
Mahasiswa tingkat akhir di kampus Nusantara terlihat sibuk dengan skripsi masing - masing, termasuk Mega. Beberapa dekan memutuskan sebelum semua mahasiswa wisuda di akhir tahun akan ada perayaan menyambut ulang tahun kampus yang ke 53.
Menindaklanjuti dari kegiatan ini akan diadakan Jumat berkah. Sehari seluruh mahasiswa tingkat akhir diharapkan bisa mengikuti acara tersebut.
Mega yang selama ini memiliki prestasi akademik yang menonjol menyita perhatian rektor di kampus tersebut. Pak rektor memanggil Mega di ruangannya.
"Ada apa ya tiba - tiba saja, pak Raka memanggilku?" gumam Mega setelah pak Teguh memberi kabar padanya.
"Mungkin ini terkait acara Jumat berkah, Ga!" tukas Rena.
"Apa hubungannya denganku?" Mega mengerutkan dahi.
"Aku dengar bisik - bisik dari mahasiswa lain akan ada satu mahasiswa cewek terpilih di kelas kita untuk menjadi ketua acara tersebut." terang Leni mengingat - ingat.
Semenjak Leni berubah penampilannya karena Mega, kini Leni memiliki banyak teman dan satu penggemar rahasia. Leni sudah jarang di bully dan bahkan banyak yang memuji perubahannya. Leni kini bergabung dengan Mega. Leni merasa hidupnya mulai berwarna, ia tak menjadi gadis cupu lagi, pandai bersolek dan bergaul.
"Kenapa harus aku?" Mega menunjukkan wajahnya ragu.
"Sudahlah cepat ke sana sebelum pak Rektor merubah pikirannya, ini kesempatan bagus untuk mu yang tidak mungkin kamu dapatkan di semester akhir!" Rena mendorong tubuh Mega agar bergegas pergi.
"Ta-tapi aku masih mau ...." Mega berencana sore ini pergi ke salon, ia ada janji dengan klien barunya, Monalisa.
Jika menghadap rektor pasti banyak yang harus dibicarakan, Mega tak suka dengan sesuatu yang bertele - tele.
"Cepat pergi, aku mendukung mu, Mega!" Leni memberi semangat.
"Aku juga!" Rena tak mau kalah.
Akhirnya Mega beranjak pergi ke ruangan rektor.
............
Sudah diputuskan acara Jumat berkah diketuai oleh Mega Elias. Berita ini cepat menyebar hingga terdengar di telinga Kikan. Kikan tak terima jika jabatan Ketua amal bakti di sandang oleh Mega. Kikan menemui ayahnya yang menjabat sebagai rektor itu.
Sebelumnya, pak Raka sudah menerima rekaman dari salah satu mahasiswa yang pernah mendapatkan bullying dari Kikan dan kru nya. Melihat rekaman itu pak Raka tidak habis pikir dengan putri tunggalnya yang semena - mena terhadap mahasiswa lain dengan mengatas namakan jabatan ayahnya. Mungkin terlalu dimanja itulah penyebab Kikan menjadi semena - mena.
__ADS_1
"Aku tidak akan pilih kasih terhadap semua mahasiswa di kampus ini termasuk putriku sendiri. Aku sudah terlalu sabar dan ini kah hasil didikan ku selama ini? Kamu itu sudah dewasa dan tentunya sudah bisa membedakan mana yang buruk dan mana yang baik. Apakah kamu tak memikirkan jika nama ayahmu ini bisa tercoreng di muka umum? Kikan, ayah sudah memutuskan untuk memilih Mega sebagai ketua amal bakti sosial dan ayah yakin pilihan ayah sudah tepat. Kamu akan ayah skor 3 hari sebagai pelajaran atas sikap mu yang selama ini tidak ayah ketahui." tegas pak Raka. Belum pernah sebelumnya ia melakukan tindakan yang tepat seperti ini terhadap Kikan. Sesekali memberi pelajaran pada si manja.
Kikan membuka mulutnya lebar, tak disangka kedatangannya justru malah membuat dirinya mengalami hal buruk.
"Ayah sudah tak sayang lagi padaku. Ayah jahat! Lebih membela orang lain ketimbang putri Ayah sendiri. Aku benci Ayah!" Kikan keluar dari ruangan rektor diikuti kedua pengikutnya.
"Si jelek itu sudah berhasil merebut kepercayaan ayah gue. Awas saja, gue nggak bakal ngebiarkan dia bisa tertawa puas di atas derita gue." umpat Kikan di depan Dea dan Bella.
"Kalian berdua harus bantu gue buat ngebalas sakit hati gue ke gadis jelek itu!" Kikan menunjuk Dea dan Bella.
Kedua gadis itu menggeleng kompak.
