Jatah Mantan (Pelakor)

Jatah Mantan (Pelakor)
Raina Yang Masih Berharap


__ADS_3

"Dateng-dateng kok malah marah-marah." Raihan


"Mamah serius Han, kemana Raina?" Lisa


"Dia mengundurkan diri Mah, dan sekarang aku pun tidak tahu dia ada dimana, dia pindah rumah juga." Raihan


"Masa sih kamu pacarnya gak tahu?" Lisa


"Gak tahu Mah, Raina bilang jangan ganggu dia, dia tidak mau berhubungan denganku kalau aku belum resmi menjadi duda apalagi Imelda belum dipenjara, Raina ingin kembali kalau semuanya sudah aman baginya." Raihan


"Oh, ya bener juga sih, lagipula pak Nino kan masih gak setuju, kamu sih masih punya istri udah deketin dia." Lisa


Mamah gak tahu aja kalau sebenarnya Raina yang ngejar-ngejar aku, dan beuhh agresif sekali, dan aku mana tahan Mah. Batin Raihan


"Kamu cepetan cari tahu dimana rumah Raina yang baru, nanti kasih tahu Mamah dan sebaiknya memang kamu jangan ketemu dulu sama dia, biar Mamah aja..!" Lisa


"Hmm.. iya." Raihan


"Yaudah Mamah pulang dulu, Raina nya kan gak ada." Lisa


Lisa melangkahkan kakinya keluar ruangan, dia ingin pulang saja, karena orang yang dicarinya itu tidak ada.


"Padahal aku juga anaknya, kenapa gak dicariin? Apa dulu Mamah ingin anak perempuan?" Raihan


Itu seakan aneh baginya karena dulu Ibunya bersikap sama saat Imelda ada, Lisa begitu membela wanita itu daripada dirinya, seakan dialah menantu Lisa dan Imelda anak kandungnya.


Dengan kesal, Raihan kembali bergulat dengan pekerjaanya, dia harus cepat menyelesaikannya agar bisa mempunyai waktu untuk mencari dan menemui kekasihnya.


***


Saat sore hari Raihan akhirnya mendapatkan alamat rumah pacarnya yang baru.


"Tidak sia-sia aku membayarnya mahal." Raihan


Lelaki itu segera melajukan mobilnya, dia langsung pergi setelah jam pulang kantor tiba, namun Raihan teringat pesan ibunya yang melarangnya menemui Raina secara langsung, membuat lelaki itu melihat dari jarak jauh.


"Syukurlah dia baik-baik saja." Raihan


Dimata Raihan jelas terlihat jika Raina sedang ada dirumahnya, dia baru pulang dari tokonya, dia sedang duduk bersantai diteras rumah.


"Hey , ngapain kamu ngintip-ngintip? Mau maling ya?" Satpam


Raihan yang kaget pun mudur seketika,

__ADS_1


"Gak lah Pak, masa setelan begini dibilang maling, saya hanya melihat saja Pak, rumah ini berganti kepemilikan ya Pak?" Raihan


"Oh iya, penghuni lama sudah tidak tinggal disini." Satpam


"Oh begitu rupanya, yasudah saya permisi ya Pak." Raihan


Pria itu memilih masuk ke dalam mobil berniat pulang, setidaknya dia bisa melihat wajah Raina dari jauh meski sebenarnya rindu didalam hatinya sudah tak terbendung lagi, namun Raihan tahu jika dia memaksakan diri untuk menemui Raina, maka dia hanya akan mendapatkan penolakan saja dari sang pujaan hati.


***


Raina yang sedang menikmati waktu di sore hari itu penasaran dengan apa yang dilakukan satpam didepan.


Raina melambiakan tangannya, memberi kode agar satpam itu menghampirinya.


"Iya Bu." Pak Jagat (satpam di Rumah Raina)


"Tadi ada apa didepan?" Raina


"Oh, itu ada laki-laki yang memperhatikan rumah Ibu, sepertinya mencari pemilik rumah yang lama, saya bilang saja sudah tidak tinggal disini." Pak Jagat


"Oh, yaudah Pak, lanjutkan saja pekerjaannya..!" Raina


"Baik Bu." Pak Jagat


Aku kira Raihan, ternyata dia benar-benar sudah melupakanku. Pikir Raina


Bi Risma juga bisa menemaninya di Rumah yang lumayan besar itu.


Raina lekas mandi dan mengganti pakaiannya, dia sudah memakai baju ala rumahannya, dia mendekati meja makan karena perutnya sudah terasa lapar.


"Ini enak Bi, Bibi pintar sekali masaknya," puji Raina.


"Makasih Non, makan yang banyak ya Non..!" Bi Risma


"Bibi ikut makan dong disini, aku gak enak kalau makan sendirian, temenin aku ya Bi..!" Raina


"Tapi Non?" Bi Risma


Raina bangkit dari kursinya, lalu menuntun Bi Risma untuk ikut duduk dikursi makan bersama dengannya.


"Kalau sama aku jangan sungkan Bi..! Makan bareng aja, akan lebih enak jika makan ada temennya kan Bi?" Raina


"Ah iya, makasih Non." Bi Risma

__ADS_1


Mereka makan berdua, meski pembantunya itu masih canggung makan bersama majikannya.


Setelah selesai makan, tepat sekali ibunya menelpon menanyakan kabar Raina dan rumah baru yang ditempatinya.


"Gimana Na , kamu betah dirumah barumu itu?" Bu Ana


"Alhamdulillah Bu." Raina


"Udah diadain pengajian belum Na?" Bu Ana


"Belum Mah, hehe… aku sibuk sampai-sampai aku lupa." Raina


"Besok Mamah mau kesana, mejenguk kamu sekalian Farhan ingin lihat rumah kamu yang baru terus lusanya kita adain pengajian, gimana?" Bu Ana


"Wah, asyik nih, aku kesepian Mah disini, kalian pindah aja ke Rumah Raina yang disini..!" Raina


"Hmm, gak bisa Na, Bapak kamu sangat suka tinggal dikota kelahirannya, lagipula sekolah Farhan juga dikota ini, kalau pindah kan ribet Na." Bu Ana


"Hmm , iya Mah... ditunggu kedatangannya besok, kalau Raina belum pulang, nanti ada Bi Risma dan Pak Jagat yang selalu ada di Rumah." Raina


"Iya, Assalamu'alaikum…" Bu Ana


"Wa'alaikumsalam…" Raiana


Aku lupa menanyakan sesuatu, apa Bapak ikut? Pikir Raina


Wanita itu menyimpan ponselnya, dia merebahkan tubuhnya diatas ranjangnya yang empuk itu.


"Enaknya, baru nemu kasur nih hari ini.." Raina


Tok


Tok


Tok


"Iya sebentar..!" Raina


Ceklek


"Hmm, Ada apa Bi?" Raina


"Itu Non didepan ada tamu yang nyariin Non Raina." Bi Risma

__ADS_1


Siapa malam-malam bertamu? Lagi pula rumah ini kan baru, mana ada yang tahu, kecuali dua karyawanku waktu itu yang menginap. Pikir Raina


Bersambung...


__ADS_2