Jatah Mantan (Pelakor)

Jatah Mantan (Pelakor)
Kesalah Pahaman


__ADS_3

Lisa dan Penjual Es tadi pergi ke rumah Pak Nino menggunakan mobil Lisa. Namun sesampainya disana keadaan rumah sangat sepi, ternyata menurut tetangga sebelah, keluarga Pak Nino pergi sejak pagi dan entah kemana.


Sayang sekali, padahal aku ingin meluruskan masalah ini. Pikir Lisa


Lisa mengantar penjual es tadi, tak lupa dia meminta nomor ponselnya, dan jika bisa dia menyuruh penjual es tadi untuk mengirimkan nomor ponsel Pak Nino nanti saat sudah mendapatkannya.


Lisa berhenti di sekitar pantai itu sebentar, dia ingin membeli oleh-oleh untuk anaknya Raihan, namun dia melihat seseorang yang dikenalnya.


"Hmm.. belanja? Tentu saja sekarang kamu bisa belanja banyak, kamu harus berterima kasih padaku, karena anak ku memberikanmu pekerjaan yang bagus!" Lisa


"Maaf tante, tapi aku mendapatkan pekerjaan itu sesuai dengan kemampuanku, aku tidak meminta bantuan apapun saat masuk kesana." Raina


"Halah, kamu itu cuma bisanya menggoda anakku dari dulu, apakah jika wanita kekurangan uang memang seperti itu?" Lisa


"Jaga ucapan tante, Kakakku tidak seperti itu." Farhan


"Kamu hanya belum tahu saja, kelakuan Kakakmu yang suka menggoda anakku yang bahkan sudah beristri." Lisa


"Maksud ibu apa? Kenapa berbicara begitu kepada anak saya?" Tanya Pak Nino yang datang menghampiri mereka, disusul oleh Bu Ana di belakangnya.


"Nah ada Bapaknya, ajarin anak Bapak agar tidak mengganggu anak saya terus! Kalian benar-benar memalukan, kalau mau uang banyak ya kerjalah! Masa mengejar-ngejar anak ku terus." Lisa


"Jaga ucapan ibu!, kami tidak seperti yang ibu pikirkan." Pak Nino


"Sudah Pak, sabar..! Orang seperti itu biarkan saja." Bu Ana


Datanglah penjual es (Yeni) tadi, dia kebetulan melewati jalan dimana mereka sedang berdebat.

__ADS_1


"Eh ada Bu Ana sama Pak Nino, kebetulan sekali kita bertemu, ini Ibu tadi mencari kalian, katanya dulu suaminya yang diselamatkan Pak Nino dulu." Yani


"Apa? Jadi dia seseorang yang tidak tahu terima kasih itu, dan ternyata juga sombong, tau begitu aku biarkan dulu suaminya tenggelam saja." Pak Nino


"Huss, jangan ngomong gitu Pak..!" Raina


Lisa sangat terkejut dan tidak menyangka sama sekali jika orang yang dia caci ternyata penolong suaminya dulu, dia hanya diam tak mampu berkata apapun.


"Ibu Lisa ini justru mau berterimakasih, dia kira yang menyelamatkan suaminya itu Pak Hendra." Yani


"Dulu memang saya menyuruh Pak Hendra menunggu korban tenggelam itu, karena saya ada keperluan mendesak." Pak Nino


"Saya bukannya tak tahu terimakasih, dulu Pak Hendra yang mengaku menyelamatkan suami saya, saya benar-benar tidak tahu, dan untuk semua sikap saya, saya… benar-benar minta maaf, terimakasih dulu Pak Nino telah menyelamatkan suami saya." Lisa


"Iya sama-sama, lagipula itu masa lalu, kalau begitu kami permisi bu, saya harap anda tidak memperlakukan anak ku seperti itu lagi!" Ucap Pak Nino sambil mengajak keluarganya pulang.


Lisa merasa malu sekali, dia menyesali perbuatannya tadi, dia juga sepertinya telah salah menilai orang lain, bahkan dia bisa dibodohi oleh Hendra.


Dasar, jadi selama ini Hendra membodohiku, memanfaatkan aku, dan aku percaya begitu saja, jangan-jangan anaknya juga sama. Pikir Lisa


Wanita itu benar-benar merasa marah, dia ingin langsung menemui Hendra dan menanyakan hal ini secara langsung.


Saat dia tiba dirumah, "Imelda… imelda…" teriak Lisa.


"Mamah kenapa? Baru datang sudah teriak-teriak." Raihan


"Dimana istrimu?" Lisa

__ADS_1


"Dikamarnya Mah." Raihan


"Mamah perlu bicara dengan ayah wanita itu." Lisa


Raihan yang penasaran, dia menghentikan langkah kaki ibunya. Menanyakan apa yang terjadi sehingga membuat ibunya marah besar.


Setelah mendapatkan penjelasan dari Lisa, Raihan menyarankan agar ibunya jangan dulu gegabah, bisa saja Imelda dan Hendra kabur jika langsung digertak seperti itu.


"Kamu benar juga Han, kita sebaiknya cari tahu lebih banyak lagi, dan menangkap mereka saat mereka tidak menyadari apapun, sehingga tidak ada kesempatan untuk berkelit ataupun melarikan diri." Lisa


"Iya, kita harus pastikan mereka masuk penjara jika sudah terbukti semuanya Mah, nah… sekarang Mamah tahu 'kan imelda itu seperti apa, aku sudah bilang dari awal kalau aku tidak setuju menikah dengannya." Raihan


"Iya Mamah yang salah, jangan buat Mamah merasa tak enak hati lagi setelah tadi merasa malu di depan keluarga Pak Nino." Lisa


Lisa akhirnya menyetujui semua rencana Raihan, dia akan memastikan Hendra dan anaknya mendapatkan hukuman karena sudah berani menipunya.


***


Pak Nino pulang dengan rasa kesal, dia baru tahu kalau ibu dari Raihan sikapnya seperti itu.


"Untung saja kamu tidak menikah dengan Raihan, Bapak tidak suka dengan sikap ibunya itu." Pak Nino


"Tapi Pak, mungkin bu Lisa hanya salah paham sama keluarga kita." Raina


Raina yakin dibalik semua ini pasti ada rencana Imelda didalamnya, dia yakin kalau Imelda mempengaruhi bu Lisa agar membencinya. Dia juga berharap suatu saat nanti menikah dengan Raihan, dan dia harus membuat Bapaknya itu setuju.


"Salah paham gimana? Jelas-jelas dia memaki mu didepan umum tanpa tahu bagaimana kamu, Bapak tahu kamu anak yang baik, tidak mungkin menggoda anaknya yang beristri, lagipula kamu juga sekarang banyak uang, cantik, bisa mendapatkan lelaki yang lebih dari anaknya itu." Pak Nino

__ADS_1


Astaga, bagaimana kalau Bapak tau kelakuan agresif ku saat menggoda Raihan, jangan sampai Bapak ku tau..! Pikir Raina


Bersambung...


__ADS_2