
Ku cinta padamu kasihku
oh oh...
Biarkan cinta yang jadi saksinya
Kita kan slalu bersama
O... merangkai di setiap kisah
Semua dengan dirimu untuk Selamanya***...,
Setelah berhenti menyanyi Zain menatap Yulvi yang memandangnya. Mereka saling menatap dan saling menyelami perasaan mereka masing-masing. Keduanya masuk kedalam suasana lagi yang Zain nyanyikan, Tangan Zain terukur dan mengusap wajah Yulvi yang lembut membuat Yulvi mengedipkan matanya. Zain menarik ujung bibirnya, sambil tangannya tetap di wajah Yulvi tatapan mereka belum terputus.
" Terimakasih," satu kata yang Zain ucapkan
" Untuk apa Kak?" Dia merasa tidak berbuat apa-apa pada Zain
" Karena hadir di dekat Ku, dan kuingin kita bisa bersama untuk selamanya." Akhirnya Zain mengucapkan keinginannya meski tak mengucapkan perasaan nya tapi ucapan Zain bisa mewakilinya.
" Yulvi juga bahagia ada bersama kak Zain." jawab Yulvi jujur
" Jangan pernah tinggalin Kak Zain gimanapun kita nanti, aku harap kamu selalu disampingku dan selalu memberi support untukku. Aku akan berjuang untuk sembuh." Zain meyakinkan Yulvi agar selalu bersamanya
" Iya Kak, In syaa Allah. Kakak harus semangat biar cepet sembuh."Zain menurunkan tangannya dari wajah Yulvi dan mengganggukan kepalanya.
" Sekarang istirahat ya, biar besok kita bisa latihan berjalan lagi." Yulvi mendorong kursi roda Zain dan mengarahkan Zain ketempat tidur lalu mengangkat tubuh Zain untuk direbahkan ke ranjangnya.
Membereskan balkon dari tempat makan Zain lalu membawa gitar Zain dan menyimpannya. Yulvi melangkah keluar kamar Zain.
" Selamat tidur Kak, mimpi indah." Berpamitan sambil mengucapkannya dengan rasa malu.
" Semoga mimpi indah juga." Jawab zain sambil menyunggingkan bibirnya. Zain melihat Yulvi keluar kamarny dan menutup pintu. Zain pun akhirnya memejamkan matanya menuju alam mimpi.
__ADS_1
( Hayooo para reader ada yang ikut nyanyi ga?, pernah dinyanyiin sama seseorang ga? yuk jawab di kolom komentar,,,Author pernah sama diaðŸ¤ðŸ¤”Sama si Zain?)