
| iya, dua-duanya cantik dan indah, hehe.. | Raihan membalas pesan Raina.
Lelaki itu mencoba mengingat kembali, dimanakah dia pernah melihat foto itu, sampai dia teringat satu album, album lama.
Dia pergi menuju kamar ibunya, kebetulan dia sudah diizinkan pulang ke rumahnya oleh kekasihnya itu, dengan syarat jangan sekamar dengan Imelda.
Terdengar lucu memang, ada kekasih gelap yang melarang suami orang tidur dengan istrinya, hehe..
Padahal semua yang dilakukan bersama istri, selama itu baik maka akan berpahala.
Tok
Tok
Tok
"Siapa?" Lisa
"Raihan Mah." Raihan
"Masuk..!"
Namun Raihan hanya membuka pintu perlahan dan berdiri disana.
"Mah, aku boleh pinjam album lama kita gak?" Raihan
"Buat apa?" Lisa
"Hanya ingin melihat-lihat, aku kangen sama papah." Raihan
"Oh.. Sebentar, Mamah ambilkan dulu." Lisa
Lisa berjalan menuju lemari, di bawah lemari ada laci kecil, disanalah dia menyimpan album foto itu, setelah berhasil mendapatkannya dia membawanya ke depan pintu kamarnya, dimana ada Raihan yang sedang berdiri menunggunya.
"Ini, banyak Han, kamu ambil saja semuanya, nanti kalau sudah puas liatnya, jangan lupa balikin ke Mamah..!" Lisa
"Iya Mah." Raihan
Raihan tersenyum, dia bergegas mengambil beberapa album foto itu menuju ruangan kerjanya.
Dia memilih dan memilah mencari foto yang dia cari, namun tak dipungkiri saat melihat foto-foto Pak Bram ayahnya, dia merindukan sosok itu.
__ADS_1
"Nah ini dia fotonya," ucap Raihan, dia mengeluarkan foto itu dari dalam albumnya, dengan segera dia menuju kamar ibunya lagi.
Tok
Tok
"Mah… Mah.." Raihan
Tak berselang lama pintu itu terbuka, lelaki itu menunjukan fotonya dan mulai bertanya.
"Mah ini dimana? Dipantai daerah mana? Lalu kenapa kita tidak pernah ke pantai lagi? Bahkan Mamah melarang aku, jika aku diajak teman berlibur ke pantai, aneh.." Raihan
"Hmm… dulu memang keluarga kita sering ke Pantai, namun karena kejadian Naas menimpa ayahmu, semenjak itu ayahmu melarang kita pergi ke Pantai lagi." Lisa
"Benarkah? Kejadian seperti apa Mah?" Raihan
"Papamu tenggelam, pada saat itu Mamah lagi bersama kamu mencari makanan dan mainan, tau-tau papamu sudah dibawa ke RS, ada yang menolong papamu waktu itu, ya.. tak lain dia Pak Hendra, makanya Mamah berhutang budi padanya." Lisa
"Oh, lalu apa Mamah kenal dengan Pak Nino?" Raihan
"Gak, siapa dia?" Lisa
"Bukan siapa-siapa Mah, yaudah aku mau lanjut lihat foto-fotonya." Raihan
Dengan pertanyaan Raihan itu, Lisa seperti kembali ke masa lalu, dimana dia sering bermain di pantai bersama anak dan suaminya, bercanda, berlarian, bermain pasir, piknik, dan berenang.
Namun kejadian itu begitu membuat Bram trauma, hingga membuat Lisa belum pernah pergi ke Pantai lagi, dia jadi ingin pergi kesana.
***
Raina dan keluarganya yang sudah menikmati suasana pantai yang indah itu akhirnya pulang, matahari sudah benar-benar tenggelam, sudah gelap dan digantikan rembulan yang cantik.
Setelah sampai rumah, mereka semua duduk di sofa dengan menghela nafas kasar nya karena lelah.
"Kita kompak sekali." Farhan
"Apanya yang kompak? Sama-sama lemas gitu?" Raina
"Hahaha… iya Kak, padahal gak jauh ya, tapi tetep aja capek." Farhan
"Iya, makanya Bapak malas bepergian, pengennya istirahat di rumah, hehehe.." Pak Nino
__ADS_1
"Lah iya, memang Bapak begitu, diajak ke Rumah Raina aja gak mau." Bu Ana
"Hehehe, harus naik kereta Mah, jauh juga." Pak Nino
"Gapapa Pak, Raina aja yang kesini." Raina
***
Keesokan harinya Raina pergi ke Pantai lagi, dia memaksa Bapaknya ikut karena dia akan segera kembali bekerja, meninggalkan Kota ini.
Hari ini dia sengaja berangkat lebih pagi, dia ingin berenang, dan menghabiskan banyak waktu di pantai ini.
Tidak jauh dari sana ternyata ada Lisa yang sengaja datang ke Pantai itu sendirian, dia ingin mengenang masa-masa indah di pantai itu saat dulu, saat suaminya masih ada dan belum trauma.
"Ini kelapa mudanya Bu.." Penjual Es
"Makasih.." Bu Lisa
"Ibu datang sendirian?" Penjual Es
"Iya, sudah lama saya tidak kesini, sudah 20 tahun lamanya, tepat setelah kejadian suami saya tenggelam, saya baru kesini lagi hari ini." Lisa
"Oh, suami ibu yang dulu pernah tenggelam, suami ibu berhasil selamat 'kan waktu itu, untung ada Pak Nino yang menolong Bapak itu." Penjual Es
"Eh, rasanya bukan suami saya, yang menolong namanya Pak Hendra." Lisa
"Disini kasus tenggelam cuma 2 kali terjadi, saat 20 tahun lalu dan beberapa bulan yang lalu, mana mungkin saya salah." Penjual Es
"Benarkah?" Tanya Lisa, dia benar-benar merasa bingung dan ada sesuatu yang janggal.
Penjual Es itu menceritakan secara detail kejadian waktu itu, Lisa mendengarkan dengan seksama, karena dia waktu itu juga tidak menyaksikan kejadian itu.
Ceritanya memang sama, namun penjual itu tetap bersikeras jika yang menolong suaminya itu Pak Nino.
Saat Lisa memperlihatkan foto Pak Hendra, Penjual Es itu juga mengenalnya karena Hendra memang dulu tinggal di kota ini.
"Ini bu yang menolong suami saya," ucap Lisa memperlihatkan foto Hendra
"Oh, ini memang Pak Hendra, sudah tidak tinggal disini lagi, tapi saya yakin yang menolong suami ibu adalah Pak Nino, teman Pak Hendra juga, dia masih tinggal di daerah sini." Penjual Es
Lisa meminta penjual Es itu mengantarnya ke rumah Pak Nino, dan dia menyetujuinya.
__ADS_1
Bersambung...