Jatah Mantan (Pelakor)

Jatah Mantan (Pelakor)
Kecurigaan Imelda


__ADS_3

Raina langsung menutup telepon itu setelah mendengar jika bukan lelakinya yang menjawab telepon itu.


Ya ampun, malah nenek sihir yang menjawab teleponku. Batin Raina


Bu Ana datang dengan semangkuk buburnya, kini wanita itu patuh dan memakan buburnya sampai habis, dia tidak mau sakit berkepanjangan.


"Raina.. bu tidak suka kamu terlalu dekat dengan Nak Raihan itu, ibu tidak mau kamu nanti malah mendapatkan hinaan lagi dari keluarga mereka."


"Iya bu, Aku tahu.. aku hanya bekerja saja disana." Jawab Raina menyembunyikan kebenarannya.


"Tapi.. bukannya usahamu juga maju pesat, memangnya kamu sangat perlu pekerjaan itu, dan tidak bisakah kamu pindah tempat kerja saja?."


"Emm.. gimana ya bu, aku bukannya kekurangan uang, tapi aku suka pergi bekerja ke kantor seperti itu, kalau masalah kantor lain, nanti aku pikirkan ya bu.hehe.."


"Iya pikirkanlah baik-baik..! Sudah habis kan? Cepat minum obatnya lalu tidur..!"


"Iya bu, makasih.."


Setelah kepergian bu Ana dari kamarnya, Raina mengutuk dirinya sendiri.


"Apakah aku akan jadi anak durhaka? Maafkan aku bu aku memang bodoh, tapi aku tidak tahu aku merasa yakin jika kebahagiaanku ada pada Mas Raihan, dan aku akan mendapatkannya kembali bu, aku akan merebut kembali lelakiku yang sempat dirampas Imelda dulu." Ucapnya pelan.


Dia menarik selimutnya, menatap Foto kenangan dia dan Raihan yang sedang berada di pasar malam, wanita itu tersenyum sambil memeluk handphonenya sampai ia tertidur.


***


Keesokan harinya Raina, mendapati handphonenya penuh dengan panggilan tak terjawab dan pesan hujatan untuknya.


"Untung saja semalam aku silent handphone ku, kalau tidak aku pasti begadang melayani nenek lampir ini." Ucapnya kesal


Dia menatap kembali pesan yang masuk dari nomor tak dikenalnya, namun ia tahu jika itu Imelda.


Untuk apa kau menelpon suami orang tengah malam begini, hah? Dasar wanita murah**, pelakor, ja***g.


Hei, Angkat teleponnya, dasar pengecut..!


Awas ya, kalau sampai aku tahu siapa kamu, akan kuhabisi kau..!


Jangan berani-berani menggoda suamiku, kalau kamu mau selamat, ingat itu! Aku tidak pernah main-main.


Dan masih banyak pesan makian lainnya.


"Astaga banyak sekali pesan yang dikirim, menyebalkan, aku harus menghapus semuanya? Merepotkan sekali." Ucap Raina kesal.

__ADS_1


Dia bergegas pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka, dan berniat sarapan pagi lalu menjemur tubuhnya di depan rumah.


"Pasti hangat, menjemur badan bukankah sangat menyehatkan." Ucapnya sambil melangkahkan kaki, membuka pintu dan berdiam diri di depan rumah.


Ibu-ibu yang biasa bergosip pun memperhatikan Raina, alih-alih menyapa, mereka hanya berbisik-bisik lalu pergi.


"Pagi-pagi sudah gibahin orang." Ucap Raina yang terdengar oleh Bu Ana.


"Siapa yang ngegibah Na?"


"Bukan siapa-siapa bu.hehe.."


Ya ibu-ibu komplek itu menggosipkan tentang kepulangan Raina beberapa hari lalu yang diantar mobil polisi. Membuat mereka membenarkan jika Kasus video viral itu benar dan dibawa ke jalur hukum.


***


Setelah lelah begadang, mencaci maki orang lewat telepon Imelda juga sempat menanyakan nomor handphone yang sempat menelponnya.


"Siapa yang menelponmu semalam? Namanya Nana kalau gak salah, kamu selingkuh?" Tanya imelda


"Nana? Aku tidak kenal dengan nama itu." Raihan juga bingung karena memang benar dia tidak punya kenalan dengan nama Nana.


