Jangan Panggil Aku Jelek !

Jangan Panggil Aku Jelek !
Nembak Mega


__ADS_3

Egan hendak memanggil nama adiknya, di sela itu Ayu mengajak ngobrol hingga perhatian Egan teralihkan. Sebenarnya Egan kembali ke tanah air untuk menebus kesalahannya yang dulu saat dirinya dekat dengan Kikan. Kikan amatlah cantik hingga menjadi rebutan para cowok termasuk dua bersaudara itu. Tapi, Kian lebih dulu jadian sama Kikan.


Dulu Egan mendekati Kikan karena tertarik dengan pribadi Kikan yang supel dan asyik diajak ngobrol. Ternyata hubungan sebatas kagum itu berlanjut menjadi saling menyukai diantara keduanya. Ada bedanya saat Kikan berpacaran dengan Kian, Kian sangat irit untuk membelanjakan dirinya sementara saat berpacaran dengan Egan, Egan selalu membelanjakan kebutuhan Kikan. Ya maklum saja Egan sudah berpenghasilan sejak dini. Dan hal itu membuat Kikan betah berhubungan secara diam-diam di belakang Kian.


Hubungan keduanya harus kandas saat Kian mengetahui perselingkuhan dan pengkhianatan itu. Kian putus dengan Kikan dan tak mau menjalin hubungan lagi dengannya. Untuk menghindari kemarahan Kian, Egan memilih pergi ke luar negeri. Selain melanjutkan kuliah ia juga berbisnis di sana.


Setelah bayangan Kian tak terlihat, Egan meladeni obrolan dengan ibunya.


Sementara Kian sudah meluncur cukup jauh menuju rumah Mega.


Mega sendiri sedang bersolek, ia memakai riasan agak tipis beda dengan biasanya. Tak lupa juga ia berbagi tips di chanel you tube. Seketika itu juga, tips make up nya mendapatkan banyak like and favorit dari para penggemarnya.


Parfum rasa anggur menjadi pilihan Mega malam ini, setelah disemprotkan ke beberapa bagian tubuhnya Mega mengambil tas kecil dan keluar kamar.


Sonya dan kedua anaknya tengah menonton tv, mata ketiganya mengikuti arah Mega berjalan yang melewati mereka tanpa permisi. Mega acuh dan tak ingin memulai pertengkaran lagi.


Masih terasa hangat di ingatannya, kalau Sasa dan Loli kurang terima dengan hadiah shopping waktu itu dan meminta tas baru pada Mega. Mega tak habis pikir kenapa kedua saudara tirinya itu tak punya malu sama sekali, padahal sudah jelas kalau mereka itu hanya menumpang tapi tetap menyalahkan Mega yang menganggap Mega itu selalu menyusahkan mereka.


"Lo mau kemana, ngeluyur aja pekerjaan Lo!" sarkas Sasa yang merasa iri karena tak punya gandengan pada malam minggu kali ini.


"Paling juga mau foya - foya dengan uangnya." tukas Loli. Loli masih merasa sakit hati lantaran kemarin permintaannya untuk punya hp baru tak dikabulkan oleh Mega. Mega meminta agar Loli berusaha mencari uang sendiri. "Jangan menjadi benalu di usia muda!" Itulah salah satu kata yang diucapkan Mega yang terasa menusuk hati.


Mendengar ledekan Loli, Mega merasa panas telinganya.


"Mau aku ngeluyur lah, jungkir balik lah, apa pedulimu!" Sentak Mega yang terpaksa menghentikan langkahnya.


"Eh, Mega, Sasa dan Loli kan hanya bertanya padamu, apa susahnya sih jika kamu menjawabnya. Dia juga nggak bakal mengikutimu pergi." Sonya angkat bicara pada akhirnya.


Belum sempat Mega menjawab, suara mesin mobil memasuki pekarangan rumah mereka. Sasa dan Loli hafal betul pemilik mobil itu. Keduanya beranjak dari sofa dan setengah berlari menuju pintu.


Mega mengikuti arah mereka.


Sasa dan Loli saling berebut untuk membuka pintu.


"Gue duluan!"

__ADS_1


"Nggak mau!"


Mega melewati kakak adik itu lalu membuka pintu.


"Kamu sudah siap?" tanya Kian di balik pintu. Pria dengan lesung pipi itu menelisik penampilan Mega yang sedikit berbeda. Natural dan terlihat sangat manis sekali. Wajahnya juga terlihat putih alami.


