
Akhirnya mereka sampai di Rumah Sakit, Lili dan Mila bahkan kelelahan mengimbangi cara berjalan Raina yang bahkan terkesan berlari itu.
"Si Bos jalan apa lari sih, cepet amat?" Lili
"Udah gak usah dibahas, kita harus mengejar Bu Raina sebelum kita kehilangan jejak!." Mila
Sesampainya di nomor kamar yang diberikan Raihan, dia terkejut karena bukan kekasihnya yang celaka, namun hanya ada Lisa yang berbaring karena syok itu.
"Raina, kamu jengukin tante? Padahal tante gapapa loh, cuma pingsan aja." Lisa
Raina yang ingin kembali dan pergi dari ruangan itu pun hanya mampu memaksakan senyumanya, menghampiri ibu dari kekasihnya itu.
"Tante, tante beneran gapapa? Sebenarnya apa yang terjadi?" Raina
"Tante kaget sekali saat tahu kalau suami tante sebenarnya meninggal karena pembunuhan yang bahkan mungkin telah direncanakan sang pelaku." Lisa
"Astaga, yang benar tante? Siapa yang tega melakukan itu semua?" Raina
"Imelda, Imelda yang melakukannya, ingin rasanya tante membalas mendorongnya dari atas tangga biar dia merasakan bagaimana sakitnya, dan berharap dia mati seketika." Lisa
"Tante, tante jangan emosi begitu..!, biarlah hukum negara yang mengadilinya, kita berdoa saja supaya Imelda cepat ketemu." Raina
"Iya, makasih ya kamu juga udah jengukin tante." Lisa
"Hemm, iya sama-sama tante." Raina
Padahalkan aku kira Raihan yang sakit parah, dan ternyata dia berbohong. Pikir Raina
Wanita itu menatap tajam kearah lelaki yang berdiri di samping ranjang rumah sakit dengan tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"Ayo, ikut aku sebentar..!" Raihan memegang tangan Raina
__ADS_1
Lelaki itu menengok ke arah ibunya yang masih lemah, "Mah, aku keluar sebentar ya? Ngobrol dulu sama Raina."
"Iya Han.." Lisa
Ingin rasanya Raina menghempaskan tangan kekasihnya itu, dia begitu kesal dengan kelakuan kekasihnya yang telah mempermainkannya, namun di tahan karena Lisa memperhatikan mereka.
Saat mereka sudah melewati pintu, tangan kekar itu dihempaskan dengan sekuat tenaga oleh Raina.
"Ngapain sih kamu bohongin aku segala? Gak lucu tahu, apa kamu mau beneran celaka dan dirawat disini?" Raina
"Maaf sayang, aku hanya mau ketemu sama kamu, kamu susah banget dihubungi, bahkan pindah rumah segala, tapi aku senang ternyata kamu masih peduli dan cinta sama aku, tapi kenapa kamu menghindar?" Raihan
"Aku hanya butuh waktu Han, biarkan aku sendiri dulu..!" Raina
"Tapi kenapa?" Raihan
"Jangan ganggu aku Han, jangan mendekatiku lagi, kecuali kalau kamu benar-benar serius sama aku, mau menungguku, mau meminta restu dari bapakku." Raina
"Aku siap ko meminta restu, berusaha agar mendapatkan restu itu." Raihan
Wanita itu kembali ke kamar, berpamitan pada Lisa dan segera pulang, dia melewati Raihan dengan begitu saja, bahkan Lili dan Mila yang tak sengaja mendengar obrolan mereka hanya diam dan mengikuti bos nya dari belakang.
Mereka berdua seakan takut jika mengajak bicara bosnya yang sedang mengalami masalah percintaan yang rumit itu.
***
Sesampainya di rumah, Raina mempersilahkan Lili dan Mila tidur dikamar tamu, sementara dia segera masuk ke dalam kamar dengan wajah lelahnya.
Dia menghempaskan badannya ke atas ranjang.
"Ah, aku pusing sekali, aku memang mencintaimu Mas, tapi bukan begini caranya, aku juga tidak mau mengecewakan bapakku." Raina
__ADS_1
Raina juga sempat merasa jika apa yang dia lakukan akan membuat Raihan benar-benar pergi dari hidupnya. Bukankah Imelda akan diceraikan? Berarti sah sah saja dia mendekati Raihan, namun dia berpikir kembali, keputusannya sudah bulat.
Wanita itu akan tetap pada pendiriannya akan menjauhi kekasihnya sampai status suaminya benar-benar bukan milik siapa-siapa lagi, sampai imelda tertangkap hingga benar-benar tidak ada alasan untuk tidak bersama Raihan dan berjuang mendapatkan restu orang tuanya.
Jika yang terjadi dimasa depan Raihan memilih melupakannya dan tidak memperjuangkannya, itu sudah cukup baginya kalau Raihan tidak pantas untuk diperjuangkan, dan dia akan melepaskan Raihan dengan senang hati.
Aku selalu bertindak bodoh, selalu mengambil jalan yang salah, aku tidak mau seperti itu lagi. Batin Raina
***
Sementara di Rumah Sakit Raihan sedang kebingungan memikirkan cara agar segera menemukan wanita yang akan menjadi mantan istrinya itu.
Polisi belum mempunyai info baru, Pak Gio juga belum menemukan petunjuk tentang Imelda, Detektif itu hanya baru mengetahui keberadaan Pak Hendra yang sedang ada di Bali dengan istri mudanya.
"Apa mungkin Imelda menemui ayahnya yang sedang berbulan madu itu?" Raihan
Raihan menyuruh Gio untuk membiarkan Hendra bersenang-senang. Siapa tahu Imelda datang kesana, jika Hendra sudah ditangkap terlebih dahulu, maka akan lebih sulit menemukan Imelda.
Akan aku biarkan kamu bersenang-senang dengan istri mudamu, bahkan dengan uang haram dari hasil menipuku, dan aku pastikan kamu akan mendekam di penjara Hendra!. Batin Raihan
Raihan berencana menyelidikinya sendiri, dia akan menyusul mereka ke Bali, memata-matai mereka berharap menemukan sosok mantan istrinya disana.
***
Dua hari kemudian Raihan dan Gio pergi ke Bali, selama dua hari itu lelaki itu sangat sibuk bahkan tidak sempat menghubungi Raina, dan dia juga ingin menunjukan kalau dia akan menepati janjinya, menemukan imelda terlebih dahulu dan tidak mengganggu Raina untuk saat ini.
Lisa yang khawatir, dia menanyakan keadaan anaknya yang jauh disana, bahkan Raihan mengirimkan fotonya yang sudah sampai di Bali dengan selamat.
Lisa yang berniat memamerkan anaknya yang sukses di usia muda itu langsung menguploadnya di status WA nya, sehingga Raina bisa melihatnya, karena wanita itu sempat menyimpan nomor Lisa saat mereka pergi ke rumah orang tua Raina.
Kelihatannya Mas Raihan bersenang-senang tanpa aku, dia benar-benar tidak menepati janjinya. Pikir Raina
__ADS_1
Wanita itu membanting ponselnya ke atas ranjang dengan emosi.
Bersambung...