"Kikan, gue sarankan pada Lo ya untuk mengalah saja, gue enggak mau bernasib sama kayak Lo. Gue juga ingin masa depan yang cerah. Gue tahu jika Lo itu anak orang kaya dan memiliki segalanya, tapi jika kita sampai di DO habislah kita. Untuk itu berhentilah membuat keributan." Dea tampak takut jika terlibat masalah lagi, untung yang diskor hanya Kikan.
"Gue setuju dengan yang diutarakan Dea. Gue juga nggak mau cari gara - gara lagi dan mengikuti kemauan Lo yang bisa mengancam hidup gue. Mending Gue lebih mengutamakan skripsi gue yang sering revisi." imbuh Bela mendukung pemikiran Dea.
"Jadi kalian berdua mau berkhianat!" Bentak Kikan tak terima dengan keputusan mereka yang tak mau membantunya lagi.
"Lantas persahabatan selama ini untuk apa? Percuma gue keluar duit banyak demi kalian. Kalian nggak ingin shopping gratis lagi?"
Mendengar ucapan Kikan yang merasa merendahkan Dea dan Bella, Dea mengawali pemutusan hubungan dengan Kikan.
"Oke, jika semua ini bisa membuat Lo puas dan mengerti bahwa persahabatan itu tidak bisa dibeli dengan uang atau apa pun." Dea melepas sepatu, jam tangan serta tas branded miliknya dan memberikan kepada Kikan.
"Gue juga nggak mau punya teman yang suka mengungkit pemberian. Ini gue balikin semua yang pernah Lo kasih ke gue." Bella melepas kedua anting, jaket dan tas miliknya memberikan pada Kikan.
Kedua sahabat itu pergi meninggalkan Kikan seorang diri.
"Hai kalian berdua, dasar pecundang! Kalian pikir gue menyesal dengan pemutusan hubungan ini, tidak! Gue bakal berperang sendiri tanpa kalian. Dan jangan anggap remeh gue tanpa adanya kalian berdua, dasar pecundang!" Kikan mengumpat melampiaskan kekecewaannya pada kedua sahabat yang selama ini bersamanya.
......................
Mega beserta temannya yang lain sudah sibuk dan mengemas sebanyak 1500 bungkus keresek merah. Jumat berkah akan dilaksanakan besok pagi. Di dalam keresek itu berisi bahan mentah, seperti tiga buah mie instan, seperempat telur, 1 liter minyak goreng, 1 kg deterjen dan 5 kg beras.
Mega terlihat capek, dan hal itu membuat Kian mendekat ke arahnya. Menyodorkan minum dan menyeka keringat dengan tisu.
__ADS_1
"Kamu apa - apaan sih, malu dilihat anak lain, aku bisa sendiri!" Mega menghentikan pergerakan tangan Kian yang menyentuh wajahnya.
"Apa nya yang salah, aku kan hanya melakukan apa yang harus dilakukan sebagai pacarmu,"
"Kita hanya pacar kontrak tahu!"
"Aku tak perduli."
Liam Tan datang membawa sekotak kue bakpao dan menyodorkan pada Mega, Liam tahu Mega belum sarapan sejak pagi tadi.
"Makasih, kamu tahu aja yang aku butuhkan!" seru Mega sambil menerima pemberian kue bakpao. Hal itu membuat Kian memanas.
"Lo kasih kue bakpao, nggak salah tuh, higienis nggak! Jangan - jangan belinya di emperan!" semprot Kian.
Mega tahu Kian tak suka jika Liam berbuat baik padanya.
"Udah, jangan diladeni!" Mega menahan tangan Liam yang ia lihat mengepal.
Kian tahu itu dan pergi dengan api cemburu.
Kikan mengendap untuk memantau pekerjaan Mega.
......................
Malam harinya, Mega mendapat panggilan masuk dari penjaga kampus. Ia menerima kabar jika separuh lebih bungkusan keresek yang akan dibagikan besok tiba - tiba hilang.
Mega terperanjat kaget lalu menghubungi semua timnya untuk berkumpul di kampus malam ini juga.
Kian dan Liam saling menyalahkan.
"Kalian bisa diam tidak! Bukannya mencari solusi malah bertengkar sendiri. Jika kalian tidak bisa membantu lebih baik pulang !"
Mendengar omelan Mega, Kian dan Liam terdiam.
Rena, Leni, Aris dan Beni pun termenung. Dari mana mereka bisa mendapatkan gantinya dalam waktu semalam.
__ADS_1
Mega teringat dengan Mister Jo lalu menghubunginya.
Keesokan paginya, satu kontainer datang tepat sebelum acara pembukaan amal bakti sosial. Kontainer itu ternyata memuat 3000 keresek yang membuat 9 bahan pokok.