"Iya," sahut Mega singkat.


Sasa dan Loli menghentikan perdebatan, tangan keduanya mengepal tak suka melihat pemandangan di depannya.


Sonya juga beranjak dari sofa berjalan ke arah mereka.


"Nak Kian, tumben malam - malam datang ke sini?"


"Tante Sonya, saya mau ajak Mega keluar sebentar kok!"


"Kenapa kamu memilih Mega bukannya Sasa atau Loli ?"


"Mega pacar saya, Tante," Kian meraih tangan Mega. "Permisi Tante, saya pergi dulu!"


Sasa dan Loli makin kesal. Mereka tak percaya jika keduanya pacaran.


Kian memperlakukan Mega sangat romantis di depan keluarga Mega. Mulai membukakan pintu hingga memakaikan sabuk pengaman.


Mega sengaja tak menolak Kian melakukan itu. Sekalian memanasi Sasa.


Mobil Kian melaju membelah keramaian kota. Ditengah mengemudi, Kian melirik ke arah Mega.


"Kamu manis malam ini," Kian mencoba mengucapkan hal yang romantis.


"Gulali kali!"


Kian tersenyum saja mendengar tanggapan Mega.


"Ingat, perjanjian kita, kita tidak boleh saling jatuh cinta, dan aku sangat tidak yakin jika kamu mulai menyukaiku,"

__ADS_1


"Sayangnya dugaanmu itu salah. Aku akan menghapus hubungan kontrak kita."


"Syukurlah, jadi kita bisa menjalani kehidupan kita masing - masing." Mega bahagia mendengar ucapan Kian barusan.


"Tidak juga."


Jawaban ambigu Kian itu membuat dahi Mega berkerut. Hal itu membuat Kian senang melihat ekspresinya.


"Apa maksud kamu? Aku sudah lelah dengan semua ini dan ingin mengakhirinya."


"Kita pacaran beneran sekarang." Kian memelankan kemudi dan belok ke arah parkiran cafe.


"Apa! Aku nggak salah denger," Mega menajamkan pendengarannya ke arah wajah Kian.


Kian mematikan mesin mobil. Sebelum membuka suaranya lagi, Kian menarik nafasnya dalam. Dadanya terasa bergemuruh. "Aku serius Mega. Aku ingin kita jadi pacar beneran bukan pacar kontrak lagi."


Mega tergugu mendengarnya. Tidak ada kebohongan di mata Kian. Kian mengucapkan kalimat itu tulus dari lubuk hatinya yang terdalam. Mega masih terdiam. Mendadak jantungnya berpacu lebih cepat ketimbang tadi.


"Kamu diam, aku anggap itu jawaban setuju darimu." Kian mengecup bibir Mega yang imut itu, bibir yang selama ini mampu menggetarkan jiwa setiap kali pria itu memandangnya.


"Kyaaa ...!" Mega menjerit sambil sontak memukul kepala Kian. Pukulan Mega terlalu keras hingga membuat Kian mengeluh sakit. Mega tak sengaja tadi. Ia respon saja melakukan tindakan pemukulan terhadap Kian.


Mega mengucapkan maaf dan meniup kepala Kian yang kena pukul olehnya.


"Salah sendiri cari gara-gara, makanya punya mulut itu dijaga, jangan main nyosor saja. Kebiasaan buruk mu terlihat juga pada akhirnya. Sudah berapa kali kamu nyosor seperti ini pada bibir cewek lain, hah !"


Secara tidak langsung Mega sudah menunjukkan setitik kecemburuan dan Kian bisa merasakan itu.


"Jujur kalau bibir belum pernah sama sekali, baru kamu,"


Mega terdiam sejenak untuk menenangkan hatinya.


Kian tidak menyerah dan diam begitu saja. Ia tidak ingin kisah cintanya kandas lagi seperti yang sudah - sudah. Kian memberanikan diri mengambil tangan Mega. Mega sempat memberontak juga. Tapi Kian menyakinkan dengan tatapan matanya yang meneduhkan. Membawa tangan itu dalam dekapan agar bisa merasakan detak jantungnya.


"Mega, aku percaya pada hatiku bahwa kamu adalah pilihanku. Jadi, kumohon jangan menolakku. Aku berjanji padamu akan membuat kamu bahagia. Terimalah aku untuk jadi pacarmu." Kian menyatakan rasa cintanya.

__ADS_1


Mega terasa dihipnotis oleh ucapan Kian.


__ADS_2