"Jangan pura-pura kamu Mas, jelas-jelas no itu menelpon saat tengah malam, mencurigakan." Cerca Imelda


"Mas tunggu..! Aku belum selesai bicara." Imelda murka.


"Tapi aku mau pergi ke kantor, sudah telat nih Mel, aku juga tidak sempat sarapan, malah telingaku sakit mendengar ocehanmu itu." Raihan pergi begitu saja.


"Mas…." Teriak Imelda.


"Awas aja Mas jika kamu ketahuan selingkuh." Ucap Imelda menatap punggung suaminya itu.


Saat Imelda ingin sarapan, dia melihat ibu mertuanya sedang duduk di meja makan namun tidak menyentuh makanannya.


Aku harus pura-pura membujuk ibu lagi, menyebalkan padahal aku lapar sekali. Batin Imelda.


"Mah.. kenapa gak dimakan?, jangan gitu dong mah, nanti mamah sakit." Ucap Imelda


"Mamah gak nafsu makan Mel, mamah masih sedih dengan kepergian papah, mamah masih merasa bersalah meninggalkan papah waktu itu." Ucap Lisa


Hahaha… tapi dengan begitu, aku berhasil membuatnya mati. Batin Imelda senang.


"Sudahlah mah, itu sudah takdir, ayo dimakan mah..! Kita makan sama-sama ya..!" Ajak Imelda

__ADS_1


Bu Lisa mengangguk pelan.


Imelda menuangkan nasi dan lauk pauknya, dia begitu lapar karena begadang semalam, porsi makannya kali ini lumayan banyak.


Imelda makan dengan lahapnya, namun tiba-tiba dia memperlambat gerakan makannya saat melihat tatapan mertuanya.


"Apa kamu tidak merasa sedih? Disaat ibu mertuamu tidak sanggup makan dan kamu makan seperti orang kelaparan." Ucap Lisa heran.


"Hehe.. aku juga sedih mah, aku juga tidak selera makan tapi aku harus sehat kan mah, aku tidak mau merepotkan mamah nantinya." Jawab Imelda, dia lupa kalau suasana keluarga ini masih berduka.


Sial, mau makan saja susah, akan kusingkirkan wanita tua ini secepatnya. Pikir imelda


Wanita itu bahkan sangat mudah dibodohi, mudah percaya dengan omonganku, hingga membuatnya melawan keinginan anaknya sendiri. Batin imelda


Flashback.


Ketika 2 tahun yang lalu.


"Hai tante… aku bawain makanan kesukaan tante loh, aku yang masak." Imelda berjalan mendekati Lisa (calon mertuanya waktu itu)


"Wah, makasih sayang.. andai Raihan memilih kamu, tapi dia tetap saja dekat dengan gadis miskin itu." Ucap Lisa


"Iya tante, kasian loh kalau Raihan sampai dimanfaatin cewek itu, dia itu cuma mau harta Raihan saja tante." Ucap Imelda mempropokasinya.


"Yang benar kamu?, sebenarnya tante tidak masalah jika dia miskin, tapi kalau hatinya jahat begitu tante gak rela Raihan sama dia." Lisa mulai kesal.


"Bener tuh tante, mending tante beri pelajaran aja sama gadis itu, biar dia gak deket-deket lagi sama Mas Raihan." Imelda begitu semangat.


"Kamu benar, tante akan urus wanita itu sebelum terlambat." Lisa yang pada akhirnya terpengaruh oleh ucapan gadis itu.


Flashback Off


Jika mengingat kejadian dimasa lalu, Imelda begitu bangga pada dirinya sendiri yang bisa dengan mudah mempengaruhi Bu Lisa.


Dia bahkan bisa membuat Raihan akhirnya menikahinya, meski dengan terpaksa.


Mungkin sekarang hati Raihan belum terbuka untuknya, namun Raganya tetap milik Imelda dengan status sebagai istrinya itu.


Imelda merayu Bu Lisa supaya mau makan meski sedikit, setelah itu dia mengantar ibu mertuanya istirahat lagi dikamar.


Sementara dia kembali menyelesaikan acara makannya, setelah itu dia melihat handphone nya, saat melihat kembali nomor semalam, dia membulatkan matanya.


"Raina..? Bukan Nana.. Raina? Ahhh… apa dia wanita yang sama? Sial…seharusnya aku membunuhnya saja dari dulu." Ucap Imelda

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2