Jatah Mantan (Pelakor)

Jatah Mantan (Pelakor)
Pengendara Motor


__ADS_3

Akhirnya keputusan sudah bulat, hari ini Bu Ana pulang bersama Farhan, sementara Pak Nino akan tinggal disana selama beberapa hari kedepan.


Untuk biaya sehari-hari Farhan dan Bu Ana disana tentu saja tak perlu mereka khawatirkan, karena Raina memenuhi semua kebutuhan keluarganya, Pak Nino memang bekerja di kotanya namun dia mudah untuk izin karena bukan sebuah kantor yang mengharuskan karyawannya masuk bekerja setiap hari, dia bekerja di salah satu home industri disana, tidak ada kontrak kerja.


Pekerjaan yang tidak terlalu berat bagi lelaki yang sudah berumur sepertinya, namun setidaknya dia masih bisa menafkahi keluarganya dengan dibantu oleh Raina juga.


"Bapak yakin gak akan pulang?" Bu Ana


"Iya nih, nanti bapak gak betah loh, bukannya setiap diajak kesini selalu menolak, kenapa ini pengennya lama? aneh.." Farhan


"Hmm, pokoknya Bapak mau disini dulu, nanti Bapak pulang sendiri." Pak Nino


"Iya gapapa Mah, aku jadi ada yang nemenin disini, biarkan Bapak tinggal disini selama Bapak mau, nanti kan Mamah tinggal kesini lagi sama Farhan kalau kangen sama Bapak, hehe." Raina


"Ah kamu ini, ya udah, kita berangkat sekarang ya Na?" Bu Ana


"Iya Mah, hati-hati." Raina


Bu Ana dan Farhan pun pamit, tak lupa mereka mencium punggung tangan pak Nino.


Mereka berangkat dari sini dengan mobil Raina diantar supir, mereka diantar sampai stasiun kereta api.


***


Pagi ini Raihan sudah ada di kantor, dia tidak bisa fokus pada pekerjaannya, dia masih memikirkan kejadian kemarin yang membuatnya kelelahan namun sia-sia.


Kamu sebenarnya dimana, imelda? Pikir Raihan


Lelaki itu menyandarkan kepalanya di kursi besarnya, dia sedang malas melakukan apapun hari ini.


Raihan mengirim pesan pada kekasihnya itu.


| Sayang , lagi apa? Ketemuan yuk..! | Raihan


| Maaf, aku lagu di toko, ada Bapakku juga disini, aku gak bisa kemana-mana apalagi sama kamu Mas.| Raina


| Aku akan jemput kamu kesana deh, sekalian ajakin Mamah, dia katanya pengen liat toko kamu dan membeli beberapa barang-barang kamu untuk dibagikan lagi. | Raihan

__ADS_1


| Oh , oke.. aku share lok ya. | Raina


Senyum Raihan mengembang saat mendapatkan persetujuan Raina. Dia dengan segera menelpon ibunya agar ikut dengannya siang nanti.


***


Setelah mendapatkan share lok dari Raina, bahkan Lisa kini sudah ada dimobil Raihan, mereka pun segera berangkat.


"Kamu bilang Mamah mau beli barang-barang di tokonya?" Lisa


"Iya Mah." Raihan


"Padahal Mamah kan tidak butuh barang apapun saat ini, memangnya Raina jualan apa saja?" Lisa


"Entahlah." Raihan


"Astaga, kalau begitu kenapa kamu bilang kalau Mamah mau beli dagangannya?" Lisa


"Pokoknya Mamah ambil aja yang banyak, kan bisa dibagikan lagi sama asisten rumah tangga kita, buat hadiah aja." Raihan


"Terserah kamu aja lah, cuma Mamah males aja ngadepin pak Nino." Lisa


"Hmmm... iya, ini demi kamu dan ayah kamu, karena Pak Nino juga yang telah menyelamatkan ayahmu dulu." Lisa


Akhirnya mereka sampai ditempat tujuan, mereka dapat melihat toko yang lumayan besar, banyak pengunjung , tempat itu ramai sekali. Bahkan ada banyak mobil box juga yang bersiap mengantarkan barang-barang dari toko.


"Usaha Raina sepertinya maju pesat ya Han?, ramai sekali." Lisa


"Iya Mah, sepertinya sekarang dia menjadi orang yang sukses, pantas saja dia tidak masalah mengundurkan diri dari perusahaan." Raihan


"hahaha.... dia wanita mandiri, gak butuh kamu." Lisa


"jangan gitu Mah..!" Raihan


Mereka turun dan langsung ikut berdesak-desakan dengan pembeli, saat Raina melihat kedatangan mereka, Raina langsung mengajak mereka ke bagian dalam toko, ruangan khusus yang biasa digunakan Raina dan para karyawan, ruangan yang lumayan nyaman.


Ternyata ada Pak Nino disana, membuat suasana sedikit tegang.

__ADS_1


Bu Lisa memilih beberapa pakaian dan juga sepatu untuk para asisten rumah tangganya.


Raihan yang ingin bertemu kekasihnya, kenapa jadi aku yang repot? Pikir Lisa


"Udah segitu aja Raina, berapa ya semuanya?" Lisa


"Biar nanti aja Mah aku transfer uangnya ke rekening Raina, iya kan Na?" Raihan


"Iya boleh." Raina


Setelah selesai, Raina mengantarkan mereka sampai ke depan, sambil mengecek barang-barang yang dimasukan ke dalam mobil Raihan, memastikan jumlahnya sesuai.


"Udah semuanya Mas." Raina


"Oke, uangnya juga sudah aku transfer kan tadi, udah masuk?" Raihan


"Udah kok." Raina


"Hmm, masih lama nih?" Pak Nino menyindir lelaki yang berada di depannya itu.


Raihan pun pamit pada calon mertuanya, Lisa juga tersenyum sambil menganggukan kepalanya.


Namun alangkah terkejutnya saat Lisa melihat motor yang melaju kencang mengarah ke arah Raina yang membelakangi motor itu, sehingga wanita itu tidak tahu ada bahaya di belakangnya, sementara Raihan sudah berjalan memasuki mobilnya.


"Awas…..!" Teriak Lisa sambil berlari, dia mendorong Raina menjauh dari sana, sehingga dialah yang kini tertabrak motor itu, membuat Lisa terpental cukup jauh.


Raina , dan Pak Nino sangat kaget, mereka syok, mereka diam lalu Raina berteriak.


"Tante Lisa…" Raina


Raihan yang keluar dari mobil melihat dengan jelas kejadian itu, dia langsung membawa ibunya ke Rumah Sakit disusul oleh mobil Raina.


Pak Nino juga ikut, dia khawatir jika terjadi sesuatu pada Lisa karena telah berjasa menolong anaknya.


Semoga wanita itu tidak apa-apa, aku gak enak karena ini demi menyelamatkan anakku. Pikir Pak Nino


Sementara pengendara motor yang mabuk tadi telah diamankan beberapa karyawan Raina untuk diserahkan ke pihak yang berwajib.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2